Assalaamu'alaykum.... Ambo lampirkan e-mail terakhir mendiang Syafedi Syafei tentang website Jendela Indonesia. Rasanya, situs Jendela Indonesia tidak bisa dipisahkan dari pergerakan reformasi menumbangkan rejim Order Baru dan Soeharto. Sehingga Michael Hites yang semula mau menutup situs Jendela Indonesia karena tingginya traffic, malah menginvestasikan USD 35,000 lagi untuk upgrade server. Ia menyadari peran situs Jendela Indonesia begitu penting untuk ditutup. Saat itu belum ada social network seperti Facebook dan Twitter. Jadi di sanalah situs Jendela Indonesia mengambil peran penting.
Wassalaam; Sy Syarien ======= [R@ntau-Net] Re: Website Jendela Indonesia syafedi Thu, 10 Apr 2008 17:19:14 -0700 Dunsanak Sjafrinal Sjarien, Kalau diliek kabalakang iyo banyak hit dan manfaatnyo jendela indonesiako, sebagai sarana urang Indonesia di rantau untuak mambaco koran majalah online, pada tahun 1997 sabalun ambo ka Indonesia alah masuak the best 100 website yang dikelola oleh mahasiswa seluruh Universitas di Amerika, waktu itu urutan 60-an. Kalau awak mamakai search engine dengan kato kunci Indonesia muncua di halaman pertamo. Alhamdulillah, lai ado kawan dari IIT dulu manaruihkan di alamat nan lain di alamat nan lamo http://www.iit.edu/~syafsya/ alah indak ado lai. kalau diliek website nan kini, barangkali lai maasilkam pitih nampaknyo, tapi iyo awak alun dikontak dan dapek bagian. Tapi indak masalah, karano masih ado namonyo, kamus alah ilang samo sakali tamasuak progran dan datanyo. Pada waktu reformasi 1998 ambo alah di Indonesia, nampaknyo labiah banyak lai hit-nyo, iko bisa diliek dari kutipan-ko dibawahko: Syafedi Syafei developed his Jendela Indonesia site running since October 5, 1995, at the Illinois Institute of Technology, Chicago ....... In May 1998, at the time of student occupation of the parliament building and subsequent resignment of Soeharto, frequency of visits at the Jendela Indonesia portal caused the server of the Illinois Institute of Technology to crash again and again. The head of the computer center, Michael Hites, seriously considered closing down Jendela Indonesia, but realizing that frequency of use was actually demonstrating its usefulness, and finding that the Indonesian movement for democracy deserved to be supported, he decided instead to invest $35,000 to step up the server's efficiency (Tangkar n.d.). (dikutip dari paper oleh Waruno Mahdi, 2002, 2004, The Internet factor in Indonesia, 54th Annual Meeting of the Association for Asian Studies, washington D.C) dengan alamat w3.rz-berlin.mpg.de/~wm/PDFs/wm_IDinetsaga.pdf, Wassalam Syafedi Syafei -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
