Sabtu, 15 Maret 2008 Hari menunjukkan pukul 08.00 WIB, Nofrida (36) beranjak menuju tempatnya bekerja. Dengan tas di tangan, dilengkapi beberapa buku yang diapit kedua tangannya. Namun pakaiannya berbeda dengan perempuan kebanyakan kini, karena baju kurung bermotif bunga warna hijau muda itu, menghiasi tubuhnya. Tak sedikitpun jengah menghampiri Nofrida saat mengenakan baju kurung.
Rasa percaya diri membuatnya mampu menepis anggapan kuno, yang sering dilayangkan teman-teman sebaya kepadanya. Langkahnya mantap, walau harus melewati tatapan aneh beberapa orang yang berselisih jalan dengannya. Nofrida memutuskan menggunakan baju kurung sejak tamat SMA. Bukan hanya karena keharusan pakaian perkuliahan, namun rasa memiliki baju kurung sebagai identitas urang Minang membuat Nofrida kukuh mengenakan pakaian lengan panjang longgar dilengkapi rok panjang itu. “Kalau memakai baju kurung, kesannya lebih feminim dan tidak susah,” ungkap anak bungsu dari lima bersaudara ini. Terlahir dari keluarga taat beragama di kawasan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Nofrida kecil, dulu sudah sangat senang melihat perempuan memakai baju kurung. “Waktu kecil, ibu saya rajin pakai baju kurung, karena saat itu baju kurung masih lekat sebagai identitas orang Minangkabau,” ucapnya sembari membenahi tas berwarna hitam legam di tangan kiri. Perkembangan zaman, membuat generasi penerus Minang semakin menjauhi dari kesan melayu dan Islami. Bahkan beberapa menganggap, baju kurung sebagai pakaian old fashion. Tapi, tidak dengan Nofrida, bahkan dengan anggukan keras, ia memohon adanya kebijakan penggunaan kembali baju kurung sebagai pakaian wajib perempuan Minang. “Masa kita mau kalah dengan Malaysia,” tegasnya, senyum kecil terukir di bibir guru yang terkenal penyayang ini. Tak berbeda dengan prinsip wanita sukses Kota Padang Yasnida Syamsuddin (42), yang sempat mengalami pergolakan bathin sebelum memutuskan menjadikan baju kurung sebagai pakaian sehari-harinya. “Sebenarnya dari SD saya susah mengenakan baju kurung, tapi masih sebatas hari keagamaan dan setiap hari Jumat,” katanya. Ia mengaku, berjuang sendiri menegakkan prinsip baju kurung dalam keluarganya. Olok-olokkan dari 8 saudaranya yang lain, ditelannya saja. Karena menurutnya, suatu prinsip memang memiliki pro-kontra. “Saya bahkan sempat menjadi anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) di tempatnya kuliah tahun 1986 dulu, tapi yang namanya prinsip, harus tetap dipertahankan selama tidak merugikan siapapun,” tegas salah satu anggota DPRD Kota Padang ini. Cobaan datang, saat Yasnida ingin mengurus ijazah kuliahnya tahun 1993, karena saat itu wanita muslim yang berjilbab terbatas dalam mencari kerja. “Saya bersikukuh memakai jilbab untuk foto ijazah, dengan membawa kekhawatiran pihak kampus dan keluarga,” katanya. Keindahan baju kurung, membuat Yasnida mengkoleksi 10 stel baju kurung dengan variasi warna, ditambah puluhan baju muslim lainnya. Menurutnya, perempuan Minang harus memiliki tekad untuk mengembalikan baju kurung sebagai identitas. “Generasi muda harus diberi pencerahan tentang baju kurung, jangan sampai terlalu terjerumus dalam budaya yang jauh berbeda dengan kondisi ketimuran dan Minang,” harapnya. (***) http://www.padangekspres.co.id/content/view/641/1/ No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.21.7/1329 - Release Date: 14/03/2008 12:33 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
