Ini kuis sederhana sekadar menguji ingatan:

1. Belum 10 tahun lalu, sebuah perusahaan/konsorsium Jepang -- kita sebut saja 
K -- menuntut sebuah kementerian yg bertanggung jawab atas pengelolaan sebuah 
gelanggang olah raga terbesar di Indonesia (mgkn juga di Asia Tenggara). 
Kawasan ini kini ramai dengan pusat bisnis kelas wahid, mal dan hotel. Sang 
pejabat kementerian dengan gagah berani menjawab tuntutan K itu.

Uniknya (atau tragisnya?) media massa kemudian menemukan buktikan bahwa law 
firm yg dipakai konsorsium K adalah X dan X yang dijalankan adik sang pejabat 
(yang dulu kuliah di Jepang), dan X sendiri adalah nama tengah sang pejabat dan 
adiknya yang persis sama.

Sang pejabat ini sejak lama mengaku sebagai pewaris sah sebuah partai Islam 
besar sejak awal kemerdekaan.

Perhatikan lagi konstruksi "kasus" di atas: sebuah law firm X & X yg mewakili 
kepentingan perusahaan Jepang K, menuntut pejabat yang nama tengahnya merupakan 
nama law firm yang menuntut!

Siapa yang diuntungkan dari kasus ini? Siapa yang dirugikan? 

Kalau sanak sapalanta (mungkin) sudah lupa detilnya, silakan browsing di 
internet, masih bertebaran reportase tentang kejanggalan kasus yg penuh vested 
interest ini.

2. Jika ada seorang tokoh besar mencampakkan istri pertama dan mengambil istri 
baru dari negara tetangga (yang warga dominannya non-muslim), padahal istri 
barunya itu tak jauh beda umurnya dengan anak sang tokoh yang mengaku pewaris 
resmi sebuah partai Islam, bagaimana kita bisa memahami hal seperti ini? 

Padahal para tokoh pendiri partai Islam ini dulunya monogamist sejati yang 
setia pada istri (dan satu-satunya) masing-masing? 

Di mana spirit para founder tokoh partai Islam itu dalam kehidupan sang tokoh 
modern yang lebih suka hidup dengan istri mudanya itu? Yang kalau tampil di 
muka publik pun suka melipat celana jins sampai ke betis seperti tingkah laku 
ABG?

Mari kita ingat-ingat pesan Sayyidina Umar bin Khattab r.a. yang terkenal 
teliti setiap kali memilih seorang pejabat. "Sudahkah kalian pernah bepergian 
dengannya?" (Watak seseorang paling jelas terlihat saat bepergian), "Sudahkah 
kalian datang ke rumahnya?"

Menilai karakter seseorang dari ucapan/pikirannya hanya dari penampilannya di 
media massa (apalagi untuk tokoh politik), bisa bias luar biasa. 

Wassalam,

ANB


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mochtar Naim <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 1 Apr 2014 08:24:26 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] PPP dan PBB pun ternyata adalah partai terbuka

     Sekarang, dari pemberitaan KOMPAS itu, dengan PPP dan PBB pun ternyata 
juga membukakan diri untuk caleg2 non-muslim, maka samalah semua partai Islam 
yang lima itu membukakan diri untuk menerima caleg2 yang non muslim, khususnya 
di daerah2 non-muslim di Intim (Indonesia Timur) dan Sumut.
     Namun, apakah dengan itu mereka lalu berhenti menjadi partai Islam yang 
memperjuangkan tegaknya syariat Islam bagi ummat Islam ataupun Negara Islam 
Indonesia ke masa depan itu, dengan mengingat bahwa mayoritas terbesar (lk 80%) 
dari WNI adalah muslim, dan demokrasi yang kita anut juga membolehkan suara dan 
keinginan mayoritas penduduk berlaku di NKRI ini? Yang jelas, Islam sebagai 
agama yang kaffah, integral, komprehensif, mengharuskan pelaksanaan ajaran 
Islam berlaku kaffah untuk semua sisi kehidupan -- politik, ekonomi, sosial, 
budaya, agama, dsb.
     Karena yang berwenang menjawabnya adalah partai2 Islam itu sendiri, 
cobalah kita dengar atau kita tuntut mereka, apakah dengan merubah diri menjadi 
partai terbuka itu mereka lalu berhenti dalam memperjuangkan tegaknya syariat 
Islam bagi ummat Islam di Indonesia ini ataupun tegaknya NII ke masa depan 
seperti yang diinginkan oleh ajaran Islam yang bersifat kaffah, integral, 
komprehensif, itu.
     Kita akan memberikan suara kita jika pertanyaan krusial ini dijawab atau 
terjawab.
     Salam, MN

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke