Mohon izin menyebarkan BC dari BBM:

TOLONG SHARE AGAR DUNIA TAHU APA YANG TERJADI DI PROVINSI RIAU

1. Sudah 1 bulan lamanya Riau di selimuti kabut asap , dan puncak level sangat 
bahaya kemarin dan saat ini , dengan asumsi 1% Oksigen 99 % Racun.

2. Dinas kesehatan Riau melarang ibu-ibu hamil untuk keluar rumah karena bisa 
mengugurkan kandungan

3. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Riau, hingga Senin (10/3/2014) tercatat 
41.500 orang menderita ISPA. ini data yang berobat dan belum masuk data saat 
ini.

4. Helikopter Pemadam tidak bisa menjalankan tugas karena jarak pandang yang 
hanya 3 meter.

5. Sudah terdapat korban tewas Muhammad Adli (63), petani asal Kelurahan 
Kampung Baru, Kecamatan Tanjung Pinang Barat, Kabupaten Meranti, Riau. Ia 
ditemukan tak bernyawa di dekat kebunnya yang dipenuhi asap sangat pekat di 
dekat lokasi pembakaran hutan. (kompas.com)

6. Gubernur Riau sudah pasrah. Malah balik kampung

7. Presiden akan bertindak 1-2 hari ke depan (twitter).

8. Bandara internasional Sultan Syarif Kasim II ditutup hingga waktu yang belum 
ditentukan.

9. Terdapat 6 juta warga Riau yang terkepung oleh asap beracun.

10 .Sudah 1 minggu ini sekolah dan perkuliahan diliburkan.

Kami harap pemerintah pusat segera menetapkan kondisi Riau sebagai bencana 
Nasional

#PrayForRiau
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Haswin Darwis <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 13 Mar 2014 17:01:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Asap Riau

saudara AL N Mmd Maturidi

asok tu bukan ado riau sajo kami di Kuala Lumpur bahkan sebahagian besar
Malaysia diselubungi asok (di Malaysia Namonyo Jerebu) lah dua minggu kami
marasokan bahkan dari cacatan Indek cuaca mencapai tahab 150 hingga 200 IPU
tahab yg sangat memimbangkan untuk itu aktiviti luaran harus di hindari

diiring dengan cuaca yg sangat panas ada sampai 38C sangat memimbang untuk
kesehatan akibat pembakaran yg tidak bertanggung jawab oleh sesetengah
orang baiak di Riau dan juga di Malaysia

HD St Barbanso
     KL


2014-03-13 15:19 GMT+08:00 <[email protected]>:

> Mamanda Maturidi n sanak Palanta, nah.
>
> Terlampir kutipan berita yang dikopas dari biliak sabalah. Baa kondisi
> sesungguhnya?
>
> Salam
> Syaf AL/51, Sadang di Sabang
>
> --------------
>
> Pembakaran hutan dan lahan di Riau berpotensi menimbulkan cacat otak alias
> idiot pada masyarakat. Kondisi kabut asap yang mengakibatkan kualitas udara
> pada level berbahaya juga membuat Riau tidak layak lagi dihuni 6 juta
> masyarakat.
>
> "Seharusnya seluruh masyarakat Riau ini sudah diungsikan semua. Pemakaian
> masker pun sudah tidak berguna menangkal partikel berbahaya dari kabut
> asap," kata ahli paru RSUD Arifin Ahmad Azizman Saad di Pekanbaru, Selasa
> (11/3).
>
> Menurutnya, efek jangka pendek dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan
> mengakibatkan pusing, batuk dan iritasi mata dan kulit. Pasalnya, kondisi
> oksigen di Riau saat ini sudah diambang batas minimal yaitu dibawah 20%.
>
> "Partikel zat berbahaya seperti metan dan CO2 dari pembakaran hutan
> membuat sel-sel otaknya tak berkembang. Dalam jangka panjangnya, otak pada
> janin manusia akan mengecil serta pertumbuhan otak bayi tidak maksimal,"
> paparnya.
>
> Setelah 40 tahun, kata Azizman, manusia di Riau yang setiap tahun
> menghirup asap akan mudah mengalami sesak nafas."Efeknya pada 40 tahun
> nanti, naik turun tangga sudah sesak. Itu disebabkan kandungan 4 ribu zat
> berbahaya di asap kebakaran hutan yang setara di asap rokok yang
> dipadatkan," jelas Azizman.Azizman pun mengkritik kualitas masker yang
> dibagikan pemerintah pusat dan daerah di Riau tidak sesuai standar
> kesehatan untuk kabut asap.
>
> Pasalnya, masker tipis biru putih itu tidak bisa menangkal
> partikel-partikel kecil berbahaya dari asap."Masker yang efektif itu sama
> seperti masker flu burung yaitu N95. Kalau masker yang dibagikan sekarang
> sama saja tidak berguna," ungkapnya.
>
> Dia menambahkan, pemerintah seharusnya cepat melakukan pemadaman kebakaran
> hutan dan lahan dan mengatasi bencana kabut asap yang telah mengakibatkan
> 44 ribu warga Riau terserang penyakit."Jika tidak, maka sesuai standar
> untuk kesehatan, seluruh rakyat Riau harus diungsikan," tegasnya.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke