Aww. Palanta n.a.h. Ambo raso soal berita dan lain sebagainyo nan basliweran 
manuruik ambo eloknyo wak kunyah2 se surang2  nan ndak ado tulang ikannyo 
lulua, kok taraso ado tulang ikannyo campakan. Kok nak mencoblos urusan surang2 
se, jadi salasailah tu barang. Kok soal ingeik maingeikkan dalam  akidah ke 
Islam an paralu bana wak pikiekan dengan nalar  masing2 se lah. baa gak ati?
Wass. Haasma (Lk/69/Depok)

Pada Jumat, 30 Mei 2014 10:08, Benny Farlo <[email protected]> menulis:
 


 
Tanggapi Peredaran Surat Penolakan Jokowi Dipanggil Kejagung, 
JK: Ini Fitnah!
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
 Surat Jokowi 
Jakarta - Cawapres Jusuf Kalla (JK) 
menanggapi beredarnya surat penolakan Joko Widodo (Jokowi) terhadap penggilan 
Kejagung. JK yakin surat itu merupakan kampanye hitam. 

"Tidak mungkin 
itu. Saya yakin tidak ada surat seperti itu. Yang begitu itu namanya kampanye 
hitam," ujar JK usai berziarah di makam Jenderal M Jusuf di TPU Tanaikang, 
Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/5/2014). 

JK menegaskan peredaran 
surat yang berkaitan dengan kasus bus TransJ karatan itu sebagai fitnah 
terhadap 
Jokowi. 

"(Peredaran surat) Bukan kampanye negatif. Kalau negatif 
berdasarkan fakta. Kalau ini fitnah," imbuhnya. 

Sebelumnya, Jokowi 
menegaskan dirinya tak pernah dipanggil Kejagung terkait kasus itu. Apalagi 
mengirimkan surat balasan yang berisi penolakan pemanggilan. 

Begitu pula 
dengan pihak Kejagung. Saat dikonfirmasi, Plh Direktur Penyidikan pada Jaksa 
Muda Tindak Pidana Khsuus (Jampidsus) Chaerul Anwar membantah pihaknya 
memanggil 
Jokowi.
----- Original Message ----- 
>From: Dedi  Suryadi 
>To: Rantaunet 
>Sent: Thursday, May 29, 2014 11:06  PM
>Subject: [R@ntau-Net] Pemilu 2014. Apakah  Surat ke Jokowi ini benar, hoax 
>atau palsu..?
>
>
>Dugaan  Korupsi Busway Jokowi Bukan Isapan Jempol. Ada 'Backing' Jenderal?
>
>
>JAKARTA  (voa-islam.com) - Dugaan  korupsi busway yang melibatkan Jokowi 
>ternyata bukan isapan  jempol. Ada Jenderal tekan Jaksa Agung untuk selamatkan 
> Jokowi?
>Tak hanya beredar bukti penangguhan proses penyidikan kasus busway  karatan di 
>media sosial. Dalam surat itu tertera kop surat bertanda tangan  Jokowi yang 
>isinya ternyata oleh Kejaksaan Agung. Hal penangguhan ini diajukan  Jokowi 
>dengan alasan guna menjaga kestabilan nasional, minta ditangguhkan  sampai 
>pemilu presiden.
>
>
>RMOL Selasa  (20/04) melansir dugaan oknum Jenderal yang bermain dalam 
>penangguhan  penyidikan kasus korupsi busway Transjakarta. Ada informasi  baru 
>terkait kasus pengadaan bus Transjakarta rusak (berkarat) yang ditangani  
>Kejaksaan Agung. 
>
>Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arif  Poyuono, yang 
>mengungkapkannya. Kepada Rakyat Merdeka Online, Arif menjelaskan  bahwa mantan 
>Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI, Udar Pristono, meminta  perlindungan 
>dan bantuan hukum kepada pihaknya dalam menjalani persidangan bus  
>Transjakarta nanti.
>
>"Iya benar, Pak Udar meminta kami membantu Beliau  mengungkap kasus ini. 
>Karena dalam kasus ini seolah-olah Pak Udar dijadikan  sebagai satu-satunya 
>tersangka. Padahal, tidak demikian," ujar Arif saat  dihubungi, Selasa (20/5).
>
>Dari keterangan Arif diperoleh bahwa dokumen penting  tentang tanda bukti 
>transfer uang sudah diamankan oleh pengurus Federasinya.  Bahkan, dikumpulkan 
>bukti pengakuan Udar melalui keluarganya yang menyebutkan  bahwa Udar ditekan 
>oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk meloloskan PT  Saptaguna Dayaprima 
>sebagai pemenang tender dan me-mark up pengadaan busway  dari 140 ribu dolar 
>AS/unit menjadi 345.608 dolar AS/unit.
>
>Data menarik lainnya yang  diungkapkan Arif adalah Kejagung sengaja memasukkan 
>Direktur Penyelidikan  kasus ini, yang bernama Syahrudin, menjalani pendidikan 
>ke Lemhanas selama  tiga bulan.
>
>"Artinya, kalau disekolahkan maka penyelidikan kasus  Transjakarta akan 
>tertunda selama tiga bulan. Bisa-bisa usai pilpres baru  dilanjutkan lagi," 
>terangnya
>
>Yang lebih mengejutkan lagi adalah Arif menyebut  Jokowi memerintahkan seorang 
>jenderal menekan pihak Kejaksaan agar kasus ini  tidak menyentuh Jokowi.
>
>"Tekanan diberikan ke Jaksa Agung oleh seorang  jenderal berinisial AMHP untuk 
>tidak memeriksa Jokowi," ungkap Arif.
>
>Arif mengimbau kasus ini  terus diselidiki. Karena dari perhitungan yang 
>dilakukan timnya, diketahui  negara mengalami kerugian mencapai Rp 500 miliar 
>lebih dari tender senilai Rp  1,2 triliun itu.
>
>
>Berikut isi surat bertanda kop surat Gubernur DKI dan ditandatangani  Jokowi 
>pada tanggal 14 Mei 2014 silam.
>Kepada
>Yth Jaksa Agung Republik Indonesia
>Di Tempat
>
>
>Dengan Hormat
>
>
>Sehubungan dengan surat panggilan kepada Gubernur DKI Jakarta dari  Kejaksaan 
>Agung dengan nomor surat D/964/F.2/fd1/05/2014 Pidsus 5B tertanggal  12 Mei 
>2014 yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan selaku penyelidik,  perihal 
>pemanggilan Gubernur DKI Jakarta terkait dengan penyelidikan dugaan  tindak 
>pidana korupsi Pengadaan Armada Bus Busway tahun anggaran 2013 oleh  Dinas 
>Perhubungan DKI Jakarta.
>
>
>Bersama ini kami memohon untuk dapat  diberikan penangguhan proses penyidikan 
>sampai selesainya Pemilu Presiden  untuk menjaga stabilitas politik nasional.
>
>
>Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima  kasih.
>
>
>Jakarta, 14 Mei 2014
>
>
>Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota 
Jakarta
>Ttd
>Joko Widodo
>-----------------------------------------------------------
>Sampai berita ini diturunkan tim narasumber kami yang bertugas di  Kejaksaan 
>Agung masih mencari keabsahan surat berkop surat Gubernur DKI  Jakarta ini. 
>[adivammar/voa-islam.com]-  See more at: 
>http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/05/29/30645/dugaan-korupsi-busway-jokowi-bukan-isapan-jempolada-'backingjenderal/;#sthash.1L8wIky9.dpuf
>
>
>
>
>
>----- Rapat Rutin Pengurus  Serikat Harus Tetap Ada. Karena  Disitulah Hati, 
>Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan  Dipersatukan -----
>
>
>
>Salam dan Terima  Kasih,
>Dedi  Suryadi
>
>
>_____________________________________________________________________________
>
>                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada  Mereka Yang 
>Berani Bertindak Dan    *****
>       *****Jarang Menghampiri  Penakut Yang Tidak Berani Mengambil 
>Konsekuensi (Jawaharlal  Nehru) *****
>------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
>          "The Best  Human Being Among of You is The Most Beneficial for The 
>Others" (Hadith by  Bukhari)
>
>---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
>****...."Kasihilah Yang  Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan 
>Mengasihimu...".....*****
>                  "Love What On Earth, Then What On  Sky Will Love You ..."
-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan 
  di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi 
  email, menjadi tanggung jawab pengirim 
  email.
>===========================================================
>UNTUK 
  DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>1. Email besar 
  dari 200KB;
>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur 
  pribadi; 
>3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat 
  di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan  biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer 
  & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek 
  baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
  subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, 
  bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google 
  Grup.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup 
  ini, kirim email ke [email protected].
>Untuk 
  opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke