Sanak dipalanta n.a.h


Supayo jaan paniang bana awak ma adok – i   9 Juli nanti, labiah elok kito
caliek-caliek tulisan pak MN ko.



Batanyo ciek pak MN;
Aalah kama sajo baedarnyo  tulisan apak di Chicago 10 tahun nan lalu tu.

Alah baredar di:

1. Lemhanas, bia mareka baliak-baliak, dimaa cilakonyo nagariko, sia nan
mungkin mambuek urang Indonesia  tarutamo urang Jawa jadi kuli dan
mamparsiapkan untuk jadi kuli sumua hiduiknyo.

2. DPR RI,  DPRD dan DPD

3. Gubenur di Nusantara
 4. Seluruh Perguruan Tinggi di Nusantara

5. Bapenas



Kusus untuk Subar

Alah baedar di:

1.      Gub Sumbar

2.      DPRD Sumbar

3.      Seluruh Bupati dan Wakot Sumbar

4.      di DPRD tingkat 2

5.      Seluruh Kerapatan adat Nagar (KAN) yang banyaknya 877 itu



Biar mereka tahu kalau pembangunan ala Jakarta/ala di Jawa diikuti,

Sumbar akan ditelan predator ekonomi yang 2015 didorong  diundang masukl
Indonesia.



Predator ini haus sekali untuk menanamkan modalnya, terutma cari tanah
untuk kemudian di Singapura - kan.



Langkah awal kamuflase adalah ke bidang  property sihingga tanah dibawahnya
bisa dimiliki (hulusnya memang HGU tapi HGU ratusan tahun karena bisa
diperpanjang terus, dan oknum pejabat kita mudah sekali diberi pelicin,
memang tak bisa disalahkan karena mereka juga ingin memiliki apa yang
dimiliki oknum pejabat dipusat).



Contoh:  karena sudah sulit cari tanah sedangkan modal uang bertumpuk  maka
Podomoro Land di Jakarta menimbun laut untuk jadi kota dengan harga
selangit, jelas  disediakan bukan untuk orang Indinesia.

Bukan tidak mungkin akan  jadi hak milik.



Jadi sebelum itu terjadi mudah-mudahan isi tulisan pak MN itu dipahami oleh
petinggi dan pemuka Masyarakat Sumbar  terutama ditingkat KAN, karena
merekalah basis / ujung tombak pemerintahan di Sumbar.



Terus terang saja kita Sumbar/Minangkabau tak mau jadi Philipina, kalau
daerah / propinsi lain tak menyadari adanya predator ekonomi  mau menelan
negeri ini terserah, apa boleh buat.



Sumbar akan hidup  nyaman dengan pertaniannyo, karena tak usah cari beras
untuk dimakan nanti sore. Asal mau menggarap sawah, bahan pangan akan
tersedia setiap waktu.



Kalau makanan sudah terjamin, orang bisa belajar /mempelajari atau
berkreasi/berinovasi asal pintu sama-sama terbuka

(beda dengan waktu penjajah tempo hari, pintu pendidikan hanya untuk elit
pesuruh Blelanda).



Kalau makan sore sudak tidak perlu dipikir, banyak orang akan mudah
berkreasi/berinovasi, tapi kalau yang akan dimakan sore masih dicari pagi
ini, maka waktu berkreasi /inovasi sudah tertutup.

Hal inilah yang terjadi bagi kita banyak anak bangsa walaupun ada satu dua
yang jenius.



Kebanyakan anak bangsa ini memburuh mungkin termasuk kita yang ada
dipalanta ini, apakah buruh kasar atau elit asal menerima income dari
menjual jasa/ tenaga namanya adalah buruh.



Selama jadi buruh, periuk nasi tergantung kepada majikan,waktu habis untuk
majikan, kalau toh ada inovasi, maka inovasinya demi menaikkan income,
artinya untuk kepentingan usaha majikan. tak ada lagi waktu intuk
berkreasi/berinovasi untuk kepentigan sendiri.



Begitulah bergulat bertahun-tahun sampai masa akhir tugas.



Bagi yang sudah tak punya lahan untuk digarap, terpaksalah menyediakan diri
jadi buruh seumur hidup.



Kapan akan berinovasi lagi.



Disini mungkin keunggulan orang Minangkabau nanti, asal mau mempertahankan
tanah nya tidak lepas, dengan iming-iming apapun.

Masyarakat Minangkabau bisa bebas menggarap tanahnya sendiri tanpa harus
jual tenaga dan bebas berkreasi /berinovasi dan tak ada kekawatiran dari
kekurangan bahan makanan, kuncinya mau menggarap sawah.



Sekarang petani di Sumbar sudah mulai modern, ada mesin bajak, ada mesin
perontok padi, ada mesin penyerak pupuk, hampir semua serba mesin, dan
mesin-mesin ini semua dibarter dengan hasil pertanian.



Terakhir, mungkin  sanak-sanak dipalantako lai banyak nan tahu,  di 34
Propinssi ko, tiok propinsi mesti ado sarjana  Sosiolognyo, apo lai ado
SOSIOLOG nan lain manulih kiro-kiro isi nyo samo jo pak MN ko.



Ingin lo awak tahu baa lo mereka itu marasokan baban nan sadiang dan akan
maimipik NKRI  ko. Kalau adao tolong lewakan kalapau ko, Tarimo kasih.



Sakitu dulu tarimo kasih atas informasi sanak sakalian.



Wass,

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri, Riau.


Pada 3 Juni 2014 18.14, 'Mochtar Naim' via RantauNet <
[email protected]> menulis:

>
>
> Sdr MM,
> salam,
>
>    Sabalun ambo sambuik pulo apo nan Sdr MM tanggapi tentang tulisan ambo
> dengan judul "Sejauh Ini ..." itu, co lah baco pulo dulu tulisan sejalan
> nan ambo tulih dan sampaikan di Chicago, USA, 10 thn nan lalu di hadapan
> masyarakat Indonesia dalam sebuah Seminar mengenai SARA nan waktu itu
> dipimpin dek Anis Baswedan, nan waktu itu jadi mhs PhD di De Kalb.
>    Dengan itu Sdr MM akan mandapek gambaran nan labiah jaleh apo nan ado
> di kapalo ambo.
>    Judulnyo: "Masalah Sara: Hubungan Pribumi, Keturunan, Islam dan
> Kristen."
>    Silahkan tanggapi secaro labiah kritis dan janiah.
> Kawan2 di RN nan baminaik ayo mari sato. Nan takuik jo si Sara ndak usah.
>
> MN 03/06/14
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke