Tarimokasih pak ANB,, awak manjudulkan itu dek ado pihak2 nan bermain mata dengan sejarah perang kamang pak. Tapi atas masukan apak ambo ucapkan tarimokasih ---------- Pesan Terusan---------- Dari: "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> Tanggal: 2 Jun 2014 10:40 Subjek: Re: [R@ntau-Net] MENDUDUKKAN PERANG KAMANG 1908 DALAM KERANGKA BERFIKIR SEJARAH Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Cc:
Sanak Irwan Setiawan n.a.h. sekadar masukan kecil dulu. Judul "Mendudukkan Perang Kamang 1908 Dalam Kerangka Berfikir Sejarah" kurang tepat karena sejarah di sini sebagai obyek dan tak bisa berpikir (dengan "p" bukan "f"). Yang bisa berpikir, antara lain, masyarakat Minang. Alternatif judul yang bisa dipakai adalah: 1. Perang Kamang 1908 Dalam Kerangka Berpikir Masyarakat Minangkabau, atau 2. Mendudukkan Perang Kamang 1908 Dalam Sejarah Minangkabau. Wassalam, ANB 46, Cibubur Pada 20 November 2013 08.10, Irwan Setiawan <[email protected]> menulis: > OLEH IRWAN SETIAWAN, S.Pd > > Sejarah Perang Kamang, adalah sebuah kata-kata ringan yang > mudah disampaikan oleh siapapun, mulai dari orang kampung sampai ke kota, > orang terpelajar hingga buta aksara, tokoh terkenal sampai orang takpaham > apa-apa. Ketika masyarakat Kamang sendiri mulai terpelapas dari rasa > menghargai Perang Kamang itu pernah ada, terkadang kita disentakkkan oleh > berbagai informasi yang rancu dan aneh tentang Perang Kamang. Sebagai > penyegar ingatan kita tentang Perang Kamang maka ada baiknya kita kembali > membaca, memahami dan menilai sendiri tentang keberadaan dan nilai-nilai > patriotisme dari perang belasting tersebut. Karena ketika kita mulai lupa > dengan sejarah, maka ada kemungkinan *“jalan di anjak urang lalu, cupak > di tuka urang manggaleh”* > > Kamang kalau dilihat secara kesatuan administrative pada pada > tahun 1890-an bisa dilihat dari dua sudut : Kamang sebagai Kelarasan, yang > meliputi 4 (empat) nagari yaitu : KAMANG, BANSA-PAUH (yang disebut juga > Nagari Bukik), SUAYAN dan SUNGAI BALANTIAK. Namun kalau kita kaji ke > perode Perang Paderi, khusus untuk kelarasan Kamang ini ternyata telah > disusun dan di strukturisasi oleh Tuanku Nan Renceh dan menempatkan pusat > kelarasan Kamang di Bagari Kamang Bukik (Bansa-Pauh) bahkan beliau > membentuk kesatuan dalam ikatan benteng Kamang yang membentang dari Kamang > Mudiak sampai ke Salo. Dan ini merupakan salah satu benteng kuat pertahanan > Paderi sebelum pindah ke Bonjol. > > Perang Kamang 1908 adalah perang terbuka yang meledak pada 15 > Juni 1908 dan merupakan salah satu puncak dari kemelut suasana anti > penjajahan rakyat Sumatera Barat dalam menentang penjajahan Belanda. Di > sini akan terlihat gambaran nyata dari bentuk semangat dan pengorbanan > rakyat Kamang, baik kalangan adat, agama, cerdik pandai, pemuda/pemudi, > bahkan kaum ibu dalam melawan serta berusaha mengusir Belanda, yang dari > segi politis dapat dikatakan sebagai bukti sumbangan yang pernah mereka > tunjukkan kepada Bangsa Indonesia. > > Kesadaran anti terhadap penjajahan yang diyakini Bung > Hatta-pun dipercaya berawal dari peristiwa Perang Kamang tersebut, hal itu > dapat kita rujuk ketika sang proklamator melihat *“urang rantai”* yang > digiring Belanda lewat di depan rumah beliau, dan Inyiak beliau berkata: > *“Tu > urang* *Kamang nan malawan Bulando”* (*Memoir Muhammad Hatta, 1979*). Paman > dari Bung Hatta pun pernah menceritakan kejadian Perang Kamang kepada > beliau sehingga di depan rumah beliau di Bukittinggi sering terlihat > penjagaan dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk dan keluar kota > Bukittinggi. > > Penyebab dari munculnya perlawanan masyarakat Kamang ialah > pelanggaran Belanda terhadap perjanjian Plakat Panjang yang dikeluarkannya > pada masa Perang Paderi, dimana salah satu isinya ialah “Pemerintah tidak > akan mengadakan pungutan-pungutan berupa pajak, hanya kepada rakyat > dianjurkan menanam kopi”. Sejak keluarnya Plakat Panjang masyarakat tidak > lagi dipungut pajak, namun di awal tahun 1908 masyarakat diminta menanam > kopi dan diperetengahan tahun tersebar kabar bahwa dari penanaman kopi itu > akan di pungut pajak (belasting). > > Akhirnya muncullah perlawanan dari rakyat, berbagai ketidak > senangan ditunjukkan. Khusus di Kamang para pemimpin mulai menyusun > kekuatan untuk melawan kehendak Belanda yang ingin menghisap darah > rakyatnya. Rujukan utama dari masyarakat Kamang Mudiak mengenai Perang > Kamang ialah “Syair Perang Kamang” yang dikarang oleh Haji Ahmad Marzuki > putra dari Haji Abdul Manan. Kekuatan yang dihimpun saat itu dalam artian > kekuatan yang sangat sederhana dan sangat tradisional. > > Pergolakan perang Kamang di gerakkan oleh H. Abdul Manan > dimana beliau dikenal sebagai tokoh agama yang disegani, beliau adalah guru > agama yang didatangi dan di kunjungi oleh masyarakat sebagai tempat > bertanya dan belajar tentang agama baik dari kamang Mudik sekarang, Kamang > Hilir sekarang, Tilatang, Magek, Palupuh bahkan sampai dari Pasaman. Beliau > sama-sama pulang dari Mekkah tahun 1877 dengan H. Jabang (Syekh Janggut) > dari Pauah. Tokoh-tokoh penting yang belajar agama kepada H. Abdul Manan > diantaranya : Dt. Rajo Penghulu (Kamang Hilir sekarang), Dt. Parpatiah > (Magek), Datuak Rajo Kaluang (Tilatang). Mereka inilah yang menjadi > tokoh-tokoh sentral dalam perang Kamang. Sehingga bisa dikatakan bahwa > dalam perang Kamang yang terlibat adalah Alim Ulama / Tuanku, Niniak Mamak, > Cadiak Pandai-ahli strategi, bahkan melibatkan generasi muda-pemuda dan > para bundo kanduang. > > Westenenk juga menceritakan keadaannya di Kamang pada tanggal > 15 sampai 16 juni 1908 ; > > “*Dalam nota kilat saya tanggal 14 bulan ini saya melaporkan bahwa > keadaan di Kamang dan di Magek sangat serius, tidak menguntungkan dan > diharap segera tindakan diambli. Dan saya mengusulkan menangkap para > pengacau itu dengan bantuan tiga patrol tentara. Kemudian setelah diadakan > penangkapan-penangkapan di tangah (Kampung Tangah-rumah H. Abdul Manan) > kita tunggu saja apa yang akan dikerjakan penduduk. Ditetapkan untuk > mengadakan penangkapan-penangkapan di malam hari dan berangkat ke sana > Senin mala pukul 9.30. Hari senin tanggal 15, Kepala laras Tilatang > mengatakan kepada saya bahwa H. Abdul manan dari Bangsa (Nagari Ilalang, > Laras Kamang) mempunyai 30-50 murid yang bersedia mati (pasukan berani mati > syahid). Mereka diberi jimat oleh haji tersebut. Selain itu dilaporkan juga > bahwa banyak pandai besi dari Koto Baru (Laras Salo) mendapat banyak > pesanan senjata tajam hingga tidak dapat memenuhi semuanya. Kepala Laras > Kamang mengingatkan rakyatnya bahwa kompeni akan datang hari senin (dia > mengerti bahwa kita segera akan bergerak). Sewaktu mau berangkat ke resepsi > di rumah residen saya dengar pula bahwa Haji Abdul Manan dengan kawan-kawan > dapat dianggap sebagai pusat pergerakan. Oleh karena itu saya merubah > rencana semula. Yakni saya ikut dengan patrol Bangsa Ilalang (rombongan > tengah), tidak jadi dengan yang ke Magek. Tapi saya ingin sekali mengurus > tangah, jadi dengan demikian mengambil 2 tempat yang sulit jarena saya > ingin berada sendiri di sana. Sumber : Nota Westenenk, ditulis di > Bukittinggi tanggal 25 juni 1908 No. 1.1/28. *Kutipan dari makalah > Rusli Amran “Peristiwa Kamang” > > Hari Senin pagi tanggal 15 Juni 1908, sebagai hari perlawanan paling hebat > di Sumatera Barat dalam menentang sistem blasting makin nyata, kedaan di > Kamang makin panas. Warga diminta oleh para pemimpin masyarakat Kamang > untuk tidak membayar pajak. Hari itu juga, J.Westennenk menghubungi > Gubernur Sumatera Barat Hecler untuk mohon petunjuk mengenai tindakan yang > harus diambil. Setelah Hecler menerima perintah Gubernur General Van > Heutez, maka diperintahkanlah untuk menyerbu Kamang. J.Westennenk lalu > mengumpulkan 160 orang pasukan pilihan yang kemudian dibagi menjadi 3 > kelompok. Menjelang sore mereka segera bergerak dari Bukittinggi menuju > Kamang dari tiga jurusan: > > 1. Pasukan pertama yang terdiri dari 30 orang, masuk dari Gadut, Pincuran, > Kaluang, Simpang Manduang terus menuju Pauh, dipimpin oleh Letnat Itzig, > letnan Heine dan Cheiriek. Diperkirakan disana mereka mencari Syekh H. > Jabang (pimpinan II perang dari Pauah) yang merupakan orang penting dalam > perlawanan terhadap pajak. > > 2. Pasukan kedua, yang terdiri dari 80 orang serdadu dipimpin J.Westennenk > (Kontrolir Agam Tua), Kontrolir Dahler bersama Kapten Lutsz, Letnan Leroux, > Letnan Van Heulen, masuk melalui Guguk Bulek, Pakan kamih, Simpang 4 > Suangai Tuak, berbelok di Kampung Jambu, Ladang Tibarau, Tapi dan terus ke > Kampung Tangah. Untuk menyergap H. Abdul Manan (pimpinan I perang dari > Kampuang Tangah). Pimpinan pasukan Belnada ini jam 23.00 wib (jam 11.00 > malam mereka telah sampai di sekitar kampung tangah. Kedatangan mereka > diketahui para petugas ronda malam, yang merupakan bagian dari pasukan H. > Abdul Manan seperti Angku Rumah gadang, Angku Basa dan beberapa orang > pembantunya. Mereka mencari-cari keberadaan H. Abdul Manan mulai dari > kampung budi, terus ke kampung tangah namun tak menemukan H. Abdul Manan. > Belanda meyakini bahwa beliaulah pemipin perlawanan rakyat Kamang tersebut. > > 3. Sedangkan pasukan ketiga yang berkekuatan 50 orang serdadu di bawah > pimpinan Letnan Boldingh dan pembantu Letnan Schaap, masuk melewati daerah > Tanjung Alam, Kapau, Bukik Kuliriak, Magek, Pintu Koto. Untuk menyergap > para pimpinan dan tokoh penentang Blasting di daerah Kamang bagian hilir > seperti Dt. Rajo Penghulu, Kari Mudo. > > Menurut catatan Buchari Nurdin, akhirnya sekitar pukul 02.30 dinihari, > tanah Kamang berubah menjadi front pertempuran hebat, antara pasukan > Belanda dengan pasukan rakyat. Rakyat dipimpin oleh H Abdul Manan, yang > sebelumnya, telah bersiap-siap menghadang kedatangan pasukan Belanda. > Sejumlah tokoh pejuang lainnya, yang juga telah siap dengan pasukan mereka > masing-masing. Seperti Haji Jabang dari Pauh, Pado Intan, Tuanku Parit, > Tuanku Pincuran, Dt Marajo Tapi, Dt Marajo Kalung, Dt Perpatih Pauh, Sutan > Bandaro Kaliru, pendekar wanita dari Bonjol Siti Maryam, Dt Rajo Penghulu > bersama istrinya, Siti Aisiyah,. Begitu juga pasukan rakyat yang berada di > Kamang Ilia. Dengan dipimpin Kari Mudo, Dt Perpatiah Magek, Dt Majo Indo di > Koto Tangah, Dt Simajo Nan Gamuk berusaha bahu membahu melawan pasukan > Belanda. Pertempuran sengit berakhir sudah. Pasukan Westenenk mundur menuju > Pauh sembari membawa tawanan Dt Perpatih. Pasukan rakyat memperoleh > kemenangan gemilang lantaran semangat dan koordinasi yang tinggi. Tentara > Belanda berhasil dibuat kucar kacir. Tetapi J.Westennek sempat meloloskan > diri dan minta bantuan ke Bukittinggi. Dan setelah mendapat bantuan dari > Padang Panjang, datanglah kembali pasukan Belanda, dan perang kedua inilah > yang membuat pasukan rakyat Kamang kalah dan banyak korban yang berjatuhan. > Angka korban yang simpangsiur diantaranya dapat dilihat di Koran-koran yang > terbit di Padang menyebut angka 250 orang rakyat Kamang tewas, Belanda > sendiri menyebut sekitar 90 orang atau lebih. H. Abdul Manan juga syahid > dalam pertempuran 15 Juni menjelang subuh 16 Juni itu. > > Sebagai wujud penghargaan dan penghormatan bagi pejuang perang Kamang, dan > agar kita generasi muda tidak lupa dengan peritiwa bersejarah itu maka > pemerintah melalui kunjungan Menko Keamanan dan Pertahanan Jendral > A.H.Nasution meresmikan Makam yang terletak di dusun Kampung Budi Jorong > Pakan Sinayan, Nagari Kamang Mudik. diresmikan penggunaannya sebagai > Komplek makam pahlawan ini diberi nama "Komplek Makam Pahlawan Perang > Kamang Haji Abdul manan" pada tanggal 15 Juni 1962. Didalamnya terdapat 21 > pahlawan yang meninggal pada perang Kamang tahun 1908 M. Para pahlawan yang > dimakamkan di kompleks ini diantaranya : H. Abdul Manan, Kari bagindo*, *Haji > Musa (Kakak H.Abdul Manan), Kadir St. Bagindo*, *ML. Sinaro*, *LB. > Mudo/LB Kampua*, *Dt. Batudung, Udin/Idi*, *Suid Tk Parit panjang*, *Datuk > N. Tingap, Sanan PK. Basa*, *Dt. Nan Hijau*, *MI. Saulah*, *M. Pandeka > Mudo*, *Datuk Pandeka Ade*, *Deman*, *Usman*, *St. Mantari*, *M. Intan > Mudo*, *Lb. Sutan*, *Kadir Bagindo. > > Selain yang di makam pahlawan ini, para pejuang perang kamang > lainnya ada juga yang di kebumikan oleh pihak keluarga di makam keluarga > atau pandam pakuburan suku-masing masing, sesuai dengan adat minangkabau > dan ada juga di makam pahlawan Kamang Hilir. > > Gambaran singkat ini tentu takkan bisa menggambarkan > bagaimana pengorbanan pejuang Perang Kamang saat itu, tapi setidaknya ini > bisa member pencerahan bagi masyarakat Sumatera Barat bahwa pernah ada > perang yang begitu heroic di daerah Kamang dengan melibatkan berbagai > tokoh, berbagai perang, dan beribu dampak yang dirasakan masyarakatnya. > Sebagai > penyimpul bahasan ini untuk konteks ke kini an adalah : Persatuan Alim > Ulama, Niniak Mamak, dan Cadiak Pandai di sebuah nagari akan membuat > kekuatan perjuangan dan pembangunan nagari akan maksimal. Setiap tindakan > dan usaha harus didasari oleh niat karena Allah, karena itu akan menjadikan > usaha kita tersebut sebagai sebagai amal ibadah. Jangan melupakan kewajiban > kita sebagai seorang muslim untuk melaksanakan Ibadah dan amal baik. Karena > itu lah menjadi dasar atau pondasi kita untuk menghadapi tantangan masa > depan dan diramu dengan ilmu. Perjuangan menentang penjajahan, kezaliman, > dan ketidak adilan adalah sebuah keharusan, jadi kita sebagai gerenasi muda > harus memperlihatkan usaha dan tindakan untuk menentang kezaliman dan > penjajahan bahkan bentuk penjajahan di era modern seperti sekarang. Sebagai > penutup “Tiap nagari punya episode yang bisa dibanggakannya. Tapi episode > Kamang menjadi kebangaan Ranah Minang”. Jangan cabut Perang Kamang dari > akar sejarahnya, Karena itulah identitas kami orang Kamang”. > > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
