Assalamulaikum ww
Yup, pekerjaan menentuan kebijakan partai tantu labiah rumik dan barek 
dibandiang kelompok kaduo nan karajo-nyo mamiliah tu, tantu sajo babeda pulo 
penghargaan nan ditarimo masiang2nyo, kok itu kan lai luruih2 sajo kaji tu nyo, 
masih co nan taralah juo nyo, kok nan karyawan / prajurik ditingkek bawah tantu 
babeda pulo jo para menejer ditingkek nan labiah tinggi, sauai sajo tu nyo 
dima2nyo tagantuang dari beban tugas / duties, kewenangan / authiorities & 
tanggung jawab / responsibilities

Urusan punya kesempatan utk memperkaya diri karena tidak cukup hanya dg gaji yg 
relatif katanya tinggi yg dicurigai tidak halal itu, kan tergantung pribadi 
pejabat publik itu sendiri lah pak dan kalau mau di telisik juga kan yg salah 
itu bukan lah dia sepenuhnya kan yg salah itu adalah rakyat yg memilih itu lah 
yg kurang cerdas yg gak teliti knp mau milih dia yg ternyata suka bergelimang 
dg yg gak halal yg kata bpk jumlahnya amat banyak itu, nah khusus utk soal itu 
kan udah ada fihak terkait yg akan mengurus-nya, kan dah ada KPK tu kan pak 

Klu jabatan2 publik spt wali kota, bupati, gubernur dan presiden tentu mereka 
bisa duduk disitu kan karena publik juga kan yg tadinya yg memilihnya waktu 
pilkada / pilpres, beda dikit dg menteri yg tdk dipilih langsung oleh rakyat 
pemilih namun ada kaitan dg hasil pemilu terutama partai pemenang pemilu (maaf 
klu dirjen bukan jabatan publik tapi jabatan karir, kan pak ?)

Rakyat pemilih secara keseluruhan tentu-nya tentu tidak lah pula akan diberikan 
uang kontan doh pak tapi kpd rakyat akan diberikan dlm bentuk manfaat lain yg 
bisa kita lihat dlm ABPN dimana disitu di-alokasi-kan dana ke segala bidang / 
sektor sejak dari kesehatan, pendidikan, sarana dan prasarana bahkan pesawat 
tempur, tank tempur, senjata2 berat dan ringan, kapal perang yg kesemua itu kan 
adalah utk rakyat pemilih juga kan pak ? 


Lha gimana klu misalnya rakyat pemilih ini diserbu oleh agresor dari negara 
luar, kan agresor harus di-halau agar rakyat pemilih ini amant tenteram dan 
tidak binasa oleh musuh2 itu kan pak ?

Jadi jelas lah bahwa semua itu kan memang utk rakyat juga tu nyo pak, antah kok 
indak, baa gak ati tu ?

Nah dlm hal ada penyimpangan2 tentu ada Allah yg akan menghukum di akhirat dan 
ada KPK dan majlis hakim pengadian yg mengurus-nya, cuma tolong aja lah bpk 
kasi tau juga sama teman2 kita pemilih lainnya, mbok ya klu milih itu jangan 
lah mo lah di pilih juga calon pemimpin yg tidak baik itu, kan bisa nyo kita 
tandai dari partai2 mana saja datangnya mereka itu, jadi tandai mo lah sudah 
ini, nah gampang kan pak ?


wasalam 

abp

Pada Selasa, 6 Mei 2014 7:51, Zaid Dunil <[email protected]> menulis:
 
----- Pesan yang Diteruskan -----


  This message is eligible for Automatic Cleanup! ([email protected]) Add 
cleanup rule | More info 

Sanak Arman Bahar dan sanak sapalanta RN n a h
Ass ww

Paling tidak ada dua kelompok yang ikut membesarkan partai. Pertama pengurus 
partai atau mereka yang punya legalitas dan kekuasaan di partai. Diantara 
mereka ini ada sub kelompok yang paling berkuasa dan menentukan kemana partai 
akan dibawa.Mereka inilah yang disebut elit partai.
Kelompok kedua adalah rakyat badarai, yang memilih partai itu dalam Pileg, 
Pilkada dan Pilpres (jika partai mengajukan capres/cawapres)  atau partai 
mengarahkan siapa yang akan dipilih dalam Pilpres. 
Dua kelompok itu berbeda kepentingannya. Kelompok pertama dan elitnya punya 
kepentingan yang jelas. Dia ingin mewakili rakyat yang memilihnya atas nama 
partai di DPR/DPRD. Jelas kedudukan itu adalah kedudukan dengan penghasilan 
yang baik. Bahkan anggota DPR RI gajinya konon No. 4 tertinggi di dunia. Mereka 
berkesempatan memperkaya diri, tidak cukup hanya dari gaji yang tinggi itu 
melainkan dengan berbagai cara mencari tambahan yang umumnya tidak halal. 
Apakah mereka itu masih layak dian ggap sebagai rakyat ? Sama kedudukannya 
dengan rakyat yang memilihnya ? Elit partai yang berbuat seperti itu  jumlahnya 
amat banyak dan sebagian saat ini masih berada di "kandang situmbin". 
Elit kelompok partai juga menggunakan partai itu untuk memperoleh jabatan 
jabatan publik. Dan kita tahu kalau menjadi Menteri, Dirjen atau pejabat publik 
lainnya juga merupakan "tambang" bagai sumber keuangan atau kesejahteraan bagi 
elit yang bersangkutan atau kelompoknya dan sebagian kecil mungkin untuk partai,
Rakyat pemilih dapat apa? . Mereka hanya dapat janji dan iming iming. Sampai 
saat terakhir ini amat sedikit yang diperbuat para elit itu bagi kepentingan 
rakyat. Kesejahteraan amat lambat meningkatnya. Ekonomi tumbuh cukup baik 
sekitar 6 % rata rata pertahun, siapa yang menikmati ? Yang jelas elit partai 
ikut menikmati dengan kehidupan yang semakin sejahtera. Dan jumlah   rakyat 
miskin  tetap saja belum beranjak signifikan dalam 10 tahun terakhir. Padahal 
mereka itu ikut memilih elit elit yang disebut sebagai wakil rakyat itu. 
Bagi saya jelas mana yang disebut rakyat mana yang mengatas namakan rakyat bagi 
kepentingannya atau partainya.
Wassalam
Dunil Zaid. 71 (belum kena virus panyakik lupo)). Kpg Ujuang Pandan Parak 
karamnbia, Pdg. Tingga di Jakarta.






2014-05-05 9:44 GMT+07:00 Arman Bahar <[email protected]>:

Kepentingan ?
>
>Kepentingan partai tu kan kepentingan rakyat juo tu nyo
>Karano partai tu kan rakyat juo tu nyo isi-nyo, antah kok kini isi partai tu 
>lah rajo pulo, haa iyo aun dapek info awak lai doh ha
>
>Bukankah partai tadi mengirim calon2 wakil2 rakyat utk dipiliah dek rakyat, 
>nan calon2 wakil2 rakyat tu nam,pak dek ambo kan masih rakyat juo namonyo tu
>
>Salasai pemilu lalu di umumkan dek panitia (KPU) sia2 wakli rakyat nan ka 
>duduak bakarajo ma-urus rakyat , lha nan wakil rakyat nan lah di umumkan 
>panitia tu kok pancaliakan ambo go eh, iyyo masih rakyat juo baru, lai pulo 
>ambo cek indak ado nan rajo atau permasuri gai doh, yakin bana ambo tu mah
>
>Jadi kok manuruik pikiran ambo lo go eh, ruponyo nan partai tu iyo rakyat juo 
>mah ruponyo, antah kok indak baa gak ati tu
 ?
>
>Tapi antah lah, mungkin kito sajo nan acok kanai virus pinyakik lupo maklumlah 
>dek lah barangsua tu juo jadi daya tahan tubuah tu tantu lah agak acok suak 
>pulo ngkalee, heee 33x
>wasalam
>abp
>
>Pada Senin, 5 Mei 2014 9:18, Muchwardi Muchtar <[email protected]> 
>menulis:
> 
>----- Pesan yang Diteruskan -----
>
>
>  This message is eligible for Automatic Cleanup! ([email protected]) 
> Add cleanup rule | More info 
>
>Satujuuuuuuuuuuuuuu....!!!!!
>
>1).Politik itu ibaraik "pucuak aru
>2).Soal ideologi, soal konco palangkin dalam berkoalisi tu indak paralu bana 
>doh
>3).Lambang Islam  hanyo icak-icak supayo urang Islam nan dongok bisa kanai 
>kicuah dek Si Langkaneh
>
>4).Tambahan dari Si m.m : "Dalam Politik itu manggeleang tu (bisa) barati iyo, 
>maangguak tu (bisa) barati den cikuih kapalo Ang!"
>
>
>mm***
>Lk-2; 59; Bks
>
>
>
>---------- Pesan terusan ----------
>Dari: Zaid Dunil <[email protected]>
>Tanggal: 5 Mei 2014 07.11
>Subjek: Re: [R@ntau-Net] PKS PIYUNGAN: Hari Ini PKS Gelar Musyawarah Majlis 
>Syuro Tentukan Koalisi
>Kepada: Rantaunet <[email protected]>
>
>
>
>Kadang kadangpolitik itu ibarat "pucuak aru" kama angin nan kancang kasitu 
>inyo mangarah. Dengan caro itu kepentingan partai tatap bisa terpenuhi. Soal 
>ideologi, soal kawan dalam berkoalisi itu tdak mutlak, yang utama adalah 
>kepentingan.Lambang Islam  hanya embel embel sebagai  daya tarik saja. Setelah 
>masyarakat tertarik , dan memperoleh cukup suara dalam Pileg , partai itu akan 
>menjalankan kebijakan yang akan menguntungkan partai tidak peduli apakah itu 
>sesuai dengan harapan umat yang memilih partai itu atau tidak.  
>Begitulah politik itu dalam realitanya.
>Wass
>Dunil Zaid, 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt. 
>
>
>
>
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>1. Email besar dari 200KB;
>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke [email protected].
>Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
>
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>1. Email besar dari 200KB;
>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke [email protected].
>Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke