Kamis, 08 May 2014 01:38 BUKITTINGGI, HALUAN — Pedagang dan pengunjung Pasar Aua Tajungkang dan Pasar Bawah Kota Bukittinggi dihebohkan dengan penemuan sosok mayat bayi dalam kardus dibungkus karung goni, Rabu (7/5). Mayat bayi itu ditemukan tak jauh dari lokasi pedagang ikan hias, tepatnya di dekat pagar tembok di kawasan bawah jembatan beton yang menghubungkan Pasar Bawah dengan Pasar Lereng.
Karung goni yang berisi mayat bayi di dalam kardus ini awalnya dilihat oleh Upik (56), salah seorang pedagang di lokasi tersebut. Sekitar pukul 05.30 WIB atau di saat ia akan menggelar dagangannya, ia melihat karung goni di sekitar lokasi tempatnya berjualan. Awalnya Upik tidak merasa curiga, dan mengira bahwa karung goni itu barang jualan atau barang yang dibeli masyarakat yang tak sengaja tertinggal. Namun hingga siang ternyata tidak ada orang yang menjemput barang tersebut. Kondisi ini memunculkan kecurigaan pada Upik. Penasaran atas barang tersebut, Upik lalu memberitahukan adanya barang tersebut kepada para pedagang di sekitarnya. Sejumlah pedagang yang penasaran kemudian mencoba mendekati barang tersebut dan mencoba membuka untuk mengetahui isinya. Namun setelah dibuka sontak mereka terperanjat, karena di dalam kardus berisi sesuatu yang menyerupai bentuk manusia yang dililiti kain panjang batik warna merah dan telah menebar aroma tidak sedap. Tak mau gegabah, para pedagang lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Bukittinggi. Terkait kejadian ini, Kapolsekta Bukittinggi Kompol Ediwarman mengungkapkan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat bayi itu sekitar pukul 11.57 WIB. Atas dasar laporan itu kemudian petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. “Memang benar, ternyata di dalam kardus yang dibungkus karung goni itu berisi sosok mayat bayi perempuan. Melihat kondisinya, kemungkinan mayat bayi itu merupakan korban aborsi dari orang yang tidak bertanggung jawab,” tutur Ediwarman. Ediwarman melanjutkan, mayat bayi malang itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi untuk divisum. Dari pemeriksaan tim medis, diduga kuat bayi itu baru berumur dua hari, karena masih terlihat tali pusarnya. “Hingga saat ini, kasus ini masih kami selidiki. Beberapa petugas kepolisian juga telah mendata warga yang hamil dan yang akan melahirkan yang terdata di sejumlah rumah sakit di Kota Bukittinggi,” jelas Ediwarman. (h/wan) http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/31467-heboh-mayat-bayi-ditemukan-di-pasar -- *Wassalam* *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
