"Puisi Sayang Untuk Bapak Capres" (Ini Puisi Sayang dan bukan puisi cinta, biar istri saya tidak cemburu)
Bapak-Bapak capres yang mulia. Esok semua mata akan memandang kepada anda berdua. Dari kertas suara, dua foto anda mencoba merayu kami semua. Baiklah, akan kami tusuk dengan cinta dan harapan yang membuncah di dada. Kiranya engkau menjadi Presiden berikutnya memimpin Nusantara. Kalo ditilik-tilik dari Gunuang Singgalang, anda berdua itu cocok sempurna. Yang satu kurus tinggi semampai rambut ikal senyuman menggoda. Senyuman anda, membuat orang menduga-duga. Yang satu lagi, ndut gagah berkharisma. Melihat senyummu saja, OPM dah terbirit-birit ke belantara. Anda berdua, bagaikan makan kolak duren ditemani jus dingin semangka. Nikmaaat ruar biasa (#eh, maaf bagi yang puasa...) Kalo diitung-itung, alangkah beruntungnya anda berdua saat ini Pergi kemana-mana dikawal pak pulisi Mau makan, kalo perlu disuapi. Mau ngopi ada yang ngaduki Duduk dikit dipotoi. Diri dikit dipotoi. Dikit-dikit dipotoi Gara-gara anda berdua pula, kami bisa berlibur satu hari Leyeh-leyeh dirumah nunggu Belanda vs Argentini (#eh,) Gambar diri anda berdua tersebar ke seantero negeri Dari ukuran sejari, sampai seukuran lapangan bola mini Ada yang senyum ada yang tertawa menggoda dengan seksi Bahkan, lagi yengirpun anda berdua tetap dipuja dan dicintai. Jangan tanya pula dengan doa kami. Kami doai anda dalam duduk dan berdiri Setidaknya sampai besok tanggal 9 Juli Dearest Bapak Berpeci, Entah apalah kata orang tentang anda ini. Orde Baru, HAM, Pemarah, dan lain-lain lagi Capekpun engkau beri penjelasan dan bukti, mereka tak peduli. Mereka tak sudiiiiii Tapi salut akan tekad dan keapa-adaannya diri anda yang tak perlu poles sana sini Bagi pemimpin, integritas seperti ini yang dicari. Jujur yang tak haus puja puji Jika anda terpilih memimpin negeri, tunaikan itu semua janji Itu para mafia silahkan engkau habisi, kalo perlu engkau kuliti sampe nggak bisa berdiri Ini negeri, engkau harus bikin bangkit lagi. Tegak berdiri sejajar negeri tetanggi ... (#eh, lagi) Takutlah engkau akan janji Sesungguhnya Umar telah berkata begini : "Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti". Dearest Bapak Kurus Tinggi, Luar biasa efek yang kau beri pada negeri ini. Bergairah dalam salam dua jari Tapi pintaku, kembalilah engkau ke balaikota yang sudah lama menanti Kasihan Bapak Ahok ditinggal sendiri, dia merana kini sering termenung sendiri Jangan juga engkau perpanjang lagi daftar janji. Janji dulu saja, belum kau penuhi Pimpin DKI, nambah honor RT/RW, proyek monorail dan peremajaan metromini Pembangunan Giant Sea Wall, kartu-kartu yang ternyata sistimnya nggak rapi Pembenahan birokrasi dan keuangan DKI, Bahkan macet masih menemani kami Penuhi dulu ini janji-janji, jika sukses, 2019 kita ketemu lagi Orang bijak bilang : "Selesaikanlah apa yang telah engkau mulai, itu baru ksatria sejati" (#eh, ups, maap, kok do'anya ego begini ?) Salam dua jari, saya pilih nomor Siji Prabowo untuk Indonesia Bangkit ! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
