Dari akun pesbuk Nanik S Deyang

 <https://www.facebook.com/prokebangkitan?fref=photo>
Nanik S Deyang
Kemarin



~ Memilih di Tengah Kampanye Separatisme ~

Rintik hujan di musim winter, pukul satu siang itu. Usai memarkir mobil,
saya melangkah menuju KJRI Perth, menunaikan tugas sebagai warga negara
hari ini, mencoblos. Alangkah kagetnya saya, ada beberapa orang bule
melakukan kampanye mendukung separatisme Papua di depan gedung KJRI,
diawasi dua orang polisi Australia.

Mereka membawa bendera bintang kejora, menuntut referendum dan membawa
poster bertulis NO PRABOWO. Mereka memanggil saya dan meminta saya memilih
pasangan no. urut 2 dan mengatakan Prabowo adalah kriminal, brutal,
penjahat dan orang berbahaya. Jangan dipilih.

Tersentak, dalam hati saya berkata, "Apa urusan kalian mengurus urusan
domestik negara saya? Bukankah hanya kampanye sosmed satu-satunya yang
dibolehkan saat ini?" Sambil membatin saya melangkah menuju tempat
pencoblosan di halaman parkir KJRI. Menunaikan tugas saya, mencoblos. Usai
mencoblos dan bercengkrama dengan home staffs KJRI, saya pamit kepada Pak
Konjen dan berniat pulang.

Di luar pagar, pihak pendemo memanggil dan memberikan saya brosur-brosur
separatisme. Maka saat itu spontan saya bertanya, "Kenapa kalian
berkampanye menyuruh kami memilih Jok**i dan melakukan kampanyi hitam
terhadap Prabowo? Kalian tahu tidak, 1 minggu sebelum pemilihan, pemerintah
Indonesia menetapkan ini sebagai minggu tenang. Kalian mestinya tidak
melakukan hal ini, karena ini sangat tidak etis."

Seorang wanita, berkulit putih, membantah, "kami berhak berkampanye karena
kami adalah negara demokratis yang bebas, dan kami tidak terikat sama
sekali dengan peraturan Indonesia", arogan wanita itu menjawab.

Jawab saya, "Okay, berarti kalian warga negara Australia tidak bisa
menghargai negara kami. Kalau kalian mau demo, itu bukan urusan saya. Tapi
kalau kalian melakukan kampanye hitam terhadap salah satu calon presiden RI
yang sah (legitimate), apalagi di minggu tenang, maka itu artinya anda
melanggar urusan domestik negara kami."

"Tapi kami tidak mau negara dipimpin oleh seorang pembunuh dan pelanggar
HAM yang jahat", timpal temannya, masih ngotot. "

"Apa kalian yang lebih tahu tentang pemimpin kami dibandingkan rakyat
Indonesia sendiri? Kalian lihat, di Mahkamah Internasional, yang dijatuhi
vonis sebagai pelanggar HAM bukan Prabowo tapi mantan Panglima TNI. Dan
orangnya juga tidak berada di kubu Prabowo. Justru Prabowo itu jenderal
yang sangat memperhatikan kemanusiaan. Dalam operasi pembebasan sandera
asing dari UK dan Belanda, yang ditawan di Mapenduma, anda lihat di
youtube. Lihat betapa Prabowo sangat peduli dengan keselamatan nyawa setiap
manusia. Tidak hanya nyawa sandera, tapi juga nyawa para penyandera. Karena
bagi Prabowo, setiap manusia punya ibu dan keluarga yang membutuhkan dan
menyayangi mereka, seperti juga kalian", saya masih mencoba bersabar
menjelaskan kepada mereka.

"Tapi hingga kini di Papua tetap terjadi pembunuhan oleh tentara terhadap
rakyat Papua. Dan, mereka tetap hidup dalam kemiskinan yang parah", seolah
tak mau kalah, wanita berlogat Australia yang kental itu terus
mempertahankan argumentasinya.

"Kalian dengar ya baik-baik. Sekitar tanggal 7 Juni lalu, tentara Indonesia
dibunuh saat patroli di Papua oleh pasukan separatisme. Lalu, TNI melakukan
penangkapan, dan dalam proses baku tembak menelan korban pimpinan
separatisme. Yang terjadi tidak hanya kriminal tapi juga melanggar
kedaulatan negara. Apa membunuh tentara yang bertugas bukan aksi
pelanggaran Ham?", gugat saya.

"Dan kenapa kalian orang Australia mengurusi urusan domestik Indonesia,
sedang kalian sendiri menyimpan banyak masalah dengan penduduk asli disini,
bangsa Aborigin. Bandingkan, di Papua, kami menempatkan saudara-saudara
Papua kami sebagai gubernur, anggota parlemen, dan di jabatan-jabatan
strategis negara lainnya. Setidaknya, saudara Papua kami selalu ada yang
menjadi menteri dalam kabinet yang dibentuk Presiden kami. Apa kalian
melakukan hal itu terhadap kaum Aborigin disini?", agak naik nada bicara
saya kali ini.

"Dan, kalian tahu tidak, anggaran daerah Papua sekarang ini sangat besar,
bahkan dibandingkan provinsi lainnya. Itu terjadi sejak Papua mendapatkan
status otonomi khusus. Kemiskinan adalah tanggung jawab bersama, rakyat dan
pemerintah daerah Papua, yang kekuasaannya dipegang orang Papua asli. Dan,
kesejahteraan rakyat secara keseluruhan semakin diperhatikan pemerintah RI
saat ini. Jadi lebih baik kalian mengurus urusan domestik negeri kalian
sendiri!". tutup saya tegas.

Lalu saya meninggalkan mereka yang terdiam. Dalam hati saya berkata,
"untung waktu mencoblos tadi, saya tidak mengikuti apa yang kalian mau.
Karena saya ingin NKRI selamanya utuh!".

Prayudhi Azwar
Perth, 6 Juli 2014



*----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. **Karena Disitulah
Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan
-----*

*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke