Pak Maturidi Donsan n.a.h,

*I :*
Di bawah ko daftar yang disebut Budi Hadrianto dalam bukunya (2007) sebagai
50 Tokoh Islam Liberal Indonesia.

>
>
>      A. PARA PELOPOR
>
>  1. Abdul Mukti Ali
>  2. Abdurrahman Wahid
>  3. Ahmad Wahib
>  4. Djohan Effendi
>  5. Harun Nasution
>  6. M. Dawam Raharjo
>  7. Munawir Sjadzali
>  8. Nurcholish Madjid
>


> B. PARA SENIOR
>
>   9. Abdul Munir Mulkhan
> 10. Ahmad Syafi'i Ma'arif
> 11. Alwi Abdurrahman Shihab
> 12. Azyumardi Azra
> 13. Goenawan Mohammad
> 14. Jalaluddin Rahmat
> 15. Kautsar Azhari Noer
> 16. Komaruddin Hidayat
> 17. M. Amin Abdullah
> 18. M. Syafi'i Anwar
> 19. Masdar F. Mas'udi
> 20. Moeslim Abdurrahman
> 21. Nasaruddin Umar
> 22. Said Aqiel Siradj
> 23. Zainun Kamal
>


> C. PARA PENERUS
>
> 24. Abd A'la
> 25. Abdul Moqsith Ghazali
> 26. Ahmad Fuad Fanani
> 27. Ahmad Gaus AF
> 28. Ahmad Sahal
> 29. Bahtiar Effendy
> 30. Budhy Munawar-Rahman
> 31. Denny JA
> 32. Fathimah Usman
> 33. Hamid Basyaib
> 34. Husein Muhammad
> 35. Ihsan Ali Fauzi
> 36. M. Jadul Maula
> 37. M. Luthfie Assyaukanie
> 38. Muhammad Ali
> 39. Mun'im A. Sirry
> 40. Nong Darol Mahmada
> 41. Rizal Mallarangeng
> 42. Saiful Mujani
> 43. Siti Musdah Mulia
> 44. Sukidi
> 45. Sumanto al-Qurthuby
> 46. Syamsu Rizal Panggabean
> 47. Taufik Adnan Amal
> 48. Ulil Abshar-Abdalla
> 49. Zuhairi Misrawi
> 50. Zuly Qodir
>

*II :*

Mak MM, sanak Akmal dan sanak sapalanta
Nan ndak buliah Liberal tu adolah dalam hal Akidah atau Tauhid
Kalau Ahlussunnah waljamaah rujukan Akidahnyo ka Ulama2:

Abu Hasan Al 'Asya'ari dan
Abu Mansur Al Maturidi
Merekalah pengasas Akidah Ahlussunnah waljamaah.

Tapi kalo soal Syariat/Fiqih,  seperti hal menyapih anak/menyusui dan
mengkhatam Al Quran buliah bebas mengikut kemampuan masiang2 bahkan Rasul
Saw bisa dalam satu sholat khatam Alquran.

Wassalam, alhaqirwalfaqir, anwardjambak L45+, Kualalumpur,

 *III*
* :*


*Tanyolah ka para panulih hebat di siko: Pak Mochtar Naim, Pak Saafroedin
Bahar, Kanda Andrinof A. Chaniago, sanak Indra Jaya Piliang, Mak Muchwardi
Muchtar, Buya Zulharbi Salim, sanak Herman Messa, Bundo Evy, dll namo nan
indak bisa ambo sabuik satu persatu, termasuk Bundo Nismah dan Pak Darwin
Chalidi nan mambuek tulisan humaniora nan menyentuh di bunga rampai buku
Caltex.   Dan profesi panulih iko lah nan hari ko dihujat surang nan maraso
alah khatam kaji tauhid 20 Sifat dan 50, tapi menghargai profesi urang lain
nan bahkan sanak saagamo dan sakabudayaan dengan inyo pun ndak bisa. Lalu
untuk apo kaji Tauhid sarupo itu yo Pak Elthaf? Gagal paham ambo.   Salam
babuko puaso dulu, ANB*

*IV :*


 Muchwardi 
Muchtar<http://www.mail-archive.com/[email protected]&q=from:%22Muchwardi+Muchtar%22>
Mon,
*17 Mar 2014* 15:24:07
-0700<http://www.mail-archive.com/[email protected]&q=date:20140317>

*Satalah komunitas r@ntaunet tau dan mangarati apo kurenah JIL (bukan :
Jaringan Iblis Laknatullah.....!! m.m) di nagari awak ko, a pangana?*

**What next?!*

Salam................................,**mm****
-.Aktivis & Sekjen Badan Dakwah Islam Pkp Pertamina (1995-2010)
-.Kabid PHBI DKM Al Ikhlas, Bekasi Jaya (1992-2011)
-.Sekjen Kerukunan Keluarga Muslim BJI Bekasi Jaya (2011-2014).
-.Kontributor & inisiator Ikatan Ustadz Alam Maya (2001-s/d hari akhir)

*PANUNGKEK :*

*1)=>Strategi melawan Jaringan Islam Liberal (JIL):*

* Mengadakan secara rutin seminar2 dan tabligh-2 akbar di masjid-2 dan
mushalla-2, yg membongkar kesesatan JIL dan aliran-2 sesat lainnya.
* Mendirikan penerbitan yang akan menerbitkan buku-2, majalah-2, buletin-2,
VCD-2 yang membongkar kesesatan Islam Liberal dan aliran-2 sesat lainnya.
* Mendirikan lembaga pendidikan dan kaderisasi untuk mencetak para pakar
kontra Islam Liberal.

*2)=*
*>JIL Mangatokan Indak Adoh Negara Nan Maju Nan Mamakai Syariat Islam. *


*Astaghfirullah al azim.....!!!*

Setelah Jaringan Islam Liberal (JIL) tidak lagi mendapatkan donasi dari The
Asia Foundation (TAF), sepertinya LSM liberal itu mati suri. Kegiatannya
banyak yang berhenti. Tokoh-tokohnya berlarian ke lembaga lain. Bahkan
markas mereka di Utan Kayu Raya 68 H pun makin sepi.

Guntur Romli kini berpindah ke Komunitas Salihara di Pasar Minggu, Ulil
Abshar dan Luthfie Assyaukanie lari ke Freedom Institute, LSM liberal yang
dibiayai Aburizal Bakrie. Walaupun kehidupan LSM-nya ikut Ical, tapi
afiliasi politik Ulil ke partai penguasa, Partai Demokrat. Dia menjabat
sebagai Ketua Pusat Pengembangan Strategi Kebijakan DPP Partai Demokrat.
Sementara Novriantoni Kahar bergabung bersama Yayasan Denny JA.

Soal Freedom Institute, umat Islam tentu ingat dengan nama Rizal
Malarangeng, saudara kandung Andi Malarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga
saat ini. Rizal, Direktur Eksekutif Freedom Institute, sangat terkait dan
terlibat dengan penyerahan tambang minyak Blok Cepu ke ExxonMobil pada 2006
lalu. Karena Rizal adalah anggota tim yang melakukan negoisasi dengan Exxon
yang berujung pada kekalahan Pertamina.

Meski terkesan berlarian ke sana kemari, liberal tetaplah liberal. Misi
mereka tetap sama, meliberalkan Islam dan menjauhkan umat dari ajaran Islam
yang lurus. Komentar-komentarnya tetap saja menyakitkan hati umat dan
membuat panas telinga.

Tengok saja pernyataan terakhir dari seorang  Luthfi Assyaukanie yang
mengatakan bahwa tidak ada negara yang maju dengan syariat Islam.

"Setahu saya tidak ada negara yang maju dengan menggunakan syariat Islam.
Apa ada contohnya?", jawab Luthfi saat ditanya wartawan *Merdeka.com*,
Kamis (18/10) pekan lalu, apa dia percaya negara bisa maju jika menerapkan
syariat Islam.

Tak cukup sampai disitu, Luthfi yang kini menjabat Deputi Direktur
Eksekutif Freedom Institute, bahkan mengatakan bahwa negara Islam adalah
negara yang melawan kodrat manusia, yang tidak akan bisa maju.
"Negara-negara Islam itu melawan kodrat manusia, jadi tidak akan bisa
maju," katanya.

Pernyataan-pernyataan ganjil pengajar Universitas Paramadina Jakarta ini
keluar dari mulutnya ketika sebuah lembaga survey merilis hasil surveynya
yang menyatakan bahwa Parpol Islam sudah tidak laku, angkanya di bawah 5
persen dan sebagainya. Survey dan opini berikutnya terus menyudutkan
keberadaan Parpol Islam.

Kemudian terkait dengan penerapan syariat Islam oleh negara, Luthfi bukan
saja alergi tapi juga terlihat sangat antipati sebagai jelmaan watak asli
kaum liberal.

Walaupun tetap saja salah jika mencontohkan negara Islam dengan menyebut
Saudi Arabia, Iran, Malaysia dan sebagainya. Karena memang negara-negara
yang dimaksud tidak 100 persen mengadopsi hukum syariah sebagai hukum
positif yang berlaku di negara mereka. Keamanan rakyatnya juga tidak 100
persen di tangan umat Islam. Di Saudi Arabia bahkan berdiri kokoh pangkalan
militer AS. Sementara Iran juga tidak lebih dari sebuah tipologi negara
mazhab. Demikian dikutip dari *Suara Islam.*

*Wawancara dengan Merdeka Online*

Agar pembaca  mampu memahami pernyataan *nyleneh *Luthfi itu, berikut kami
cuplikkan sebagian isi wawancara Luthfi dengan wartawan *Merdeka.com*, yang
dilakukan di sekretariat Freedom Institute, Jalan Proklamasi Nomor 41
Menteng Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu.


*Sejauh mana Islam harus berperan dalam kehidupan politik di Indonesia? *
Itu isu lama, sejauh mana Islam mengakomodasi masalah-masalah politik. Ada
sebagian orang percaya, Islam harus menaklukkan politik atau Islam harus
berpolitik, harus mendirikan partai Islam, harus menjalankan dakwah Islam
lewat partai politik, dan seterusnya. Ada juga sebaliknya, kita boleh lebih
religius, menjadi orang yang saleh, tapi dalam urusan politik itu urusan
dunia, tidak ada urusannya dengan agama.

Saya kira jumlah umat Islam yang percaya dengan tidak ada hubungan Islam
dan politik itu lebih banyak jumlahnya. Buktinya pemilu ini, tentu saja
pemilu adalah bukti nyata, tidak bisa dibohongi. Orang di luar sana bilang,
"Oh, orang Islam itu percaya pada agama dan negara *(addin wa daulah)*",
atau macam-macam, itu cuma bicara saja, buktinya tetap pemilu. Saat mereka
datang ke bilik suara mereka tidak memilih partai Islam. Kalau mereka yakin
pandangan agama dan negara adalah satu kesatuan mereka akan memilih partai
Islam.


*Apakah Islam memang tidak boleh ikut campur dalam kehidupan politik? *
Ada sebagian yang berkeyakinan begitu, tapi sebagian besar masyarakat
Indonesia justru meyakini sebaliknya. Ya sudahlah, Islam tidak usah ikut
campur dalam masalah politik, itu kalau ukurannya partai-partai politik.


*Apakah anda percaya negara yang menerapkan syariat Islam bisa maju? *
Setahu saya tidak ada negara yang maju dengan menggunakan syariat Islam.
Apa ada contohnya?


*Bagaimana dengan Iran dan Arab Saudi? *
Maju apanya, ekonominya paling terbelakang. Terbelakang dalam artian,
mereka hanya memanfaatkan sumber daya alam yang ada sebagai sumber utama
ekonominya. Berapa lama sumber alam terus untuk eksplorasi?

*Ada contoh negara Islam yang bisa dibilang maju?*

Tidak ada. Negara yang paling mundur di dunia, adalah negara yang melawan
kodrat manusia. Negara-negara Islam itu melawan kodrat manusia, jadi tidak
akan bisa maju. Manusia itu kodratnya menginginkan kebebasan pada dasarnya.
Sementara negara-negara yang menerapkan itu, memusuhi kebebasan itu.
Misalnya di Arab Saudi, perempuan tidak diperbolehkan mengendarai mobil
sendiri. Orang mau bicara politik tidak boleh, di sana orang tidak boleh
demonstrasi.


*Tapi sebulan kemarin Arab Saudi sudah mengeluarkan aturan yang membolehkan
perempuan boleh mengendarai mobil sendiri? *
Bayangkan, sudah zaman segini baru memperbolehkan. Orang-orang yang
menginginkan aturan itu sendiri juga orang-orang dari kerajaan itu sendiri.
Anak-anak raja, anak-anak pangeran yang ingin mengemudi sendiri, mereka
yang kuliahnya di barat. Jadi negara-negara itu tidak akan maju, karena
melawan kodrat manusia.

Iran begitu juga, mundur jauh sekali. Kalau pun ada pencapaian, itu pasti
dari orang-orang yang melawan sistem itu. Misalnya, orang sering bilang,
"Kok film-film Iran itu bagus-bagus." Justru karena mereka memberontak dari
situasi yang mengungkung. Para sineas Iran itu adalah orang yang tidak
setuju dengan sistem negara Islam di Iran. Itu yang salah dimengerti orang.
Setiap ada pencapaian di negara-negara yang seperti itu, muncul dari mereka
yang anti dari sistem yang ada di sana.

* Bagaimana dengan dari sisi kemajuan ekonominya?*

Saya rasa tidak. Melihat ekonomi bukan hanya melihat pendapatan per kapita
atau Produk Domestik Bruto (PDB) tapi kita harus lihat, harus diuraikan,
dari mana mereka mendapatkan itu. kalau Indonesia, saya sangat bangga
dengan pencapaian ekonomi kita. Itu dilakukan dengan kerja keras dan
sungguh-sungguh. Tapi kalau negara-negara penghasil minyak di teluk itu
tidak bisa dibanggakan.(Sumber: merdeka | suara islam)

*V :*

Ha ha ha....
Sabana lasuah maliek urang awak  'badiskusi' adu litratur dan "adu bana
sorang" di milis urang awak nan sabana mangglobal ko.

Buek sanak Sri Yansen Tanjuang (d/h Sri Yansen Agus Salim) nan pakan di
muko ka mambuek pulo "album RN edisi Maret 2014", tantu agak 'kalebuik
tundo' kalau untuak album maretnyo didominasi dek 'diskusi' saputa JIL
(indak Jaringan Iblis Laknatullah, doh..!===m.m) sajo.

Sabananyo, kutiko tgl 17 Maret 2014 ambo bakomentar agak pendek  (sarupo
kutipan di ateh), mukasuiknyo adolah untuak  manutuik sajo* threat* nan
alah bakali-kali mambuek komunitas ko (samanjak duo tahun nan lalu)
bakaruak arang, singkok manyingkok "aib", bahkan sampai-sampai urang nan
(ambo) tuokan dan hormati di komunitas ko mambirutok dan "bangih abih" ka
ambo (Si m.m) kalau dalam tulisan ambo saketek-saketek mancap urang JIL (he
he he...).

Tapi Alhamdulillah, duo kali ambo basuo jo baliau (nan acok ambo katokan
bantuak baliau mirip jo Uni ambo  di Pakan-kamih, Tilkam) dalam kasampatan
silaturrahmi HbH, lai tataok ambo manyalami baliau dan (jo hati nan ikhlas)
mancium pipi baliau suok kida (di hadapan bini ambo). Baitu caro ambo
mampaliekan dan mambuktikan bahaso  Si m.m tu bausaho untuak  mambuek urang
nan panah tasingguang karano tulisannyo nan kasa & panyemba urang lain,
samato-mato hanyo pamainan & palamakan hiduik di ateh dunia nan fana sajo.
(Kalau dek karano tulisan awak nan ---mungkin--- indak sabaun  jo "salero"
urang lain, mambuek samakin jauahnyo Dunsanak. Iyo indak doh.
Campakanlah..!!!!

Bahkan, ambo masih ingek babarapo tahun nan lalu, kutiko Dunsanak ambo dari
Ranah dan (surang lai) dari Riau mambuek surek ka ja.pri ambo, nan
mangatokan di RN ko bakambang subur pamikiran-pamikiran JIL, ambo ampiang
bakarek arang jo web urang awak nan tagadang dan tanamo di ateh dunia ko.

Tapi.............., satalah ambo tukuik tilantangan buruak baiaknyo bakarek
arang jo RN, mamang banyak ruginyo nan didapek. Paliang tidak, ambo samakin
indak  dapek taakuak-akuak duduak di tapi lapiak, atau sato "maruok" atau
badiskusi lamak jo urang awak (lintas status dan lintas posisi) malalui
alam maya. Mancari musuah sabana gampang, tapi mancari kawan untuak diajak
badunsanak, apokoh sagampang awak mancari musuah?

Dan........... Alhamdulillah, sampai datiak ko dan (insha Allah) sampai
nantik mudah-mudahan ambo tataok hepi main domino sambia minum teh talua di
palanta r@ntaunet ko. Amin.

Baliak awak ka kaji saputa JIL ko.
Ambo hanyo dapek manutuik jo "mutiara himat" nan panah ambo tulih dulu di
lembaran sastra PENDAKIAN harian Suara Karya (Juni, 1977) nan bunyi
langkoknyo saroman di bawah ko:


*Makin banyak waden tau, samakin banyak waden tau bahaso waden ko
(sabananyo) indak ado apo-aponyo.*

*Makin banyak waden mambaco, samakin taulah waden bahaso sabana banyak
(buku/ilimu) nan alun waden baco.*

Salam damai dan sajuak di  hati  buek Kamanakanda di Kualalumpur, dan
Kamanakanda
di Cibubur.
Sabanta lai mugarik datang, ukatu nan pas untuak awak babuko puaso
Sinayan-Kamih, kan?

Salam.................................,
*mm****
(di lantai 17, Bks)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke