Ass Dunsanak Sadonyo 
Iko ado dapek info ; 
11 Juni 2014

Gile Bener... Ternyata Jokowi Dapat Bocoran Pertanyaan Debat Capres Dari 
Perwira Polisi


Pertemuan antara anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay dengan 
Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dan Ketua DPP PDI Perjuangan yang 
dipergoki oleh Arif Puyono, aktivis Serikat Pekerja BUMN, pada Ahad malam (8/6) 
sekitar pukul 23.00 WIB di restoran Satay House Senayan, Menteng, Jakarta 
Pusat, dilaporkan memiliki agenda atau tujuan membocorkan materi pertanyaan 
yang akan diajukan oleh moderator Zaenal Arifin Muchtar pada acara "Debat 
Capres" yang berlangsung Senin malam (9/6) pukul 20.00 WIB sampai selesai .

"Pertemuan itu untuk menyampaikan bocoran materi debat capres, khususnya yang 
akan ditanyakan kepada Pak Jokowi," ujar seorang pejabat KPU Pusat, Selasa sore 
(10/6).

Pejabat KPU Pusat yang meminta indentitasnya dirahasiakan itu menjelaskan, 
pembocoran materi debat capres itu disampaikan Hadar Nafis Gumay, Komisioner 
KPU Pusat, kepada Trimedya Panjaitan dan Budi Gunawan. Penyampaian bocoran 
materi debat capres itu dilakukan Hadar atas permintaan dari Komisaris Jenderal 
Polisi Budi Gunawan, yang sangat khawatir bilamana capres Jokowi tidak dapat 
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh moderator debat. Kekhawatiran 
ini sempat membuat kubu Jokowi-Jusuf Kalla panik dan mencari solusinya, yakni 
melalui permintaan bocoran materi debat capres via Hadar Nafis Gumay pada saat 
pertemuan di restoran Satay House Senayan, Menteng, Jakarta Pusat.

Pada acara debat capres Senin malam (9/6) yang disiarkan langsung oleh beberapa 
stasiun TV nasional memang jelas terlihat capres Jokowi sangat percaya diri dan 
terindikasi sudah mengetahui materi pertanyaan yang diajukan kepada dirinya.

Pihak KPU, PDIP, dan Komisaris Jenferal Polisi Budi Gunawan hingga berita ini 
belum berhasil diminta konfirmasi.

Jauh sebelum ini, Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan juga pernah 
menghebohkan media massa, karena namanya termasuk salah satu perwira polisi 
yang dikabarkan memiliki rekening tabungan super-gendut. Namun, mantan ajudan 
Presiden Megawati itu membantah hal tersebut dan hasil penyelidikan internal 
Polri juga tidak dapat membuktikan dugaan tersebut.



Batua ato Indak wallahualam

Kalau Batua keterlaluan

Wassalam 

Zuhrizul chaniago

42 / padang 


Sent from my iPhone

On 11 Jun, 2014, at 18:10, ajo duta <[email protected]> wrote:

> 
> Wassalaamu'alaikum WW
> 
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
> Jakarta - Sterling, Virginia USA
> ------------------------------------------------------------
> 
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: dutamardin umar <[email protected]>
> Date: 2014-06-11 7:07 GMT-04:00
> Subject: Fwd: Re: Ini bukti tuduhan Prabowo psikopat?
> To: ajo duta <[email protected]>
> 
> 
> 
> Dutamardin Umar/Virginia-USA
> -----------------------------------------------------
> "Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain"
> (Al-Hadits)
> 
>  
> 
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: dutamardin <[email protected]>
> Date: 2014-06-11 5:14 GMT-04:00
> Subject: Fwd: Re: Ini bukti tuduhan Prabowo psikopat?
> To: Imam Syamsi Ali <[email protected]>, "[email protected]" 
> <[email protected]>
> 
> 
> 
> 
> 
> Sent from my T-Mobile 4G LTE Device
> 
> 
> -------- Original message --------
> From: rachmat ramdan 
> Date:06/10/2014 9:29 PM (GMT-05:00) 
> To: Mulyadi Bahar 
> Cc: Achmad Muzamil ,Abdurahman Ali ,Arifin Jayadiningrat 
> ,[email protected],[email protected],sumeruyuke ,inan tihul 
> ,[email protected],"Samsidi, Sudarsono" ,[email protected],Ahmad 
> Reza ,[email protected],Rafdian Rasyid ,Rahmat Hotari 
> ,[email protected],Abimantrono Anwar 
> Subject: Re: Ini bukti tuduhan Prabowo psikopat? 
> 
> Assalamualaikum pk Mul, syukron atas sharing artikelnya, InsyaAllah artikel 
> tulisan dibawah ini bermanfaat, dan InsyaAllah, rakyat Republik Indonesia 
> tercinta ini diberikan Pemimpin yg Amanah, yaitu Pemimpin yg Janjinya bisa 
> dipegang teguh, bukan Pemimpin yg Ingkar Janji.
> 
> "INGKAR JANJI BUKAN HUTANG"
> 
> 
> 
> TETAPI......DAN PENUHILAH JANJI ITU AKAN DIMINTA PERTANGGUNGAN JAWABANNYA/" 
> WA AUFUU BIL'AHDI INNAL'AHDA KAANA MAS-IILA.QS.17/43,
> 
>  
> 
> "ORANG2 YANG INGKAR JANJI TERMASUK DARI CIRI-CIRI ORANG MUNAFIK", pada orang 
> munafik minimal ada satu ciri, sedangkan munafik Tulen memiliki ke 
> tiga-tiganya, sbgmna sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sbb ;
> 
>  
> 
> 1.Bila berbicara selalu BOHONG
> 
> ( orang spt ini tidak bisa dipercaya dalam setiap perkataan yg 
> diucapkannya.Bisa jadi apa yg diutarakan nya tidak sesuai dg hatinya.
> 
>  
> 
> 2.Bila berJANJI, TIDAK DI-TEPATI ( orang Munafik sulit dipercaya perkataan 
> dan perbuatannya ).
> 
>  
> 
> 3.Bila diberi kepercayaan selalu ber KHIANAT/TIDAK AMANAH ( orang Munafik 
> sulit di berikan kepercayaan. Setiap kali kepercayaan yg diberikan tdk dia 
> jaga dg baik )
> 
>  
> 
> InsyaAllah, semoga Allah Subhana Wa Ta'ala melindungi kita dari sifat2 
> munafik tsb diatas, dan dijauhkan se-jauh2nya dari kejahatan orang-orang 
> munafik, karena orang2 Munafik lbh berbahaya drpd orang2 Kafir, karena mereka 
> adalah musuh dalam selimut,dn tempat orang2 Munafik, ditempatkan jauh 
> ditempat plg jauh yi dibawah di- kerak2 Neraka. 
> 
> Pak Mul, coba kita lihat dn perhatikan di surah al-Baqarah, ayat pertama s/d 
> ayat ke-5, ayat tsb ditujukan, menjelaskan kondisi/keadaan dan sifat/ciri2 
> orang2 Mukmin.
> 
> 
> 
> Sedangkan ayat berikutnya ayat ke-6 s/d ayat ke-7, hanya 2 ayat, di-tujukan, 
> menjelaskan kondisi/keadaan dn sifat/ciri2 orang2 Kafir.
> 
> 
> 
> Sedangkan ayat berikutnya mulai dari ayat ke-8 s/d ayat ke 30, perhatikan 22 
> ayat,  menjelaskan kondisi/keadaan sifat dan ciri2 orang2 Munafik, bahkan 
> Allah Ta'ala membuat dn mengkhususkan satu Surah dalam  al-Quran, yaitu surah 
> al Munaafiquun, surah no.63, Subhanallah....Alllah Akbar..........
> 
> 
> 
> Wallahu a’lam bish-showab
> 
> Rachmat Ramdan Zubir/RRZ.
> 
> 
> 
> note ; InsyaAlah tulisan/artikel dibawah ini bermanfaat, see below.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 2014-06-10 20:31 GMT+07:00 Mulyadi Bahar <[email protected]>:
>> Sy kemarin menonton debat capres yg rasanya kurang menggigit namun ada 
>> komentar lugu dari seorg anggota keluarga yg boleh dikatakan 'buta politik'. 
>> Komentarnya +/- : Yang itu orangnya kelihatannya tulus apa adanya 
>> ya.......... Kalau ternyata dugaannya salah, maka benar2 orang itu pintar 
>> berakting
>> 
>> Salam
>> MB
>> 
>> Copas dari bb 
>> 
>> https://www.facebook.com/prayudhi.azwar/posts/10202136541916105
>> 
>> Kutatap tulus cinta dimatanya
>> Reaksi jenderal yang dahulu kusangka agresif dan kejam, sungguh diluar 
>> dugaan. Tak sekalipun dia menyerang memojokkan lawannya. Tak pula dia 
>> menyindir atau menatap sinis lawan debatnya. Bahkan tak segan dia memuji, 
>> menghormati pendapat rivalnya.
>> Saat dipojokkan kembali dengan isu HAM yang menderanya dan membunuh karirnya 
>> 16 tahun lalu, dia bisa saja memojokkan kembali dengan menjawab: "tanya 
>> kepada bu Megawati, mantan presiden yang pernah mengangkat saya sebagai 
>> Cawapres 2009"? Atau bertanya kembali, "kenapa Pak JK sendiri tidak adili 
>> saya waktu Bapak menjabat Wakil Presiden?"
>> Tapi tidak. Memojokkan bukan sifatnya, tidak ada dalam jernih pikirannya. 
>> Mungkin karena begitulah sifat ksatria. Sifat seorang negarawan. Maka dia 
>> hanya berkata: "tanyalah kepada atasan saya". 
>> Atasan yang kita semua tahu persis berada justru di kubu Pak JK sendiri.
>> Usai debat, beliau bukan hanya hangat menyambut memeluk rivalnya. Juga saat 
>> ditanya wartawan, dengan ringan dia menjawab: "saya harus mau diserang".
>> Dia juga tidak keberatan pesaingnya berbangga hati menunjukkan prestasi 
>> terpilih menjadi kepala daerah. Padahal kita semua tahu bahwa dialah orang 
>> yang pertama mengusungnya.
>> Sejujurnya, tak banyak saya melihat pribadi dengan karakter yang seikhlas 
>> dirinya, saat ini. Bathin saya seolah menangkap kilau kepribadiannya. 
>> Kepribadian yang akan mampu menyatukan elemen-elemen yang terserak di negeri 
>> ini.
>> Sejarah telah mencatat pengorbanannya untuk bangsanya. Mempertahankan 
>> keutuhan NKRI dengan darah dan nyawanya. Dan itu terjadi berulang kali. Di 
>> pertempuran di Timor-Timur, dalam misi impossible pembebasan sandera sipil 
>> di Mapenduma, penangkapan 2 agen berkulit putih tahun 1984, yang menyulut 
>> disintegrasi Papua, dan dalam berbagai operasi tempur berat lainnya. Dia tak 
>> tonjolkan semua bakti yang telah ditorehkan untuk ibu pertiwi yang 
>> dicintainya, dengan sepenuh jiwa raganya.
>> Karena itulah, keteguhan kata-katanya memberi makna yang dalam bagi yang 
>> memahami bersih nuraninya. "Saya sekian tahun adalah abdi negara, yang 
>> membela HAM. Mencegah kelompok radikal mengancam hidup orang-orang yang 
>> tidak bersalah,"
>> Lalu dimana kita? Dimana nurani?
>> Kenapa kita rakyat sipil, yang katanya lebih beradab, dan yang telah dijaga 
>> hak hidup dan keleluasaan menjalankan berbagai jenis usaha, masih tetap 
>> terdorong memojokkannya. Tidak cukupkah kita menyaksikan betapa para 
>> jenderal-jenderal senior yang semestinya berjiwa korsa itu terus menuduhnya 
>> sebagai psikopat, gila, pelaku bom natal dan membebankan dosa satu institusi 
>> TNI tahun 1998 dipundaknya, seorang sendiri.
>> Tidakkah hati kita tergerak, untuk sekedar menghargai lelaki yang teguh ini? 
>> Mudah-mudahan nurani kita pada akhirnya bisa memaknai semua ini.
>> Perth, 10 Juni 2014
>> Ditulis dikeheningan winter, 1:27 AM dinihari 
>> 
>> Salah satu komentar dari artikel diatas :     Orang bilang ia kejam. Orang 
>> bilang ia suka meradang. Orang bilang ia suka mengabaikan HAM. Orang bilang 
>> ia pendendam. Orang bilang ia gila jabatan. Orang bilang ia psycopat. Orang 
>> bilang tentang semua hal yg negatip kepadanya. Tapi malam kemarin, bagiku 
>> semua tuduhan itu sirna. Sosok ksatria nampak digurat wajahnya. Rasanya 
>> bukan topeng yg dikenakannnya. Tackling yg keras dari lawan debatnya dibalas 
>> dengan kesantunan. Tak emosi dan tetap fokus pada apa yg hendak dilakukan. 
>> Ya Allaah, manakala kesaksian itu benar, mantapkanlah saya untuk memilihnya. 
>> Manakala keliru, bukakan pintu untuk menuju.
> 
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> <JMNBocornyadebatcapres.docx>
> <Tanggung Jawab Atasan Prabowo Saat Menjabat Dipertanyakan.docx>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke