awak urang ba agamo, telaah dulu beritanyo dan kros cek, bia ndak manjadi fitnah.
awak urang sakolahan, bisa ma analisa ma nan batua dan ma nan indak. sado e mudah dan cieklai negara ko kan negara hukum. kalaulah ado kejahatannyo tantu lah diproses di kejaksaan bahkan diputuih dipengadilan.
antah ha lah jadinyo, lah kanai korban trio macan mpak e ko mah hahahahahaha
nan dipicayo fakta ndak cito ambuih2 dari trio macan ko do hehehehe
nanang, jkt
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
Hehehehe.... Kalau hasil karya triomacan, asli web ini www.radennuh.org menjadi referensi lagi, hahhaaaa semakin dapat suntikan, semakin gress dan update ulang2 itu artikel. #okesip :) On Saturday, May 24, 2014 11:13:09 AM UTC+7, dedi suryadi wrote: Bacaan beko kok lah salasai makan pak.. http://yudisamara.com/2013/12/19/siapa-sebenarnya-jokowi-itu/
Minggu pagi awal Desember itu sebenarnya tidak ada niat dan keinginan
saya untuk bicara atau memikirkan politik. Seusai berolah raga memukul
si bola putih kecil di lapangan golf Kemayoran, saya berencana
menghadiri acara perkawinan putra seorang teman dan menikmati liburan
menonton film di Studio 21 bersama keluarga.
Namun memang sudah merupakan ‘kutukan’ kayaknya, usai selasaikan 9
hole dan baru saja duduk dan pesanan makan di club house, eh datang
menghampiri seorang teman lama dari Surabaya. Ternyata beliau sedang
berada di Jakarta bersama teman – temannya yang semuanya dosen dari
Universitas Gajahmada Yogyakarta. Sahabat lama itu memperkenalkan ketiga
temannya yang sudah semuanya berusia sekitar lima puluhan tahun. Kami
pun larut dalam perbincangan.
Ketiga staf pengajar Fisipol UGM Yogayakarta itu tanpa diduga tiba –
tiba bicara tentang Joko Widodo. Ya Joko Widodo atau lebih kita kenal
dengan nama Jokowi. Yang sangat menarik dari pembicaraan kami itu adalah
mengenai peran ketiga dosen UGM tersebut dalam ‘menciptakan’ sosok
Jokowi sehingga menjadi ‘orang atau tokoh’ seperti yang kita ketahui
selama setahun terakhir ini. Jokowi dapat dikatakan sebagai hasil
ciptaan ketiga dosen UGM ini. Mereka adalah dosen, ahli komunikasi
massa dan ahli politik dari UGM Yogyakarta yang menjadikan Jokowi
sebagai ‘eksprimen’ atau ‘kelinci percobaan’ dalam rangka menguji
efektifitas sebuah pencitraan yang dilakukan secara sistematis dan
akademis. Meski demikian mereka mengungkapkan kekecewaan yang mendalam
terhadap Jokowi yang mereka nilai lupa diri dan tidak memiliki hubungan
manusiawi yang baik. Mereka juga menuduh Jokowi sebagai orang yang tidak
tahu membalas budi dan mudah melupakan jasa orang lain. Ketiga dosen
tersebut mengatakan bahwa selama Jokowi menjadi gubernur Jakarta, tidak
sekali pun mau menerima telpon dari mereka, apalagi mengharapkan Jokowi
sudi menghubungi mereka. Sifat jokowi yang lupa diri, lupa balas jasa
dan tidak menjaga pertemanan itu sudah nenjadi rahasia umum di kalangan
sahabat – sahabat atau kolega – kolega Jokowi di Solo dan Jawa Tengah.
” Sejak Jokowi jadi Gubernur Jakarta perangainya memang jauh berubah.
Kita kenal betul karakter Jokowi, namun dulu tidak separah ini” ujar
salah seorang dari mereka. Mendengar ekspresi kekecewaan orang – orang
yang telah membesarkan Jokowi itu, saya hanya bisa tersenyum kecut.
“Mereka tidak tahu, jangan hanya dosen dari UGM, Prabowo dan Jusuf Kalla
yang sangat berjasa membantu mengangkat Jokowi dari hanya tokoh kota
kecil menjadi Gubernur DKI Jakarta saja, dia tega khianati karena
mendapatkan tuan – tuan baru yang merupakan konglomerat tionghoa termuka
di Indonesia”, batin saya.
Banyak orang yang tidak mengenal Jokowi yang sebenarnya. Apalagi
mengenai karakter aslinya yang jauh dari sosok jokowi sebagaimana
dicitrakan media – media milik para konglomerat atau media bayaran
mereka. Jokowi sebagai manusia, tidaklah sebaik dan sejujur yang ditulis
dan diberitakan mayoritas media massa nasional. Banyak catatan buruk
tentang Jokowi, terutama jika dikaitkan dengan track record korupsinya
dan kebohongan – kebohongan yang dilakukannya. Kehebatan Jokowi hanyalah
pada kemampuan aktingnya untuk tampil alamiah ketika berada di tengah –
tengah warga. Jokowi juga sangat mudah menjanjikan apa saja tanpa
merasa berdosa atau terbebani bilamana janji – janji itu sebagaian besar
tidak mampu dia penuhi. Bagi Jokowi, berjanji itu semudah menghirup
nafas. Dia tidak peduli dengan harapan warga yang membumbung tinggi lalu
jatuh terhempas ke bumi ketika janji itu dia ingkari.
Bagi kalangan menengah, menilai seorang Jokowi itu sangat mudah.
Kinerja Jokowi sebagai Walikota Solo terbukti hanya di bawah rata –
rata. Fakta tentang prestasi buruk Jokowi selama jadi walikota itu
mudah diakses di situs Badan Pusat Statistik atau Kementerian Dalam
Negeri. Disana tidak ada sedikitpun terlihat keistimewaan atau hal yang
menonjol dari seorang Jokowi. Setahun jadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi
terbukti gagal menjalankan program pemerintah daerah. Penyerapan APBD
DKI tahun 2013 sangat rendah yakni hanya 22% saja per akhir Oktober
2013. Jika nanti pada akhirnya APBD bisa diserap di atas 80% sudah dapat
dipastikan sebagian besar uang rakyat itu dikorupsi atau dijadikan
bancaan melalui proyek – proyek fiktif. Dugaan korupsi Gubernur Jokowi
di DKI Jakarta sudah banyak mencuat ke publik, diantaranya adalah
korupsi puluhan miliar di pengadaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada akhir
2012 lalu dan sekitar 17 miliar rupiah saat penunjukan langsung PT
Askes sebagai mitra program KJS. Belum lagi dugaan korupsi Jokowi pada
proyek sumur resapan yang dimark up hingga ratusan persen.
Di Solo Jokowi memiliki banyak catatan hitam berupa dugaan korupsi
yang sayangnya tidak pernah diusut serius oleh aparat hukum. Jokowi
terbukti melalukan penyimpangan penggunaan anggaran KONI Solo yang
dialihkannya sebagian untuk klub sepak bola Persis Solo dan sebagian
lagi diduga untuk dirinya sendiri tanpa ada persetujuaan DPRD Solo.
Korupsi lain dilakukan Jokowi pada proyek rehabilitasi pasar, hibah dana
pemda Jawa Tengah, pengadaan Videotron, dana bantuan siswa miskin,
proyek rehabilitasi THR Sriwedari, pengadaan mobil dinas Esemka dan
seterusnya.
Salah satu dugaan korupsi yang sangat patut diduga dilakukan Jokowi adalah pada pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan.
Sejak kasus ini terungkap, predikat tokoh / pemimpin antikorupsi yang
digembar gemborkan melekat pada diri Gubernur DKI Jakarta itu runtuh
berantakan.
Investigasi teman – teman kami selama 11 hari di Solo, Jawa Tengah
beberapa waktu lalu menemukan fakta – fakta yang kuat mengenai dugaan
keterlibatan Joko Widodo dalam beberapa korupsi dan pelanggaran hukum di
Solo. Berikut ini sekilas dugaan korupsi Jokowi terkait pelepasan aset
pemda Solo yakni Hotel Maliyawan, Surakarta yang terjadi pada tahun 2011
– 2012 lalu.
Kronologis Pelepasan Aset Pemda Solo
Bermula dari rencana Pemda Jawa Tengah untuk membeli bangunan hotel
atau Balai Peristirahatan Maliyawan yang terletak di Tawangmangu, Solo/
Surakarta. Bangunan hotel itu, meski tanahnya adalah milik Pemda Jawa
Tengah, namun bangunan di atas tanah tersebut adalah aset milik Pemda
Solo / Surakarta karena dibangun dengan biaya /anggaran APBD Solo (
Surakarta) sekitar 12 tahun lalu. Namun, rencana Pemda Jateng membeli
bangunan hotel aset Pemda Surakarta itu kandas karena Walikota
Surakarta, Joko Widodo tidak pernah menyetujui. Jokowi selalu menolak
permohonan Pemda Jateng itu meski tidak jelas apa alasannya. Padahal
sebagai unit usaha yang dikelola BUMD PT Citra Mandiri Jateng, Hotel
Maliyawan itu tidak menguntungkan dan gagal beri deviden kepada Pemda
Solo (Surakarta) dan Pemda Jateng.
Karena permintaan membeli bangunan hotel selalu ditolak Walikota
Jokowi, Pemda Jateng balik berencana ingin menjual aset Pemda Jawa
Tengah berupa tanah yang di atasnya berdiri bangunan yang dipergunakan
sebagai Hotel Maliyawan yang dikelola oleh BUMD PT. Citra Mandiri Jawa
Tengah (CMJT) itu. Rencana Pemda Jateng menjual tanah hotel tersebut
melalui BUMN CMJT secara langsung, terbuka dan lelang tentu tidak mudah
karena bangunan hotel yang berada di atas tanah itu adalah milik atau
aset Pemda Surakarta. Pilihan terbaik adalah dengan menawarkan rencana
penjualan / pelepasan tanah aset Pemda Jateng itu kepada Pemda
Surakarta. Nanti, setelah Pemda Surakarta membeli tanah aset Pemda
Jateng tersebut, terserah kepada Pemda Surakarta, apakah akan menjual
kembali tanah berikut bangunan hotelnya atau mau mengelola sendiri
operasional Hotel Maliyawan itu.
Terhadap tawaran Pemda Jateng yang ingin jual tanah asetnya itu,
Walikota Surakarta langsung menyatakan minatnya dan segera mengajukan
rencana anggaran pembelian tanah Hotel Maliyawan sebesar Rp. 4 miliar
kepada DPRD Surakarta yang kemudian disetujui oleh DPRD dengan rencana
memasukan anggaran pembelian tanah aset Pemda Jateng dalam Kebijakan
Umum Perubahan APBD (KUPA) Surakarta tahun 2010.
Melalui Nota Jawaban Walikota yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah
(Sekda) Kota Solo, Budi Suharto, Senin, Walikota Solo, Joko Widodo
(Jokowi), menjelaskan Pemkot Solo telah menindaklanjuti Laporan
Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2010 dengan menganggarkan
pembelian tanah Hotel Maliyawan senilai Rp 4. miliar.
Namun, berdasarkan Nota Kesepakatan Pemkot Surakarta dengan DPRD Kota
Suarakarta No 910/3.314 dan No 910/1/617 tentang Kebijakan Umum
Perubahan APBD (KUPA) Kota Solo Tahun 2010, anggaran untuk pengadaan
tanah Hotel Maliyawan ternyata tidak muncul sama sekali. Kemudian
diketahui bahwa Walikota Solo (Surakarta) mengajukan surat kepada
Inspektorat Kota Surakarta yang berisi perintah Walikota untuk
menelaah/mengkaji aspek hukum dan perundang-undangan terkait rencana
Pemda Surakarta melepas aset berupa bangunan yang terletak di atas tanah
Hotel Maliyawan, Tawangmangu, Surakarta.
Pihak Inspektorat Kota menberikan jawaban atas telaah dan kajian
hukumnya kepada Walikota Joko Widodo. Dalam surat dari Inspektorat
tersebut, ditegaskan bahwa untuk pemindahtanganan aset bangunan milik
Pemda (Hotel Maliyawan) diperlukan penaksiran oleh tim dan hasilnya
ditetapkan dengan keputusan Walikota. Selanjutnya Pemkot harus memohon
izin penghapusan aset dari DPRD Kota Solo. Hal tersebut sesuai dengan
ketentuan PP No 6/2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah,
pasal 37 serta Perda No 8/2008 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Berdasarkan telaah dan kajian Inspektorat, Walikota Joko Widodo
mengirim surat kepada Ketua DPRD Kota Solo (Surakarta) tertanggal 29
Juli 2011 perihal permohonan persetujuan pemindahtanganan atas nama
Balai Istirahat (BI) Maliyawan. Pada paragraf kedua surat tersebut,
Jokowi menyebutkan bahwa sesuai dengan pasal 64 ayat 1 Perda 8/2008
Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, pemindahtanganan atas bangunan
dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari DPRD.
Masih mengacu kepada surat dari Walikota Joko Widodo itu, disebut
lagi bahwa sehubungan dengan Perda tersebut maka diajukan permohonan
persetujuan DPRD dan selanjutnya dapat dibahas dalam rapat Dewan. Surat
tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Inspektorat Kota pada 16
Desember 2010 tentang telaah staf pelepasan Hotel Maliyawan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, sangat jelas bahwa pada awalnya,
Walikota Solo Joko Widodo masih menjalankan mekanisme dan prosedur
pelepasan aset secara benar dan berdasarkan pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Namun, setelah Walikota Joko Widodo
ketahuan sudah menjual aset Pemda Solo/Surakarta secara diam – diam
kepada Lukminto, Direktur PT. Sritex, sikap, perilaku dan pernyataan –
pernyataan Joko Widodo berubah 180 derajat alias menjadi seorang
pembohong. Ada apakah dengan Joko Widodo terkait pelepasan aset Pemda
Solo berupa bangunan hotel Maliyawan itu ?
Jokowi Mendadak Berubah 180 Derajat dan Berbohong
Kenapa terjadi perubahaan sikap, perilaku dan pernyataan Joko Widodo
terkait penjualan aset Pemda Solo secara diam-diam kepada Lukminto ?
Kenapa tiba-tiba Joko Widodo selalu ngotot pertahankan pernyataan dan
pendapatnya bahwa penjualan bangunan hotel aset Pemda itu TIDAK
memerlukan persetujuan DPRD Solo dan TIDAK perlu mengacu serta mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku ? Berkali – kali Joko Widodo
mengatakan kepada publik bahwa sebagai walikota, pihaknya tidak perlu
minta izin persetujuan kepada DPRD. Tidak perlu dengan penerbitan
Peraturan Daerah / Perda terlebih dahulu jika pemda ingin menjual
asetnya. Bahkan Jokowi mengatakan pelepasan aset pemda secara tanpa
minta persetujuan DPRD terlebih dahulu itu, sudah sangat sering dia
lakukan. Semuanya aman – aman saja, dalih Jokowi pada sekitar Juli 2012
lalu.
Mencermati perubahan sikap Joko Widodo dan kengototannya menabrak
hukum itu, anak siswa SMA atau mahasiswa semester I pun mengerti dan
paham bahwa pasti ada kolusi antara Jokowi dan Lukminto yang sangat
patut diduga menghasilkan suap untuk Joko Widodo. Berapa besar dugaan
suap dari Lukminto kepada Joko Widodo sehingga Joko berani melanggar
hukum, UU dan menipu DPRD dan rakyat Solo serta seluruh rakyat Indonesia
itu ? Berapa besar kerugian negara akibat KKN Jokowi – Lukminto itu ?
Silahkan KPK, Kejaksaan dan Polri mengusut tuntas agar hukum dapat
ditegakkan dan keadilan dapat terwujud. Sikap kita yang
toleran/pembiaran terhadap perbuatan kriminal, kejahatan atau korupsi
Jokowi ini, sesungguhnya sama saja dengan kita menyetujui perbuatan
haram tersebut. Sekian.
----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. Karena Disitulah Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan -----
Salam dan Terima Kasih, Dedi Suryadi
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan *****
*****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
2014-05-24 11:01 GMT+07:00 asfarinal2000 via RantauNet <[email protected]>:
hahahahaha pi makan ciek lo yo, takuik lo pembicaraan dimillis kp disadap amerika lo beko
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
From: Dedi Suryadi Sent: Saturday, 24 May 2014 10:10 Subject: Re: [R@ntau-Net] Prabowo, Jokowi dan Pergaulan di Dunia Internasional |
Penghargaan ka Jokowi ko sabananyo lah bisa dibaco pak
Ado agen CIA di Solo yang sato malambuangkan namo Jokowi, untuak kepentingan Amerika. tamasuak jo penghargaan walikota terbaik ko.
Apo kepentingan Amerika...?
Mungkin masih takana dek apak, pertemuan Jokowi dirumah salah satu pengusaha di jakarta jo kedubes amerika dan eropa patangko..
Jaleh bisa dipakirokan, Kepentingan amerika adolah mengamankan perampokan berkedok investasi di indonesia, seperti Freeport, newmont, ladang minyak, dll...yang pambagiannyo samo sakali ndak adil untuak Indonesia.
Bahkan sadisnyo, urang Papua nan masih bakoteka tu maambiak cirik siso tambang freeport tu ditembak i pulo...
Bahkan diberbagai media, Dahlan Iskan lah menyampaikan, Freeport lah 2 tahun labiah ndak maagiah pembagian profit ka pemerintah indonesia, dan akan ditagihnyo...
Jaleh balain jo visi Prabowo nan punyo kainginan mambaliakkan saluruh kekayaan Indonesia ko dari tangan asing, termasuk Amerika, nan tantu mambuek angek talingo Amerika.
Apopun caro dek Amerika pasti akan dipabueknyo, untuk mamangkan Jokowi ko, dengan pencitraan dalam negeri dan Internasional,. termasuk jo penghargaan-penghargaan abal-abalnyo tu.
Kalau Jokowi jadi walikota terbaik ka 3 didunia, kalau Nurdin Abdullah dari bantaeng dimasuakan, mungkin inyo jadi no.1. Alun apo-aponyo Jokowi kalau diadu jo inyo.
Amerika tu no 1 kalau propaganda, psy war, dan pencitraan didunia, kalaulah untuak kepentingannyo.
kok jadi Jokowi Presiden, antahlah....ndak jauah beda jo Megawati jadi Presiden...
Abih nagari ko ka digadaikannyo ka amerika beko...
----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. Karena Disitulah Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan -----
Salam dan Terima Kasih, Dedi Suryadi
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan *****
*****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
2014-05-24 9:50 GMT+07:00 asfarinal2000 via RantauNet <[email protected]>:
nan mangiriman berita ko dan di taruihan dek dinda Deddy ko kan nampak e kacamato e kaca mato kudo. pokok e Prabowo nan hebat hahaha. sederhana sajolah. dunia menyatakan di forum International yg direpresentasikan dlm manifesto HAM dunia kalau Prabowo ko pelanggar HAM dan kalau ka Amerika we e kanai cekal. ba a gak ati kalu kadiadu.
Sebalik nyo dunia mambari pengakuan dlm representasi walikota ternaik dunia.
kecean lah ka nan maagiah berita ko, jan pakai kacamato kudo. dan kalu kamanilai tu berdasarkan fakta. jan2 inyo mambuek berita berdasarkan kecek urang pulo. yo lah sansai mah.
Nanang, Jkt
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
From: Dedi Suryadi Sent: Saturday, 24 May 2014 08:48 To: Rantaunet
Subject: [R@ntau-Net] Prabowo, Jokowi dan Pergaulan di Dunia Internasional |
Numpang jalan mamak-mamak dan dunsanak...Siapo tau jadi bahan pertimbangan dalam mamiliah capres ususngan Parpol Islam ko....
Prabowo, Jokowi dan Pergaulan di Dunia Internasional
Let's speak with data & fact..
Presiden sudah jelas harus memiliki wawasan global yang mumpuni, karena
ini berbicara pemimpin negara, bukan kepala desa. Klo kepala desa bahasa
Inggrisnya rancu dan kacau kyak Vicky Prasetyo, kita gak perlu malu,
dia sendiri yg malu. Tapi klo pemimpin negara kita kagak tau bahasa
Inggris, gak punya wawasan terhadap dunia Internasional, gak paham pasar
bebas, gak tahu cara menghadapi iklim era globalisasi, kalian bisa gak
menanggung beban malu itu?
Berbicara dunia Internasional, coba perhatikan kiprah dan pergaulan sosok yang satu ini.
Belum jadi presiden sambutannya sudah sangat terhormat, jalan ditengah pula. Mantap dan membanggakan gak?
Sangat pede berbicara di atas podium Universitas Beijing.
Ini masih di Beijing gan, kurang tau pak Prabowo dapat penghargaan apaan. Tapi gayanya begitu berwibawa dan sangat membanggakan.
Seperti yang kita tahu, Prabowo sangat dekat dengan Raja Yordania gan,
bahkan karena kedekatannya Prabowo sudah berjasa membebaskan kurang
lebih 300 TKW kita di negeri sana.
![]()
Prabowo dengan PM Korsel, Jung Hong-won, gan. Terasa kan aura kepemimpinannya?
Sama PM Kamboja gan. Karismanya terlihat, mantap salamannya.
Prabowo duduk bersama para pemimpin dunia udah gak bisa bedain lagi beliau ini udah presiden atau masih proses.
"Inilah Prabowo Subianto, sosok calon pemimpin yang paling pantas
untuk memimpin Indonesia, calon pemimpin yang berwawasan global. Sudah
saatnya memilih pemimpin yang mampu menjadikan Indonesia sebagai macan
asia dan disegani dunia." (Jono Nugroho)
Bagaimana dengan Jokowi?
Jangankan berwibawa atau sejajar dengan negara lain... mau dibawa kemana harga diri bangsa ini? Jadi antek asing?
Ayolah, pikirkan harga diri bangsa! Tanggalkan fanatik buta, tanggalkan
fanatik ideologi, mari sama2 berjuang untuk kedaulatan dan martabat
bangsa di dunia Internasional dengan memilih pemimpin yang porsi
kapasitasnya mumpuni! Jadikan Indonesia macan Asia!
"Kita berharap semua unsur yang patriotik, ingin kedaulatan bangsa, yang
ingin bangsa Indonesia berdiri di kaki sendiri, tidak mau jadi antek
asing, yang mau Indonesia sejahtera makmur dan adil, gabung sama kita,"
(Prabowo Subianto, Kamis 22/5/2014)
----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. Karena Disitulah Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan -----
Salam dan Terima Kasih, Dedi Suryadi
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang P ...
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
|