Patut disyukuri bahwa diusia remaja mereka sdh kena jerat hukum sebagai
psikopat pembunuh. Kalau tidak bisa kita bayangkan dewasa nanti mereka
menjadi jagal banyak manusia, seperti psikopat2 di AS yg membunuh puluhan
orang dengan senapan atau jadi teroris. Mereka mungkin memiliki kepribadian
ganda. Salam
Zorion, Padang.
Pada 2014 3 13 19:15, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> menulis:

> Pak Zaid Dunil, Buya Harbi Salim, Buya JB, kanda Tan Ameh dan dunsanak
> Palanta RN n.a.h,
>
> Selain dari "namo dan penampilan Islami" Miftahul Jannah nan tanyato jauah
> panggang dari api tu, hari-hari ko kesucian namo-namo Islami juga sedang
> digoncang prahara akibat tindakan dua sejoli Imam Ahmad Al Hafitd dan
> Assyifa Ramadhani nan mambunuah mantan pacar/kawan mereka Ade Sara.
>
> Iko publikasi buruak bana bagi "imej" orang tua Islam, dek karano orang
> tua Ade Sara nan non-muslim sejak awal kejadian sudah menyatakan memaafkan
> kesalahan Hafitd-Assyifa (HA) sementara orang tua kedua pelaku indak
> saketek pun berinisiatif tampil ke publik untuk setidaknya meminta maaf
> atas kelakuan anak mereka yang sudah menjadi pengikut Qabil ko.
>
> Tak cukup membunuh dengan sadistis (menyetrum dan menyumpal mulut korban
> dengan koran), keduanya pun bisa mengucapkan duka cita melalui twitter
> untuk Ade Sara, bahkan Hafitd sampai menuliskan "inna lillahi wa inna
> ilaihi raji'un" yang merupakan bagian dari ayat suci QS 2:155.
>
> Ado beberapa análisis menarik sehubungan tindakan sejoli HA. Salah satunyo
> dari dr. Utami Roesli, kakak musisi almarhum Harry Roesli dan cucu Marah
> Roesli. Yang memantik rasa penasaran dr. UR adalah seperti apa pola
> penyusuan yang dialami oleh kedua pelaku remaja itu di saat mereka kecil
> dulu. Apakah mereka disapih dua tahun atau tidak?
>
> Menariknya dr. UR tak menautkan langsung pola penyusuan itu dengan ajaran
> Islam, melainkan pada hasil penelitian di Australia dengan banyak sampel
> (dilakukan oleh dokter-dokter Australia) yang menunjukkan adanya kaitan
> perilaku masa dewasa dengan lamanya masa penyusuan seseorang. Orang yang
> hanya sebentar disusui pada masa bayinya cenderung menjadi lebih agresif
> dan menjadi antisosial di saat dewasa.
>
> Ini hasil penelitian menarik karena saat Nabi Saw dan para sahabat setia
> mempraktikkan ajaran "susuilah anakmu dan sapihlah setelah dua tahun" (QS
> 31:14) tentu saat itu dilakukan dengan penuh ketaatan tanpa mengetahui
> implikasi medis dan kaitan dengan psikologi perilaku yang menjadi salah
> satu kajian pakar behavioral psychologists saat ini.
>
> Artinya, nama Islami yang disandang seseorang baru merupakan modal awal
> yang seharusnya menjadi panduan awal bagi orang tua, dan kelak pemilik nama
> bersangkutan, untuk "mengisi makna" pada namanya itu. Tanpa upaya terus
> menerus dari sang pemilik nama dan lingkungan terdekat untuk mendalami
> hakikat ajaran Islam, maka nama-nama Islami itu berbalik menjadi bumerang
> yang justru mencederai keindahan akhlak Islam.
>
> Dan inilah yang terjadi pada kasus Miftahul Jannah, sang caleg Ngawi,
> serta Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani. Contoh paling benderang
> ketika "nama dan penampilan nggak nyambung."
>
> Wassalam,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
> * * *
>
> Pada 13 Maret 2014 07.39, Zulharbi Salim <[email protected]> menulis:
>
>> Miftahul Jannah berarti Kunci Surga sedangkan pekerjaannya tergolong
>> syirik ganti saja namanya dgn Miftahul Jahannam=Kunci Neraka Jahannam.
>> HZS
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * "Zubir Amin" <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Thu, 13 Mar 2014 00:20:10 +0000
>> *To: *RantauNet Group<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] (OOT) Nama dan penampilan "nggak nyambung"
>>
>> Knkn Akmal Nasery Basral nn baik n sanak palanta nn ber bahagia.
>> Assalamu'alaikum wrwb!
>> Cukup manggalitiak subject nn diateh ko komah Akmal.
>> 'Nama dan Penampilan "nggak nyambung".
>> Tabersit dlm ingatan JB hampir 'hal nan samo' ritual mandi di sungai
>> Tempuk Ngawi,Jatim tu pernah lo dilakukan oleh masyarkat Hindu di Sungai
>> Gangga,India.
>> Mereka mandi di Sungai Gangga tu syaraikyo al hrs berpakaian putiah tipih
>> tanpa ada cd(lk n padusi) n bh(bagi nn induak2).Caro mandi nn coman tun
>> secaro kasat mata agar sagalo doso nn malakek dibadan capek habihnyo.
>> Aspek spritualnyo agar sipelaku itu dpt 'menjadi' ughang suci dlm
>> meghadap dewa Brahma nn menguasai Sungai Gangga itu n Nirwana.
>> Kelakuan nn cooman ko juga dilakukan kalau mereka ingin maju dlm pemilu
>> nas or lokal.
>> Adokah kemiripan or pengaruh ritual Hindu ini di Minangkabau cq di Piaman?
>> Tampak2nyo ado.Co lah caliak,ritual barandam ko dilakukan oleh terutama
>> oleh induak2 awak menjelang bisuaknyo akan puaso. Selain itu co ko juo
>> dilakukan oleh para pemuda nn akan menikah or nn ka basunaik,N ndak kalah
>> pentingnyo co ko juo dilakukan dek laki2 mudo nn ingin jadi 'pamuko'
>> masyarakat.Biasonyo dilakukan dihulu-hulu batang aia ditengah malam nn
>> sunyi.
>> Biasonyo mandi tu bakain basahan je nyeh alias batalanjang bulek(dlm
>> aia).
>>
>> JB ndak tahu apakah para caleg nn akan sato bataruang 'bisuak'ko baik
>> untuk tingkat Nasional(DPR) or tingkat Prov,Kab n Kota(DPRD) nn baasa dari
>> Sumbar,melakukan ritual mandi2 'suci' ini di batang2 aia tu agar bisa
>> mandapek suaro sebanyak mungkin.
>> Tapi nn pasti walaupun ada sebagian caleg nn akan ikut bertarung,caro2
>> ritual tu dilakukan mandok2 krn mereka ughang etnik Minangkabau nn nalarnyo
>> 'biasonyo' lebih dominan dari kebiasaan 'turunan' dari keper cayaan masa
>> lampau.Antah kok indak!
>> JB,DtRJ,75thn,sk Mandhili ang,IVAngkek Padusunan,Pia man
>> Timur,Bonjer,Jakbar.
>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>> ------------------------------
>> *From: * Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Thu, 13 Mar 2014 06:08:37 +0700
>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[R@ntau-Net] (OOT) Nama dan penampilan "nggak nyambung"
>>
>> Ini yang menurut anak muda sekarang, "nama dan penampilan  nggak
>> nyambung".
>>
>> Wass,
>>
>> ANB
>>
>> Upaya Spiritual, Caleg Gelar Ritual Doa dan Mandi di Sungai Tempuk Ngawi
>> Rabu, 12 Maret 2014 20:54 WIB
>> [image: Upaya Spiritual, Caleg Gelar Ritual Doa dan Mandi di Sungai
>> Tempuk Ngawi]
>> Surya/Sudarmawan
>> RITUAL CALEG - Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dapil V DPRD Kabupaten
>> Ngawi dari Partai Demokrat, Miftahul Jannah menggelar ritual doa dan mandi
>> di Sungai Tempuk Alas Ketonggo (Srigati) Desa Babadan, Kecamatan Paron,
>> Kabupaten Ngawi, Rabu (12/3/2014).
>>
>>
>>
>> *Laporan Wartawan Surya, Sudarmawan*
>>
>> *TRIBUNNEWS.COM <http://TRIBUNNEWS.COM>, NGAWI* - Calon Anggota
>> Legislatif (Caleg <http://www.tribunnews.com/tag/caleg/>) Dapil V DPRD
>> Kabupaten Ngawi dari Partai Demokrat, Miftahul Jannah ditemani suaminya
>> menggelar ritual doa dan mandi di Sungai Tempuk Alas Ketonggo (Srigati)
>> Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Rabu (12/3/2014).
>>
>> Ritual dilakukan agar bisa lolos menjadi anggota DPRD Kabupaten Ngawi
>> dalam Pemilihan Umum Lagislatif (Pileg) 9 April 2014.
>> Berbagai upaya, termasuk upaya spiritual yang tidak masuk akal dilakukan
>> para Caleg <http://www.tribunnews.com/tag/caleg/> di daerah untuk
>> mendapatkan berkah dan terpilih menjadi wakil rakyat.
>>
>> Puluhan Caleg <http://www.tribunnews.com/tag/caleg/> mendatangi tempat
>> ini, namun mereka kebanyakan melakukan ritual di sungai ini secara sembunyi.
>>
>> Sejak sebulan mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif puluhan
>> Caleg <http://www.tribunnews.com/tag/caleg/> mulai berdatangan ke Alas
>> Ketonggo (Srigati) yang berada di tengah hutan jati di wilayah Kabupaten
>> Ngawi.
>>
>> Fenomena ini menunjukkan upaya para 
>> Caleg<http://www.tribunnews.com/tag/caleg/> untuk
>> mendapatkan suara terbanyak, menggunakan berbagai cara agar usahanya
>> berhasil.
>>
>> Menurut informasi para caleg yang mendatangi Kali Ketonggo jumlahnya
>> sudah mencapai 50 orang lebih. Mereka menggelar ritual mandi dan doa di
>> dalam Sungai Tempuk dengan cara merendam diri di aliran sungai yang
>> tergolong keruh karena masih kerap turun hujan.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke