WAKIL PEMIMPIN UMUM SINGGALANG BERPULANG — Pers Sumatera Barat kehilangan
satu tokoh terbaiknya. H. Darlis Syofyan meninggal dunia Jumat (25/4),
sekitar pukul 11.00 WIB di RS Yos Sudarso, Padang.

Jurnalis asal Sungai Geringging, Padang Pariaman ini meninggal akibat
sakit. Sebelumnya, ia sempat dirawat di Semen Padang Hospital.
Jenazah Wakil Pemimpin Umum Harian Singgalang, H. Darlis Syofyan dimakamkan
di pandam pekuburan keluarga di Korong Tanjuang, Nagari Sungai Sirah
Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Jumat (25/4) sore.
Prosesi pemakaman dibanjiri pelayat. Tak hanya sanak keluarga dari
perantauan dan rekan sejawat dari Padang, masyarakat Tanjuang Alai dan
Sungai Geringging umumnya juga turut tumpah ruah melayat ke rumah duka.

Pemakaman wartawan senior tersebut dihadiri Pemimpin Umum Harian
Singgalang, H. Basril Djabar, Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni,
Walikota Pariaman H. MukhlisRahman, Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar,
Sekdako Pariaman, Armen dan sejumlah pejabat lainnya.

Hadir juga Pemimpin Redaksi, Khairul Jasmi dan segenap jajaran redaksi
serta karyawan dan karyawati Harian Singgalang. Prosesi pemakaman jenazah
selesai menjelang Shalat Magrib.

H. Basril Djabar dalam sambutan singkatnya saat melepas jenazah menuju
pemakaman mengatakan, almarhum H. Darlis Syofyan merupakan pekerja keras.
Semangat kerjanya patut jadi contoh dan suri teladan.
“Almarhum hampir 40 tahun lamanya bekerja di Harian Singgalang. Lebih dari
separuh usianya dihabiskan untuk Singgalang. Suatu hari beliau pernah minta
dipensiunkan. Surat ajuan pensiunnya tak pernah saya tandatangani. Lalu
saya jawab bahwa, pensiun kalau sudah mati saja,” kata Da Bas mengenang.
Sementara, Bupati Padang Pariaman H. Ali Mukhni dalam sambutannya
mengatakan, almarhum H. Darlis Syofyan sosok baik dan sangat peduli
terhadap kampung halamannya.

Hal itu dibuktikan almarhum dengan banyaknya terlibat dan berkecimpung di
berbagai organisasi dan kegiatan-kegiatan sosial, baik di kampungnya
Tanjuang Alai maupun di level Padang Pariaman. Kepergian H. Darlis Syofyan
merupakan duka bagi masyarakat Sungai Geringging dan Padang Pariaman
umumnya.
Darlis memulai karir sebagai jurnalis di Singgalang sejak 1974 hingga akhir
hayatnya.

Banyak hal yang sudah dilakukan mendiang untuk kemajuan pers di negeri ini.
Perjalanan hidup almarhum itu benar-benar mengalami pasang surut sejarah,
dari sejak zaman Soeharto, BJ. Habibie, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang
Yudhoyono.

Pemikiran-pemikiran kritisnya tentang permasalahan
sosial-budaya-politik-ekonomi-pertahanan dan keamanan sering ia tuangkan
dalam bentuk tulisan dan tajuk Singgalang. Tidak jarang tulisannya itu
memancing respon pembaca untuk mengulasnya dalam bentuk opini.

Di kalangan wartawan, Darlis dikenal sebagai tokoh senior yang tidak pernah
bosan mengingatkan supaya rajin membaca dan tidak malas melakukan riset
data, rajin membaca berita hasil koreksian redaktur dan jangan salah dalam
menuliskan nama narasumber.

Darlis pernah menuturkan, di era Orde Baru pernah ada kejadian yang
memalukan, seorang wartawan di Sumbar salah ketik ketika menuliskan nama
Bobi Suharto menjadi Babi Suharto. Karena persoalan itu sang wartawan
dianggap melecehkan nama Presiden Soeharto.

Sejak kejadian itu, Darlis hingga akhir hayatnya terus mengingatkan para
yuniornya jangan pernah salah menuliskan atau salah huruf karena hal itu
akan berakibat fatal!

Darlis lahir 59 tahun lalu di Sungai Geringging menempuh pendidikan dasar
dan menengah di kampung halamannya, dan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum
Universitas Andalas.

Sebelum menjadi wartawan, ia memulai pekerjaan sebagai office boy (pesuruh)
dan tenaga loper di Harian Singgalang pada 1974. Sambil kerja serabutan,
Darlis juga menyalurkan bakat jurnalismenya di harian ini.

Sejak lulus dari Fakultas Hukum Unand, Darlis tetap cinta pada lembaga yang
telah memberikan kelangsungan hidupnya di Padang, ia lebih memilih menjadi
wartawan ketimbang menjadi pengacara.

Sejak itu, karirnya terus menanjak hingga menjadi Wapimred dan Wakil
Pemimpin Umum. Saat pensiun pun, Darlis yang dikenal sebagai sosok yang
sangat loyal pada perusahaan yang telah membesarkannya tetap diminta
Pemimpin Umum H. Basril Djabar menjadi Wakil Pemimpin Umum serta Direktur
Radio Sushi FM, anak perusahaan Harian Singgalang. Seluruh amanah atau
pekerjaan yang diemban ia laksanakan dengan penuh tanggungjawab.
Darlis yang kerap melakukan peliputan di berbagai negara ini juga seorang
yang pecinta organisasi profesi/perusahaan pers. Darlis di akhir hayatnya
masih memangku jabatan sebagai Ketua SPS Sumbar periode 2012-2016 dan Ketua
Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Sumbar. Selain
itu ia tercatat sebagai pengurus Perkumpulan Keluarga Daerah Piaman (PKDP)
Sumbar.

Mantan wartawan Singgalang, Gusfen Khairul menyebutkan, Darlis merupakan
panutan dan pekerja keras. Darlis, sebutnya, bisa menjadi tempat mengadu.
“Bila ada persoalan, pasti ada jalan keluar yang ditunjukkan,” katanya.
Kehilangan

Sebelum diberangkatkan ke kampungnya, jenazah dilepas Sekdaprov Ali Asmar
kemudian dishalatkan di Masjid Nurul Ikhsan, Padang Baru.
Gubernur Irwan Prayitno mengaku kehilangan seorang tokoh pers di Sumbar.
Selama ini peran Darlis Syofyan untuk pembangunan Sumbar cukup banyak.
Apalagi masukan-masukan dari sangat berguna untuk pembangunan daerah.
“Kami turut berduka cita, tidak ada yang meragukan andilnya dalam membangun
Sumbar, melalui saran dan kritik yang diberikan sejak Sumbar dipimpin
gubernur periode terdahulu,” ungkap Irwan.

Rasa duka juga disampaikan Wakil Gubernur Muslim Kasim. Dia mengaku sangat
dekat dengan Darlis Syofyan. Bahkan selain sekampung, keduanya saling
berdiskusi untuk pembangunan. Termasuk menyikapi berbagai persoalan yang
dihadapi, baik bidang politik, ekonomi dan budaya.
“Dia itu orangnya sangat peduli dengan Sumbar. Saya sangat lama
mengenalnya, kami sekampung. Saya benar-benar kehilangan,” sebut Muslim.
Sementara bagi Ketua PWI Sumatera Barat, Basril Basyar (BB), sosok almarhum
merupakan guru dan menjadi teladan bagi jurnalis.
“Pak Darlis itu orangnya ulet, gigih. Kemudian dengan mitra bersahabat,”
kata BB.

Dikatakan sosok almarhum memiliki wawasan yang bernas. Cara berpikir serta
menulisnya menjadi panutan bagi semua orang. “Sikap profesionalnya tidak
diragukan lagi,” aku BB.

Disebutkan BB lagi, dirinya sudah lama bekerjasama dengan almarhum. “Beliau
itu seorang guru yang teliti. Makanya ketika si wartawan salah dalam
penulisan nama dan jabatan serta pangkat narasumber yang diwawancarainya,
Pak Darlis marah besar,” kenang BB.
Makanya semasa hidupnya Darlis Syofyan memiliki banyak teman dan
orang-orang hebat.

Darlis meninggalkan seorang istri, tiga anak, lima cucu dan kita semua.
Selamat jalan Pak Darlis, semoga amal dan ibadahnya diterima Allah SWT.
(401/102/301/008)


http://hariansinggalang.co.id/sumbar-kehilangan-tokoh-pers/


Pada 27 April 2014 10.59, [email protected] via RantauNet <
[email protected]> menulis:

Ambo turut berdukacita atas berpulangnya kakak Pak Syaff. ‎Kalau tidak
> salah Alm Pemred Singgalang. Kami rang Solok pernah berkunjung ke kantor
> beliau bbrp tahun yang lalu, kemudian kegiatan S3 diberitakan di koran
> Singgalang.
> Semoga Alm diberi jalan lapang oleh Allah SWT. Amin.
> Salam,
> Muchlis Hamid
> Atas namo Solok Saiyo Sakato.
>
> Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
>   *From: *[email protected]
> *Sent: *Sunday, 27 April 2014 10:26 AM
> *To: *[email protected]
> *Reply To: *[email protected]
> *Subject: *Bls: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Wakil Rakyat Sumbar ke Senayan
>
> Tarimo kasih Pak Eltaf atas doanya. Kakak ambo tu ruponyo menderita kanker
> prankreas sejak lima tahun lalu, tapu beliau sembunyikan kepada kami.
>
> Innalillahi wa innailaihi rajiun.
>
> Salam
>
>
> Syaf AL/51, Bogor
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sun, 27 Apr 2014 02:12:26 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Wakil Rakyat Sumbar ke Senayan
>
> Pak Syaff,
> Ambo ikuk baduka ateh bapulangnyo kakak pak syaff yo, smg khusnul
> khotimah, aamiin.
> Apo pak syaff masih di padang?
>
> Salam,
> Elthaf
>
>


*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke