Respon yang harus ditunjukkan adalah bagaimana membangun etos bisnis baru
orang Minang. Cara-cara memproteksi dan subsidi jelas tidak banyak gunanya.
Jangan terbuai oleh mitos bahwa orang Minang terkenal dengan keterampilan
sebagai saudagar. Orang Minang dulu itu hanya mengandalkan kemampuan
berdagang, bukan berwirausaha membuat nilai tampak produk atau jasa. Bisnis
dagang cara lama cendering mendapatkan keuntungan dari keahlian
mempermainkan informasi di hadapan konsumen yang tidak tahu banyak tentang
nilai riil sebuah produk. Bisnis era baru adalah bisnis ditengah masyarakat
yg melek informasi dan perlu sistem yg efisien alias tidak buang-buang
waktu dalam bertransaksi. Karena itu pertokoan atau pusat perbelanjaan
moderen berkembang.
Demikian pandangan saya.
Terima kasih.
Wass.,

Andrinof A Chaniago (52-)



2014-03-09 9:08 GMT+07:00 Zorion Anas <[email protected]>:

> Th 1997, pribumi kuasai 13% kekayaan negara. Non pri 87%. Sekarang pribumi
> hanya 7%, non pri 93%. Sungguh ironis. Mudah2an di Sumbar tidak terjadi
> seperti itu.
>
> Salam,
> Zorion Anas, Suliek Aie, 58, Padang,
> 085811292236
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dari grup ini dan berhenti menerima email dari
> grup, kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke