http://www.gatra.com/politik-1/53481-dari-mana-asal-isu-jokowi-cina-ini-versi-kompasianer.html
*Jakarta, GATRAnews* - Kampanye hitam terhadap salah satu calon presiden, seperti isu Joko Widodo (Jokowi) keturunan Cina dan non-Islam, menyeruak menjelang pemilihan presiden 2014, begitu Jokowi diusung sebagai calon presiden oleh koalisi PDIP. Lantas dari mana isu tersebut berawal? Seorang kompasianer (pemilik blog di Kompasiana), dalam tulisan edisi 16 Mei 2014 pukul 01.50 WIB), sebagaimana dipantau *GATRAnews*, di Jakarta, Minggu (25/5), menyatakan mempunyai data soal isu besar itu. Gunawan menuliskan bahwa isu miring Jokowi seorang keturunan Cina bernama Wie Jo Koh, berasal dari artikel humor di Kompasiana yang ditulis oleh kompasianer Anton Surya pada tanggal 19 Desember 2012. Tulisan humor tersebut dikutip dan diplintir tanpa menyertakan penjelasan aslinya, oleh VOA Islam. "Demi mendapatkan berita 'miring' tentang Jokowi atas tuduhan bahwa Jokowi itu keturunan Cina. Alih-alih berita diambil dari sumber yang valid dan kredibel, ternyata sumbernya hanya dari artikel humor di Kompasiana, yang ditulis oleh kompasianer Anton Surya pada tanggal 19 Desember 2012 yang lalu," kata Gunawan dalam blognya. Untuk meyakinkan bahwa isu Jokowi seorang keturunan Cina yang kini menyeruak dan sempat menjadi isu besar jelang pilpres, Gunawan menyertakan *screenshoot* pemberitaan di laman VOA Islam, Jumat 16 Rajab 1435 H/14 Maret 2014, pukul 17.03 WIB. "Sebenarnya Jokowi adalah punya nama Cina yaitu Wie Jo Koh. Nama ini diberikan oleh orangtuanya berdasarkan nama seorang leluhurnya yang pertama kali datang ke Indonesia, Wie Jok Nyan. Sehingga jelaslah Jokowi adalah seorang Cina bermarga "Wie", begitu tulisan VOA Islam yang diberikan kotak merah oleh Gunawan. Adapun isi lelucon Anton Surya dalam Kompasiana itu sebagaimana screenshoot yang di-posting Gunawan, yakni: *"Selama ini masyarakat Jakarta tidak sadar jika mereka dipimpin oleh duet orang Cina, Jokowi-Ahok. Keraguan sebagian orang bahwa Joko Widodo alias Jokowi adalah seorang muslim. Contohnya Rhoma Irama. Ternyata dugaan itu benar!* *Sebelum menjadi Wali Kota Solo, Jokowi adalah pengusaha suskes. Kesuksesannya itu berkat kerja keras, ulet dan punya naluri bisnis yang kuat. Etos seperti ini umumnya dimiliki orang Cina yang bergerak dalam bidang usaha.* *Selama ini Jokowi mengaku bahwa namanya diberikan oleh orang Prancis, rekan bisnisnya. Hal ini disebabkan nama Joko terlalu umum dipakai oleh orang Jawa. Maka untuk membedakannya sang rekan bisnis memendekan nama panjang Joko Widodo menjadi Jokowi. Tetapi Sebenarnya Jokowi adalah punya nama Cina yaitu Wie Jo Koh. Nama ini diberikan oleh orangtuanya berdasarkan nama seorang leluhurnya yang pertama kali datang ke Indonesia, Wie Jok Nya. Sehingga jelaslah Jokowi adalah seorang Cina bermarga Wie.* *Tulisan ini hanya rekaan semata yang disebabkan ide liar saya dan tidak ada kebenarannya. Semoga menghibur. :lol:."* "Ternyata pernyataan dan tuduhan bahwa Jokowi itu keturunan Cina dan punya nama Cina asli copas (copy-paste, Red.) bulat-bulat dari artikel humor milik kompasianer Anton Surya tersebut," tulis Gunawan, dan sudah dibaca 8048 kali saat *GATRAnews* membacanya. Gunawan juga menilai pemberitaan berjudul bombastis di laman VOA Islam tidak layak, karena sumbernya dari artikel humor dan tanpa melakukan cek dan ricek sumber artikelnya. "Kata tetapi dari artikel humor di Kompasiana diganti menjadi kata sebenarnya di artikel di VOA islam," tulisnya. Meski demikian, tulisan Gunawan di Kompasiana belum terverifikasi kebenarannya. Namun yang pasti, terkait tudingan miring itu, Jokowi sempat mengeluarkan bantahan. (Baca: Jokowi Tegaskan, Diri dan Keluarganya Islam<http://www.gatra.com/politik-1/53473-jokowi-tegasnya,-diri-dan-keluarganya-islam.html> ).*(IS)* Pada 26 Mei 2014 11.57, Andrinof A Chaniago <[email protected]> menulis: > Ya, mari kita saling menghormati pilihan masing-masing. > Jauhi pemakaian cara-cara yang tidak benar dan tidak patut. > Selamat menentukan pilihan. > Salam, > > Andrinof > > > 2014-05-26 0:31 GMT+07:00 Dody Osmon <[email protected]>: > > mudah2an berita ini benar Pak Andrinof, semoga negeri ini di lindungi oleh >> Allah SWT Aamiin.., ambo adalah pendukung pak prabowo. Mendambakan pemimpin >> yang bisa menjaga kehormatan bangsa dan keberpihakan terhadap rakyat >> banyak, siapapun pemimpinnya yang terpilih akan kita dukung. >> >> Salam, >> Dody , JKT >> On May 26, 2014 12:04 AM, "Andrinof A Chaniago" <[email protected]> >> wrote: >> >>> Mungkin berguna untuk menghapus sifat buruk sangka >>> >>> >>> ---------- Forwarded message ---------- >>> From: teguhimanperdana <[email protected]> >>> Date: 2014-05-25 17:16 GMT+07:00 >>> Subject: Kesaksian aktifis halal >>> To: Andrinof Chaniago <[email protected]>, Dudi Sabil Iskandar < >>> [email protected]>, dedygumelar <[email protected]>, Ian >>> Ruslan <[email protected]> >>> >>> >>> Kesaksian Bambang Irawan, aktifis sertifikasi halal... >>> >>> ------- KITA JUJUR SAJA ------- >>> Tahun lalu; saya bersama para aktifis Standar Halal lain, termasuk >>> pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat merasakan LANGSUNG kebijakan, >>> sikap dan keputusan kepemimpinan Jokowi yang INDEPENDEN bahkan berani >>> melawan sikap pentolan partainya (PDIP) dan pentolan di parlemen (DPR/DPRD) >>> yang pada menolak standar halal di DKI Jakarta.. >>> --- Saat para aktifis Standar Halal bertemu Jokowi dan menghimbau agar >>> di DKI harus ada PERDA HALAL; ternyata Jokowi malah langsung SETUJU dan >>> merespon lebih cepat dan lebih berani dari pada dugaan kami; yaitu dengan >>> mengeluarkan PERGUB HALAL.. Ini luar biasa.. >>> --- Saat kami bertanya kenapa? Jokowi bilang PERGUB HALAL bisa langsung >>> berlaku pada saat saya teken. Jika pake PERDA bakal lama karena bakal >>> direcokin oknum2 partai yg menolak Standar Halal di DPRD... Ini luar biasa.. >>> --- Saat PERGUB HALAL diteken Jokowi; Wagub Ahok bahkan segera mendukung >>> dan melaksanakannya dengan mengumpulkan ratusan pengusaha restoran besar se >>> DKI di Balaikota dan "ngancem" mereka supaya selambatnya akhir tahun 2015 >>> sudah punya sertifikasi halal. Ternyata Ahok yang non-muslim itu mendukung >>> adanya Standar Halal di DKI.. mendukung PERGUB HALAL.. Ini luar biasa.. >>> --- Jokowi adalah harapan kami akan adanya Standar Halal di NKRI pada >>> saat Jokowi kelak terpilih jadi Presiden R.I. . >>> ++ (ini penting) Mampu membina keluarga dgn HARMONI dan CINTA. >>> ------- KITA JUJUR SAJA ------- >>> >>> >>> Sent from Samsung Mobile. >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>> Grup. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke [email protected]. >>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- *Andri Satria Masri, S.E., M.E.* Kasubag Sistim Informasi, Aplikasi dan Persandian Bagian Pengolahan Data Elektronik Setdakab Padang Pariaman L/42/Koto/Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman *Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.* My profiles: [image: Facebook] <http://www.facebook.com/andri.masri> [image: Blogger] <http://andrimasri.blogspot.com> [image: WordPress]<http://andrisatria.wordpress.com> [image: Twitter] <http://twitter.com/AndriSatria> Contact me: [image: Google Talk] [email protected] [image: Y! messenger] [email protected] Get a signature like this. <http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17> CLICK HERE.<http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
