Sepertinya Freeport jelas tidak menghendaki Prabowo-Hatta yang memimpin

wassalam,
Harman St. Idris, 42, Dpk

Majalah Selangkah | Situs Berita dan Informasi Tanah Papua - Hatta Rajasa Ancam 
Tendang Freeport dari Indonesia

 
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Lagi-lagi PT Freeport Indonesia mendapat 
ancaman. Kali ini, bukan dari karyawan tapi ancaman itu datang dari Menteri 
Perekonomian, Hatta Rajasa seperti yang dilansir sejumlah media di Jakarta pada 
Rabu (14/8/2013).
Dari Jakarta, Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa menebar ancaman, bahwa 
perusahaan-perusahaa tambang asing yang tidak mau membangun smelter diminta 
stop berproduksi.
Ancaman ini membuat PT Freeport blingsatan. Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, 
Rabu (14/08/2013) mengatakan, semangat dari implementasi UU Nomor 4 Tahun 2009 
itu adalah agar semua perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia dan 
mengeruk hasil kekayaaan bumi Indonesia, wajib ikut mensejahterakan seluruh 
rakyat Indonesia.
"UU itu dibuat sejak 2009 dan akan kita implementasikan tahun depan. 
Sosialisasinya sudah cukup lama.Jadi kalau tidak mau bikin smelter di tanah 
air, kita persilakan untuk menutup saja operasi dan produksinya," tegas Hatta.
Menanggapi ketegasan pemerintah RI, Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik 
B. Soetjipto mengaku pihaknya kesulitan untuk membangun smelter yang diwajibkan 
harus dilakukan pada tahun depan.
Yang menarik, meski sudah beroperasi di tanah Papua sejak 1967 silam, PT 
Freeport mengaku adalah mustahil bisa memenuhi tuntutan dari amanat UU Nomor 4 
Tahun 2009 tersebut.
"Kami sepakat dan setuju dengan sikap pemerintah, Namun saat ini kami belum 
bisa melakukannya 100 persen di Indonesia," kilah Rozik.
Dengan belum bisa 100 persen mengolah di dalam negeri, maka PT Freeport akan 
tetap mengolah biji emas di Amerika Serikat, sebuah modus yang sudah 
dilakukannya berpuluh-puluh tahun guna menghindari berbagi keuntungan dengan 
Indonesia.
Tambang emas dan perak terbesar di dunia yang berada di Papua dan dikelola 
sepenuhnya oleh PT Freeport Indonesia sejak 1967. Hingga saat ini, 
keberadaannya dinilai tidak memberi keuntungan yang besar untuk Indonesia dan 
masyarakat Papua.
Padahal seharusnya tambang emas tersebut bisa mensejahterakan seluruh rakyat 
Indonesia dengan cadangan emas yang sangat banyak. Tapi nyatanya, setoran ke 
negara dan Papua minim. 

Keuntungan besar dinikmati Freeport dari hasil menjual bahan mentah, tanpa 
melalui proses pengolahan di dalam negeri. Padahal, jika melalui proses 
pengolahan di dalam negeri, akan sedikit memberi keuntungan bagi negara dan 
rakyat Papua.
Pemerintah pun mengharuskan perusahaan pertambangan membangun pabrik 
pengolahan. Namun masih belum sepenuhnya dipatuhi. Masih banyak perusahaan 
tambang yang enggan membangun pabrik pemurnian dan pengolahan mineral atau 
smelter. Salah satunya Freeport. Pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang 
untuk membangun pabrik pengolahan atau smelter pada 2014.
Ini sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu 
bara. Jika membandel, pemerintah berjanji bersikap tegas dengan memaksa 
perusahaan berhenti produksi. Menanggapi ketegasan pemerintah RI, Presiden 
Direktur Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto mengaku pihaknya kesulitan untuk 
membangun smelter yang diwajibkan harus dilakukan pada tahun depan.
Yang menarik, meski sudah beroperasi di tanah Papua sejak 1967 silam, PT 
Freeport mengaku adalah mustahil bisa memenuhi tuntutan dari amanat UU Nomor 4 
Tahun 2009 tersebut. "Kami sepakat dan setuju dengan sikap pemerintah, Namun 
saat ini kami belum bisa melakukannya 100 persen di Indonesia," kilah Rozik.
Dengan belum bisa 100 persen mengolah di dalam negeri, maka PT Freeport akan 
tetap mengolah biji emas di Amerika Serikat, sebuah modus yang sudah 
dilakukannya berpuluh-puluh tahun guna menghindari berbagi keuntungan dengan 
Indonesia.(Ist/MS)


On Wednesday, June 4, 2014 12:53 AM, Dedi Suryadi <[email protected]> wrote:
 


VIVAnews - Calon Presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), 
Prabowo Subianto menyangkal dirinya anti investor asing. 

Namun, jika terpilih jadi Presiden, dia berjanji akan merenegosiasi ulang 
kontrak-kontrak dengan kontraktor asing.  

"Saya tidak melawan investor asing," ujar Prabowo kepada VIVAnews di Jakarta, 
Kamis, 19 Maret 2009. "Kalau asing mau ikut pembangunan kita, ya monggo. 
Silahkan masuk."

Meski
 begitu, dia mengaku bahwa kontrak-kontrak pertambangan dengan investor 
asing akan ditinjau kembali. "Kita harus renegosiasi. Masak, kontrak 
berdasarkan korupsi mau diteruskan."  

Menurut tim ekonomi 
Prabowo, Endang S Thohari, calon presiden yang diusung Partai Gerindra 
ini memang memiliki keberanian. Salah satunya adalah keberanian untuk 
merevisi kembali kontrak-kontrak dengan pemodal asing. 

"Kontrak-kontrak seperti dengan Exxon, Freeport atau kontraktor asing lainnya 
akan dilihat kembali," ujar Endang kepada VIVAnews di Jakarta, beberapa waktu 
lalu. "Karena Pak Prabowo berani, saya jadi ikutan berani." 

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/42411-prabowo__saya_tidak_melawan_investor_asing


"Salah kalau menganggap Prabowo antiasing, nyatanya tidak boleh benci asing, 
kita harus belajar kepada semua pihak," ujarnya.
 
Ditegaskan dia, Indonesia harus menjadi bangsa terhormat, dan dihormati 
oleh negara lain. Karenanya, pemimpin kedepan harus memperjuangkan 
kepentingan rakyat."Kita tidak antiasing, tapi kita tidak mau dilecehkan oleh 
orang asing, 
kita ingin bersahabat, tapi kami tidak mau jadi kacung-kacungnya, Bangsa
 Inodesia bukan bangsa kacung," tegasnya.

http://pemilu.okezone.com/read/2014/05/27/567/990777/prabowo-saya-tidak-anti-asing-tapi-tak-mau-dilecehkan-orang-asing

"Ada salah kaprah pada saya. Saya dituding anti asing. Itu tidak benar. 
Yang benar adalah saya menjaga kepentingan nasional. Saya nasionalis. 
Semua kontrak dengan  asing akan saya hormati," kata Prabowo menjawab 
pertanyaan seorang peserta dialog diacara .

"Asing kita butuhkan untuk bekerja-sama membangun ekonomi. Hanya harus 
demi kepentingan nasional. Bukan demi keuntungan asing sepihak saja" 
ujar capres nomor urut 1 tersebut.  

"Yang perlu kita pegang berhadapan dengan asing adalah kesetaraan. 
Asing tidak boleh hanya menangguk keuntungan ekonomi sendiri sementara 
kita dirugikan" papar mantan Danjen Kopassus itu yang disambut tepukan 
riuh peserta dialog.

http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/62580/prabowo-saya-tidak-akan-nasionalisasi-aset-asing

Bisnis.com, JAKARTA--Capres Prabowo Subianto dalam 
setiap kesempatan terus meneriakkan kemandirian bangsa, baik dalam 
bidang ekonomi maupun politik.

Dia juga acapkali menyerukan anti 
ketergantungan terhadap asing. Namun mantan Danjen Kopassus ini 
menegaskan bahwa dirinmya bukan seorang yang anti asing.

"Kita 
tidak anti asing tapi kita tidak mau dilecehkan bangsa asing. Bangsa 
Indonesia bukan bangsa kacung, bukan bangsa budak," tegas Prabowo di 
Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (27/5/2024).

http://news.bisnis.com/read/20140527/355/231120/pilpres-2014-prabowo-tegaskan-saya-tidak-anti-asing



----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. Karena Disitulah Hati, Jiwa 
Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan -----


Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi

_____________________________________________________________________________

                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang 
Berani Bertindak Dan   *****
      *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi 
(Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

         "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The 
Others" (Hadith by Bukhari)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan 
Mengasihimu...".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."


2014-06-02 13:08 GMT+07:00 Julnardi G <[email protected]>:

Ini yang katonyo anti asing, akan menasionalisasi Freeport dsb nyo, hahaha 
batolak balakang jo pidato Hasjim di forum USINDO Amerika. Silakan cek Youtube 
dibawah.
>
>
>ado ciek yang menarik dari kato Hasjim, 'I am CAPITALIST'.......hahahaha 
>sabana2 nyo urang ko.
>
>
>
>dari youtube: 
>Hashim:
>"Prabowo is graduated from American school
>Prabowo is very pro American. He’s been to America. He went to the high school 
>in America. 
>He went to special forces, he was in Fort Benning. 
>I’m pro American. Until recently I was an investor in California in a big way.
>Yes, the US will be a privilege partner for Gerindra administration"
>Plok plok plok....
>http://www.youtube.com/watch?v=DnZhxicgKPI&feature=youtube_gdata_player&app=desktop&hd=1
>-- 
>
>Wassalam,
>JG,37th, Jkt
-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>1. Email besar dari 200KB;
>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke [email protected].
>Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke