Untuak pa apa2 kaji, diskusi kita mengenai sejarah di RN ini akan selalu
seputar2 itu terus, tentu dengan terus adanya tambahan tentang wacana dan
pengetahuan mengenai hal tersebut.

 

Mengenai penyebar Islam di ranah Makasar ini, disamping link yang dikasih
kanda suryadi (ndak bisa wak caliak do kanda, apolai mambaco :-)), dibawah
ini adalah artikel yang di tulis di jurnal Makasar HYPERLINK
"http://jurnalcelebes.com/view.php?id=68"http://jurnalcelebes.com/view.php?i
d=68 (tidak aktif lagi) pada awal 2003 lalu.

 

Salam..

 

Pusat Kerajaan Islam Pertama Tallo Tinggal Nama


JURnaL - Makassaar
Bekas pusat kerajaan Tallo, yang terletak di bagian utara Kota Makassar,
kini sudah rata dengan dengan tanah. Kalaupun ada yang tersisa mungkin
tinggal namanya yang tetap akan dikenang dalam sejarah, khususnya soal mula
pertama masuknya Islam di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Raja Tallo XV, I Malingkaan Daeng Manynyonri merupakan orang pertama di
Sulsel yang memeluk agama Islam melalui seorang ulama dari Padang Barat
Sumatera, Khatib Tunggal Datuk Makmur, atau populer di kalangan masyarakat
Sulsel dengan nama Datuk Ribandang.

Oleh karena itu pulalah kerajaan Tallo sering disebut-sebut atau
diistilahkan sebagai pintu pertama Islam di daerah ini atau dalam bahasa
Makassar '' Timunganga Ri Tallo''.

Setelah Raja Tallo memeluk agama Islam pada hari Jumat 14 Jumadil Awal atau
22 September 1605, barulah menyusul Raja Gowa XIV, Sultan Alauddin masuk
agama Islam .

Pada saat itu pulalah Raja Gowa secara resmi mengumumkan bahwa agama resmi
kerajaan Gowa dan seluruh daerah bawahannya adalah agama Islam. Sebelum
masuknya agama Islam di Sulsel, masyarakat masih menganut kepercayaan
animisme.

Kerajaan Tallo dan kerajaan Gowa merupakan kerajaan kembar yang tidak bisa
dipisahkan satu dengan lainnya. Bahkan Mangkubumi (Perdana Menteri) kerajaan
Gowa adalah juga Raja Tallo.

Awalnya Datuk Ribandang sendiri bersama kawannya dilihat oleh rakyat
kerajaan Tallo sedang melakukan shalat Asyar di tepi pantai Tallo.

Karena baru pertama kalinya itu rakyat melihat orang shalat, mereka spontan
beramai-ramai menuju istana kerajaan Tallo untuk menyampaikan kepada Raja
tentang apa yang mereka saksikan.

Raja Tallo kemudian diiringi rakyat dan pengawal kerajaan menuju tempat
Datuk Ribandang dan kawan-kawannya melakukan shalat itu. Begitu melihat
Datuk Ribandang sedang shalat, Raja Tallo dan rakyatnya secara serempak
berteriak-teriak menyebutkan ''Makkasaraki nabi sallalahu'' artinya berwujud
nyata nabi sallallahu.

Salah satu versi tentang penamaan Makassar, itu berasal dari ucapan
'Makkasaraki' tersebut yang berarti kasar/nyata. Ada beberapa versi tentang
asal mula dinamakannya Makassar selain versi tersebut. Datuk Ribandang
sendiri menetap di Makassar dan menyebarkan agama Islam di Gowa, Takalar,
Jeneponto, Bantaeng, dan wafat di Tallo.

Sementara itu dua temannya, masing-masing Datuk Patimang yang nama aslinya
Khatib Sulung Datuk Sulaiman, menyebarkan agama Islam di daerah
Suppa,Soppeng, Wajo dan Luwu, dan wafat dan dikebumikan di Luwu.

Sedang Datuk RiTiro atau nama aslinya Syekh Nurdin Ariyani berkarya di
sejumlah tempat meliputi Bantaeng, Tanete, Bulukumba. Dia wafat dan di
makamkan di Tiro atau Bontotiro sekarang.

Kini bekas kerajaan Tallo itu hanya meninggalkan sisa-sisa berupa batu-batu
benteng pertahanan kerajaan Tallo, Bungung Lompoa (sumur besar) yang masih
digunakan masyarakat di sekitar situs tersebut, serta batu pelantikan
raja-raja Tallo yang masih utuh dan kini dianggap kramat oleh masyarakat di
tempat itu.

Adapun istana Raja Tallo sudah tidak ada lagi, sudah menjadi perkampungan
rakyat, yang tersisa hanya sumur besar yang meskipun dekat dengan laut namun
airnya tidak asin dan selama ini tidak pernah kering.

Selain itu juga masih bisa didapati kuburan Raja-Raja Tallo. Salah satu
peninggalan yang sangat berharga dari kerajaan Tallo adalah makam Datuk
Ribandang, yang masih terawat baik bahkan sudah beberapa kali dipugar secara
perseorangan.

Namun peninggalan lain yang bernilai dari sisi arkeologinya sudah hilang
sama sekali. Beberapa kalangan menyatakan perlunya situs kerajaan Tallo ini
dipugar seperti halnya benteng Somba Opu yang merupakan pusat kerajaan Gowa
di masa lampau.

Jika ini dipugar sekaligus makam Datuk Ribandang, bukan tidak mungkin akan
menjadi obyek wisata menarik terutama untuk wisatawan mancanegara khususnya
dari negara Islam seperti Timur Tengah, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Hanya sayangnya hingga sekarang belum ada perhatian dari pemerintah baik di
tingkat provinsi maupun Kota Makassar. Bahkan untuk makam Datuk Ribandang
saja, kurang mendapat perhatian dari Pemda setempat.

Makam penyebar Islam pertama di Sulsel itu, sangat sederhana tidak ada
sedikitpun tanda-tanda yang bisa melukiskan bahwa itu makam ulama besar yang
menyebarkan Islam di daerah ini pertama kalinya.

Seorang warga Malaysia pernah melakukan ziarah ke makam ulama besar itu dan
warga Malaysia itu menyatakan sangat prihatin melihat kondisi makam
tersebut. Ia menyatakan seharusnya pemerintah dan umat Islam di daerah ini
menaruh perhatian atas makam ulama yang berjasa dalam pengembangan agama
Islam di bumi Sulawesi Selatan ini.

Tidak ada kesan sedikit pun bahwa di situ dimakamkan seorang ulama yang mula
pertama menyebarkan agama Islam di daerah Makassar ini, katanya. Oleh karena
itu, diharapkan adanya perhatian pemerintah untuk memugar situs kerajaan
Tallo termasuk makam Datuk Ri Bandang sehingga bisa menambah koleksi obyek
wisata sejarah di kota Makassar khususnya dan Sulsel pada umumnya.

Kehancuran Tallo amat terkait dengan situasi di Gowa karena, sebagai
kerajaan, Tallo dan Gowa tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.

Oleh karena itu saat seluruh benteng-benteng pertahanan kerajaan Gowa di
hancurkan kecuali benteng Somba Opu yang diperuntukkan bagi kerajaan Gowa
dan benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam) untuk pemerintahan kolonial
Belanda, benteng pertahanan kerajaan Tallo juga dihancurkan.

Penghancuran benteng-benteng pertahanan kerajaan Gowa-Tallo itu sesuai
perjanjian Bungaya, 18 Nopember 1667, yang merupakan pula tahun kemunduran
kejayaan kerajaan Gowa-Tallo waktu itu.

Kini generasi sekarang mau pun mendatang hanya bisa menyaksikan peninggalan
sejarah situs benteng Somba Opu yang merupakan pusat kerajaan Gowa di masa
lampau,terletak di bagian selatan kota Makassar.
Sementara situs bekas kerajaan Tallo di bagian utara Kota Makassar sudah
hancur dan hanya tinggal nama belaka.

Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah memikirkan untuk memugar situs
tersebut, dan menjadikan obyek wisata sejarah Islam di kota Makassar
melengkapi keragaman obyek wisata yang ada di daerah ini. (pr/ant)

 

 

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Lies Suryadi
Sent: 15 Maret 2008 14:23



Salah seorang ulama Minang yang berjasa mengembangkan Islam di Sulawesi
Selatan dan Bima pada abad ke-18 adalah Datuk Ribandang. Mengenai beliau,
lihatlah:

Chambert-Loir, Henri. 1985. "Dato' ri Bandang":  Légendes de l'islamisation
de la region de Célèbes-Sud", Archiphel 29: 137-163.


Salam,

Suryadi



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.21.7/1329 - Release Date: 14/03/2008
12:33



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.21.7/1329 - Release Date: 14/03/2008
12:33
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke