hahahaha dibaoknyo polisi ka sarang maliang mah yo Nda. Dulu urang awak nan dari Golkar manyikat Kitap Suci, kini Menteri Agama yg juo manjabat ketua PPP disangkakan manyikat biaya haji. antahlah, disarang e bana maliang ko rupe e hahahaha. dikabean ditunggak sdh tu dikiligitik sampai mati mpak e hukuman.
Nampaknyo agamo lah jdi alat malapehan hawo orang perorang atau organisasi massa.
mudah2 pimpinan kamuko bisa mancari urang yg mendekati kwualitas Buya Hamka lah, siapun Presiden e.

Nanang, JKT nam bakapalo 4 umua e

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
From: Nanda Satria
Sent: Friday, 23 May 2014 17:09
Subject: Re: Tersangka.. Re: [R@ntau-Net] (OOT) Menteri Agama Ditegur Habib


Kementrian Agamo kan bukan Kementrian Agamo Islam Jo. Masak mancik sikua bapanggan sarumah2 nyo.
kalau buliah contoh saketek, kasus uskup pedofil di Vatikan kan ndak harus Vatikan dibubarkan :D, bubar negara tu beko
tapi bagak juo SDA ko, jaleh nyo mungkin bakasus, barani nyo maambiak mantan komisioner KPK M Yasin jadi Irjen Kemenag, bantuak mambaok polisi dalam rumah maliang...


2014-05-23 1:30 GMT+07:00 ajo duta <[email protected]>:
Sanak,
Kadang ambo bapikia, apo paralu ado Kementerian Agamo nan cuma untuak 'politik dagang sapi" dan bancakan korupsi. Sangat memalukan tampek manguruih aqidah tapi penuh korupsi dari pegawai rendahan sampai menteri.



Wassalaamu'alaikum WW

Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2014-05-22 8:29 GMT-04:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:


Dari tiga kemungkinan itu, peluang SDA tetap yang terbesar. Kecuali jika jalan takdirnya berkata lain, misalnya, KPK melanjutkan korupsi di Depag (yang pekan lalu sudah diumumkan akan menyeret nama besar di Kemenag) dan SDA, misalnya pula, terlibat.

Belum 24 jam ambo menulis di atas, petang ini SDA sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi penyelenggaraan haji. 

Wass,

ANB
Sedang di Padang


Pada 21 Mei 2014 16.34, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis:
Bocoran dari kubu Jokowi-JK dalam rapat internal semalam, kalau mereka menang, pos Menag akan diberikan kepada PKB yang dihela Cak Imin. 
(Namonyo alun ado, Cak Imin sendiri diplot jadi salah satu Menko). Bisa juga kepada KH Hasyim Muzadi yang hari ini telah resmi mendukung JKW-JK.

Kalau kubu PS-HR nan manang, jatah Menag ada beberapa kemungkinan: diberikan kepada PPP (SDA bisa lanjut), atau PAN (via Amien Rais yang akan menunjuk orang Muhammadiyah) atau bahkan mungkin PKS (meski mungkin PKS akan lebih nyaman pada pos-pos teknis seperti selama ini, mengingat jumlah doktor di PKS konon yang terbanyak dibandingkan partai lain). Dari tiga kemungkinan itu, peluang SDA tetap yang terbesar. Kecuali jika jalan takdirnya berkata lain, misalnya, KPK melanjutkan korupsi di Depag (yang pekan lalu sudah diumumkan akan menyeret nama besar di Kemenag) dan SDA, misalnya pula, terlibat.

Agak susah membayangkan Menag bukan urang partai dalam konteks politik sekarang.

Wass,

ANB


* * *


Pada 21 Mei 2014 16.23, asfarinal2000 via RantauNet <[email protected]> menulis:

thanks pencerahannyo kanda. Bia kamuko ndak lo salah mamiliah menteri agamo. kok dapek jan urang politik, bia kementrian ko ndak jadi olok2an kamuko.

nanang, jkt

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
From: Akmal Nasery Basral
Sent: Wednesday, 21 May 2014 15:42
Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Menteri Agama Ditegur Habib

PP Muhammadiyah memang punya kebiasaan menyilakan tamu sebagai imam. Jangankan Jokowi, waktu Hanung Bramantyo ke sana promo film Sang Pencerah pun, dia dipersilakan menjadi imam shalat Ashar. Dan Hanung maju. Jadi tamu boleh menerima, boleh juga tetap memprioritaskan tuan rumah (meski sunnahnya tuan rumah yang lebih baik jadi imam).

Tapi tradisi keagamaan di Indonesia bukan hanya dari Muhammadiyah, juga dari NU yang lebih melihat masalah senioritas, atau jabatan formal seperti konteks SDA itu. Tentu saja meski SDA ikut rombongan koalisi PS-HR sebagai Ketum PPP, tapi dia kan orang yang sama sebagai Menag. Semua orang di ruangan itu tahu. Tentu SDA bisa menerima/menolak permintaan jadi imam, dengan menyerahkan kepada imam rawatib setempat atau PS sebagai capres. 

Namun ini bukan masalah prinsip yang harus ditanyakan kenapa PS yang tidak jadi imam? 

Problem utama tetaplah ajakan SDA untuk melakukan "qashar" untuk shalat Ashar yang seharusnya "jamak". Untuk seorang Ketum PPP, ajakannya itu menjadi blunder, apatah lagi sebagai Menag. Bayangkan jika saat itu tidak ada Habib Kamal yang berani mengoreksi, ribuan jamaah yang ikut akan melakukan tata cara shalat yang keliru pula.

Wass,

ANB




Pada 21 Mei 2014 15.01, asfarinal2000 via RantauNet <[email protected]> menulis:
ambo taingek wakatu Jokowi ka kantua Muhamadiyah tempo hari. Disitu mereka sholat bajamaah dan Din Syamsudin (koreksi kalau salah) sebagai ketua Muhamadiyah manyilahkan Jokowi jadi imam. 
alangkah indahnyo menteri agama nan statusnyo pado saat itu bukan sbg menteri agamo tetapi ado didalam tim sukses dan jg sebagai ketua PPP Manyilahkan Prabowo jadi imam. 
 Biasonyo di musjid itu kan ado imam besarnyo nan biasonyo manjadi imam nan rutin. Apokah pado saat itu ado menteri,( sabatuamyo jabatan tidak melekat pado saat itu karano beliau mambaok jabatan ketua partai) otomatis manjadi imam.  kalau ba itu, batambah lo wawasan ambo soal agamo ko.

nanang, jkt




Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
From: Akmal Nasery Basral
Sent: Wednesday, 21 May 2014 13:26
Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Menteri Agama Ditegur Habib

ba a ndak Prabowo nan jadi imam, bia diliek lo kwalitas we e nan ka mancalonlan diri jadi imam e Indonesia ko.

ANB: 

Kalau dari adab penunjukan imam, sudah betul tindakan Prabowo menyilakan SDA sebagai Menteri Agama sebagai imam shalat.
Jika kejadiannya SDA bergabung dengan kubu Jokowi-JK, dan mereka akan shalat berjamaah, pastilah Jokowi juga akan menyilakan SDA sebagai imam. 
Itu sudah sepantasnya.  Sama saja dengan sekiranya ada Ketua MUI di antara jamaah, sudah Ketua MUI itu yang diminta menjadi imam.

* * *


Pada 21 Mei 2014 08.47, asfarinal2000 via RantauNet <[email protected]> menulis:
kan lah jaleh kwalitas we e tu hahahaha nan kanio managakan banang basah silahkan.

ba a ndak Prabowo nan jadi imam, bia diliek lo kwalitas we e nan ka mancalonlan diri jadi imam e Indonesia ko.

yo lah dunia wale ko mah hehehe


nan wak den yo mamiliah ndak badasarkan kecek urang hehehehe


Nanang, veteran jakarta pusat

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
From: Akmal Nasery Basral
Sent: Wednesday, 21 May 2014 08:22
Subject: [R@ntau-Net] (OOT) Menteri Agama Ditegur Habib

Mencemaskan juga kalau hal elementer seperti beda jamak dan qashar tidak dipahami Menteri Agama.  


Salam, 

ANB



Menteri Agama Suryadharma Ditegur Habib di Masjid Sunda Kelapa


PERISTIWA ยท 20 Mei 2014 17:56 - See more at: 

http://m.liputan6.com/news/read/2052335/menteri-agama-suryadharma-ditegur-habib-di-masjid-sunda-kelapa

Liputan6.com, Jakarta - Ada kejadian menarik saat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) menjadi imam salat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Ketika itu, pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta beserta sejumlah elite parpol koalisi Gerindra melaksanakan salat zuhur. SDA yang juga Menteri Agama didaulat untuk menjadi imam salat.

Usai salat zuhur, SDA pun langsung berseru bahwa salat akan dilanjutkan dengan salat ashar dengan cara di-qashar. Maksudnya, salat ashar yang harusnya 4 rakaat akan diringkas menjadi 2 rakaat saja.

"Salat ashar langsung di-qashar," kata SDA di Masjid Agung Sunda Kelapa, Selasa (20/5/2014) siang.

Bisa dimaklumi, dengan agenda yang padat dan waktu yang mepet untuk mengantarkan pasangan Prabowo-Hatta mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), SDA agaknya berusaha mempercepat waktu salat. Apalagi untuk mendaftar ke KPU, pasangan Prabowo-Hatta akan berjalan kaki ke Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Namun, keinginan SDA itu langsung mendapat teguran dari Habib Kamal, ulama yang kerap memberi pengajian di masjid tersebut.

"Bukan qashar tapi jamak. Kalau qashar 2 rakaat, bukan 4," kata dia menyanggah ucapan SDA.

Sontak para jemaah salat yang terdiri dari elite dan kader parpol pendukung pasangan Prabowo-Hatta kaget karena tak menyangka akan ada yang membantah ucapan sang menteri.

Habib Kamal menjelaskan, apa yang akan dilakukan oleh SDA adalah melakukan salat qashar dan jamak sekaligus. Artinya, jemaah akan menggabungkan pelaksanaan salat zuhur dan ashar di waktu yang sama dengan cara meringkas menjadi 2 rakaat masing-masing untuk salat ashar dan zuhur.

Masalahnya, salat zuhur yang baru saja dipimpin SDA dilakukan 4 rakaat alias tidak di-qashar, sehingga salat ashar pun tetap harus dilakukan 4 rakaat (hanya digabung/jamak) dan tak bisa di-qashar (diringkas) lantaran salat sebelumnya (zuhur) tidak di-qashar.

Mendengar penjelasan itu, akhirnya salat ashar dilakukan dan tetap dipimpin oleh SDA. Namun, dia tidak jadi meng-qashar seperti keinginan semula dan melakukannya 4 rakaat. Jadi, yang ada ada hanya salat jamak tanpa qashar.

Mungkin karena terburu-buru, sehingga SDA lupa cara meringkas dan menggabungkan salat. Syukur ada Habib Kamal mengingatkan kealpaan Menag itu. (Mut)

Credits: Rinaldo

 

- See more at: http://m.liputan6.com/news/read/2052335/menteri-agama-suryadharma-ditegur-habib-di-masjid-sunda-kelapa#sthash.N0DTAOyE.dpuf

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke