Aww. Palanta n.a.h.
aaa) Memang demikianlah sejarah pergolakan dan perjoangan kekuasaan di Republik 
seperti indonesia. Sewaktujaman pemerintahan mbah Harto untuk mempermudah 
kontrol dibagi cukup tiga partai, sementara jaman2 berikutnya ngak jelas. 
bbb) Strategi Mbah Harto sangat efektif yang ingin dicuba pula oleh mantan 
ajudan liau seperti SBY tapi kan harus dengan ketegasan tidak bisa dengan 
melemakpiak seperti kondisi kiniko doch.
ccc) Oleh karena itu pabila pemimpin2 paratai Islam nan ado basatu dan 
meninggalkan atau menaggalkan kepentingan pribadi/kelompok hanya untuk ummat 
Islam  maka koalisi dengan PS sebagai seorang Islam, pputera / cucu 
Perintis/Pahlawan Kemerdekaan  rasanya akan sangat bermanfaat bagi seluruh 
rakyat Indonesia. Ketimbang sosok Joko Widodo yang ortunya jelas Kho Liem dan 
pikirannya yang bagus dengan latar belakang bisnis h kaya raya diback up oleh 
kekuatan global dan Keturunan Tiong Hoa Nasional, Regional dan Internasional 
serta kelompok Kristen yang justeru ingin menghancurkan ummat Islam sebagai 
fakta yang ada dan bukan SARA lho.
ddd) Nach, kriteria yang dimaksud oleh Joko Widodo adalah sosok pribadi yang 
Islam, mantan Militer, Tegas dan Lugas, keturunan (bebet, bobot, dst.) punya 
program aksi yang jelas dengan mendahulukan rakyat tani, nelayan, buruh dan 
rakyat miskin lainnya yang terhimpit oleh kesulitan ekonomi yang sudah dikuasai 
oleh golongan tertentu seperti tiong hoa dan Vhina perantauan.  terserah kepada 
rahayat Indonesia sendiri untuk menentukan sikap dan seyogyanya lah apakah 
saudara tidak berpikir?
Wassalam,
Haasma.


Pada Sabtu, 19 April 2014 19:55, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:
 
Sharing dari analisa kawan untuk Pilpres
Kalau mengurut kembali pasca 9 April, spt memang  "strategy membelah gelombang" 
atau "strategy memecah gunung" bisa mengintervensi opini yg akhirnya larut 
dalam dampak dari eksekusi strategy tersebut.
Pertanyaan nya, kenapa dan siapa yang bermain strategy itu ? 
Apakah kemudian semuanya bermain ?
Apakah dibalik itu memang ada yang berharap mengambil keuntungan karena mencari 
celah untuk bisa bangkit lagi ?
Sampai hari ini, kalau diurut satu persatu sejak (pasca) 9 april:
*Kekuatan besar oposisi (PDIP & Gerindra)  yang seyogyanya bisa bersinergy, 
ternyata di pecah belahkan, dan dibesar2kan (issue batutulis).  
*Ditambah lagi dg adanya puisi. Dan dibalas puisi.
*Dikotomi dalam PDIP, karena issue Puan vs Jokowi, yang dikaitkan dengan Pro & 
Kontra Jokowi, karena kalkulasi Jokowi Effect
*Dikotomi dalam PPP, karena "keberanian" SDA hadir dan mendukung Gerindra, yang 
kemudian mencuatnya pro & kontra SDA
*Dikotomi dalam Golkar, dg adanya pro & kontra peninjauan kembali pencapresan 
ARB
Yang masih adem ayem atau "tiarap " dan belum terimbas dikotomi, adalah PKS, 
PAN, PKB, Nasdem, PKPI, Hanura, bahkan Demokrat.
Kalau yang "besar" sudah terpecah atau dipecah, dan yang adem ayem sedang maen 
mata.....sepertinya akan membuat yang selama ini ber koalisi,  dengan "sekgab" 
nya tetap akan exist dg format baru... dengan segala "kerjasama nya" saling 
menjaga "keselamatan" bersama lima tahun kedepan.
Thus, strategy mendikotomikan rumah sama dengan memporak -porandakan rumah 
orang lain...
Selamat berpikir. Siapakan grand strategist negeri ini sekarang. Dan diam2 
bekerja dibelakang layar.
Salam. Darwin Chalidi Tangsel
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke