“Aku bukan mau menjelek-jelekan anak ini tapi memang kenyataannya begitu
kok.”bantah Bumi.

 

“Tapi uda, masih tidak ada sedikitpun kebaikan dalam diri anak
tersebut?”Tanya Basri.

 

“Kebaikannya ada yang justru juga kelemahannya, dia bisa membujuk orang
untuk melakukan apa yang dikehendakinya tanpa orang itu punya rasa keberatan
sedikitpun. Bila sedang senang dia suka bernyanyi-nyanyi kecil dan suaranya
merdu sekali, bisa membuat orang terbuai mendengar suaranya. Selain itu dia
suka meniru-niru suara dan gaya temannya, dan  yang istimewanya, cara dia
meniru persis sekali. Aku suka keliru antara suara dia dengan Aswin, karena
dia mampu menirukan suara Aswin dengan baik sekali tanpa cela, bahkan gaya
berjalan Aswinpun mampu ditiru olehnya. Kadang-kadang hal ini membuat dia
berkelahi dengan Aswin, karena anakku merasa terganggu dengan Karim
meniru-niru dirinya, tapi untungnya mereka sehabis berkelahi langsung baikan
lagi. Sebenarnya Karim seperti itu karena dia kesal sendirian di rumah
dengan pembantu yang selalu menuruti semua perintahnya, akibat bosan dia
mulai belajar meniru semua gaya dan suara orang tuanya untuk mengerjai
pembantunya. Lama-lama dia mulai mempelajari gaya dan suara orang lain, dan
pada akhirnya ini menjadi salah satu keahlian dia untuk berbuat kenakalan.”

 

“Tapi uda Bumi biarpun dia mampu meniru suara orang lain, tapi dia kan masih
anak-anak pasti suara orang dewasa yang ditirunya tidak sempurna, pasti
masih ada aksen anak-anaknya.”kata Kahar.

 

“Itu benar sekali, Kahar, tapi kau tahu dia bisa memanfaatkan kain untuk
mengeluarkan suara yang berat seperti orang dewasa, entah bagaimana cara dia
melakukannya tapi dia pernah berhasil mengelabui Aswin dan Siti ketika dia
meniru suaraku.”

 

“Bagiku ini menunjukkan bahwa Karim juga bukan anak biasa, dia mempunyai
kecerdikan dan kepintaran yang luar biasa untuk membuat dirinya senang,
selain tentunya bakat alami dia untuk meniru orang lain.”

 

“Memang betul yang kau katakan itu, Basri tapi ingat hal ini bisa
membahayakan orang lain jika dia bermaksud jahat kalau dia besar nantinya.
Aku kuatir saja dia bisa mencelakai orang lain dan dirinya akibat bakatnya,
makanya aku berusaha untuk menanamkan budi pekerti padanya dengan menyuruh
Burhan dan Aswin berteman dengan dia untuk mengajarkan hal-hal baik yang
harus dilakukannya.”

 

“Untungnya dia punya perasaan sungkan pada Burhan, dan sedikit perasaan agak
takut pada Aswin, aku sendiri tidak tahu kenapa dia punya perasaan takut
pada Aswin. Karena aku pernah melihat suatu ketika dia berbuat kenakalan
yang keterlaluan menurutku, dan baru aku mau menegur perbuatannya tapi sudah
didahului oleh Aswin.”

 

“Kenakalan seperti apa yang dilakukannya sehingga menyebabkan anakmu marah?”
Tanya Masnan.

 

“Dia melempari orang gila dengan batu dan teriak-teriak mengejeknya terus,
ketika orang gila itu mengejar dia, langsung suruh pembantunya memukuli
orang gila itu. Aswin marah sekali melihat hal itu belum pernah aku melihat
anakku marah seperti itu, Aswin hanya panggil nama dia sekali saja begitu
Karim menoleh ke arah anakku, langsung aku melihat wajahnya berubah menjadi
takut dan buru-buru menyuruh pembantunya berhenti memukuli orang gila itu,
segera dia menghampiri Aswin dengan kepala menunduk serta berbisik minta
maaf. “

 

“Aku heran sekali kenapa ketika melihat wajah Aswin, dia menjadi takut,
padahal aku perhatikan wajah anakku biasa saja seperti wajah anak-anak
marah.”

 

“Masak sih, aku yakin pasti ada sesuatu dalam diri Aswin yang tidak terlihat
olehmu uda, tapi terlihat oleh Karim.”

 

“Mungkin juga Kahar, ada yang terlewatkan olehku saat itu karena aku
terlanjut heran dengan kelakuan Karim. Tapi untunglah sejak saat itu Karim
berubah menjadi anak yang lebih baik, masih tetap nakal tapi tidak
mencelakai orang lain. Bersama dengan anakku dia selalu berbuat keributan di
mana saja,  hanya bila bersama Burhan saja mereka tidak melakukan perbuatan
yang menjengkelkan.”kata Bumi dengan gemas bercampur geli.

 

“Bagaimana dengan anak  yang lain uda, apa mereka dekat juga dengan
Aswin?”Tanya Basri.

 

“Sabar Basri, kamu sepertinya sudah lapar yah jadi tidak sabar menunggu
kelanjutan cerita dariku.”goda Bumi.

 

“Bukan begitu uda, aku hanya ingin segera mengetahui latar belakang mereka
supaya pas ketemu lebih tahu apa yang mau kukatakan karena aku ingin segera
pulang dan segera melatih ilmu baruku itu seperti yang uda katakan, waktu
kita tidak banyak untuk melatih anak-anak tersebut.” Bantah Basri.

 

“Benar yang kau katakan Basri. Sekarang kita bicara tentang Saiful,
sebenarnya aku tidak tahu harus berkata apa tentang anak ini. “Bumi berkata
dengan wajah serius.

 

“Memangnya kenapa uda?” kejar Basri penasaran.

 

Dengan menghela nafas Bumi bercerita tentang Saiful, “Baru-baru ini aku
mengetahui ternyata Saiful itu sering dianiaya orangtuanya. Selama ini aku
heran kenapa anak itu selalu memakai baju tangan panjang dan celana panjang.
Dan tidak seperti anak yang lain dia selalu murung dan wajahnya selalu
terlihat sedih tidak pernah aku melihat dia tertawa seceria  teman-temannya.
Dia seorang anak yang pemalu dan pemurung sekali, tadinya aku pikir wajahnya
sering luka dan bengkak akibat berantem dengan teman seusianya atau seperti
alasan yang sering dia katakan saat dia berobat pada Siti bahwa dia sering
jatuh karena tidak hati-hati berjalan. “

 

“Aku tidak pernah memperhatikan hal ini sebelumnya, 3 bulan yang lalu Aswin
pulang ke rumah dan bicara padaku, dia bertanya apa pantas seorang ayah
memukuli anaknya sampai babak belur bahkan anak itu tidak bersalah
sekalipun. Aku yang tidak tahu arah pembicaraan anakku tentu saja agak marah
mendengar pertanyaan seperti itu. Aku pikir anakku mau menguji aku, makanya
aku menegur dan memberitahukan padanya, sampai kapanpun aku tidak akan
memukul dia tanpa alasan yang jelas.”

 

“Saat aku tanya dia mengapa dia berkata seperti itu, dia menceritakan
tentang penderitaan Saiful, rupanya saat itu dia ke rumah Saiful, terus dia
mendengar rintihan-rintihan kesakitan, karena penasaran dia mengintip ke
dalam rumah, dia melihat sebuah pemandangan yang mengejutkannya, Saiful
sedang dipukuli habis-habisan oleh bapaknya dan ibunya hanya melihat saja
anaknya dipukuli. Aswin shock sekali melihat itu, karena tidak tahan dia
melempar bapak Saiful dengan batu dan menyebabkan luka di kepala bapaknya.
Karena terkejut Bapaknya Saiful berhenti menyiksa anaknya dan melihat ke
arah jendela. Aswin yang melihat Saiful tergeletak di lantai dalam keadaan
babak belur marah sekali. Menurut cerita orang tua Saiful saat itu mata
Aswin memancarkan sinar kehijauan yang tajam sekali ke arah mereka, dan
wajahnya berubah sangat menakutkan sehingga yang tadinya mereka mau memarahi
Aswin karena ikut campur urusan mereka,  malah menjadi ketakutan sekali
melihat wajah dan mata Aswin. Mereka seperti berhadapan dengan seorang yang
sangat agung sekali dan itu membuat mereka berlutut kepadanya untuk meminta
ampun.  Aku tidak tahu apa yang dilakukan Aswin kepada mereka, tapi saat itu
mereka benar-benar merasa ketakutan sekali, mereka tidak berani menceritakan
apa yang telah anakku katakan pada mereka.”

 

Bersambung…………


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.21.7/1329 - Release Date: 14/03/2008
12:33
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke