Lupo awak dd Ajo Duta, iko maso tanang, tapaso Ajo jo ambo manarimo jeweran
ko, maaf lah yo, lupooooooo.

Wass,

Maturidi


Pada 8 April 2014 12.07, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis:

> Aduuuuaaah lai mo adoh, talambek tulisan  dd Ajo ko masuak ka palanta mah.
>
>
>
> Kok tibonyo jauaaaah sabalum tanggal 6 April 2014,  mungkin lai agak
> manenggang kawan-kawan nan ka mayawak sanak-sanak kito nan manganjurkan
> mamiliah partai islam dsb.
>
>
>
> Iko, bu Ifah lah kanai sawak karano manyatokan mamiliah PKS, ambo lah
> kanai sawak karano manganjurkan mamilaih partai islam, pak MN lah kanai
> sawak karano batapatan bana mambari himbauan agar mancucuuak partai islam
> tanggal 6 April 2014. Dimano tanggal tsb mulai masa tanang.
>
>
>
> Terlepas dari sawak manyawak tu, tulisan dd Ajo Duta ko walaupun telambek,
> sangek baguno bana bagi kito umat islam.
>
>
>
> Tarimo kasih Ajo Duta, salam.
>
>
>
> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>
> Pada 8 April 2014 05.22, ajo duta <[email protected]> menulis:
>
> Assalaamu'alaikum sanak.
>> Tulisanko ambo kopas dari milis subalah. Semoga mencerahkan bagi nan
>> masih akan mamiliah bisuak.:
>>
>> Assalaamu'alaikum wr. wb.
>>
>> Awal tahun *1999 *atau kurang lebih enam bulan setelah Partai Keadilan
>> (PK) dideklarasikan, saya menjadi diaspora di Amerika. Di tahun itu pula
>> saya menjadi Saksi dari PK untuk pemilu pertama setelah reformasi.
>>
>> Saya duduk dengan beberapa saksi dari (konon) wakil dari partai yang
>> diwakilinya. Masih banyak yang belum saya kenal, maklum masih newbee.
>> Baik terhadap KPPLNnya, KPPSLNnya, Panitianya, Sekuritinya, dll.
>>
>> Pada Pemilu *2004*, mendapatkan mandat untuk menjadi Saksi dari PKS
>> bersama partner. Jadi, ada dua orang saksi dari PKS karena ada dua bilik
>> TPS dengan dua team PPLN walau hanya satu KPPLN & KPPSLN.
>>
>> Alhamdulillah, sudah lebih banyak mengenal komunitas Indonesia, baik yang
>> muslim maupun non-muslim. Termasuk yang berdinas di dalam gedung KJRI LA.
>>
>> Maka pada saat pak Konjen mengundang para tokoh masyarakat, perwakilan
>> partai dan tentunya semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu,
>> diminta untuk hadir di Wisma Indonesia dalam acara evaluasi pelaksanaan
>> Pemilu 2004 yang baru usai.
>>
>> Dalam kesempatan itu kebetulan saya dapat hadir dan diberi kesempatan
>> untuk mengemukakan pendapat, maka saya sampaikan bahwa kalau saya mau
>> 'nyari masalah' maka lembar rekapitulasi hasil perhitungan dan sembarang
>> kalir yang dilaporkan TIDAK SAH.
>>
>> Suasana menjadi hening.
>> Alasannya adalah bahwa beberapa orang yang bertanda tangan di Lembar
>> Negara tersebut sudah bukan lagi Warga Negara Indonesia. Untuk itu, mohon
>> kepada bapak Konjen dan Konsul Imigrasi untuk berpartisipasi aktif dalam
>> masalah ini. Dan kepada teman-teman yang sudah BUKAN lagi WNI supaya untuk
>> tidak lagi melibatkan dirinya dalam pemilu maupun hal2 yang bersifat khusus
>> bagi WNI saja.
>>
>> Pada Pemilu *2009*, mengulang titlenya sebagai Saksi dari PKS.
>> Di tahun tsb ada sebuah partai baru yang sangat aktif. Dan mereka mampu
>> memobilisasi dan menggerakkan 'pasukannya' untuk hadir dan nyoblos partai
>> tsb.
>>
>> Dari hasil penghitungan suara, memang partai tsb mendapatkan suara yang
>> signifikan di LA dan beberapa TPS di Amerika. Namun tidak demikian di
>> DPR-RI secara total.
>>
>> Pada Pileg *2014*, saya masih menjadi nominator sebagai Saksi dari PKS,
>> dan ditambah dengan dua orang lagi yang juga mendapatkan mandat sebagai
>> Saksi dari PKS untuk TPS di KJRI LA.
>>
>> Salah satu partai baru yang saya kisahkan di Pemilu 2009 ternyata sudah
>> tidak bertahan lagi sehingga tidak menjadi salah satu partai peserta pemilu
>> lagi. Forever. Kecuali ganti nama.
>>
>> Ketidakberadaannya bukan berarti tanda tiadaannya. Saya menyaksikan
>> langkahnya diarahkan ke salah satu partai yang diharapkan banyak orang
>> untuk dapat mengusung capresnya yang digadang-gadang.
>>
>> Trus mana email tentang keprihatinannya?
>>
>> *Begini*.
>> Non muslim sangat getol memobilisasi jemaatnya melalui rumah ibadah
>> mereka. Dan mereka patuh walau ga tahu apa yang harus mereka lakukan ketika
>> telah sampai di TPS.
>>
>> Contoh. Baik pada tahun 2009 maupun Pileg di LA kemarin.
>> Mereka datang berombongan dan datangnya jam 9 pagi, sebelum TPS dibuka
>> (jam 10). Dan bertanya, "Pak bagaimana caranya agar saya bisa ikut nyoblos?"
>> "Ibu sudah mendaftar?"
>> "Sudah."
>> "Sudah dapat kartu suara?"
>> "Sudah." Sambil membuka tasnya dan mengambil sebuah amplop yang ternyata
>> adala amplop suara yang telah dikirim oleh PPLN LA by mail.
>>
>> Amplopnya belum dibuka dan disodorkan ke saya, "Ini pak."
>> Karena pengalaman saya yang juga ngajari yang di rumah (maklum sudah 5
>> orang punya hak pilih), maka saya sampaikan seperti apa yang tertulis di
>> surat dari PPLN yang terdapat dalam amplop tsb.
>>
>> "Nyoblosnya pake apa. pak?"
>> "Pakai ballpoin juga bisa, bu." Jawab saya.
>>
>> Tanpa pikir panjang, serombongan tadi yang berjumlah 10an orang langsung
>> pada membuka amplopnya dan nyoblos.
>> Dimana mereka nyoblos? Di depan mata saya. Di meja untuk Drop Box surat
>> suara.
>>
>> Lha gitu aja kok prihatin sih?
>>
>> *Begini*.
>> Pertama, ternyata non muslim lebih patuh kepada pemimpinnya daripada
>> muslim.
>>
>> Maksud lo?!
>> Ketika para 'ulama, ustadz dan orang2 yang beriman lainnya menyeru agar
>> umat Islam memberikan suaranya dalam pemilu kepada partai yang menyatakan
>> partai Islam, mereka tidak patuh. Bahkan lebih parahnya lagi, malah
>> 'mencibir' dengan berbagai argumen hasil 'pengamatan'nya. Padahal orang2
>> non muslim tsb di atas sangat nampak tidak lebih cakap dari orang2 muslim
>> yang kita kenal, baik dari usianya maupun tingkat pendidikannya.
>>
>> Kedua, ternyata non muslim juga mengarahkan jemaatnya ke partai 'mereka'
>> sendiri. Tidak kepada partai Islam.
>>
>> Tetapi saudara-saudara kita yang muslim, malah ikutan untuk tidak
>> mendukung ke partai Islam, dengan kecendikiawanannya. Nastaghfirullah.
>>
>> Ketiga. (sambil menghela nafas panjang) saudara2 kita yang muslim dengan
>> berdasarkan hasil observasinya memutuskan untuk golput, hanya karena tidak
>> ada caleg yang dia kenal dan tidak mau membeli 'kucing dalam karung'.
>> Demikian kuat dan akurat argumentasinya.
>>
>> Tapi....tak ada satu pun dari rombongan tsb yang kenal dengan dengan para
>> caleg yang berderet di partai yang akan dia coblos. Tapi mereka sangat
>> bersemangat dan bertekat kuat dengan mencoblos partainya.
>>
>> "Coblos di partainya, ya pak?"
>> "Ibu kalau tahu nama calegnya, coblos di nomor atau nama caleg tsb.
>> Karena nanti perolehan suaranya akan diberikan ke caleg tsb."
>> "Ndak tu, pak?"
>> "Ya kalau begitu, coblos partainya. Sehingga suara yang ibu berikan akan
>> masuk ke partai tsb."
>>
>> Sementara sebagian dari kita lebih 'bahagia' rasanya dapat memilih orang
>> dia kenal pribadinya, hingga terkategori sebagai orang yang baik. Maka
>> pilihan dan coblosannya diarahkan kepadanya walau partai yang mengusungnya
>> bukanlah partai Islam. Piye jal?
>>
>> Keempat. Hampir di semua pengajian komunitas muslim, selalu merasa
>> 'alergi' dengan anjuran agar anggota jamaah pengajian untuk memberikan
>> suaranya ke partai Islam.
>>
>> Lantang sekali pertentangan yang kita terima. Padahal kita tidak menunjuk
>> salah satu partai. Kebayang kan?!
>>
>> Padahal rumah2 ibadah mereka (non muslim) melakukan hal yang serupa,
>> bahkan menyebutkan dengan jelas, partai mana, nomor berapa yang HARUS
>> mereka coblos!
>>
>> Kelima. Kalau kita perhatikan, ternyata lebih banyak anjuran, seruan dan
>> pendapat agar kita golput dalam Pileg, menghembuskan partai Islam sama saja
>> korupsi, penganut poligami, dll. justru dari saudara2 kita sesama muslim.
>> Siapa yang meneguk kesuksesan?
>>
>> Saya jawab kedua dari tiga alasan tsb, baik ke muslim maupun non muslim,
>> karena kebetulan sedang duduk bergerombol.
>>
>> "Partai mana yang terbesar dan terbanyak kasus korupsinya?" dan masih
>> panjang diskusinya.
>>
>> "Bapak sadar ga sih? Berapa banyak orang yang bapak kenal, dia pamitan ke
>> anak dan istrinya ketika akan ke amrik, tapi ternyata sampai di sini
>> (amrik) mereka kawin lagi dan menelantarkan anak istrinya yang detik2
>> keberangkatannya mendoakan agar sukses hingga mencukupi nafkah keluarga
>> yang ditinggalkannya?"
>>
>> "Mengapa dengan orang yang berpoligami? Dia lebih punya tanggung-jawab
>> dari pada yang menceraikan suaminya atau istrinya tanpa alasan yang jelas
>> hanya karena ingin kawin lagi dan emoh disebut berpoligami?"
>>
>> "Bahkan banyak pula yang selingkuh. Tahu kan, bapak?"
>> Dan bla bla bla... panjanglah diskusinya.
>>
>> Laa haula walaa quwwata illa billah.
>>
>>  "*Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke
>> jalan yang benar), atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari
>> langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya
>> dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan
>> mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.*" QS Al Baqarah, 18-19.
>>
>> *Bukti lain.*
>> Kegetolan mereka (non muslim) berpartisipasi untuk menyukseskan seruan
>> pemuka spiritual mereka mampu menafikan statusnya dan berani menghadapi
>> semua resikonya.
>>
>> "Pak saya mau nyoblos, tapi belum terima surat suara. Bagaimana pak?"
>> "Bapak sudah mendaftar?"
>> "Belum, pak."
>> "Bapak membawa passport?"
>> "Oh..., tidak, pak."
>> "Nama bapak?"
>>
>> Petugas walk in voter mengecek ke database keimigrasiannya melalui
>> komputer.
>> "Sepertinya nama dan nomor passport bapak sudah invalid. Apakah bapak
>> mengajukan US citizenship?"
>> "Oh..., iya. pak. Beberapa bulan yang lalu saya sudah disumpah."
>> "Kalau begitu, bapak sudah tidak dapat ikut pemilu untuk Indonesia lagi."
>>
>> -------------
>>
>> Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah.
>>
>> Ketika kita tidak memilih partai Islam, siapa yang (tanpa kita sadari)
>> dimenangkan?
>> Ketika kita golput, siapa yang (tanpa kita sadari) diuntungkan?
>>
>> Sudahkah kita lakukan observasi, investigasi dan mencari tahu, berapa
>> caleg muslim dibandingkan dengan caleg yang non muslim di sebuah partai?
>>
>> Bisa-bisa kita menjadi tercengang dibuatnya.
>> Padahal bangsa Indonesia telah diakui sebagai The Biggest Muslim Country
>> in the World, tetapi yang duduk sebagai 'wakil'nya sebagian adalah orang2
>> yang berbeda keyakinan.
>>
>> Bagaimana kita akan mengharapkan bahwa keperluan kita sebagai muslim akan
>> diperjuangkan?
>>
>> Yuk, kita sadari jika ada langkah kita di masa lalu ada yang keliru
>> maupun salah.
>>
>> "*Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. Dan
>> bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
>> seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
>> bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu
>> lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
>> (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan
>> (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya
>> diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap
>> dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada
>> Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
>> mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga
>> yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya;
>> dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. Sesungguhnya telah
>> berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di
>> muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan
>> (rasul-rasul). (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan
>> petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah kamu
>> bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah
>> orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang
>> beriman.*" (QS Ali Imran, 132-139).
>>
>> Mohon ma'af jika ada kekhilafan ataupun salah dalam tulisan ini. Itu
>> semua karena kedhoifan saya. Namun jika benar adanya, maka itu dari Allah
>> 'Azza wa Jalla.
>>
>> Jazakumullahu khairan katsiran atas waktunya hingga menyempatkan untuk
>> membaca keseluruhannya. Semoga Allah tetap menjaga kita dan menurunkan
>> rahmatNYA. Amin.
>>
>>
>> Assalaamu'alaikum wr. wb.
>>
>> AdiSus-LA
>>
>> --
>> Wassalaamu'alaikum WW
>>
>> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
>> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
>> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
>> Jakarta - Sterling, Virginia USA
>> ------------------------------------------------------------
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke