Sanak dipalanta


Iklan mengenai kehebatan JAKARTA INTERNATIONAL SCHOOL (JIS) ko sangek
gencar di TV-TV.



Dibalik kehebatan itu terkuak borok JIS sesudah tersebar berita adanya
peristiwa pelecehan sexual terhadap anak TK /PAUD di JIS tersebut.



Setelah dibuka lebar dibeberapa media dan  ILC (Indonesia Lawyer Club)
tanpaknya JIS mungkin dengan berbagai alasan,  sengaja tidak mau secara
penuh mengikuti kurikulum diknas/dikbud.

Di JIS, disemua jenjang pendidikan tidak diajarkan :

1.    Agama

2.    Sejarah

3.    Kewarganegaraan



Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah menilai bahwa JIS akan
menghasilkan anak didik yang tercerabut dari akar ke Indonesia-annya.



Yang lebih mengkawatirkan lagi, kemungkinan besar sekolah-sekolah ala JIS
ini hanyalah topeng untuk persembunyian saja.



Didalamnya sebenarnya ada kegiatan besar untuk merusak / menghancurkan  bangsa
Indonesia, perusakan/penghancuran  itu dimulai dari PAUD/TK.



Sekolah itu kelihatan begitu mewah, katanya, untuk anak TK saja biayanya  400
juta per tahun (400.000.000 /tahun)  wow, akhirnya jadi ajang gengsi bagi
orang berduit.



Jadi kita sekolahkan anak-anak kita dengan pembayaran begitu tinggi untuk
kemudian tercerabut dari dirinya sendiri sebagai anak Indonesia,



Dengan kata lain kita ongkosi  dengan biaya begitu tinggi anak-anak kita
sebagai harapan dan tunas bangsa untu menghancurkan Indonesia ini.



Selama ini kita yang dari desa menyekolahkan anak dengan tujuan menjadi
tunas bangsa untuk membangun Indonesia ini kedepan.



Tetapi di Ibu Kota Negara Jakarta malah ada pendidikan bernama JIS yang  bisa
menghancurkan Indonesia ini.



Kita didaerah hati-hatilah kalau ada penawaran pendidikan ini datang dari
luar baik berupa sarana dan sebagainya.



Kita cukupkanlah apa yang diberikan Dikbud.



Kemungkinan juga lembaga seperti JIS ini bisa juga ditumpangi jaringan
mata-mata/ kegiatan inteligen internasional



Dengan terkuaknya William James Vahey sebagai guru di puluhan Negara,
begitu mudahnya mobilitas WJV ini dari negara yang satu ke yang lain,
mustahil kalau tidak ada kemudahan dari kedutaan.



Kalau memang demikian halnya Indonesia ini sudahtermasuk salah satu  rumah
kacanya dunia dalam masalah rahasia negara.



Bagi kita  Indonesia, kalau mau selamat dari kemasukan berbagai macam
kegiatan  yang akan menghancurkan Indonesia , masing-masing propinsi harus
menyelamatkan propinsinya sendiri.



Bagi Sumbar tawaran-tawaran seperti JIS dan sejenisnya, kalau ada  lebih
baik di tolak.



Kalau propinsi lain bisa menerima , seperti Jatim dll kalau ada,  silakan
saja.



Kedepan yang lebih penting bagi kita orang tua adalah jangan lagi
menyekolahkan dengan tujuan untuk menjual tenaga (manjojoan tanago kian
kamari).



Tapi arahkanlah sejak dini agar anak-anak kita terutama di Sumbar, cinta
kepertanian, kalau toh dia sampi ke S3 nanti bisa membuka pertanian modern
baik di Sumbar maupun daerah lain.



Karena pendidikan wajib sudah sampai SLTP , kalau toh tak sampai SLTA  dst,
 karena anak-anak ini dari kecil  sudah diarahkan cinta kepada pertanian,
maka dia tidak akan kehilangan akal, dia tinggal melanjutkan pertanian yang
sudah dirintis orang tuanya.



Untuk Sumbar, kegiatan  pertanian ini menjamin kehidupan rakya untuk
tidak  kelaparan
selagi masih mau berusaha.



Wass,



Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke