Assalamualaikum WW. Pak Zorion Anas yang terhormat dan dunsanak dipalanta. Sepengetahuan saya setiap ahli BATRA (pengobatan tradisional) asing, termasuk juga TCM (traditional Chinese Medicine) harus mendapat izin khusus dari Kementrian Kesehatan Pusat melalui Dirjen YANKESTRADKOM (Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Komplementer), untuk buka praktek dan mereka hanya boleh sebagai konsultan tidak boleh mengobati langsung (apalagi yg tdk tahu bahasa Indonesia), yang harus ada orang Indonesia yang mendampingi.
Sebenarnya setiap propinsi di Indonesia sudah terbentuk SP3T (Sentra Pengembangan Penelitian dan Pengobatan Tradisional) dibawah Dinas Kesehatan Propinsi yang merupakan perpanjangan tangan dari Yankestradkom. Lembaga SP3T ini bertugas dalam menertibkan , meneliti, melakukan penapisan terhadap berbagai macam BATRA yang ada di wilayahnya. SP3T ini biasanya terdiri dariĀ tenaga/pegawai Dinas Kesehatan dan Peneliti/dosen dari perguruan tinggi di wilayah masing-masing, dalam hal ini kalau di Sumbar adalah Universitas Andalas (biasanya bpk-bpk dari Farmasi, MIPA dan Kedokteran). Perlunya dilakukan penertiban, pengujian secara saintifik dan penapisan agar konsumen/ masyarakat tidak dirugikan , apalagi sekarang ini banyak sekali iklan-iklan yang membodohi masyarakat serta bermunculan berbagai macam model pengobatan alternatif. Mohon maaf, mungkin itu nan ambo tahu. Wassalam, Ramadhanil Pitopang 50 tahun- Palu. Pada Kamis, 27 Maret 2014 18:40, Zorion Anas <[email protected]> menulis: Saya kemarin kedatangan sinshe Dokter Cina tdk bisa bahasa Indonesia bersama asistennya. Datang tanpa perjanjian, muncul tiba2 di depan rumah. Menawarkan pengobatan dgn pil 4 musim. Harga 1 bulan 3, 6 juta dikasih harga promosi 1,8 juta. Krn lagi tongpes saya gak beli. Kelihatannya memang ahli pengobatan masih bersaudara dgn klinik Peking. Mau buka outlet di ulak karang. Maksud saya adalah akan banyak lagi orang2 ROC berdatangan ke Sumbar th 2015 dgn adanya Proyek LG. Mereka cari makan di Sumbar sementara orang Sumbar cari makan merantau. Ada yg timpang. Mereka menyedot income masyarakat sumbar nantinya, sementara income mereka dari sanak keluarga di rantau. Apakah pemimpin daerah ini memikirkan ketimpangan2 tsb secara serius??? Saya tdk bisa menjawabnya. Tks. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
