Kami mendukung upaya hukum yang tegas kepada pelaku. Serta kepada aparat yang 
sudah membuang barang bukti.



Terkirim dari Samsung Mobile

Maturidi Donsan <[email protected]> wrote:

Sanak dipalanta n.a.h





Kito minta PADEK, HALUAN, CANANG dll harian/koran di Sumbar kalau lai masih 
tabik jo, ekspos sajolah baritako kamano-mano, jaleh kanlah sia kapolsek jo 
kapolresnyo nan mambawahi TPK tu.

 

Antah, mungkin awak nan alun mandanga, kama nyo DPR  baik anggota nan padusi  
maupun laki-laki Sarilamak tu baitu jo nan di Propinsi /Padang

 

Indak ado urang pribumi Payokumbuah nan jadi DPR di Sarilamak tu lai. Tak 
tadanga suaronyo, atau perkosaannko dianggap biasao sajo.

 

Baitu jo DPR kito di Pusat maa suaronyo, kok suaro Sundari dari PDIP nan 
tadanga:

 

"Itu adalah tindakan yang jelas-jelas memihak pelaku kejahatan seksual. 
Tindakan aparat Polsek Guguak itu harus diusut oleh propam. Mabes Polri, harus 
turun tangan menyelesaikan kasus ini," kata Eva Kusuma Sundari kepada Tribun, 
Jumat (18/4/2014).”

 Mudah-mudahan  Padek, Haluan  jo Canang batua-batua akan mancanangkan agar 
diketahui umum mengenai keberpihakan oknum dalam soal cilako-ko.

Mudah-mudahan sampai ke ILC/JLC.



Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau



Pada 19 April 2014 10.23, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:
Sanak Palanta RN NAH.

Cubo dilewakan sia nan jadi Kapolres di Pikumbuah atau penguasa daerah kejadian 
saat iko. Bisa kito minta untuk seriusi masalah nan alah menjadi isu nasional.

Salam. Darwin Chalidi
On 19 Apr 2014 10:00, "Haswin Darwis" <[email protected]> wrote:
salam Pak Akmal sarato dunsanak di palanta

Ambo sangaik satuju Usulan dari Pak Akmal itu ,sanak nan ado dipalanta ko harus 
bergabung untuk manbantu anak gadis kecil jadi korban atas perbuatan terkutuk 
oleh 10 pemuda minang yang kejam dan tidak bertanggung jawab, dan begitu juga 
polsek tidak menyebelahi pihak korban,

ini perlu komitmen dan jati diri minang dalam RN ko menbentuk satu grup untuk 
menumbangkan para jahiliah ini

Kita tahu ada rakan2 mantan letjen Mayjen dalam RN iko kito sarahkan pado apak 
kito karena kasus ini menyangkut kedebilitas urang minang itu sendiri

wasalam
HD St Barbanso
Kuala Lumpur





2014-04-19 10:42 GMT+08:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
Para tuo-tuo palanta RN yang pernah aktif di kepolisian, mohon menggunakan 
pengaruh masing-masing untuk mengusut apa yang terjadi di Polsek Guguak.
Kalau ada indikasi salah satu (atau beberapa) pemerkosa dari 10 orang itu masih 
kerabat, dunsanak, famili dari oknum di Polsek, tindak tegas. 

Jangan sampai nanti Eva Kusuma Sundari (PDIP, dari wilayah pemilihan Jawa Timur 
pula, bukan Sumbar) yang ngotot membongkar kasus ini dan berhasil, muncul pula 
labelisasi macam-macam ke Eva dan PDIP.

Dunsanak palanta yang aktif di PKS, tolong sampaikan lewat saluran internal 
partai ke BA 1 agar memprioritaskan penegakan hukum atas kasus yang memilukan 
ini. 
Dunsanak lain khususnya asal 50 Kota,  yang lewat satu atau lain cara punya 
jaringan ke Polsek/Bupati, tolong wakafkan waktu dan sedikit ikhtiar untuk 
menyelesaikan aib di ranah ABS SBK ini.

Para lawyer asal Minang, wakafkan waktu bekerja pro-bono sebagai pengacara 
korban NPD. Jerat para pelaku dengan pasal-pasal yang bisa menimbulkan efek 
jera bagi (preman) yang lain.  Para wartawan Minang, ekspos terus kasus ini 
betapa pun nanti ada pihak yang ingin kasus ini dipetieskan. 

Seharusnya berdasarkan locus delicti, kasus ini bisa dipecahkan dalam waktu 
sebulan -- paling lama. 

Kalau lebih lama dari itu, lupakan niat dan wacana membuat Daerah Istimewa 
Minangkabau. 

Wassalam,

ANB



Pada 19 April 2014 00.47, Dedi Suryadi <[email protected]> menulis:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPR RI Mengecam tindakan aparat Polsek Guguak, 
Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang menghilangkan barang bukti 
penculikan dan pemerkosaan siswi madrasah tsanawiyah.
Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundarimenegaskan, tindakan aparat Polsek 
Guguak yang membersihkan tempat kejadian perkara (TKP) dan membakar semua 
barang bukti adalah tindakan melawan hukum.
"Itu adalah tindakan yang jelas-jelas memihak pelaku kejahatan seksual. 
Tindakan aparat Polsek Guguak itu harus diusut oleh propam. Mabes Polri, harus 
turun tangan menyelesaikan kasus ini," kata Eva Kusuma Sundarikepada Tribun, 
Jumat (18/4/2014).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menuturkan, 
penyekapan dan pemerkosaan terhadap NPD (15) tersebut, termasuk kejahatan 
serius.
Pasalnya, kata dia, kejahatan itu dilakukan oleh sepuluh orang pria terhadap 
gadis yang masih di bawah umur.
"Seharusnya, polisi memihak korban, bukan lantas melakukan tindakan di luar 
hukum yang nyata-nyata menguntungkan pelaku. Ini harus diusut tuntas, karena 
pasti ada 'permainan' kasus," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, NPD diculik selama empat hari dan diperkosa oleh 
sepuluh orang pemuda di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Karena perbuatan dursila kesepuluh pemuda tersebut, NPD yang masih duduk di 
bangku kelas tiga madrasah tsanawiyah itu, mengalami gangguan kejiwaan hingga 
masuk ke rumah sakit jiwa (RSJ).
Ironisnya, menurut Nora Fitri, anggota Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbar, 
aparat Polsek Guguak justru menghilangkan barang bukti.
"Sepekan setelah ditemukan, polisi justru membersihkan TKP dan membakar 
beberapa barang, dan menawarkan kepada keluarga korban untuk berdamai. Polisi 
berlasan, pelaku mau bertanggungjawab," tandasnya
Kekinian, kata dia, polisi juga baru menangkap satu pelaku yang dianggap 
sebagai inisiator utama penculikan dan pemerkosaan tersebut.

http://www.tribunnews.com/regional/2014/04/18/dpr-ri-kecam-penghilangan-bukti-perkosaan-siswi-di-sumatera-barat

----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. Karena Disitulah Hati, Jiwa 
Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan -----

Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang 
Berani Bertindak Dan   *****
      *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi 
(Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
         "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The 
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan 
Mengasihimu...".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."


Pada 18 April 2014 17.16, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis:


http://www.tribunnews.com/regional/2014/04/18/siswi-mts-diculik-dan-dirudapaksa-10-pemuda-hingga-masuk-rsj

Siswi MTs Diculik dan Dirudapaksa 10 Pemuda Hingga Masuk RSJ
Jumat, 18 April 2014 12:13 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha

TRIBUNNEWS.COM, SARILAMAK - Seorang anak di bawah umur berinisial NPD, diculik 
selama empat hari dan diperkosa oleh sepuluh orang pemuda di Kabupaten Lima 
Puluh Kota, Sumatera Barat.
Ironisnya, karena perbuatan dursila kesepuluh pemuda tersebut, NPD yang masih 
duduk di bangku kelas tiga madrasah tsanawiyah itu, mengalami gangguan kejiwaan 
hingga masuk ke rumah sakit jiwa (RSJ).

Nora Fitri, anggota Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbar, menuturkan sesuai 
pengakuan NPD, peristiwa memilukan tersebut berawal pada Selasa (18/3/2014) 
sore.

"Selasa sore itu, NPD hendak pergi mengikuti pelajaran tambahan menjelang Ujian 
Nasional 2014. Dalam perjalanan, ia didekati seorang pria berkendaraan sepeda 
motor yang menawari mengantarkan," kata Nora kepada Tribunnews.com, Jumat 
(18/4/2014).

Korban, kata dia, berkali-kali menolak ajakan pria yang tak dikenalnya itu. 
Tapi, si pria tersebut akhirnya memaksanya untuk naik ke sepeda motor.

Gadis tersebut, lantas dibawa ke sebuah rumah indekos. Sesampainya di lokasi, 
Melati sempat berupaya menelepon ibunya.
Tapi, ia hanya mampu menjerit tanpa berkata apa pun kepada ibunya, karena 
ponselnya keburu dirampas pelaku.

Selanjutnya, ia diperkosa oleh si pria dan kesembilan rekannya yang ada di 
rumah indekos tersebut.

"Karena mendengar anaknya menjerit, si ibu melapor ke Polsek Guguak. Tapi 
polisi tidak bisa berbuat apa-apa, karena si anak belum hilang lebih dari 24 
jam," terangnya.

Setelah peristiwa tersebut, pelaku ternyata tak juga melepas NPD. "Di indekos 
itulah, NPD dipaksa melayani sepuluh pria tersebut selama empat hari," imbuhnya.

Penderitaan NPD, berakhir pada Sabtu (22/3). Ia ditemukan polisi di lokasi 
penyekapan.

"Tapi, karena mengalami siksaan, ia jatuh sakit dan mengalami gangguan kejiwaan 
hinga masuk RSJ," tutur Nora.

Namun, sambungnya, NPD akhirnya keluar dari RSJ pada Kamis (17/4) kemarin, 
karena bersikukuh mau bersekolah demi lulus UN 2014.
"Sebenarnya, dia belum sembuh. Masih trauma berat, jiwanya belum sembuh, dia 
juga kerap pingsan. Tapi, dia berkukuh mau bersekolah. Kami sendiri, berupaya 
agar pihak sekolah mengizinkannya nanti mengikuti UN di rumah," terangnya.

Ironisnya lagi, kata Nora, aparat Polsek Guguak kekinian baru menangkap satu 
pelaku yang dianggap sebagai inisiator utama penculikan dan pemerkosaan 
tersebut.

"Sepekan setelah ditemukan, polisi justru membersihkan TKP dan membakar 
beberapa barang, dan menawarkan kepada keluarga korban untuk berdamai. Polisi 
berlasan, pelaku mau bertanggungjawab," tandasnya.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke