Menunggu Poros baru
Poros PDIP VS Poros GERINDRA Menempatkan sebagian pemilih bagaikan makan buah simalakama Masing-masing dengan alasan yang masuk akal GOLPUTpun jadi pilihan akhir Untuk mengurangi GOLPUT Dibutuhkan poros baru Sehingga pemilih punya pilihan sesuai hati nurani Belajar pada SBY Yang terkesan lamban Sebenarnya kalau direnungkan Sikapnya hati-hati Tetap tenang Kadang bikin gemas Tentang keputusannya Berkoalisi atau oposisi Entahlah entah kenapa Entah karena ada Mak Gamawan bersamanya Begitu juga dengan Mak Tifatul dan lainnya Aku berharap dan menunggu poros baru Demokrat + Golkar + PKS Poros baru yang kutunggu .... Lahaula wala quwwata illa billah Padang, 16 Mei 2014 Hanifah Damanhuri -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
