Zulheri Rambo:

bahkan buya hamka sendiri dg tegas mengatakan dlm tafsir nyo isa alah
wafat..bahkan sia nan picayo isa msh hidup syirik kato buya hamka..ketua
mui pertamo..renungkanlah

ANB:

1. Sanak ZR, coba tunjukkan di halaman berapa dari Tafsir Al Azhar, Buya
Hamka mangatoan (menulis) bahwa "... sia nan picayo Isa msh hidup
syirik..." dan pada penafsiran ayat yang mana?

Baru dari sana kita bisa diskusikan pendapat Buya Hamka tentang Isa a.s.
yang dinisbatkannya kepada Al Alusi, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, dan
Mustafa Al Maraghi. Ambo bisa paparkan pendapat Buya Hamka itu sekarang,
tapi ambo persilakan lebih dulu sanak ZR mengutip dari Tafsir Al Azhar agar
jangan hanya mencatut nama Buya Hamka tanpa referensi jelas. Karena itu
berarti merendahkan intelektualitas dan pemahaman agama beliau, sanak.

2.  Pendapat Buya Hamka tentang Isa a.s. tidak bisa dipuntir, apalagi
dijadikan pembenaran/justifikasi, sikap Buya Hamka terhadap Ahmadiyah.
Karena ini menyelisihi dua hal penting:

2.1. Haji Rasul, ayah Buya Hamka, adalah salah satu pendebat utama
Ahmadiyah. Debat legendarisnya dengan Mirza Wali Ahmad Baiq (1926) apakah
tidak pernah dijadikan kajian di kalangan Ahmadiyah? Khususnya Ahmadiyah
Lahore?

Siapa pun yang belajar sejarah Buya Hamka akan tahu bahwa hubungan
keagamaan Haji Rasul-Buya Hamka sebagai anak, sangat khas. Bagaimana
mungkin Buya Hamka tidak sepakat dengan ayahnya? Silakan sanak ZR baca
"Ayahku" yang ditulis Buya Hamka.

2.2. Dalam "Pelajaran Agama Islam" (1956) Buya Hamka jelas-jelas
menunjukkan sikap yang sama seperti ayah beliau terhadap Ahmadiyah. Ini
kutipannya:

*AHMADIYAH*

Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan India-pun mendakwakan pula dirinya Mahdi dan
Isa. Jadi sekaligus keduanya, berbeda dengan Al-Bab dan Bahaullah. Diapun
menerima wahyu-wahyu Illahi, menurut dakwanya. Tetapi ada perbedaan
sedikit, karena Mirza Ghulam Ahmad, katanya, bukanlah menghapuskan syariat
Muhammad dengan syariat yang baru. Dia adalah Nabi Pengiring. Dialah Mahdi
yang ditunggu dan Isa yang dijanjikan, dan dia pulalah Mujaddid yang mesti
datang tiap seratus tahun sekali.

Pengikut Mirza Ghulam Ahmad pun pecah menjadi dua pula. Keduanya sama-sama
bernama Ahmadiyah. Pertama, Ahmadiyah Qadiyan, mempunyai Kalifatul-Masih
yaitu Kalifah dari Mirza Ghulam Ahmad sendiri. Golongan Lahore memisahkan
diri dan mengakui Mirza Ghulam Ahmad hanyalah semata-mata guru dan
mujaddid. Terjadi pertentangan diantara keduanya, karena golongan Qadiyan
menuduh kafir golongan Lahore karena hanya mengakui mujaddid saja. Golongan
Lahore yang memisahkan  diri itu dikepalai oleh Maulana Mohammad Ali dan
Kawaya Kamaluddin.

Kedua golongan Ahmadiyah ini sama-sama berusaha menyiarkan Islam, tetapi
melalui dasar faham mereka lebih dahulu, yaitu Mirza Ghulam Ahmad (Al-Masih
al-Mau’ud) bagi Qadiyani, dan Mirza Ghulam Ahmad (Mujaddid Abad ke-20) bagi
kaum Lahore.

(halaman 194)

*PENDAPAT KITA*

Kita tetap memegang pendirian Ahli Sunnah, bahwa sesudah Muhammad tidak
akan datang nabi lagi. Karena soalnya sudah habis. kalau akan kita terima
kedatangan itu, manakah yang akan kita tetapkan? Apakah Mirza Ghulam Ahmad,
atau Mirza Ali Muhammad (Al-Bab), atau Bahaullah? Atau kita akui semuanya,
padahal diantara satu sama lain berlawanan pula. Atau kita akui semuanya,
dan kita akui pula yang lain yang akan mendakwakan dirinya menjadi nabi
pula nanti.

Kalau dikatakan karena dia menyerukan perdamaian Dunia, maka dia membawa
syariat baru, tidak bolehkah Mahatma Gandhi dikatakan pula nabi? Atau
Krisna Vedanta di Colorado? Yang juga menyerukan perdamaian dunia.

Kaum Ahmadi  mengemukakan alasan yang sama untuk menolak pendirian umum
bahwa Nabi Muhammad “Penutup Segala Nabi,” dengan ayat “Khataman Nabiyyin.”
Menurut qiraat (bacaan) yang umum ayat itu dibaca “Khatam,” bukan “Khatim.”
Tetapi artinya adalah “Khatim.” Khatam artinya cincin, dan Khatim artinya
penutup.

Khataman Nabiyyin artinya cincin permata segala nabi. Kalau sekiranya kita
perturutkan rasa bahasa, tentu Nabi Muhammad itu tidak nabi lagi, hanyalah
cincin perhiasan segala nabi-nabi. Yang mempunyai cincinlah yang nabi,
bukan cincin itu sendiri.

Didalam keterangan yang biasa mereka kemukakan, adalah bahwa tidaklah
perkara yang mustahil bahwa Allah akan berkata-kata dengan hambanya.
Tidaklah akan putus sampai hari kiamat orang yang dipilih Allah buat
menumpahkan katanya. Tidaklah akan hilang begitu saja wahyu sampai kiamat.

Tentang itu Ahli Sunnah-pun mengakui juga. Di kalangan sahabat Nabi, ketika
Nabi masih hidup terdapatlah orang istimewa yang demikian. Yaitu Umar bin
Khattab. Sehingga Nabi Muhammad pernah mengatakan, bahwasanya jika ada nabi
sesudahku, niscaya Umarlah orang itu. Tetapi tidak ada lagi nabi sesudahku.

Mengapa tidak? Nabi Muhammad sendiri menjelaskan bahwa “Ulama-ulama umatku
adalah sama derajatnya dengan nabi-nabi Bani Israil.” Kalau kata nabi yang
demikian akan diperluas, maka seluruh ulama yang berjasa membangun Islam,
patutlah disebut nabi. Imam Al-Ghazali, Imam ul Haramain, Ibnu Taimiyah,
dan muridnya Ibnu Qayyim, dan Syeh Muhammad ibnu Abdil Wahhab, dan Said
Jamaluddin Al-Afghani, dan Syeh Muhammad Abduh dan Said Rasyid Ridha,
patutlah disebut sebagai nabi. Karena mereka dalam sifat keulamaannya
samalah jasanya dengan nabi-nabi Bani Israil. Dan orang Indonesia dalam
kalangan Nahdhatul Ulama patutlah menyebut kyai besarnya Hasyim Ashari
sebagai nabi, sebab jasanya besar pula. Demikian pula Muhammadiyah dengan
Kyai H.A. Dahlannya.

Banyak diantara ulama mendapat ilham dari Tuhan, seakan-akan wahyu Illahi.
Karena mereka berfaham Ahli Sunnah, tidaklah mereka berani mengatakan
dirinya nabi. Dan kalau mereka mendakwakan dirinya nabi, akan musnahlah
mereka.

Kalimat wahyu suci yang diberikan Tuhan, oleh faham Ahli Sunnah telah
ditentukan buat rasul dan nabi. Setinggi-tinggi martabat manusia ini
hanyalah mendapat hatif atau ilham, atau mimpi yang benar, atau mahaddas.
Kalau wahyu itu dikatakan akan putus selama-lamanya, perkataan itu benar
juga dari segi lain. Lebah menurut Sabda Tuhan didalam Quran, mendapat
wahyu untuk membuat sarangnya di bukit dan di bubungan rumah. Ibu Musa
mendapat wahyu Tuhan supaya melemparkan puteranya dalam peti di sungai Nil.
Dan lebah bukanlah nabi, padahal sampai sekarang tidaklah putus dia
mendapat wahyu itu, selama dia masih bersarang di bukit dan di bubungan
rumah. Dan ibu Nabi Musa bukanlah nabi.

Salam,

ANB
46, Cibubur







Pada 1 Juli 2014 22.18, zulheri rambo <[email protected]> menulis:

> Ambo hanyo ingin kito tu bapacik jo quran jo sunah dan hadis...fatwa mui
> batantangan jo quran dan hadis..menurut hadis jiko seseorang tu solat
> seperti kamu..menghadap kekiblat yg sama..maka mereka adalah
> muslim...ahmadiyah melakukan rukun islam..mempicayoi rukun iman..hanyo beda
> penafsiran..masalah kedatangan nabi isa nan kaduo kali..kami memahami bukan
> isa nan dulu nan datang..karno dlm alquran ..bahkan buya hamka sendiri dg
> tegas mengatakan dlm tafsir nyo isa alah wafat..bahkan sia nan picayo isa
> msh hidup syirik kato buya hamka..ketua mui pertamo..renungkanlah
> Pada 1 Jul 2014 21:49, "taufiq rasjid" <[email protected]> menulis:
>
>
>>
>>
>> Sanak Zulheri Rambo  menyatakan bahwa Ahmadiyah itu masih bahagian dari
>> Islam
>>
>> Sedangkan menurut MUI dan kondisi ditempat negeri asalnya Ahmadiyah itu
>> sudah diluar Islam
>>
>> Selain itu rasonyo ado ketentuan dari Pemerintah utk tidak menyiarkan
>> Ahmadiyah ini dikalangan masyarakat
>>
>> Apakah pola pengabaran versi sanak Zulheri Rambo ini termasuk ingin
>> mengembangkan/menyiarkan Ahmadiyah, tentu awak basamo bisa memberikan
>> penilaiannyo
>>
>> Kalau sanak Zulheri ingin bertahan di Ahmadiyah tidak masuk seperti
>> melaksanakan Islam seperti panduan dari MUI awak tantu indak akan memaksa
>> beliau
>>
>> Salam
>> TR
>> 59,RangKikTinggi di Pku
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>   1. Email besar dari 200KB;
>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Google Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
>
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke