Assalamu'alaikum dinda Donard Games nan tangah baraja di Down Under, dan para dunsanak palanta RN, khususnyo para bundo kanduang (Uni Evy, Uni Ifah, Rky Yesi Elsandra, dll) n.a.h.
Ambo terkesan dengan bagian kaduo komentar dinda DG "kalau kini (di Aussie) indak ado yg indak manyuruah ASI" nan bararti "semua suruhan kembali ke ASI" lah nan kini dilakukan di sinan. Sabalun memulai tanggapan ambo, ambo cubo kutip baliak pandapek Rky Yesi Elsandra 5 hari silam sbb: --- Yesi Elsandra manulih (19/3): Trimakasih doanya pak ANB. Alhamdulillah, tadi pertemuan pertama sekolah ibu dihadiri oleh 28 orang ibu. Sebelumnya saya juga membentuk Sumbar peduli ASIhttps://www.facebook.com/groups/182759078558419/. Terakhir kami melaksanakan Kelas EdukASI untuk ibu hamil dan menyusui. Hanya ikhtiar kecil, semoga menjadi pemberat timbangan di yaumul akhir kelak.. ---- Komentar ambo: iko bukan ikhtiar kecil, tapi sebuah ikhtiar besar nan dimulai dari langkah kecil, sebab akan mengubah secara FUNDAMENTAL satu generasi mendatang, khususnya di Minangkabau, menjadi generasi premium. I. Kito caliak dulu beberapa data penting manyangkuik soal ASI ko: 1. Hanya *14% ibu di tanah air* yang memberikan ASI kepada bayi mereka selama 6 bulan. Artinya ada *86 % bayi* yang tidak menerima ASI Eksklusif. Rata-rata bayi menerima ASI hanya dua bulan. Untuk data lebih lengkap sila simak: http://www.indonesia.go.id/en/ministries/ministers/state-minister-for-woment-empowerment/1596-kesehatan/2319-86-bayi-di-indonesia-tidak-diberi-asi-eksklusif 2. Data di atas (2008) tidak jauh berbeda dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2012 yang menunjukkan bayi yang "lulus" pemberian ASI Eksklusif 6 bulan adalah *15,3 %*, atau kenaikan sebesar hanya 1,3% dalam waktu empat tahun. http://kultwit.aimi-asi.org/2012/09/data-asix/ Angka-angka ini sangat menyedihkan karena dua hal: 1. Dari sisi medis (pemahaman tentang laktasi) sudah buruk. 2. Dari sisi syar'i, angka menyusui bayi serendah ini terjadi di NEGERI MUSLIM TERBESAR DI DUNIA yang salah satu DASAR PARENTING adalah agar bayi baru disapih setelah 2 tahun (sekali lagi ini perintah ini bukan hanya hadits Nabi, tapi langsung difirmankan Allah Swt dalam sejumlah ayat spt 31:14 dan 2:133) adalah fakta yang lebih menyedihkan lagi. Ke mana saja arah pembelajaran agama umat Islam selama ini, sampai fondasi untuk pembentukan insan kamil yang rahasianya sudah "dibocorkan" Tuhan Raja Semesta sampai terlupakan (atau memang sengaja diabaikan?) seperti ini? Jadi inilah salah satu rahasia kemunduran masif umat Islam di Indonesia, yang selama ini sering diungkapkan dalam bentuk umum "umat non-muslim *maju*karena meninggalkan ajaran agama mereka, sedangkan umat Islam *mundur* karena meninggalkan ajaran mereka pula." Ini tesis yang disampaikan, antara lain, oleh Amir Syakib Arselan sejak 70 tahun silam (1954) saat menulis buku yang diterbitkan Rasyid Ridha,* Mengapa Umat Islam Mundur, dan Non-Muslim Maju*, tapi tak pernah diperhatikan serius. (Anehnya, baru setelah Luthfie Syaukanie dari JIL menulis tema serupa, baru menjadi kontroversi karena yang menulis seorang motor JIL. Banyak yang "mendadak" merasa tersinggung dan merasa itu adalah pelecehan terhadap Islam. Padahal statement LS sudah ketinggalan jaman, atau setidaknya sama sekali tidak baru, jika dibandingkan dengan buku Syakib Arselan). Kembali ke soal ASI, meski data di atas untuk Indonesia bukan khusus untuk muslim Indonesia, namun karena mayoritas ibu yang menyusui juga dari kalangan muslimah, maka angka 14 % (2008) dan 15,3 % (2012) itu pun tak terlalu melenceng untuk mewakili sikap keluarga muslim Indonesia dalam memandang ASI. Artinya lagi:* tidak sampai 2 dari 10 muslimah* yang baru melahirkan, memberikan bayi mereka dengan ASI Eksklusif. Itu pun untuk lama 6 bulan, bukan dua tahun seperti dinyatakan Qur'an. Dinda Donard, Rky Yesi, Bundo Evy, dll, data ini yang menurut ambo adalah bentuk "liberalisme" keluarga muslim Indonesia dalam menaati perintah Allah Swt. Jauh lebih berbahaya dari sekadar "liberarisme otak-atik-gathik" di bidang pemikiran yang dikerjakan kelompok mana pun saat ini. Jadi bagaimana kita bisa menjadi "*bunyanun marsus*", bangunan kokoh, jika sejak awal sekali fondasi terpenting dari syarat bangunan solid itu tak tercapai? Memang untuk topik ASI Eksklusif ini dua paradigma saling berimpit yakni medis/nutrisi yang kini mulai banyak pendukungnya di seluruh dunia (seperti Gerakan Laktasi) seperti informasi Rky Yesi dan dinda Donard dari Aussie, tapi paradigma kedua yang tak kalah penting, atau bahkan jauh lebih penting bagi kita sebagai muslim (apalagi orang Minang yang konon berfalsafah ABS SBK) adalah paradigma syar'i dengan ajaran ASI Eksklusif 2 tahun yang diamanatkan Qur'an. Paradigma kedua ini yang seharusnya diyakini lebih utuh oleh keluarga muslim lebih dulu, sebetul mengamini hasil-hasil riset kontemporer di bidang nutrisi dan laktasi yang ternyata MEMBENARKAN bagaimana validnya kebutuhan bayi di saat awal untuk menerima asupan susu ibu mereka sendiri. II. Oleh karena itu, salah satu implementasi untuk memberikan kembali ruh ABS SBK di Minang, menurut ambo, seharusnya bisa dengan mengimplementasikan ajaran-ajaran Qur'anik yang -- seharusnya -- lebih mudah untuk diterapkan, seperti ASI Eksklusif dua tahun, dan untuk sementara ambo sebut namanya sebagai: *Agiah Bayi Susu Sesuai Bacaan Kitabullah*, agar memudahkan dalam akronim yang sama dengan ABS SBK. Program ABS SBK di bidang laktasi ini adalah penjelasan pentingnya ASI dari dua paradigma, Qur'anik dan medik, dengan penekanan pada yang pertama. Tujuannya tentu agar setiap keluarga muslim, terutama muslim Minangkabau, yang mulai melahirkan anak di tahun ini dan seterusnya, akan kembali menerapkan ASI Eksklusif/Menyapih Bayi dalam usia 2 tahun. Untuk mendapatkan kualitas ASI terbaik, para (calon) ibu muda sejak awal sudah diedukasi untuk mengalokasikan dana mereka untuk beli susu formula, dialihkan untuk membeli makanan-makanan yang bisa menaikkan kualitas ASI. Begitu juga dengan para calon suami yang perokok, harus diajarkan untuk mengalihkan uang rokok mereka agar menjadi nutrisi bagi istri mereka. Di bidang edukasi yang lebih luas, persiapan menikah yang lazim diberikan KUA menjelang pasangan menikah, juga memasukkkan "kurikulum" pentingnya ASI 2 tahun ini selain materi yang ada selama ini. Para khatib/ulama/da'i juga harus lebih ekstensif berdakwah soal ini, baik dalam khutbah Jumat sampai khutbah-khutbah lain. Para politikus Minang, menjadikan agenda ASI 2 Tahun ini sebagai salah satu program utama, terlepas apa pun partai mereka. Kawan-kawan palanta yang dekat kekuasaan di Sumbar sekarang, atau malah sedang mendapat amanah berkuasa, bisa mulai menggunakan kekuasaan itu secara positif untuk melahirkan regulasi-regulasi baru yang "back to Qur'an" untuk soal ASI ini. Ingatlah pesan Buya Hamka tentang kekuasaan, "Ketika sedang di atas, bersikaplah seperti palu. Pukullah yang kencang. Namun ketika sedang di bawah, sabarlah menerima pukulan." Begitu juga dengan profesi-profesi lain yang bisa saling mendukung mengajak kembali umat untuk kembali pada fondasi parenting yang sudah digariskan Allah, bukan disetir oleh produsen susu formula. Para penulis dan wartawan bisa makin sering menulis hasil-hasil riset laktasi/nutrisi terkini dengan gaya populer. Sebab riset-riset ini, di mana pun dilakukan, sudah pasti akan memperkuat betapa benarnya ajaran Islam tentang ASI Eksklusif. Bahkan kalau sekiranya Sumbar bisa menjadi motor ASI 2 Tahun secara sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin satu generasi kemudian dari bayi-bayi yang lahir pada tahun 2014, 2015 setelah gerakan ABS SBK Laktasi ini dilakukan secara masif, akan muncul "batang tarandam" generasi muda Minang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata generasi muda Indonesia dari provinsi lainnya. Baa manuruik dinda Donard, Rky Yesi, Bundo Evy, dan dunsanak lain? Wassalam, ANB 45, Cibubur * * * Pada 22 Maret 2014 07.27, <[email protected]> menulis: > Ambo sepakat jo uda ANB tentang JIL. Ibaraiknyo kito reaktif ka JIL tapi > indak melakukan sesuatu untuak mampakuek diri kito sendiri sementara banyak > persoalan riil di sekeliling kita bahkan pada titik ekstrem menutup mata > dari untuk persoalan demikian. > > Oya sedikit ttg menyusui. Ambo dapek carito dari seorang dokter umum > disiko bahwa bahkan di Ostrali kebiasaan memakai susu formula secara resmi > masih dilakukan di rumah sakit2 40th lalu. Kalau kini indak ado yg indak > manyuruah ASI. Kampanyenyo luar biasa. > > Salam > Donard 34 > > > > [email protected] wrote: > > > > @ Uni Evy: mokasih ateh saran Uni. > > @ Ust. Zulharbi: perbincangan yg menarik dgn Buya Hamka di tepian sungai > Nil. > > Wassalam, > > ANB > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Sender: [email protected] > Date: Fri, 21 Mar 2014 16:30:24 > To: milis rang minang<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: Bls: Re: Fwd: Fwd: [R@ntau-Net] Tentang Jaringan Islam > Liberal > > Waalaikum salam pak zulharbi, > > Menyela ambo untuak Akmal yo pak,, > > Akmal, Buliah juo kisah Buya Hamka nan dicaritoan pak zulharbi ko ditulih > utk bahan buku 2 TCBP..? > > Pak Elthaf'Baitu caro sharingnyo pak. > Untuk pak Elthaf, > Soal membukukan tulisan, ambo batarimo kasih bana ka pak Saaf. Apo sebab ? > Waktu ambo manyampaikan rencana untuak mambuek buku, baliau menulis di > komentar percakapan kami di FB : " buku memperpanjang usia selama dunia > terbantang !. Kalimat pak saaf ko ambo catat dan ambo olah jd modal utk > manulih, > > Lalu datang lo, ajo Suryadi waktu buku alah tabik. Liau manyarankan. " > Kirim ka KITLV uni., > > Jikok awak jadi panulih mako sia pulo lah awak. Awak kan cuman bisa ber > asumsi ? > > Nah.. jiko lai talakik. berharap ambo ka Allah, sampaikan langkah ambo > ka Leiden tampek buku itu disimpan. Baitulah handaknyo awak pai ka perpus > di kota nantun. Kinil Lai kah buku sampai ka ulando, > > Baa ajo Suryadi. Lai awak bisa basobok di Leiden nantik ? > > > Wassalam > > Evy Nizhamul > > > > > ------Original Message------ > From: Zulharbi Salim > Sender: milis rang minang > To: milis rang minang > ReplyTo: milis rang minang > Subject: Bls: Re: Fwd: Fwd: [R@ntau-Net] Tentang Jaringan Islam Liberal > Sent: Mar 21, 2014 21:04 > > Assalamu'alaikum wr.wb. Sanak Ethaf dan Palanta NAH, Bravo sanak > Ethaf..Menulis adalah cita-cita mulia. Ambo ingat pesan Buya ketika kopdar > di bawah pohon mangga Soekarno suatu senja di pinggir Sungai Nil Cairo, > Mesir th 1973 ketika ditanyakan kpd beliau bagaimana menulis yg baik dgn > menghasilkan buku sastra seperti DLK [Dibawah Lindungan Ka'bah], TKvD > [Tenggelamnya Kapal Van Derwijk], Ayahku, Tafsir Al Azhar dll sampai HAMKA > mendapat DR HC dari Univ. Al Azhar mengikuti Ayahnya Inyiak Rasul atau > Inyiak DeEr [DR] H.Abdul Karim Amrullah yg juga mendapat DR HC dari Al > Azhar Mesir th 1924. Buya HAMKA berkisah:<<Waktu kecil di Sungai Batang > Maninjau, saya suka mengumpulkan kertas-kertas bekas dari kotak rokok > kansas, comodore dan kertas apa saja ditemui di jalan saya pungut dan saya > bawa pulang.Umi jadi heran "Untuak ka awang pangakan karateh ko Malik"? > Ambo haniang sajo. Sabab indak tahu ka dipakai untuak apo karateh ko. Ka > dijua sia ka mambali. Akhirnyo ambo pabiakan sajo. Katiko itu keadaan > tambah sulik. Tapikia [terpikir] kertas2 ini pada suatu saat ado gunonyo. > Ambo ambiak pituluik, ambo ambiak pulo karateh bakeh tu, disinan ambo tulis > apo nan takana,ambo catat apo nan nampak, ambo karang pantun 'Maninjau padi > lah masak', ambo buek carito tukang pukek, carito silek Sungai Batang, > kisah salingka danau. Kasadonyo di kertas bekas. Lalu Buya Hamka > berpesan:"Kok iyo ka manulih, tulis apa saja yg takana, apo sajo nan taraso > kemudian simpan. Pada suatu ketika baca lagi, tulis lagi dan periksa > lagi..nah disinan ka manjadi karya tulis yang baik." Tamasuak kisah > Zainuddin jo Hayati Buya? Tanyo ambo. "Oh iyolah", jawab Buya. Kesimpulan > kisah Buya Hamka ini, memulai menulis dari kertas bekas..kini tak perlu > lagi kertas bekas, sudah ada BBM, Ipad,Laptop, android. Input apa yang > ingat kemudian edit. Sebagai penutup, ada pesan rekan wartawan Haluan Zul > Effendi dlm pengantar buku "Krisis Teluk,Catatan Jurnalistik dari Timur > Tengah" sbb: <<Mahkota kepengarangan adalah buku. Puncak karya > wartawan,juga, adalah buku..>>. Wassalam Zulharbi Salim Wartawan Senior > Powered by Telkomsel BlackBerry(R) From: Akmal Nasery Basral < > [email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 21 Mar > 2014 18:11:16 +0700 To: [email protected]< > [email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: > Re: Fwd: Fwd: [R@ntau-Net] Tentang Jaringan Islam Liberal Writing is > continuous struggle between one self and a blank page, Pak Elthaf. Tanyolah > ka para panulih hebat di siko: Pak Mochtar Naim, Pak Saafroedin Bahar, > Kanda Andrinof A. Chaniago, sanak Indra Jaya Piliang, Mak Muchwardi > Muchtar, Buya Zulharbi Salim, sanak Herman Messa, Bundo Evy, dll namo nan > indak bisa ambo sabuik satu persatu, termasuk Bundo Nismah dan Pak Darwin > Chalidi nan mambuek tulisan humaniora nan menyentuh di bunga rampai buku > Caltex. Dan profesi panulih iko lah nan hari ko dihujat surang nan maraso > alah khatam kaji tauhid 20 Sifat dan 50, tapi menghargai profesi urang lain > nan bahkan sanak saagamo dan sakabudayaan dengan inyo pun ndak bisa. Lalu > untuk apo kaji Tauhid sarupo itu yo Pak Elthaf? Gagal paham ambo. Salam > babuko puaso dulu, ANB Pada 21 Maret 2014 18.00, <[email protected]> > menulis: Mokasih pak Akmal, insya Allah ambo baraja taruih jadi penulis, > bukan gampang karajo penulis, paliang susah malah, karano dibutuhkan > intelektual yg tinggi, wawasan yg luas, kesabaran, stamina, dan tantu yang > paliangh pantiang standar dan seluk beluk untuk menjadi seorang penulis > yang lah ado acuannyo. Mokasih semangat dan dukungan dari pak Akmal, kapan2 > kalau pak akmal sempat, mampir ka rumah ambo, ambo tunggu. Salam, Elthaf > Sent from my BlackBerry(R) powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Akmal > Nasery Basral <[email protected]> Sender: [email protected]: > Fri, 21 Mar 2014 17:52:13 +0700 To: > [email protected]<[email protected]> ReplyTo: > [email protected] Subject: Re: Fwd: Fwd: [R@ntau-Net] Tentang > Jaringan Islam Liberal Pak Elthaf, taruihlah baraja manulih. Buya HAMKA juo > dulu panulih, bahkan dijuluki para guru ngaji sajaman liau sabagai "Ulama > Cabul", "Ulama Roman Picisan". Tapi di ma kini latak para guru ngaji nan > dulu mancimeeh Buya Hamka dan profesinya sabagai panulih itu? Dan di ma > latak Buya Hamka nan jadi korban cimeeh di jamannya itu kini di hati umat? > Pak Elthaf jangan khawatir, sebab orang-orang yang menghina penulis adalah > orang yang tidak bisa menghargai artinya sebuah bacaan. Wassalam, ANB 45, > Cibubur Pada 21 Maret 2014 17.29, <[email protected]> menulis: Pak > Akmal, Ndak usah dilayani pak Anwar tu, kito yang silent mayority juo > mangikuti korespondensi satiok postingan ko. Dari pado terlalu juah, > paiyoan se lah, kito lai juo mambaco buku2 agamo. Saran ambo ka pak Anwar, > kalau badiskusi jangan sampai maempa empa,jujur sajo ambo sangat hormat > kapado penulis, karano apo nan ditulis tu jaleh, ndak ado hubungannyo jo > rekayasa, profesi dan pakerjaan urang lain mohon dihormati, apo kini sadang > baraja jadi penulis, semoga ambo bisa jadi penulis, aamiin. Sal > Powered by Telkomsel BlackBerry(R) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
