Assalamu'alaikumWW,
Sanak Dedi Suryadi serta sanak sapalanta n.a.h,

Secara tulus saya mengucapkan terima kasih kepada sanak Dedi yg telah 
memposting copy darfi surat Mensesneg, dan terutama sekali copy dari surat 
keputusan DKP (Dewan Kehormatan Perwira) secara sangat lengkap. Surfat ini 
bersifat Rahasia dan semoga copy yg dikirimkan ini benar adanya.

Selama ini telah beredar di Sosial Media copy surat pemberhentian dengan 
hormat terhadap Prabowo beserta ucapan terima kasih dan penegasan haknya 
memperoleh pensiun.

Yang menjadi tanda tanya besar dalam surat tersebut adalah bagian tentang 
'Memperhatikan'. Disebutkan tentang Surat Menhakam/Pangab No 
R/811/P-03/15/38/spres tertanggal 18 November 1998 tentang usul 
pemberhentian Prabowo dengan hormat. Langsung 2 hari kemudian surat 
pemberhentian ini dikeluarkan oleh Presiden, dengan menyebutkan 'dengan 
hormatg' dan terima kasih atas jasa-jasanya.

Tanda tanya besar dimaksud adalah : Apa kesalahan seorang Letnan Jenderal 
dengan perjalanan karir yang cemerlang, kemudian diusulkan oleh Pangab 
untuk diberhentikan (dan segera diberhentikan Presiden) pada usia 47 tahun 
!!. Logikanya, tentu ini sesuatu yg terkait dengan kesalahan besar !

Posting sanak Dedi yang menyertakan copy surat diatas besera pesan pada 
rang dapua untuk meloloskannya, MENJAWAB DENGAN GAMBLANG  tanda tanya besar 
tersebut. Ternyata memang Prabowo melakukan sebuah rentetan kesalahan besar 
yang dirinci pada butir a s/d j ! Kesalahan yang sudah berlangsung selama 
beberapa tahun. Ini juga menjawab pernyataan beberapa mantan atasan 
Prabowo, yg terkesan tidak mau mengungkapkannya secara terbuka. Mungkin 
karena kode 'R' (Rahasia) pada surat ini.

Mungkin bpk. Saafrudin Bahar dapat memberi penilaian atas kesalahan pada 
butir a s/d j tersebut.

Jadi menyangkut tuduhan penculikan, huru hara dan sejenisnya itu mungkin 
(seperti kata sanak Dedi) 'dimentahkan' oleh surat Mensesneg tersebut, tapi 
dari surat DKP tersebut sebuah borok kesalahan seorang prajurit terbuka 
dengan gamblang.

Kenapa saya berterima kasih kepada sanak Dedi ? Saya juga tergolong 'swing 
voters' yang masih mengumpulkan hujah yang cukup untuk membuat suatu 
pilihan atas kedua capres. Posting sanak Dedi ini membuat saya bisa lebih 
baik dan lengkap dalam membuat penilaian atas Prabowo. Jika surat ini 
benar, maka Prabowo memang sebagai prajurit telah melakukan sejumlah  
tindakan indispliner sejak lama. Mungkin ini bisa ditutupi di jaman Orba 
karena statusnya sebagai mantu Suharto. Ini bukan lagi persaingan antar 
jenderal, tapi ada jenderal yang sering berbuat kesalahan, tapi tidak 
ditindak karena status perkawinannya yg istimewa. Saya malah heran, sanak 
Dedi sebagai pencinta Prabowo justru memposting surat yg membuka aibnya ini.

Bagaimana pendapat sanak lain di palanta ini ? 

Maaf & terima kasih.

Wasalam,

Epy Buchari, L-72
Ciputat Timur


On Saturday, June 7, 2014 11:11:02 PM UTC+7, dedi suryadi wrote:
>
> Rang Dapua RN,
>
> Minta tolong ciek iko untuak diloloskan yo....
> Tarimo kasih sabalumnyo...
>
> Surat Dewan Kehormatan Perwira tanggal 21 Agustus 1998 yang memecat 
> Prabowo, akhirnya dimentahkan oleh surat dari Menteri Sekretaris Negara 
> kepada Komnas HAM yang menyatakan tidajk ada bukti cukup kuat untuk 
> menyalahkan Prabowo. Namun Prabowo tetap dipecat karena tugas dan tanggung 
> jawabnya sebagai Pangkostrad.
>
> Dan anehnya, atasan tertinggi ABRI, yaitu Pangab Wiranto yang paling 
> bertanggung jawab malah tak tersentuh.
> Fitnah yang luar biasa...
>
> Surat Dewan Kehormatan Perwira
>
>
>
>
>
>
> Surat Menteri Sekretaris Negara
>
>
>
> Dedi 37 Batam
>
>
>
> *----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. **Karena Disitulah 
> Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan 
> -----*
>
> *Salam dan Terima Kasih,*
> *Dedi Suryadi*
>
>
> _____________________________________________________________________________
>                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang 
> Berani Bertindak Dan   *****
>       ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil 
> Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
>
> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>           "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for 
> The Others" (Hadith by Bukhari)
>
> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
> ".....*****
>                   "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
>  
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke