Dusanak, sadonyo, berikut sedikit carito renungan di hari jumat, 
semoga bermanfaat




Kalau diandaikan sebagai project, hidup seorang manusia adalah sebuah “time
life project”. Semenjak Tuhan menanamkan ruh kehidupan pada rahim seorang ibu,
project tersebut telah berawal. Sembilan bulan di rahim ibu, lahir ke dunia,
masa kanak2, remaja, muda, dewasa, tua sampai tutup usia, itulah jangka waktu
project kehidupan seorang manusia.

Seorang anak manusia saat dilahirkan ke atas di dunia ini, adalah
berdasarkan rencana yg mulia dari Allah swt, Tuhan kita semua, bukanlah sebuah
kebetulan semata. Sebuah project telah berlangsung.
Seorang manusia dewasa yang sudah menyadari makna kehidupan ini, akan menyadari
bahwa ada tujuan yang mulia mengapa ia menjalani hidup ini. Ada rencana, ada
sumber daya (rizki, makan, uang dll), ada keterbatasan waktu ( setiap manusia
akan mati), itulah project kehidupan seorang manusia, memiliki tujuan dan 
rencana
hidup yg jelas.  Dalam project kehidupan, akan banyak pula tantangan dan
godaan yang dihadapi, ada yang berhasil menghadapinya, namun ada pula yg
terjatuh karena nya.

baca selengkapnya dalam link berikut ; Proyek sepanjang hayat

 

  
   Proyek sepanjang hayat 
Tepuk tangan meriah menandai pengguntingan pita, peresmian project power 
plant, pembangkit listrik geothermal di lereng gunung wayang windu yg 
inda... 
 
View on wp.me    Preview by Yahoo  
 

salam 

Hendra Messa

------------


Time Life Project, Proyek sepanjang hayat

Tepuk tangan meriah menandai pengguntingan pita, peresmian project power
plant, pembangkit listrik geothermal di lereng gunung wayang windu yg indah,
bertepikan hamparan kebun teh dan hutan pinus. Peristiwa ini begitu menggugah
perasaan bagi orang2 yg terlibat dalam project tsb, betapa ini adalah sebuah
ujung akhir dari jalan panjang berliku project besar ini, suka duka, keluh
kesah dan berbagai masalah menghadang selama project ini, seperti sirna saat
peresmian tsb.

Dalam dunia kerja, saya banyak terlibat pada berbagai project, mulai dari
project kecil2-an perbaikan pabrik kompor di halaman belakang rumah seorang
pengusaha kecil di tepian kota Bandung sampai project pabrik kerupuk di
Cirebon, ada juga project skala menengah di sebuah bandara, project besar spt
project geothermal power plant di atas gunung yg sunyi senyap sampai mega
project Petrochemical complex seluas 100 kali lapang bola di tengah gurun pasir
Abu Dhabi. Nilai project nya pun beragam, mulai dari project2 kecil bernilai di
bawah 1 juta rupiah untuk pengusaha kecil di pemukiman padat di tengah kota
dengan 3 orang tenaga kerja lokal, project jutaan USD di atas gunung, sampai
mega project yg bernilai 8 billion USD (sekitar Rp 80 Triliun) di tengah gurun
pasir Abu Dhabi yg melibatkan puluhan ribu tenaga kerja dari berbagai
kebangsaan.

Sebuah Project dijalankan berdasarkan sebuah perencanaan yang matang
berkaitan dengan dana, sumber daya, waktu dan kualitas pekerjaan. Pengelola
project harus pandai2 mengelola semua sumber daya dan waktu tersebut. Kalau
salah satu bermasalah, semisal terlambatnya waktu penyelesaian, maka pengelola
project akan mendapat penalty (denda), jadi bukan untung yg diraih, malah
kerugian yg datang.
Pengelola project akan menghadapi tekanan stress pekerjaan yg berat bilamana
deadline, batas waktu hampir tiba, sedangkan pekerjaan belum selesai juga. Bisa
juga dana belum turun juga, sedangkan kebutuhan dana telah membengkak, sehingga
terpaksa nombok hutang lagi. Bisa juga project bisa diselesaikan tepat waktu,
tapi ternyata kualitas pekerjaan nya jelek, sehingga ditolak juga, harus
diperbaiki lagi, sehingga menambah biaya dan waktu.

Dalam project pun banyak terjadi “permainan”, mulai dari anggaran biaya sampai
kualitas barang dan pekerjaan. Sehingga banyak terjadi project yg berkualitas
jelek namun di setujui juga oleh pemilik project.
Selain dalam pekerjaan, masalah pun bisa timbul dari luar bidang pekerjaan,
semisal dari birokrasi pemerintah atau dari masyarakat sekitar project yang 
menuntut
hak2 nya. Dalam sebuah project seringkali terjadi demo dari masyarakat sekitar
terhadap sebuah project yg sedang berlangsung. Biasanya berhubungan dg masalah
ketenagakerjaan dan dampak dari project terhadap lingkungan sekitarnya.

Project dengan berbagai tantangan dan hambatan nya, membuat para pekerjanya
berada dalam stress kerja yg berat, apalagi pada project2 yg berada di remote
area, dimana biasanya para pekerja project lama tak berjumpa keluarga nya,
stress dan rindu bercampur aduk. Salah satu penyaluran nya untuk mengobati
kejenuhan dan stress di tempat kerja biasanya diadakan rekreasi seperti
kegiatan olahraga atau kegiatan hiburan.  Namun disayangkan, seringkali
pula kegiatan hiburan tersebut terlalu berlebihan dan menyerempet hal2 yg 
membawa
mudharat & kemaksiatan. Dari pengalaman beberapa kali menghadiri pesta2
hiburan project, kita harus memiliki mental & iman yg kuat, sebab kalau
kita bisa terjerumus dalam kemaksiatan.

Pernah sekali waktu menghadiri acara hiburan project sebuah perusahaan Jepang,
saya kaget juga waktu ditawari sake oleh rekan kontraktor Jepang, ia bilang “
Hendra-san, please this is Sake for you” , “no thanks ,Kawamoto-san, I am
moslem, not drink alcohol” kata saya, dia pun menghargai dan mohon maaf.
Ternyata bagi mereka, orang Jepang, sudah menjadi sebuah budaya, menghargai
tamu/orang lain dg menyediakan minuman tsb. Orang yg telah meminum minuman
keras, akan berkurang kesadaran jiwanya, disanalah pintu masuk setan utk
menggoda manusia berbuat dosa. Sungguh sedih saat mengetahui betapa beberapa
teman2 kerja di project banyak yg terjerumus dalam kemaksiatan karena nya.

Menjalani proses terwujudnya sebuah project, mulai dari awal dibangun sampai
selesai, bagi saya bagaikan melihat proses kelahiran seorang manusia, “that
project is like your baby”, kata seorang project manager bule dari Eropa. (
project itu seperti bayi kamu), uruslah dg baik dari kecil sampai besar. Bagai
sebuah project bangunan, kita menyaksikan sendiri mulai dari tanah kosong
sampai berdiri sebuah bangunan kokoh, kita bagai membesarkan seorang anak.

Ucapan “project is like your baby”,jadi sering tergiang di telinga, dan saya
jadi tersadarkan, sebenarnya kehidupan kita di dunia ini adalah sebuah project
juga ?, bayangkanlah, kita dilahirkan ke dunia ini, mulai dari bayi tumbuh
besar jadi anak2, remaja, usia muda, dewasa sampai usia tua dan berakhir dg
kematian, semuanya berproses dg berjalannya waktu, mirip dg sebuah project.

Kalau diandaikan sebagai project, hidup seorang manusia adalah sebuah “time
life project”. Semenjak Tuhan menanamkan ruh kehidupan pada rahim seorang ibu,
project tersebut telah berawal. Sembilan bulan di rahim ibu, lahir ke dunia,
masa kanak2, remaja, muda, dewasa, tua sampai tutup usia, itulah jangka waktu
project kehidupan seorang manusia.

Seorang anak manusia saat dilahirkan ke atas di dunia ini, adalah
berdasarkan rencana yg mulia dari Allah swt, Tuhan kita semua, bukanlah sebuah
kebetulan semata. Sebuah project telah berlangsung.
Seorang manusia dewasa yang sudah menyadari makna kehidupan ini, akan menyadari
bahwa ada tujuan yang mulia mengapa ia menjalani hidup ini. Ada rencana, ada
sumber daya (rizki, makan, uang dll), ada keterbatasan waktu ( setiap manusia
akan mati), itulah project kehidupan seorang manusia, memiliki tujuan dan 
rencana
hidup yg jelas.  Dalam project kehidupan, akan banyak pula tantangan dan
godaan yang dihadapi, ada yang berhasil menghadapinya, namun ada pula yg
terjatuh karena nya.

Sebagaimana project yg akan dinilai kualitas nya apakah memenuhi syarat atau
tidak saat selesai, begitu pula dengan kehidupan manusia, di akhirat kelak kita
pun akan ditanya mengenai kualitas kehidupan yg dijalani di dunia ini, setiap
manusia akan dinilai amal perbuatan nya, akan diminta pertanggung jawabannya,
untuk apa saja waktu, rizki, sumber daya, kesempatan yg telah diberikan saat
hidup dunia, digunakan ?.
Kalau penilaian kualitas project di dunia, biasa orang project bisa “main
mata” dg pengawas project agar pemeriksaan nya lolos, sehingga projectnya
disetujui, namun di akhirat kelak, penilaian kualitas “project kehidupan”
seorang manusia akan diperiksa oleh malaikat yg tak bisa “disuap”, sebagaimana
hal nya pengawas project di dunia kerja.

Namun tak banyak orang yang menyadari hal tersebut dan menjalani hidup apa
ada nya saja, “just enjoying your life” katanya, ngapain sih rumit amat mikiran
hidup, nikmati saja, mati yah mati, “kumaha engke wae” lah, kata si kang Adun
teman saya.
Hidup ini sebuah pilihan, manusia bebas menentukan sendiri , mau seperti apa
menjalani hidupnya, namun kalau “hidup hanya sekedar hidup” , monyet di hutan
juga hidup seperti itu. Manusia makhluk yang mulia, diciptakan hidup ke dunia
ini dengan tujuan yg mulia pula, berbeda dengan penciptaan binatang, sungguh
disayangkan tak semua manusia menyadarinya.

Semoga kita semua selalu mendapat petunjuk yg mulia dalam menjalani hidup
ini, sebagaimana sering diulang ulang dalam sholat saat membaca surat Al
Fatihah :

“Ihdinaash shiraathaal mustaqiim,
shiraathalladziina an’amta ‘alayhim 
ghayril maghdhuubi ‘alayhim walaadhdhaalliin”
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; 
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang
sesat.

Kembali ke cerita project di atas, semua orang ingin projectnya berhasil,
sehingga ia berusaha mengatur semuanya dg baik; sumber daya, dana, waktu,
kualitas pekerjaan, begitu pula lah dalam kehidupan ini, bila ingin berhasil
menjalani hidup ini, maka kita pun harus merencanakan dan mengaturnya sebaik
mungkin.
Kalau kerja Project di dunia ada banyak kesempatan nya, bisa beberapa kali
dan di berbagai tempat, namun project hidup seorang manusia hanya sekali saja,
hanya sekali kesempatan hidup di dunia ini bagi setiap manusia, berbuatlah
sebaik mungkin dalam kehidupan yang hanya sekali ini.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran : 185)

Seorang sahabat bertanya, “Rasulullah, siapakah orang mukmin yang
terbaik itu?” Beliau menjawab, “Yang paling baik akhlaknya”. Ia bertanya,
“Siapakah orang mukmin yang paling pintar?” Beliau menjawab, “Yang paling
sering ingat kematian dan yang punya persiapan terbaik untuk menyambut apa yang
terjadi sesudahnya. Mereka itulah orang yang paling pintar” ( Hadits riwayat
Tabrani)

Dalam hadits lain nabi bersabda; 
” Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara:
– Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, 
- Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 
- Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, 
- Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 
- Hidupmu sebelum datang kematianmu.
( Hadits riwayat Hakim)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke