.
Assalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuhu
 
Apak, Ibu, Mamak, Etek,
Adiak, jo Kamanakan nan berbahagia.  Di tangah hiruak-pikuak pro-kontra
thread politik nan lalu-lalang di Palantako, izinkan ambo untuak
singgah sakaligusmaajukan opini "apolitis"
ambo siapo tau bisa ka panambah-nambah info, jikok sapandapek.  
 
Tulisanko
berkaitan
dengan"How
to make money in stocks," maminjam judul buku O'neil namun dalam
aplikasi sederhana.  Bagi yang kurang sapandapek ndak
baa melewatkan uraian nan di bawahko.
 
****
Saat ini, dengan kemajuan teknologi online, bisnis saham dapat dilakukan di 
oleh siapa pun, di mana pun
ia berada hanya melalui gadget, HP,
tablet dan semisalnya.  William J. O’Neil
si penemu Metode CAN SLIM mengatakan dalam bukunya (2011; halm. 5), How to Make
Money in Stocks,  “I believe most people in this country and throughout the 
free world,
whether young or old, regardless of their profession, education, background, or
economic position, should learn to save invest in common stocks.   You are 
never too old or too young to start
investing intelligently.”  
Bisnis saham (berbeda dengan forex) sangat sederhana.  Seseorang hanya perlu 
menjual saham yang
dibeli pada masa lalu pada harga yang lebih tinggi di masa datang, dan dia akan
mendapatkan keuntungan.  Kalau memang
sesederhana itu, mengapa santer terdengar kebanyakan orang merugi bahkan 
bangkrut
saat “bermain” saham.  Kata bermain
sengaja saya beri tanda kutip karena berbeda secara psikologis jika
dibandingkan dengan “bisnis” atau “usaha”.  Bermain akan berimplikasi pada 
“kalah” dan “menang” yang tidak dikenal
dalam usaha apapun.  Tidak akan pernah
kita mendengar pengusaha jual-beli mobil baru atau bekas bahkan pedagang lapak
kakilima sekali pun yang mengatakan sepasang kata itu  dalam aktivitas 
usahanya, kecuali “untung”
dan “rugi”.  Menang atau kalah adalah
anak kandung permainan (game), judi
atau kegiatan spekulasi.  Tak salah
sebagian orang (jika enggan menyatakan “kebanyakan “) meyakini bahwa bisnis
saham termasuk ajang spekulasi dan judi.

Sejak Oktober 2002, Dewan Syariah Nasional  MUI sudah mengeluarkan Fatwa 
Tentang PASAR
MODAL DAN PEDOMAN UMUM PENERAPAN PRINSIP SYARIAH DI BIDANG PASAR MODAL  terdiri 
dari tujuh bab dan delapan pasal lalu
disusul dengan Fatwa tahun 2011 mengiringi kelahiran Indeks Saham Syariah yang
dikenal sebagai Jakarta Islamic Index (JII).  November 2012, Bapepam menyatakan 
317 perusahaan Tbk masuk dalam Daftar
Efek Syariah dari hampir 500 perusahaan Terbuka.

Perdagangan saham diakui memang sederhana.  Namun, sederhana tidak berarti 
mudah.  Kalau tidak mudah, apakah dapat dipelajari
secara mandiri mengingat saya sudah cukup tua untuk belajar lagi?  Jika 
pertanyaan ini ditujukan kepada si
penjaja workshop/training yang
mengharapkan partisipan atau pialang yang tengah dikejar target nasabah baru,
mungkin kita akan mendapatkan jawaban yang mendua, “Bisa sih… tapi tidak
mudah”.  Namun, jika pertanyaan ini
diarahkan kepada praktisi pasar saham yang independen, boleh jadi akan
diperoleh jawaban yang memotivasi, “In-shaallah, BISA…!”

Sekadar untuk memberikan gambaran, berikut tahapan sederhana dalam
membeli saham:

1.        Pilihlah
perusahaan yang syariah dan dikenal.
Beberapa diantaranya  adalah Antam, Astra, Indofood, Kalbe, Jasa
Marga, Matahari Dept. Store, Perusahaan Gas Negara,  Telkom, Ultra, Unilever,  
(Urutan berdasarkan abjad dan bukan menurut
potensi keuntungan), dan masih banyak yang lain.  Akan lebih aman lagi jika 
perusahaan tersebut
pemimpin pasar (market leader).

2.        Tentukan
saat yang tepat untuk membeli dan menjual.  
Belilah saham saat grafik harga mendaki (menaik)
bukan ketika sedang terjun (menurun).  Kekeliruan para pemula, membeli ketika 
harga turun karena merasa murah dan
berharap setelahnya akan naik.  Ini
seperti membeli barang obral di toko sebelah lalu menjualnya di toko sendiri
dengan harga lebih tinggi. Tak masuk akal.

3.       Tetapkan risiko yang siap ditanggung (risk management).
Dr. Alexander Elder dalam buku lawasnya
bertajuk Trading for A Living (1993), pada Bab  Money Management menuliskan 
Rule 2%.  The 2
percent rule keeps you out of riskier trader.  Rule 2% menunjukkan besarnya 
risiko yang siap ditanggung.  Setiap kekeliruan perdagangan hanya
menyebabkan kerugian maksimum 2 persen.  Dengan itu, diperlukan 
sekurang-kurangnya 50 kali kesalahan sehingga
menyebabkan seseorang bangkrut akibat saham.  Bandingkan besarnya potensi 
kerugian usaha konvensional untuk setiap
kali berusaha.

4.       Beli banyak lot (1 lot = 100 lembar saham)
berdasarkan perhitungan.

5.Untuk satu portofolio, Elder menyarankan hanya
berisi maksimum 3 macam saham/perdagangan dengan maksimum risiko 6% (3 @ 2%),
kecuali ada diantaranya yang sudah pada posisi untung sehingga memungkinkan
menambah saham namun tetap dengan risiko 6%.

6.       Jika mungkin lakukan sendiri sehingga ketika
rugi dan untung tahu penyebabnya.  Selain
itu, keuntungan secara penuh menjadi milik sendiri tanpa dibagi dengan pihak
lain sebagai pengelola dana.

Berikut adalah aplikasi dalam praktik.

Katakanlah modal awal:  50
juta.

Tahapa 1 dan 2:.
Pilih MPPA (Matahari) karena memenuhi krtiteria (misalnya).

Tahap 3:
Risiko 2% = 50 juta x 2% = 1 juta

Tahapi 4:
Beli di harga 3205 (Harga saat ini)
Jual jika harga turun ke 3005
Rugi:  200/lembar  x 1 lot = 20.000 per lot.
Jumlah lot yang dibeli:  1.000.000/20.000
= 50 lot.
Nilai saham dibeli:  50 x 100
x 3205 = 16.025.000 (masih tersisa cash Rp 34 juta) 

Tahap 5:
Dapat membeli 2 saham lagi dengan mengulang langkah yang sama.
Jadi walaupun modal awal Rp 50 juta tidak sarankan dihabiskan pada
satu saham.  Para profesional menyarankan
kepada para pemula agar mencoba dengan satu-per-satu saham.

Tahap 6:  

Apakah 5 tahap terlihat
sulit sehingga diperlukan orang lain?  Pilihlah online broker terpercaya dengan 
platform/software yang bagus (Tanya Mr.
Google) tapi dengan fee transaksi
yang murah antara 0.15% - 0.25%.

Opini ini ditulis dengan tujuan:

1.       Sebagai penyeimbang antara “ota jo usao” di Palanta ini.
2.       Membangkitkan kembali tuah dagang Urang Minang
khususnya di alam maya.
3.       Sangat senang bila terbentuk komunitas "Panggaleh Saham" urang
awak.
4.     Siapa tahu dapat menjadi salah satu cara menghindari riba.  “Hai
orang beriman,  bertaqwalah kepada Allah
dan tinggalkanlah sisa riba jika kamu orang beriman.”  [QS. 2: 278]
5.       Siapa tahu tulisan ini ada gunanya.

Dengan kerendahan hati, tulisan ini tidak menunjukkan keberhasilan
saya di dunia saham.  Ini hanyalah
sebatas baca-baca buku dan pengalaman praktik sedikit-sedikit.

“The quickest way to double your money is to fold it in half and put it
in your back pocket.” 


Quotedi atas memang
bercanda, tapi dunia saham memungkinkannya walaupun tak secepat yang
dikatakan.  Untuk membuat uang 2x lipat
dalam setahun hanya diperlukan profit rata-rata 1.34% per minggu.  Jika ini 
dilakukan usai Pemilu besok maka Pemilu
2019 mendatang setiap Rp 10 juta yang  diinvestasikan
berpotensi menjadi Rp 320 juta.  Semudah
itukah?  Tidak, tetapi sesederhana itulah!  


“For those
who believe, no proof is necessary.
For those
who don’t, no proof is possible.”

Maaf jika tidak sependapat.
Bogor, 22.06.14
 
Salam
ZulTan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke