Pak Saf, Salam,
   Informasi tentang pemurtadan dalam jumlah besar di dua daerah di Sumbar tu 
jaleh ndak cukup hanya sekadar konstatasi sajo, tapi memaralukan penjelasan nan 
konkret dan ditel. Sabaok ambo nan acok pulang kampuang ka Banuhampu ndak 
pernah mandanga informasi nan sangat bombastis tu. 300 urang urang Banuhampu 
dimurtadkan? Waww... Dima tu, dan sia tu, dan baa caronyo tu. 
   Dek karano Pak Saf nan mamuloi mangkonstatasikan informasi tu, kini tugas 
Pak Saf manjalehkan salanjuiknyo ka sado awak ko. Iyo tu atau cuma bombasme 
sajo. Tapi terlalu riskan kalau cuma bombasme.
   Sabalunnyo ado lo kawan awak nan di KITLV Leiden nagari Ulando tu nan 
mampacaliakkan foto bakeh kantua Wali Nagari Taluak, Banuhampu juo,dan kampuang 
ketek ambo bana, nan dikecekkan sebagai tampaik upaya kristenisasi. Masya 
Allah, pado hal di muko tu di subarang tabek gadang ado musajik nan kini lah 
jadi musajik situs purbakala nan antik dan indah. Ambo nan lah bakapalo salapan 
kini ndak pernah tahu dan ndak pernah pulo mandanga nan bakeh kantua Wali 
Nagari tu jadi sarang usaho pangkaristenan tu. Na'udzu billah min dzalik.
   Dari konco palangkin Pak Saf, MN 

On Friday, May 23, 2014 6:32 AM, "[email protected]" 
<[email protected]> wrote:
 


Da Saaf,
Untuak informasi masalah ko sia nan bisa ambo hubungi dari salah surang anak 
mudo tu. 
Dicari tau ka kampuang indak surang juo nan tau ado nan murtad ko. Kebetulan ko 
sadang di terminal 2 manunggu pesawat ka Padang.
Mudah2 an ado nan bisa ambo tamui anak mudo tu untuak dapek informasi nan 
labiah detail.

Wassalam
Tan Ameh (55+)

Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
From: Saafroedin Bahar
Sent: Thursday, May 22, 2014 18:09
To: Rantau Net Rantau Net
Reply To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Pemurtadan berlangsung terus di Sumatera Barat. 

Para sanak sekalian, sekumpulan anak muda di Sumatera Barat sedang mengusahakan 
agar proses pemurtadan yg sudah berlangsung selama ini bisa dihambat.
Ada dua jalur pemurtadan yg sedang digalakkan, yaitu : 1) melalui pemberian 
kredit oleh rentenir Batak di kampung-kampung; 2) melalui bantuan kesehatan utk 
orang miskin.
Pemurtadan ini berlangsung secara diam-diam dan tak banyak diketahui orang. 
Sama sekali tak ada reaksi dari tokoh masyarakat, termasuk LKAAM, MUI, atau 
IAIN.
Data terakhir: di Tanah Datar sudah murtad 262 orang miskin. Di Banuhampu - 
kampung pak Mochtar Naim - sudah murtad 300 orang. Di kabupaten/ kota lain 
belum diperoleh datanya.
Bagaimana pendapat para sanak sekalian ?
Wassalam,
SB, 77, Jkt.
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke