Mak ngah demi alloh...syahadat kami ndak barubah...asyhaduallailahaillalloh
waasyhaduanna muhammadarrosululloh
Pada 10 Jul 2014 11:44, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> menulis:

> Sanak Zul,
>
> 1.  Soal nabi Isa a.s. ko banyak versi penjelasan para ulama, dan ada pula
> yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang membedakan para ulama dengan MGA
> adalah *tak satu pun dari ulama yang mengaku bahwa diri mereka adalah Isa
> a.s*. Bahkan keempat imam mazhab pun tak ada yang mengaku diri mereka
> sebagai Isa. Tidak seperti MGA yang banyak mengambil hadits-hadits Nabi Saw
> tentang Isa -- alah ambo berikan satu contoh dari Abu Hurairah soal
> membunuh babi dan menghancurkan salib -- namun menganggap dirinya
> sendirilah Isa a.s. yang akan turun itu.
>
> 2.  Kalau sanak mau mempelajari untuk jadi perbandingan, baca langsung
> hadits-hadits tentang turunnya Isa a.s. kelak di Damaskus. Hadits-hadits
> itu sudah sampai tahap mutawatir maknawi, dishahihkan sejak dari ulama
> klasik seperti Imam Muslim sampai ulama kontemporer seperti muhadditsin
> Syekh Nashiruddin al-Albani.
>
> 3. Sanak siap atau indak siap merubah (harusnyo "mengubah" dek karano kata
> dasarnyo "ubah" bukan "rubah") keyakinan sanak, itu urusan sanak jo Allah.
> Indak paralu sanak bajanji ka ambo. Ingek sajolah bahwa taubat indak
> ditarimo Allah pada saat sakaratul maut (4:17-18). Jan sampai talambek,
> sanak.
>
> 4. "Ambo siap mengubah keyakinan ... kalau Isa nan turun tu lebih hebat
> dari MGA" tulih sanak.
>
> Sejak kapan MGA *lebih hebat* dari nabi Isa, sanak Zul?  Semua yang
> dilakukan MGA adalah proses imitasi. Biasanya orang yang melakukan imitasi
> itu adalah orang yang punya tingkat kepercayaan diri rendah, tapi ingin
> disamakan dengan orang yang diikutinya.
>
> Syaikh Muhammad Yusuf Al Banuri, *muhadditsin *dari Karachi, dalam kata
> pengantar buku Keyakinan Al Qadiani karya Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani
> (2002), menunjukkan ada 8 (delapan) proses pengakuan Mirza Ghulam Ahmad
> yang menunjukkan proses imitasi:
>
> 1. Awalnya MGA mengaku sebagai mujaddid (pembaru) ajaran agama.
> 2. Kemudian, mengaku sebagai nabi yang tidak membawa syari'at.
> 3. Setelah itu mengaku sebagai nabi dan rasul membawa syari'at, menerima
> wahyu seperti Al Qur'an, dan menerapkan kepada dirinya.
> 4. Setelah itu MGA mengikuti cara-cara kebatinan dan zindiq dalam
> ungkapan-ungkapannya, dan mengikuti cara kaum Baha'i dalam mengaburkan
> ucapan.
> 5. Lalu meniru-niru dan mengaku-akui mu'jizat Nabi Muhammad Saw sebagai
> mukjizatnya juga.
> 6. Tak cukup dengan itu, MGA menyatakan mesjidnya sebagai Al Aqsha dan
> desanya sebagai Makkah al Masih.
> 7. MGA lalu menjadikan Lahore sebagai Madinah, dan menara masjidnya diberi
> nama Al Masih.
> 8. MGA juga membangun pemakaman yang disebut Al Jannah, di mana semua yang
> dimakamkan di sana disebutnya sebagai ahli surga.
>
> (Sanak Zul sudah pesan tempat satu kavling di pemakaman Al Jannah, belum?
> Kalau sanak tak dimakamkan di sana dan wafat di Sintang, percuma dong sanak
> Zul menjadi Ahmadi karena hanya Ahmadi yang terbujur mayatnya di pemakaman
> Al Jannah di Rabwah, yang diakui MGA akan masuk surga).
>
> Dr. Hasan Mahmud Audah, mantan mubaligh Ahmadiyah dan orang kepercayaan
> khalifah Ahmadiyah ke-4 yang mukim di London, ketika ke Indonesia (2002)
> menyatakan  MGA punya dua jenis penyakit: fisik dan akal. Penyakit fisiknya
> sudah jelas, berminggu-minggu sebelum meninggal dia tak bisa beranjak dari
> tempat tidur sehingga buang air kecil dan besar sehingga tempat tidurnya
> seperti WC.
>
> "Adapun sakit akalnya," ujar Dr. Hasan Mahmud Audah, "karena MGA
> menganggap dirinya Maryam. Lalu setelah Allah meniupkan ruh ke dalam
> dirinya, maka lahirlah Isa. Apa itu tidak sakit akal namanya?"
>
> Orang yang mengaku-aku sebagai ibu (Maryam) sekaligus sebagai anak (Isa)
> kok sanak Zul percaya? Dan sanak Zul siap mati pula mempertahankan
> keyakinan seperti itu?
>
>
>
> Pada 10 Juli 2014 10.54, zulheri rambo <[email protected]> menulis:
>
>> .kanda tunggu apo yg kanda yakini...jan lupo agiah tau ambo nnti ko iyo
>> isa tu turun...untuak ambo jadikan perbandingan...dan ambo siap merubah
>> keyakinan iko...klu isa nn turun tu lebih hebat dr mga..labiah tarang hujah
>> dan dalilnyo
>> Pada 10 Jul 2014 10:41, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]>
>> menulis:
>>
>>
>>> ZR: Maaf agak kareh saketek kanda..sajak dunia takambang alun pernah gai
>>> do..alloh taala mengutus seorang nabi turun dr langik jo tubuah
>>> kasanyo...itu hanyo hayalan...
>>>
>>> ANB:
>>>
>>> Sanak Zul, sajak dunia takambang alah ado ndak Allah mambuek surang
>>> manusia bisa lahia hanyo bainduak indak punyo ayah? Kalau Allah bisa
>>> mambuek sarupo itu, dan alah pernah terjadi pado nan namonyo Isa putra
>>> Maryam, maka indak ka sulik untuak Allah di kudian hari menurunkan Isa a.s.
>>> dalam bentuk fisiknyo di Damaskus Timur.
>>>
>>> Nan sanak sabuik khayalan itu adolah hadits-hadits mutawattir maknawi
>>> tentang turunnya Isa.
>>>
>>> ZR: bertobatlah sebelum matahari terbit dr barat
>>>
>>> ANB: Cubo sarankan urang gaek sanak di kampuang bertobat dulu manuruik
>>> sanak, dih. Belasan tahun sanak menjadi Ahmadi baa masih takuik juo
>>> mengabari mereka kalau sanak yakin alah barado di jalan nan bana?
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 9 Juli 2014 13.20, zulheri rambo <[email protected]> menulis:
>>>
>>>> Maaf agak kareh saketek kanda..sajak dunia takambang alun pernah gai
>>>> do..alloh taala mengutus seorang nabi turun dr langik jo tubuah
>>>> kasanyo...itu hanyo hayalan...bahkn dlm quran syarat seorang nabi dikisah
>>>> kan dengan pengakuan ..bukankah aku telah tinggal bersamamu selama ini..apa
>>>> aku pernah berdusta...klu dlm keyakinan urang yahudi picayo nabi ilyas
>>>> katurun dari langik...karno dianggap alah naik kalangik jo tubuh
>>>> kasanyo...tp sampai kini ndak turun2..
>>>> Ambo kutip saketek kato mga ...wahai penduduk dunia ..tlng disimpan
>>>> kata2 sy ini...selamanya anda bahkan anak cucu anda tidak akan pernah
>>>> melihat anak manusia dr langit..setelah 3 abad masa sy diutus orang2 akan
>>>> berfikir bahwa aqidah ini batil..dan mulai menerima sy...bertobatlah
>>>> sebelum matahari terbit dr barat
>>>> Pada 7 Jul 2014 09:52, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]>
>>>> menulis:
>>>>
>>>> Sanak Zulheri Rambo n.a.h.
>>>>>
>>>>> Ayat tentang Nabi Isa a.s. nan ambo sampaikan sebelum ini adalah QS
>>>>> 4:157-159 yang mementahkan tuduhan (dan keyakinan) orang Yahudi bahwa
>>>>> mereka membunuh dan menyalib Isa a.s. Yang dibunuh dan disalib Yahudi
>>>>> adalah orang yang diserupakan dengan Isa, bukan Isa sendiri.  Sementara
>>>>> ayat "*mutawaffika wa rafi'uka ilayya*" (Aku akan mematikan engkau
>>>>> dan mengangkat engkau kepadaKu) yang sanak Zul kutip berasal dari QS 3:55.
>>>>> Jadi konteksnya berbeda. Ayat-ayat Al Qur'an tak mungkin ada yang
>>>>> bertentangan, melainkan saling melengkapi. Kalau terasa ada pertentangan,
>>>>> bisa dipastikan penyebabnya adalah keterbatasan ilmu kita sendiri untuk
>>>>> memahaminya.
>>>>>
>>>>> Sanak Zulheri menulis:
>>>>>
>>>>> ya isa inni mutawaffika warofiuka ilayya...wafat dl baru diangkek..
>>>>>
>>>>> Kutipan ayatnya betul tapi terjemahan bahasa Indonesianya salah.
>>>>>
>>>>> 1. Kata "baru" yang sanak Zulheri gunakan memiliki arti lain: "setelah
>>>>> itu", "kemudian", atau "lalu". Dalam bahasa Arab,  padanan untuk semua 
>>>>> arti
>>>>> itu adalah "*tsumma*". Padahal dalam ayatnya tertulis jelas "*wa*"
>>>>> yang berarti "dan", bukan "kemudian",
>>>>>
>>>>> "*Wa* (dan)" serta "*tsumma *(kemudian)" adalah bagian dari dari *harful
>>>>> athfi* (kata penghubung) yang bahasa Al Qur'an digunakan empat
>>>>> bentuk. Dua lainnya adalah "*fa *(kemudian)" dan "*au *(atau)".
>>>>> Perbedaan antara "*tsumma*" dan "*fa*" -- meski keduanya dalam bahasa
>>>>> Indonesia sama-sama diartikan "kemudian" -- adalah jika pada "tsumma" ada
>>>>> jeda di antara dua urutan peristiwa, maka pada "fa", tak ada jeda di 
>>>>> antara
>>>>> dua urutan peristiwa (seperti pada ayat populer yang diulang 31 kali dalam
>>>>> surat Ar Rahman, *FAbiayyi alaa-i rabbikuma tukadzibaan*, KEMUDIAN
>>>>> nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?).
>>>>>
>>>>> Jadi, pendapat sanak Zul bahwa Allah mewafatkan dulu Isa a.s. BARU
>>>>> mengangkatnya (ke langit), tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang
>>>>> menggunakan harfu "wa" dalam ayat itu.
>>>>>
>>>>> 2.  Tentang kata "mutawaffika" (mewafatkan).
>>>>>
>>>>> Apakah kata "mewafatkan" dalam ayat itu adalah dalam pengertian
>>>>> mematikan secara fisik seperti halnya manusia lain mati? Ada pendapat 
>>>>> bahwa
>>>>> makna "mutawaffika" adalah "qaabidhuka" (memegang ruh dan tubuh) seperti
>>>>> saat seseorang tidur. Kata "tawaffa" yang memiliki arti kata sama dengan
>>>>> dalam "mutawaffika" yang bermakna seperti ini (seseorang "dimatikan" Allah
>>>>> dalam tidurnya) digunakan dalam QS Az Zumar (39) ayat 42.
>>>>>
>>>>> Mengapa tidur disebut sebagai "kematian"?
>>>>>
>>>>> Contoh paling jelas adalah doa bangun tidur yang dihafalkan anak-anak
>>>>> sejak kecil:  *Alhamdulillahil ladzii AHYAANA ba'da ma AMAATANAA *...
>>>>> (Segala puji bagi Allah yang telah MENGHIDUPKAN kami sesudah KEMATIAN kami
>>>>> ...).  Sumber:  HR. Bukhari No. 5837.
>>>>>
>>>>> Begitu juga firman Allah dalam QS 6:60: Wahuwalladzi YATAWAFFAKUM
>>>>> billayli ... (Dan Dialah yang MEMEGANG RUHMU/mewafatkanmu/menidurkanmu di
>>>>> malam hari..." yang menunjukkan akar kata "tawaffa" dalam makna 
>>>>> "mematikan"
>>>>> secara metaforis dalam keadaan tidur.
>>>>>
>>>>> Kembali ke soal pengangkatan Nabi Isa ke langit, ada penjelasan
>>>>> panjang dari Ibnu Abbas r.a. yang menarik diperhatikan. Inti dari
>>>>> penjelasan itu adalah, bahwa menjelang Nabi Isa a.s. diangkat Allah, 
>>>>> beliau
>>>>> menemui ke-12 orang muridnya di dalam Baitul Maqdis dan berkata,
>>>>> "Sesungguhnya di antara kalian ada yang kafir kepadaku dua belas kali
>>>>> kepadaku setelah beriman kepadaku."  Dan Isa berkata lagi, "Siapa di 
>>>>> antara
>>>>> kalian mau dijadikan serupa denganku dan dibunuh untuk menggantikan 
>>>>> diriku,
>>>>> maka dia bersamaku dalam satu derajat."
>>>>>
>>>>> Kemudian berdirilah seorang murid yang paling muda menyatakan
>>>>> bersedia. Tapi Nabi Isa menyuruhnya duduk, dan kembali mengulangi
>>>>> kata-katanya. Pemuda itu kembali berdiri,  menyatakan bersedia, sehingga
>>>>> nabi Isa berkata, "Engkaulah orangnya." Lalu Allah mengubah penampilan
>>>>> orang itu menjadi mirip nabi Isa , dan nabi Isa a.s. yang asli diangkat
>>>>> Allah ke langit dari loteng Baitul Maqdis.
>>>>>
>>>>>
>>>>> (Sekadar membandingkan dengan keyakinan Kristen tentang kenaikan Isa
>>>>> dalam Injil Lukas: 50-51: "Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai
>>>>> dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangannya dan memberkati mereka. Dan
>>>>> ketika Ia sedang memberkati mereka, ia terpisah dari mereka dan terangkat
>>>>> ke sorga."
>>>>>
>>>>> Bethania, atau Bethany, dalam teks itu adalah nama kampung di luar
>>>>> kota Yerusalem. Sedangkan yang disebut "mereka" adalah para muridnya yang
>>>>> dalam Islam disebut *hawariyyun*. Di sini bisa terlihat bagaimana
>>>>> perbedaan penjelasan Islam dan Kristen tentang kenaikan Isa a.s. ke 
>>>>> langit.
>>>>> Dalam Islam, kejadiannya di *dalam* Baitul Maqdis atau *indoor*, dan
>>>>> karena Baitul Maqdis/Masjidil Aqsha berada di dalam kota Yerusalem, maka
>>>>> dengan kata lain peristiwa kenaikan itu terjadi di Yerusalem.  Sedangkan
>>>>> menurut Injil Lukas tak disebutkan di dalam ruangan, bahkan terkesan di
>>>>> lingkungan* outdoor* seperti dalam kalimat "Lalu Yesus membawa mereka *ke
>>>>> luar kota* sampai dekat Bethania... dst... ").
>>>>>
>>>>>  3. Jika sanak Zulheri ingat salah satu hadis Nabi yang populer
>>>>> tentang Isra Mi'raj, di sana Nabi Saw. menjelaskan perjumpaannya dengan
>>>>> sejumlah Nabi seperti Ibrahim, Musa dan ... Isa a.s!
>>>>>
>>>>> Dari salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dan
>>>>> dishahihkan Imam Bukhari, disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda, "Pada malam
>>>>> Isra, aku bertemu Musa. Ternyata dia adalah seorang yang terbata-bata
>>>>> bicaranya, dan dia memiliki rambut yang berombak, seakan-akan ia salah 
>>>>> satu
>>>>> dari Bani Syanu'ah. Beliau meneruskan, "Aku *bertemu* Isa", kemudian
>>>>> Nabi menggambarkan ciri-cirinya. "Ternyata ia *memiliki postur *yang
>>>>> sedang, kulitnya merah, ia seakan-akan keluar dari tempat permandian ...
>>>>>
>>>>> Dalam riwayat lain, masih dari Imam Bukhari yang meriwayatkan sampai
>>>>> ke Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda, "Aku melihat, Isa, Musa dan Ibrahim. *Ada
>>>>> pun Isa, kulitnya merah, berambut ikal, berdada bidang*..."
>>>>>
>>>>> Sanak Zul perhatikanlah kata "bertemu" dan "memiliki postur" pada
>>>>> matan hadis di atas yang berarti Nabi melihat secara fisik seperti apa
>>>>> jasmani Nabi Isa a.s.
>>>>> Bukankah peristiwa Isra Mi'raj itu terjadi jauh setelah kenaikan Isa
>>>>> ke langit?
>>>>>
>>>>> ZH:
>>>>> Ciek lei kan mengimani isa dulu nan turun kabumi indak ka mudah
>>>>> diimani...dr segi umur...bukti turunnyo...ndak kamungkin gai do urang
>>>>> indonesia bisa maliek isa turun dr langik...kok turunnyo di damaskus..
>>>>>
>>>>> ANB:
>>>>>
>>>>> Pendapat sanak Zul di atas ini "lucu sekali". Apakah sanak Zul percaya
>>>>> akan hari kiamat dan hari kebangkitan kelak? Kalau ya, mengapa bisa
>>>>> percaya?
>>>>> Kejadian nabi Isa turun ke bumi itu masih lebih dekat dengan kehidupan
>>>>> manusia, karena masih pada periode kehidupan bumi sekarang, sementara hari
>>>>> kiamat dan hari kebangkitan kelak terjadi SETELAH Isa a.s. turun ke bumi.
>>>>>  Jadi kalau sanak Zul percaya hari kiamat dan hari kebangkitan akan
>>>>> terjadi, seharusnya lebih percaya lagi bahwa Isa a.s. akan turun ke bumi
>>>>> (dan BUKAN dalam bentuk fisik Mirza Ghulam Ahmad yang sekaligus membajak
>>>>> gelar mulia *alaihissalam *yang BUKAN hak MGA).
>>>>>
>>>>> "Kok turunnyo di Damaskus?" tanya sanak Zul.
>>>>>
>>>>> Mohon maaf sanak Zul, ambo sudah menduga, bahwa selama ini hadits yang
>>>>> dishahihkan Imam Muslim, Imam Thabrani (dishahihkan Syekh Albani) atau
>>>>> penjelasan Ibnu Katsir tentang akan turunnya Isa a.s. di Damaskus memang
>>>>> belum pernah didengar, atau dipelajari, sanak Zul (atau kaum Ahmadi).
>>>>> Tetapi itulah gunanya hadits-hadits shahih sebagai nubuwat akhir zaman,
>>>>> agar orang tak seenaknya mengaku-aku sebagai Imam Mahdi, apalagi sebagai
>>>>> Nabi Isa a.s.
>>>>>
>>>>> Kini setelah hadits-hadits tentang akan turunnya Nabi Isa a.s. di
>>>>> Damaskus itu SUDAH SAMPAI kepada sanak Zul, tentu sudah lepas kewajiban
>>>>> ambo sebagai muslim untuk menyampaikan.
>>>>>
>>>>> Tinggal sanak Zul sendiri yang memutuskan apakah dengan dalil-dalil
>>>>> seterang itu (bahwa Isa a.s. akan diturunkan Allah di Damaskus), sanak 
>>>>> akan
>>>>> tetap beranggapan bahwa MGA adalah "Masih Mas'ud a.s." yang dijanjikan 
>>>>> atau
>>>>> kembali pada pemahaman Islam yang disampaikan para ulama yang tsiqah
>>>>> (terpercaya) yang bahkan beberapa di antara mereka belajar langsung dari
>>>>> Nabi Saw seperti Abu Hurairah atau Ibnu Abbas *radhiyallahu anhuma*.
>>>>>
>>>>> Allahu a'lam.
>>>>>
>>>>> ANB
>>>>> 46, Cibubur
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Pada 6 Juli 2014 11.54, zulheri rambo <[email protected]> menulis:
>>>>>
>>>>>> Aslm w w..
>>>>>> Kanda klu ayat quran dan matan hadis indak kasalah doh..tapi
>>>>>> penafsiran dr kaduonyo bisa salah..karno diantara para ulama pun berbeda
>>>>>> penafsiran...ado ulama nan menafsirkan nabi isa msh hiduik di langik dan
>>>>>> katurun diakhir zaman...dan ado juo ulama menafsirkan isa alah wafat tp
>>>>>> indak ditiang salib..penafsiran iko berkembang di universitas 
>>>>>> alkairo..kini
>>>>>> ambo kamukakan pendapat ulama nan menafsirkan isa sdh wafat..surat 
>>>>>> alanbiya
>>>>>> ayat 34 artinya kami tidak menjadikan seorang manusiapun sebelum engkau 
>>>>>> ya
>>>>>> muhammad hidup kekal...hadis dlm kanzul umal jilid 4 hal 160 fatimah
>>>>>> meriwayatkan hadis...artinyo sesungguhnya isa ibnu maryam umurnyo 120
>>>>>> thn...bahkan dlm sebuah riwayat nabi saw bersabda..umurku diperkirakan
>>>>>> separo dr nabi nan sebelum sy..nah itu tapek sakali nabi umurnyo 63 thn..
>>>>>> dan ambo lah merenungi ayat2 yg berhubungan dg isa..salah satunyo..ya
>>>>>> isa inni mutawaffika warofiuka ilayya...wafat dl baru diangkek..dan ambo
>>>>>> pernah melihat tafsir diangkek tu dlm kurung derajatnyo..bukan fisiknyo
>>>>>> Dan kanda cubo buktikan dalil quran dan hads ttng hidupnyo isa
>>>>>> dilangik..
>>>>>> Ciek lei kan mengimani isa dulu nan turun kabumi indak ka mudah
>>>>>> diimani...dr segi umur...bukti turunnyo...ndak kamungkin gai do urang
>>>>>> indonesia bisa maliek isa turun dr langik...kok turunnyo di
>>>>>> damaskus..ujuang2 nyo tetap ka manulak juo nntinyo
>>>>>> Sabanonyo memahami nabi isa tu klu lah membaco karya beliau dg hati
>>>>>> nan janiah..urang awam sekalipun paham..
>>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke