Sanak2 sa palanta yth. Saya kutip posting sanak Zorion Anas:
"Yusril Ihza Mahendra: Saya Harus Ingatkan Prabowo, Dia Jangan Coba-coba Langgar Konstitusi" Lebih lanjut dari sumbernya rmol.co: "Saya ingin ada menteri senior, menteri utama yang akan bertindak secara profesional mempercepat pembangunan. Alhamdulillah Pak Aburizal Bakrie bersedia. Jadi, dengan menteri utama saya merasa sangat terbantu dan saya menjadi sangat optimis," kata Prabowo di kediaman Ical, Jakarta, Senin (19/5). Yusril Ihza Mahendra selanjutnya mengatakan, jabatan menteri senior atau menteri utama bertentangan dengan konstitusi Indonesia. Republik ini menganut sistem pemerintahan presidensial, sehingga tak mengenal jabatan menteri utama yang setingkat dengan perdana menteri. Saya tidak membela Prabowo, tapi mencoba memahami apa yg dimaksudnya dg menteri utama. Kelihatannya itu mirip dg jabatan menteri senior/emeritus senior minister dalam kabinet parlementer di Singapura. Jabatan ini diangkat/ditunjuk oleh Perdana Menteri. Dengan demikian menteri senior tidak setingkat dg perdana menteri. Jadi dalam sistem presidensial di Indonesia bisa saja presiden menunjuk menteri utama. Mungkin penamaan yg berbeda dari Menko yg juga menteri negara. Berikut kutipan dari Wikipedia ttg senior minister di Singapura: Senior Minister (abbreviation: SM) is a political office in the Cabinet of Singapore. It is taken by a retired Prime Minister or Deputy Prime Minister. This, however, implies a reliance on a dominant-party system, and several opposition critics find this as evidence for contempt for the political opposition in Singapore.Currently, this political post has been renamed as Emeritus Senior Minister (since May 2011), which is a new political post being taken by Singapore's second Prime Minister Goh Chok Tong The position of Senior Minister has only been held by four persons -- Lee Kuan Yew and Goh Chok Tong, who were the first and second Prime Ministers of Singapore respectively; and S. Rajaratnam and S. Jayakumar, who served as Deputy Prime Ministers. Lee Kuan Yew was Senior Minister from 1990 to 2004, after which he became Minister Mentor in the Cabinet of Singapore's third Prime Minister Lee Hsien Loong. Goh Chok Tong replaced Lee Kuan Yew as Senior Minister in Lee Hsien Loong's Cabinet. On 26 March 2009, Lee Hsien Loong announced that S. Jayakumar would relinquish his post as Deputy Prime Minister and be appointed Senior Minister in the Prime Minister's Office. S. Rajaratnam retired from political office in 1988 and died in 2006. S. Jayakumar retired from politics prior to the 2011 General Elections. Seven days after the elections, on 14 May 2011, Goh Chok Tong and Lee Kuan Yew announced their retirement from the Cabinet. Pak Yusril sbg akademisi sebaiknya menanyakan dulu kepada pak Prabowo dan kalau perlu menegur langsung secara pribadi krn parpolnya PBB mendukung PS/HR. Tidak bijaksana dan tidak strategis langsung berkoar-koar di media massa. Salam, Fashridjal M. Noor Sidin/L/66/bdg Sent from my BlackBerry(R) smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
