Mak Darwin Chalidi n.a.h,

kalau berdasarkan kalimat asumtif "sekiranya Jokowi jadi RI 1" yang berarti
Jokowi terpilih sebagai presiden baru lewat mekanisme pilpres, maka sebagai
warga negara yang baik tentu kita harus bisa menerima kenyataan itu,
seperti kita juga bisa menerima (meski tak selalu setuju) bahwa Indonesia
pernah mempunyai presiden bernama Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman
Wahid, Megawati, SBY (+ pejabat setingkat presiden Mr. Sjafruddin
Prawiranegara & Mr. Assaat) dengan segala kelebihan dan kekurangan
masing-masing.

Nah, terhadap pertanyaan lebih spesifik: "umpamonyo Menteri Agama dari
Syiah?"

Menurut ambo kemungkinan itu kecil. Kalau kita lihat Jokowi adalah capres
PDIP dan partai ini yang akan "ikut sibuk" mengatur komposisi kabinet
sekiranya calon mereka menang, keputusan PDIP tetap ditentukan oleh
Megawati, *for better or worse*.  Megawati tak akan gegabah
mengangkat/menyetujui tokoh Syiah sebagai menteri agama karena kakek
Mega/ayah ibu Fatmawati adalah Haji Hassan Din, tokoh Muhammadiyah di
Bengkulu. Bung Karno sendiri (ayah Mega) pernah mendaku sebagai kader
Muhammadiyah (terlepas dari apakah itu sekadar pernyataan politik atau
tidak, seperti halnya Soeharto yang juga pernah mengaku sebagai kader
Muhammadiyah). Namun pengalaman Bung Karno saat menjadi tahanan politik di
Bengkulu, memang menunjukkan BK sangat dekat dengan Muhammadiyah di Kebun
Roos, Bengkulu. Bahkan saking akrabnya BK dan Muhammadiyah, ketika konsul
(perwakilan) Muhammadiyah untuk Bengkulu dan Sumatra Selatan saat itu, H.
Junus Jamaluddin, sakit parah yang membuatnya tak bisa melanjutkan tugas,
Bung Karno lah yang mengusulkan Karim Oei (lahir: Oei Tjeng Hien, Cina
Padangpanjang) sebagai konsul baru. Dan usul ini diterima Muhammadiyah.
(Mak Darwin bisa baca peristiwa ini di novel ambo *Tadarus Cinta Buya
Pujangga* hal. 360-361, atau versi lebih lengkap dalam buku Buya Hamka, *Dakwah
dan Asimilasi*, 1979). Megawati pasti akan memperhitungkan faktor historis
ini (kedekatan ayahnya dan kakeknya dengan Muhammadiyah, jika ingin
mengangkat Menteri Agama dari kalangan yang akan mendapat resistensi
Muhammadiyah).

Kadua, terhadap pertanyaan: "Aturan-aturan nan membentengi umat Islam
dihapuihkan oleh kekuatan-kekuatan Palangis".

Iko nan sulik diprediksi, Mak Darwin. Karena tanpa intervensi kekuatan
Palangis pun (dalam hal kepentingan umat Islam), saat Megawati menjadi
presiden dan Laksamana Sukardi menjadi BUMN (era PDIP) terjadi perpindahan
pemilikan aset nasional ke tangan asing dalam jumlah gila-gilaan dan sering
dengan harga yang sebetulnya kualitas "obral" pula. Ini yang mendapat
kecaman internal dari PDIP sendiri seperti dari Kwik Kian Gie. Itu yang
sangat mungkin akan terulang lagi jika PDIP kembali berkuasa di negeri ini.

Wassalam,

ANB


Pada 18 Maret 2014 17.04, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:

> Sanak Palanta RN NAH.
>
> Ambo batanyo ka urang rami. Walaupun pahit tapi tetap dilulua juo.
>
> Sikap yang bagaimana dan persiapan apo yg paralu dilakukan awak sebagai
> bagian NKRI sekiranya JOKOWI jadi RI1.
> Umpamonyo Menteri Agama dari Syiah. Aturan2 nan membentengi umat Islam
> dihapuihkan oleh kekuatan2 Palangis.
>
> Mudah2an kegalauan ambo untuk generasi yg akan datang indak saburuak tu
> bana doh.
>
> Darwin Chalidi. Yang sedang galau di Tangsel.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke