*Merdeka.com - *Anggota Komisi III DPR RI Taslim Chaniago, meminta
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat untuk menuntaskan kasus dugaan
pemerkosaan dialami siswi Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) di Kabupaten
Limapuluh Kota, yakni NPD.

"Segera tuntaskan kasus dugaan pemerkosaan dan kekerasan yang dialami siswi
NPD tersebut jangan hanya kasus yang terjadi di Jakarta saja seperti
dialami murid TK JIS," kata Taslim kepada Antara melalui sambungan telepon
dari Padang, Selasa (22/4).

Taslim menjelaskan jika oknum polisi Polsek Guguak melakukan pembakaran
barang bukti, maka oknum itu patut diduga terlibat dalam kasus pemerkosaan
tersebut. "Kapolsek Guguk harus bertanggung jawab terhadap oknum polisi
jika diduga melakukan pembakaran barang bukti," ujar Taslim.

Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar harus turun tangan untuk
memeriksa oknum polisi bertugas di Polsek Guguak diduga melakukan
pembakaran barang bukti. "Walaupun korban dengan tersangka berdamai barang
bukti tidak boleh dihilangkan atau dimusnahkan oleh pihak kepolisian,"
tegas Taslim.

Taslim mengatakan Polsek Guguk maupun Polres Kabupaten Limapuluh Kota harus
menangkap pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap siswi Madrasah
Tsanawiyah itu. "Penegak hukum harus berani menegakkan kebenaran jangan
sampai korban terzalimi," ujar Taslim sambil menjelaskan bahwa kasus dugaan
pemerkosaan tidak saja terjadi di Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh
Kota, namun juga terjadi di Jakarta yang dialami murid Taman Kanak-kanak
Jakarta International School (JIS).

"DPR RI berencana akan memanggil Kapolri terkait dua kasus pemerkosaan yang
terjadi dua daerah di Indonesia, Kapolri harus bisa mengambil sikap terkait
dua kasus tersebut," ungkap Taslim.

Sementara di Guntur kuasa hukum korban dari LBH Pergerakan Sumbar
menyatakan ada beberapa kejanggalan dalam penangan kasus dugaan pemerkosaan
dialami "NPD" siswa Madrasyah Madrasah Tsanawiyah. Keganjilan di antaranya
polisi melakukan pembakaran terhadap barang bukti saat olah TKP. Pembakaran
barang bukti ini disaksikan oleh warga.

Selain itu, saat penemuan korban polisi juga tidak memerintahkan melakukan
visum, namun membawa korban ke sebuah bukit dengan alasan mencari
keterangan korban. "Kemudian tiga orang diduga pelaku pemerkosaan ditangkap
masyarakat dan diserahkan kepada Polsek Guguak, tapi hanya diberikan status
saksi, padahal ketiganya mengaku terlibat dalam kasus tersebut," katanya.

Ia menjelaskan ada keganjilan dalam penyelesaian kasus dugaan pemerkosaan
dan kekerasan, untuk itu meminta pihak kepolisian transparan dalam
menangani kasus ini. "Pelaku diduga terlibat kasus pemerkosaan untuk segera
ditangkap, korban dan keluarganya harus mendapatkan jaminan perlindungan
dan keamanan dari pihak kepolisian," ujar Taslim.

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi menyatakan
Polda Sumbar menunggu keterangan dari korban dugaan penculikan "NPD" untuk
membuat terang perkara tersebut. "Untuk terang bagaimana kejadian dan
cerita yang sebenarnya, keterangan dari korban adalah pemecah masalahnya,"
kata Taslim.

Ia mengatakan keterangan korban tersebut nantinya akan menjadi pemecah dari
isu-isu yang berkembang, seperti dugaan penghilangan barang bukti dan
dugaan jumlah tersangka lebih dari satu orang. "Dari keterangan korban
nanti akan didapatkan bagaimana kronologi sebenarnya sehingga dugaan-dugaan
itu dapat diluruskan," kata Taslim.

Ia menjelaskan saat ini Polres Lima Puluh Kota telah mengirimkan surat
pertama kepada korban untuk dimintai keterangannya. "Polres telah
mengirimkan surat panggilan pertama, hingga saat ini masih menunggu
pemenuhan panggilan dari korban," ungkap Taslim.

Ia juga membantah isu yang muncul jika pihak Polsek Guguak yang menangani
kasus pertama kali telah melakukan penghilangan barang bukti. "Setelah
dikonfirmasi kepada Polres Lima Puluh Kota, penghilangan barang bukti itu
tidak ada. Karena barang bukti telah diamankan di Polres," ujar Taslim.

http://www.merdeka.com/peristiwa/dpr-minta-polda-sumbar-usut-kasus-pemerkosaan-siswi-mts.html

*----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. **Karena Disitulah
Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan
-----*

*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke