Mak AA:

acok2lah basilaturahim jo kami2 nan dulu dikategorikan ABRI Hijau dek murid2
LBM nan marapek ka kubu Jokowi.tu

ANB:

Mak Asmardi dan palanta RN n.a.h.
dek karano disabuik "ABRI Hijau" dan namo "LBM" oleh Mamak, iko ambo
lewakan posting ambo siang tadi di milis Isneters (mungkin Mak Asmardi
ingek tahun lalu milis RN dan Isnet batamu dalam pangajian/diskusi di rumah
Faisal Motik dengan ambo dan Ajo Duta sebagai narsum).

Wassalam,

ANB

* * *

Tentang hubungan ICMI, Benny Moerdani dan kelompok Islam ("hijau") dalam
ABRI, ada pendapat yang lebih komprehensif dari Prof. Dr. Salim Said dalam
bukunya *Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian *yang terbit
tahun lalu (Mizan, 2013). Kelebihan informasi dari SS adalah dia
memverifikasi informasi yang menyebutkan nama tertentu kepada si pemilik
nama. Jadi misalnya ada si A menyebut nama B kepada SS, maka SS akan
meminta komentar B tentang pendapat A itu.

Dalam bab "Fenomena Benny Moerdani", SS menulis sekitar 85 hal, yang
intinya adalah:

- Pertemuan pertama SS dengan LBM terjadi di Saigon, 10 Nov '74. SS sebagai
wartawan *Tempo* baru mewawancarai Presiden Kamboja, Lon Nol. LBM saat itu
menjabat Kepala Intel Strategis, Kepala Intel Kopkamtib dan Wakil Kepala
Bakin. Mereka bertemu di Hotel Caravelle. SS waktu itu berulang tahun dan
bergurau kepada LBM, "*General, are you going to give me a treat for my
birthday*?" Jawabannya sungguh mengejutkan. Tanpa basa-basi, tanpa ucapan
selamat, dengan dingin dan ketus LBM berkata, "*If you have money, why
don't you go buy yourself birthday dinner*?"  (hal. 278).

Tapi ternyata setelah itu mereka makan malam di restoran yang menghidangkan
masakan Prancis. Menu pertama yang keluar *escargots.* LBM bilang ke SS,
"You tidak boleh makan ini," katanya sambil menunjuk bekicot itu, "buat
orang Islam ini makruh." Secara spontan, saya puji pengetahuan LBM mengenai
Islam. (hal. 278).

- Pada saat yang sama juga beredar kisah dipersulitnya para perwira
berlatar belakang santri dalam ABRI. Robert Lowry, mantan Atase Militer
Australia di Jakarta menulis dalam bukunya *The Armed Forces of Indonesia*,
"Praktis semua penganut Islam yang taat, dikenal sebagai santri, tersingkir
sejak awal rekrutmen," (hal. 284).

- Moerdani "yang mengumpulkan di sekitarnya kaum abangan, orang-orang
Kristen, dan kaum yang berlatar belakang minoritas, mendorong banyak kaum
santri dalam ABRI percaya bahwa mereka tidak mungkin bisa naik ke posisi
puncak," tulis R. William Liddle dalam sebuah artikel di *The Journal of
Asian Studies* (1996) (hal. 284).

- LBM lahir di Cepu, besar di Solo, dari ibu Indo-Jerman beragama Katolik,
Yohana Roeche, dan bapak Raden Bagus Moerdani yang beragama Islam. Sebagian
saudaranya dari ibu lain (istri pertama Raden Moerdani) beragama Islam,
tapi LBM dibesarkan beragama Katolik. (hal. 297)

- Umar Kayam pernah cerita kepada saya tentang LBM remaja di Solo zaman
Revolusi. Menurut Kayam, LBM pernah hampir membunuh ayahnya karena sang
ayah bekerja pada perusahaan kereta api yang dimiliki Belanda. (hal. 297).
Solo waktu itu wilayah RI yang diduduki tentara kolonial pasca Agresi
Militer II. LBM saat itu berusia 14 tahun, ikut gerilya bersama sejumlah
Tentara Pelajar. "Kalau tidak dicegah anggota TP yang lebih senior, LBM
bisa nekat menembak bapaknya," kata Kayam. (hal. 298).

- Pada kesempatan lain di masa Revolusi, ayah LBM ditangkap Laskar dan
dipermalukan. LBM amat marah dan konon sejak itulah dia dan saudaranya
mengembangkan sikap negatif terhadap Islam. Harry Moerdani, saudara kandung
Benny, perwira yang bertugas di Siliwangi, pernah mendapat hukuman karena
menganiaya seorang tawanan, seorang anggota DI/TII yang ditangkap
pasukannya. (hal. 298)

- Penelitian saya mengenai sikap atau kebijakan LBM sebagai Panglima ABRI
terhadap Islam ... saya berkesimpulan bahwa yang dicurigai adalah para
perwira yang oleh Benny dan para pengikutnya ditengarai sebagai menonjol
keislamannya, misalnya dengan cara mengirimkan anak ke pesantren kilat pada
masa libur atau sering menghadiri pengajian ... Mayjen TNI  Edy Budianto --
terakhir Asintel Kasum TNI -- pernah menceritakan kepada saya pengalamannya
bertugas di Bais, dia ditugaskan mengawasi seorang kolonel yang mengirimkan
anak gadisnya ke pesantren kilat pada masa libur. "Dicurigai
fundamentalis," kata Budianto. (hal. 298).

- Dalam pertanyaan yang harus dijawab para perwira yang mengikuti tes untuk
mendapatkan pendidikan militer lanjutan, dicantumkan pertanyaan-pertanyaan
yang bertujuan mengetahui apakah para perwira itu bersedia menerima pemuda
non-muslim sebagai suami bagi anak gadisnya. Kalau jawabannya menekankan
perlu iman yang sama, maka perwira tersebut bisa diduga akan bernasib
buruk. Tidak dapat kesempatan sekolah. Sang perwira dicap fanatik. (hal.
299)

- Sebuah sumber menyebutkan Benny pernah menegur Pangdam Jaya, Mayjen TNI
Try Sutrisno, yang melaksanakan ibadah shalat Jumat dengan berbaju koko dan
bersarung. Moerdani mengharuskan para perwiranya melaksanakan ibadah di
masjid dengan tetap berpakaian seragam militer. (hal. 299)

- Mengenai perlakuan  buruk terhadap perwira-perwira yang beragama Islam
... rekrutmen untuk menjadi perwira Kopassus sangat diskriminatif. Menurut
informasi Hartono Mardjono, politikus partai Islam, kalau direkrut 20
orang, maka 16 di antaranya beragama Kristen atau Katolik, dua Islam, satu
Hindu dan satu Buddha. (hal. 301).

- Jauh setelah LBM tersingkir dari pusat kekuasaan ... saya (Salim Said)
beberapa kali mewawancarainya di CSIS dengan bantuan Harry Tjan Silalahi,
pendiri dan pimpinan CSIS dan teman lama Benny.  Pertemuan kami dibuka
dengan agak dramatis, "You ICMI ya?" tanya Benny setengah menuduh, ketika
saya baru duduk. Karena dia tidak berkuasa lagi, meski saya masih tetap
takut, saya tertawa dan menjawab, "Bagaimana bapak ini? Masa Raja Intel
tidak tahu saya ini tidak pernah masuk organisasi kecuali PWI. Itu pun
karena wajib bagi kami yang cari makan sebagai wartawan." ... Setelah itu
Benny mulai bercerita tentang bahaya ICMI sebagai organisasi sektarian,
tuduhan yang sering juga saya dengar dari Gus Dur. Benny cerita bagaimana
dia berkali-kali mengingatkan Soeharto mengenai bahaya ICMI. Dia menyebut
nama Imaduddin Abdurrahim, seorang tokoh ICMI, yang katanya diusir dari
Malaysia karena sikapnya yang radikal. Karena sang Presiden tampaknya sudah
berketetapan mendirikan ICMI, peringatan Benny disepelekannya saja. (hal.
305).

- Pada wawancara kedua di tempat yang sama, saya mulai memberanikan diri
bertanya tentang sikapnya terhadap tuduhan anti-Islam yang diarahkan
kepadanya. Benny marah, mukanya merah, dan terdiam cukup lama. Saya jadi
ketakutan. Tiba-tiba dia berkata, "Kok, saya yang dituduh anti-Islam.
Soeharto itu yang anti-Islam." LBM tidak memerinci lebih jauh alasannya
menuduh Soeharto anti-Islam. Tetapi sebagai peneliti peran politik tentara,
saya tahu bahwa pada awal Orde Baru, Soeharto memang ada menunjukkan sikap
alergi pada Islam. (hal. 310)

*Note 1 ANB: *10 halaman berikutnya Salim Said mencontohkan
perbuatan-perbuatan Soeharto yang alergi Islam sampai akhirnya "bersahabat
dengan Islam" dengan membolehkan jilbab dipakai di sekolah, yang sebelumnya
dilarang Menteri P&K Daoed Joesoef. Perubahan sikap itu membuat Daoed
Joesoef terpental dari kabinet.

- Satu cerita dalam memoar Jusuf Wanandi, *Shades of Grey*, mengenai
pertemuan LBM dan Soeharto yang lolos dari pengamatan pers dan musuh LBM,
hanya diceritakan kepada Wanandi oleh LBM. Berkat bantuan Tutut, LBM bisa
bertemu Soeharto pasca wafatnya Ibu Tien. Pertemuan berlangsung di rumah
Sigit Harjojudanto. Salah satu yang dibicarakan adalah adanya lima Pangdam
"hijau" dari 10 Pangdam waktu itu. LBM menuliskan nama-nama Pangdam "hijau"
itu pada secarik kertas dan menyerahkan kepada Wiranto, Panglima ABRI di
bawah Presiden Habibie.  Hanya dalam waktu sebulan, Wiranto melengserkan
lima Pangdam yang ada dalam daftar Moerdani tersebut. (hal. 320).

- Masih menurut Wanandi, satu kontak penting lain antara LBM dan Wiranto
terjadi sebelumnya,  pada 1997, masih era Presiden Soeharto, setelah
Wiranto dilantik sebagai KSAD. Wiranto menemui LBM minta bantuan. Respons
LBM, "Jangan berilusi. Orang tua itu tidak senang kepada saya, tidak
percaya kepada saya. Jadi kau harus tetap di situ sebab *kau satu-satunya
orang kita di situ*. Jangan berbuat salah dan jangan dekat dengan saya
sebab kau akan dihabisi Soeharto jika dia tahu." (hal. 320).

- Kebetulan saya (Salim Said) jumpa Wiranto di Metro TV pada 22 Oktober
2012, sama-sama menjadi narasumber *Mata Najwa*.  "Tidak benar semua cerita
(Jusuf Wanandi) itu," komentar Wiranto tentang kedekatannya dengan LBM.
Kata Wiranto selanjutnya:

"Demi Allah, saya tidak pernah berhubungan dengan Pak Benny secara pribadi.
Saya jumpa hanya pada acara-acara resmi. Dan tidak ada lima Panglima Kodam
yang saya ganti waktu itu. Dalam soal ABRI "Hijau" dan "Merah Putih", saya
memang selalu kena fitnah." (hal. 321).

*Note 2 ANB:* Sebenarnya masih ada sekitar 40 halaman lagi dari paparan
Salim Said tentang LBM, Namun yang menarik di sini adalah adanya pengakuan
LBM  (via Jusuf Wanandi) bahwa Wiranto adalah "satu-satunya orang kita di
situ (pemerintahan Soeharto jelang Reformasi 98)".

Ketika Salim Said mengonfirmasi hal itu kepada Wiranto (2012) dan Wiranto
menampik, apa boleh buat, Salim Said tak bisa mengonfirmasi ulang hal itu
kepada Benny Moerdani yang telah wafat pada 2004. Sementara Jusuf Wanandi,
dilihat dari memoarnya yang tetap beredar dan tidak ditarik, menandakan dia
masih percaya pada versi LBM.

Menurut saya,  ini  "*black hole*" yang sangat penting yang belum banyak
diketahui/tidak terlihat/atau bahkan sengaja diabaikan untuk memahami
dinamika TNI, yang jejak rivalitas para petingginya terasa sampai sekarang.

Ada dua kemungkinan pilihan: (1) Jika sinyalemen LBM tentang Wiranto salah,
maka seluruh konstruksi yang beredar sekarang, memang akan terus
memberatkan dan membebani Prabowo, tetapi (2) Jika LBM berkata apa adanya
kepada Jusuf Wanandi, maka "realitas" sekarang ini tak lebih dari sebuah
rekaan canggih yang dirancang untuk menyudutkan Prabowo.

Dalam konteks ini, sayangnya memang LBM tak bisa memberikan kesaksian lagi.
Tinggal sejauh mana Jusuf Wanandi yang menerima informasi itu dari LBM bisa
membuat masyarakat percaya, atau tidak percaya, bahwa "Wiranto adalah
satu-satunya orang LBM di pemerintahan Orde Baru jelang pecahnya Reformasi."

Tugas ini yang seharusnya diperdalam para ilmuwan politik dari generasi
yang lebih muda dibandingkan Salim Said.

Allahu a'lam.

Salam,

ANB




Pada 18 Juni 2014 06.33, Asmardi Arbi <[email protected]> menulis:

>
> Bung Nanang nan sangek fanatik jo Jokowi.
>
> Sabananyo ambo bausaho manolong Nanang nan mangaku miskin jo info tentang
> pola janjang karir militer, baiak pangkek maupun jabatan via jalur pribadi.
> Tapi ndak baa do Nanang mambaleh via jalur umum bia nan lain dapek info
> pulo.
>
> Doktrin HANKAMRATA  sabananyo dirumuskan dari pengalaman2 nan dimulai
> sajak perjuangan mempertahankan Kemerdekaan malawan Balando jo sekutu..
> Doktrin2 TNI/ABRI ,mulai dari Sumpah Prajurit, Sapta Marga , TRI Ubaya
> Cakti, HANKAMRATA, Doktrin Teritorial, Ketahanan Nasional, Wawasan
> Nusantara, 11 Azaz KepemimpinanTNI/ABRI, dst sebagian besar digali dari
> masa perjuangan itu. Dirumuskan dan dibukukan sebagai pedoman bagi TNI/ABRI
> dalam menjalankan fungsinya sebagai Tentara Nasional, Tentara Pejuang dan
> Tentara Rakyat  yang kemudian baru dikembangkan sebagai Tentara
> Profesional. Semuanya berawal dari Seminar AD di SESKOAD dimulai sajak
> Kepemimpinan pak Harto.
>
> Kalau ingin mendalaminya silahkan ke Kantor Pusat Sejarah ABRI di jl Gatot
> Subroto Jakarta, termasuk sejarah berdirinyo Koramil, Kodim, Korem dan
> Kodam sampai Kostrad. Di zaman perjuangan tidak ada perbedaan/pemisahan
> secara tajam antara  Satuan Tempur dan Satuan Teritorial semua
> mengalami/menjalankan  fungsi tempur dan fungsi kewilayahan secara
> kerjasama dan saling bantu.
>
> Soal Kepemimpinan kharismatik sebaiknya dipakai kriteria umum yang diakui
> oleh pihak lawan dan kawan, bahkan juga oleh pihak luar, tidak melalui
> rekayasa yang menyesatkan orang awam. Untuak tingkek Presiden mungkin baru
> diakui Sukarno, Suharto jo Gus Dur, sebagai pemimpin kharismatik, nan lain
> alun lai. Kalau sebagai Prajurit Prabowo alah diakui oleh sebagian besar
> anak buahnyo, di kalangan tentara AS waktu inyo Latihan disinan jo di Timur
> Tengah khususnyo Yordania. Waktu ambo tugas di Filipina Prabowo pernah
> ditanyokan nasibnyo dek pamimpin Moro Prof. Nur Missuari.
>
> Tarimokasih bung Nanang , acok2lah basilaturahim jo kami2 nan dulu
> dikategorikan ABRI Hijau dek murid2 LBM nan marapek ka kubu Jokowi.tu  nan
> kini mulai dibongka di TV-ONE dek maungkik2 baliak soal tuduhan pelanggaran
> HAM.
>
> Wassalam,
> AA.... .
>
>
> On 19/06/2014 19:47, asfarinal2000 via RantauNet wrote:
>
>> tarimo kasih ate info penting ko pak. Tapi kalaulah ndak salh dijaman Pak
>> Harto itu lah ado Hankambrata atau pertahanan semesta atau alun. Jaman pak
>> Harto kalau ndak salah jaman bagolak, apokah pado saat itu lah ado yg
>> namonyo Koramil, Kodim, korem dan kodam.
>> Apo pado masonyo Prabowo ko utk menjabat suatu tingket jabatan yg lebih
>>  tinggi levelnyo para parjurit sapta marga ko malewati jabatan teritorial
>> tentu salain pendidikan dek satahu ambo SBY pernah manjadi komandan Korem
>> Jogjakarta, Pangdam di Sumsel. Atau priode tersebut ado juo nan. prajurit
>> masuak TOL nan tampa duduak dijabatan teritorial. dan Prabowo masuak
>> dimanyo ko pak?
>>
>> ‎masalah tegas, disiplin, barani dll tu, sadonyo ado dimasiang2 awak pak,
>> cuma kadarnyo nan beda2. Nan jarang urang punyo tu Kharisma, Jendral
>> Sudirman ndak pernah jadi letnan, mayor dll, tetapi dg kharismanyo baliau
>> bisa manjdi panutan. Ambo raso raso takuik beda jo raso sagan. Jendral
>> Kharismatik itu disagani musuh atau pun kawan. Dan ambo raso Kharisma ko
>> ado di Jokowi pak, urang ndak takuik tapi disegani.
>>
>> Sagetek baranjak awak ko kamasalah tegas, wakatu baru diangkek jadi
>> Gubernur, pagi2 inyo lah tibo dikelurahan, lah tibo di kecamatan, tibonyo
>> dikantua pasar dll, kini watak staffnyo bisa barubah kok. ciek poitn tegas
>> jo displin dari urang sipil ko. cuma beda kami disipil ado ruang dialog
>> karena tidak sistim komando. ondeh lah maleba kama2 lo, tapi ambo sanang
>> diagiah pencerahan di Pak AA walaupun ado masa babeda model Tentara jaman
>> Pak Harto dg model Prabowo nan lah masuak dalam kawah candradimuka bukik
>> Tidar.
>>
>> Nanang. Jkt
>> ‎
>> ‎
>> Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
>>    Original Message
>> From: Asmardi Arbi
>> Sent: Thursday, 19 June 2014 16:36
>> To: [email protected]
>> Reply To: [email protected]
>> Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Prabowo dan Jokowi
>>
>> Assalamu'alaikum wr wb.
>> Bung Nanang nan kritis dan miskin info tantang Militer ( TNI ),
>>
>> Kalau maliek contoh ka Presiden nan kaduo, Pak Harto, baliau ndak pernah
>> manjadi Komandan Kodim jo Korem.sarato Pangdam., tapi mulai dari
>> Komandan Resimen X Mataram, Panglima Divisi Diponegoro, Panglima Operasi
>> Mandala jo Panglima Kostrad, kasadonyo heavy tempur.
>> Apolagi kalau maliek contoh Presiden AS, misalnyo Jenderal D.Eisenhower
>> murni tempur, sabab di AS ndak menganut sistem Komando Teritorial.
>> Terpilihnya jadi Presiden negara demokratis karano keunggulan
>> Leadership, tegas, disiplin, berani dan berwibawa sarato terlatih
>> menganalisa cepat dan mengambil keputusan cepat, bertanggungjawab dengan
>> resiko keputusan nan diambil...
>>
>> Sistem penggelaran pasukan di Indonesia adolah mengikuti sistem
>> kewilayahan/pemerntahan. Sesuai dengan doktrin TNI nan berdasarkan
>> SISHANKAMRATA mako satiok perwira dibekali ilmu pengetahuan baik tempur
>> maupun teritorial. Baitu pulo disatiok janjang pendidikan dibekali ilmu
>> jadi komandan tempur jo teritorial sasuai jo janjang jabatan. Dalam
>> tugas sehari-hari maupun situasional para komandan tempur nan tersebar
>> didaerah acok dilibatkan jo tugas2 teritorial. Sacaro berkala ado tugas
>> ABRI/TNI masuk Desa , yang melatih satiok pasukan tempur mengenal
>> wilayah, manunggal jo rakyat sekitar markasnyo. Disamping itu satiok
>> prajurit diikek jo Sumpah Prajurit, Sapta Matga, 11 Azas Kepemimpinan
>> ABRI/TNI, 8 Azas Kepemimpinan ABRI/TNI dan Rakyat sejalan jo Doktrin
>> HANKAMRATA. Itulah ciri khas dan kekuatan TNI/ABRI sebagai Tentara
>> Nasional, Tentara Pejuang, Tentara Rakyat dan sekaligus Tentara
>> Profesional. Disitulah letak perbedaan dengan sistem Liberal.
>> Itu sababnyo AS jo sekutu ingin merobah TNI menjadi penganut sistem
>> liberal, dikurung dalam barak, baru keluar dari barak bilo negara
>> terancam. Baitu pulo mantan partai Komunis PKI sangek banci jo TNI
>> karano ma ambek paham mereka bakambang tautamo di-desa2.
>>
>> Mudah2an info nan ambo sampaikan ko dapek mampakayo info bung Nanang
>> tentang TNI.
>>
>> Wassalam,
>>
>> AA/72,Kampai, Tangsel.
>>
>>
>> On 19/06/2014 10:08, asfarinal2000 via RantauNet wrote:
>>
>>> sagetek sato manyolo Teddy, Cino manjadi negara nan tangguh ko bukan
>>> dengan mudah didapek dan kawah candradimukanyo pemimpin Cino kini ko buka
>>> meliter. Urang terpilih merupakan kader nan didik dek partai Komonis dan yg
>>> terbaik masuak politbiro, disiko pun karir mereka pun berjenjang. bisa
>>> mengelola daritingkek daerah, maju ka regional, sdh tu masuak ka pusek,
>>> jadi bukan tidak pernah para emimpin cino tu manjalankan oterita dilingkup
>>> daerah. 2 dari kandidat awak kini ko secara ketegasan masiang2 punyo nilai
>>> samo tinggi, itu dibuktikan dg jenjang karir yg taruih naik. Jokowi
>>> berhasil memimpin daerah, dan dilevel regional pun berhasil makonyo
>>> didorong mamimpin nan laboah gadang. Bagi PDI bukan hal yg mudah utk
>>> mandorong Jokowi, masih ado generasi sukarno nan sabanyo bisa dg mudah nyo
>>> duduakan tapi maliek eskaasi suaro permintaan nan lua biaso bisa maluluahan
>>> hati Megawati. Prabowo secara karir meliter pun cemerlang dari berita2 yg
>>> wak danga. diusia relatif muda sudah menjadi jendral dan terkenal dg
>>> lingkungan tempur. Partai yg mengusung tentu dg mudah mendorong beliau
>>> karena saham terbesar dikuasai oleh keluarga alm Soemitro Joyohadikusoumo.
>>> cuma ambo miskin informasi, apokah Prabowo ko pernah mamimpin Kodim, korem
>>> dan kodam, kalau alun verarti baliau ko sepanjang karir ditempa dikesatuan
>>> tempur taruih. Dan pertanyaan barikuiknyo, dlm alur TNI apo memang bisa
>>> seperti itu, biasonyo kan para perwira dibekali dg kemampuan inyo menguasai
>>> daerah teroterial, makonyo biaso dan keharusan para perwira mesti memimpin
>>> seperti pernah manjadi Dandim. Dek ambo urang awam mako nyo bagi nan pernah
>>> di Meliter bisa memperkaya pengetahuan kami nan awam, karena kalau nio
>>> merujuk ka Cino sebagai negara besar, mereka dipimpin dg sistim kaderisasi
>>> berjenjang. tapi kalau jenjangnyo di tempur taruih, yo agak gamang ambo.
>>> karano dlm pemahaman sederhana, pasukan tempur harus malumpuahkan musuah.
>>> karano di Cino a kecek presiden diikuik i dg semua elemen nan ado.
>>>
>>> baitu snek diakusi siang manjalang wakatu makan siang.
>>>
>>> Nanang, sedang diateh oto. Jkt
>>>
>>> Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
>>> Original Message
>>>
>>>
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi
> tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>  1. Email besar dari 200KB;
>  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;  3. Email
> One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke