Mak ngah demi alloh...syahadat kami ndak barubah...asyhaduallailahaillalloh waasyhaduanna muhammadarrosululloh Pada 10 Jul 2014 11:44, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> menulis:
> Sanak Zul, > > 1. Soal nabi Isa a.s. ko banyak versi penjelasan para ulama, dan ada pula > yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang membedakan para ulama dengan MGA > adalah *tak satu pun dari ulama yang mengaku bahwa diri mereka adalah Isa > a.s*. Bahkan keempat imam mazhab pun tak ada yang mengaku diri mereka > sebagai Isa. Tidak seperti MGA yang banyak mengambil hadits-hadits Nabi Saw > tentang Isa -- alah ambo berikan satu contoh dari Abu Hurairah soal > membunuh babi dan menghancurkan salib -- namun menganggap dirinya > sendirilah Isa a.s. yang akan turun itu. > > 2. Kalau sanak mau mempelajari untuk jadi perbandingan, baca langsung > hadits-hadits tentang turunnya Isa a.s. kelak di Damaskus. Hadits-hadits > itu sudah sampai tahap mutawatir maknawi, dishahihkan sejak dari ulama > klasik seperti Imam Muslim sampai ulama kontemporer seperti muhadditsin > Syekh Nashiruddin al-Albani. > > 3. Sanak siap atau indak siap merubah (harusnyo "mengubah" dek karano kata > dasarnyo "ubah" bukan "rubah") keyakinan sanak, itu urusan sanak jo Allah. > Indak paralu sanak bajanji ka ambo. Ingek sajolah bahwa taubat indak > ditarimo Allah pada saat sakaratul maut (4:17-18). Jan sampai talambek, > sanak. > > 4. "Ambo siap mengubah keyakinan ... kalau Isa nan turun tu lebih hebat > dari MGA" tulih sanak. > > Sejak kapan MGA *lebih hebat* dari nabi Isa, sanak Zul? Semua yang > dilakukan MGA adalah proses imitasi. Biasanya orang yang melakukan imitasi > itu adalah orang yang punya tingkat kepercayaan diri rendah, tapi ingin > disamakan dengan orang yang diikutinya. > > Syaikh Muhammad Yusuf Al Banuri, *muhadditsin *dari Karachi, dalam kata > pengantar buku Keyakinan Al Qadiani karya Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani > (2002), menunjukkan ada 8 (delapan) proses pengakuan Mirza Ghulam Ahmad > yang menunjukkan proses imitasi: > > 1. Awalnya MGA mengaku sebagai mujaddid (pembaru) ajaran agama. > 2. Kemudian, mengaku sebagai nabi yang tidak membawa syari'at. > 3. Setelah itu mengaku sebagai nabi dan rasul membawa syari'at, menerima > wahyu seperti Al Qur'an, dan menerapkan kepada dirinya. > 4. Setelah itu MGA mengikuti cara-cara kebatinan dan zindiq dalam > ungkapan-ungkapannya, dan mengikuti cara kaum Baha'i dalam mengaburkan > ucapan. > 5. Lalu meniru-niru dan mengaku-akui mu'jizat Nabi Muhammad Saw sebagai > mukjizatnya juga. > 6. Tak cukup dengan itu, MGA menyatakan mesjidnya sebagai Al Aqsha dan > desanya sebagai Makkah al Masih. > 7. MGA lalu menjadikan Lahore sebagai Madinah, dan menara masjidnya diberi > nama Al Masih. > 8. MGA juga membangun pemakaman yang disebut Al Jannah, di mana semua yang > dimakamkan di sana disebutnya sebagai ahli surga. > > (Sanak Zul sudah pesan tempat satu kavling di pemakaman Al Jannah, belum? > Kalau sanak tak dimakamkan di sana dan wafat di Sintang, percuma dong sanak > Zul menjadi Ahmadi karena hanya Ahmadi yang terbujur mayatnya di pemakaman > Al Jannah di Rabwah, yang diakui MGA akan masuk surga). > > Dr. Hasan Mahmud Audah, mantan mubaligh Ahmadiyah dan orang kepercayaan > khalifah Ahmadiyah ke-4 yang mukim di London, ketika ke Indonesia (2002) > menyatakan MGA punya dua jenis penyakit: fisik dan akal. Penyakit fisiknya > sudah jelas, berminggu-minggu sebelum meninggal dia tak bisa beranjak dari > tempat tidur sehingga buang air kecil dan besar sehingga tempat tidurnya > seperti WC. > > "Adapun sakit akalnya," ujar Dr. Hasan Mahmud Audah, "karena MGA > menganggap dirinya Maryam. Lalu setelah Allah meniupkan ruh ke dalam > dirinya, maka lahirlah Isa. Apa itu tidak sakit akal namanya?" > > Orang yang mengaku-aku sebagai ibu (Maryam) sekaligus sebagai anak (Isa) > kok sanak Zul percaya? Dan sanak Zul siap mati pula mempertahankan > keyakinan seperti itu? > > > > Pada 10 Juli 2014 10.54, zulheri rambo <[email protected]> menulis: > >> .kanda tunggu apo yg kanda yakini...jan lupo agiah tau ambo nnti ko iyo >> isa tu turun...untuak ambo jadikan perbandingan...dan ambo siap merubah >> keyakinan iko...klu isa nn turun tu lebih hebat dr mga..labiah tarang hujah >> dan dalilnyo >> Pada 10 Jul 2014 10:41, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> >> menulis: >> >> >>> ZR: Maaf agak kareh saketek kanda..sajak dunia takambang alun pernah gai >>> do..alloh taala mengutus seorang nabi turun dr langik jo tubuah >>> kasanyo...itu hanyo hayalan... >>> >>> ANB: >>> >>> Sanak Zul, sajak dunia takambang alah ado ndak Allah mambuek surang >>> manusia bisa lahia hanyo bainduak indak punyo ayah? Kalau Allah bisa >>> mambuek sarupo itu, dan alah pernah terjadi pado nan namonyo Isa putra >>> Maryam, maka indak ka sulik untuak Allah di kudian hari menurunkan Isa a.s. >>> dalam bentuk fisiknyo di Damaskus Timur. >>> >>> Nan sanak sabuik khayalan itu adolah hadits-hadits mutawattir maknawi >>> tentang turunnya Isa. >>> >>> ZR: bertobatlah sebelum matahari terbit dr barat >>> >>> ANB: Cubo sarankan urang gaek sanak di kampuang bertobat dulu manuruik >>> sanak, dih. Belasan tahun sanak menjadi Ahmadi baa masih takuik juo >>> mengabari mereka kalau sanak yakin alah barado di jalan nan bana? >>> >>> >>> >>> >>> Pada 9 Juli 2014 13.20, zulheri rambo <[email protected]> menulis: >>> >>>> Maaf agak kareh saketek kanda..sajak dunia takambang alun pernah gai >>>> do..alloh taala mengutus seorang nabi turun dr langik jo tubuah >>>> kasanyo...itu hanyo hayalan...bahkn dlm quran syarat seorang nabi dikisah >>>> kan dengan pengakuan ..bukankah aku telah tinggal bersamamu selama ini..apa >>>> aku pernah berdusta...klu dlm keyakinan urang yahudi picayo nabi ilyas >>>> katurun dari langik...karno dianggap alah naik kalangik jo tubuh >>>> kasanyo...tp sampai kini ndak turun2.. >>>> Ambo kutip saketek kato mga ...wahai penduduk dunia ..tlng disimpan >>>> kata2 sy ini...selamanya anda bahkan anak cucu anda tidak akan pernah >>>> melihat anak manusia dr langit..setelah 3 abad masa sy diutus orang2 akan >>>> berfikir bahwa aqidah ini batil..dan mulai menerima sy...bertobatlah >>>> sebelum matahari terbit dr barat >>>> Pada 7 Jul 2014 09:52, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> >>>> menulis: >>>> >>>> Sanak Zulheri Rambo n.a.h. >>>>> >>>>> Ayat tentang Nabi Isa a.s. nan ambo sampaikan sebelum ini adalah QS >>>>> 4:157-159 yang mementahkan tuduhan (dan keyakinan) orang Yahudi bahwa >>>>> mereka membunuh dan menyalib Isa a.s. Yang dibunuh dan disalib Yahudi >>>>> adalah orang yang diserupakan dengan Isa, bukan Isa sendiri. Sementara >>>>> ayat "*mutawaffika wa rafi'uka ilayya*" (Aku akan mematikan engkau >>>>> dan mengangkat engkau kepadaKu) yang sanak Zul kutip berasal dari QS 3:55. >>>>> Jadi konteksnya berbeda. Ayat-ayat Al Qur'an tak mungkin ada yang >>>>> bertentangan, melainkan saling melengkapi. Kalau terasa ada pertentangan, >>>>> bisa dipastikan penyebabnya adalah keterbatasan ilmu kita sendiri untuk >>>>> memahaminya. >>>>> >>>>> Sanak Zulheri menulis: >>>>> >>>>> ya isa inni mutawaffika warofiuka ilayya...wafat dl baru diangkek.. >>>>> >>>>> Kutipan ayatnya betul tapi terjemahan bahasa Indonesianya salah. >>>>> >>>>> 1. Kata "baru" yang sanak Zulheri gunakan memiliki arti lain: "setelah >>>>> itu", "kemudian", atau "lalu". Dalam bahasa Arab, padanan untuk semua >>>>> arti >>>>> itu adalah "*tsumma*". Padahal dalam ayatnya tertulis jelas "*wa*" >>>>> yang berarti "dan", bukan "kemudian", >>>>> >>>>> "*Wa* (dan)" serta "*tsumma *(kemudian)" adalah bagian dari dari *harful >>>>> athfi* (kata penghubung) yang bahasa Al Qur'an digunakan empat >>>>> bentuk. Dua lainnya adalah "*fa *(kemudian)" dan "*au *(atau)". >>>>> Perbedaan antara "*tsumma*" dan "*fa*" -- meski keduanya dalam bahasa >>>>> Indonesia sama-sama diartikan "kemudian" -- adalah jika pada "tsumma" ada >>>>> jeda di antara dua urutan peristiwa, maka pada "fa", tak ada jeda di >>>>> antara >>>>> dua urutan peristiwa (seperti pada ayat populer yang diulang 31 kali dalam >>>>> surat Ar Rahman, *FAbiayyi alaa-i rabbikuma tukadzibaan*, KEMUDIAN >>>>> nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?). >>>>> >>>>> Jadi, pendapat sanak Zul bahwa Allah mewafatkan dulu Isa a.s. BARU >>>>> mengangkatnya (ke langit), tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang >>>>> menggunakan harfu "wa" dalam ayat itu. >>>>> >>>>> 2. Tentang kata "mutawaffika" (mewafatkan). >>>>> >>>>> Apakah kata "mewafatkan" dalam ayat itu adalah dalam pengertian >>>>> mematikan secara fisik seperti halnya manusia lain mati? Ada pendapat >>>>> bahwa >>>>> makna "mutawaffika" adalah "qaabidhuka" (memegang ruh dan tubuh) seperti >>>>> saat seseorang tidur. Kata "tawaffa" yang memiliki arti kata sama dengan >>>>> dalam "mutawaffika" yang bermakna seperti ini (seseorang "dimatikan" Allah >>>>> dalam tidurnya) digunakan dalam QS Az Zumar (39) ayat 42. >>>>> >>>>> Mengapa tidur disebut sebagai "kematian"? >>>>> >>>>> Contoh paling jelas adalah doa bangun tidur yang dihafalkan anak-anak >>>>> sejak kecil: *Alhamdulillahil ladzii AHYAANA ba'da ma AMAATANAA *... >>>>> (Segala puji bagi Allah yang telah MENGHIDUPKAN kami sesudah KEMATIAN kami >>>>> ...). Sumber: HR. Bukhari No. 5837. >>>>> >>>>> Begitu juga firman Allah dalam QS 6:60: Wahuwalladzi YATAWAFFAKUM >>>>> billayli ... (Dan Dialah yang MEMEGANG RUHMU/mewafatkanmu/menidurkanmu di >>>>> malam hari..." yang menunjukkan akar kata "tawaffa" dalam makna >>>>> "mematikan" >>>>> secara metaforis dalam keadaan tidur. >>>>> >>>>> Kembali ke soal pengangkatan Nabi Isa ke langit, ada penjelasan >>>>> panjang dari Ibnu Abbas r.a. yang menarik diperhatikan. Inti dari >>>>> penjelasan itu adalah, bahwa menjelang Nabi Isa a.s. diangkat Allah, >>>>> beliau >>>>> menemui ke-12 orang muridnya di dalam Baitul Maqdis dan berkata, >>>>> "Sesungguhnya di antara kalian ada yang kafir kepadaku dua belas kali >>>>> kepadaku setelah beriman kepadaku." Dan Isa berkata lagi, "Siapa di >>>>> antara >>>>> kalian mau dijadikan serupa denganku dan dibunuh untuk menggantikan >>>>> diriku, >>>>> maka dia bersamaku dalam satu derajat." >>>>> >>>>> Kemudian berdirilah seorang murid yang paling muda menyatakan >>>>> bersedia. Tapi Nabi Isa menyuruhnya duduk, dan kembali mengulangi >>>>> kata-katanya. Pemuda itu kembali berdiri, menyatakan bersedia, sehingga >>>>> nabi Isa berkata, "Engkaulah orangnya." Lalu Allah mengubah penampilan >>>>> orang itu menjadi mirip nabi Isa , dan nabi Isa a.s. yang asli diangkat >>>>> Allah ke langit dari loteng Baitul Maqdis. >>>>> >>>>> >>>>> (Sekadar membandingkan dengan keyakinan Kristen tentang kenaikan Isa >>>>> dalam Injil Lukas: 50-51: "Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai >>>>> dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangannya dan memberkati mereka. Dan >>>>> ketika Ia sedang memberkati mereka, ia terpisah dari mereka dan terangkat >>>>> ke sorga." >>>>> >>>>> Bethania, atau Bethany, dalam teks itu adalah nama kampung di luar >>>>> kota Yerusalem. Sedangkan yang disebut "mereka" adalah para muridnya yang >>>>> dalam Islam disebut *hawariyyun*. Di sini bisa terlihat bagaimana >>>>> perbedaan penjelasan Islam dan Kristen tentang kenaikan Isa a.s. ke >>>>> langit. >>>>> Dalam Islam, kejadiannya di *dalam* Baitul Maqdis atau *indoor*, dan >>>>> karena Baitul Maqdis/Masjidil Aqsha berada di dalam kota Yerusalem, maka >>>>> dengan kata lain peristiwa kenaikan itu terjadi di Yerusalem. Sedangkan >>>>> menurut Injil Lukas tak disebutkan di dalam ruangan, bahkan terkesan di >>>>> lingkungan* outdoor* seperti dalam kalimat "Lalu Yesus membawa mereka *ke >>>>> luar kota* sampai dekat Bethania... dst... "). >>>>> >>>>> 3. Jika sanak Zulheri ingat salah satu hadis Nabi yang populer >>>>> tentang Isra Mi'raj, di sana Nabi Saw. menjelaskan perjumpaannya dengan >>>>> sejumlah Nabi seperti Ibrahim, Musa dan ... Isa a.s! >>>>> >>>>> Dari salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dan >>>>> dishahihkan Imam Bukhari, disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda, "Pada malam >>>>> Isra, aku bertemu Musa. Ternyata dia adalah seorang yang terbata-bata >>>>> bicaranya, dan dia memiliki rambut yang berombak, seakan-akan ia salah >>>>> satu >>>>> dari Bani Syanu'ah. Beliau meneruskan, "Aku *bertemu* Isa", kemudian >>>>> Nabi menggambarkan ciri-cirinya. "Ternyata ia *memiliki postur *yang >>>>> sedang, kulitnya merah, ia seakan-akan keluar dari tempat permandian ... >>>>> >>>>> Dalam riwayat lain, masih dari Imam Bukhari yang meriwayatkan sampai >>>>> ke Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda, "Aku melihat, Isa, Musa dan Ibrahim. *Ada >>>>> pun Isa, kulitnya merah, berambut ikal, berdada bidang*..." >>>>> >>>>> Sanak Zul perhatikanlah kata "bertemu" dan "memiliki postur" pada >>>>> matan hadis di atas yang berarti Nabi melihat secara fisik seperti apa >>>>> jasmani Nabi Isa a.s. >>>>> Bukankah peristiwa Isra Mi'raj itu terjadi jauh setelah kenaikan Isa >>>>> ke langit? >>>>> >>>>> ZH: >>>>> Ciek lei kan mengimani isa dulu nan turun kabumi indak ka mudah >>>>> diimani...dr segi umur...bukti turunnyo...ndak kamungkin gai do urang >>>>> indonesia bisa maliek isa turun dr langik...kok turunnyo di damaskus.. >>>>> >>>>> ANB: >>>>> >>>>> Pendapat sanak Zul di atas ini "lucu sekali". Apakah sanak Zul percaya >>>>> akan hari kiamat dan hari kebangkitan kelak? Kalau ya, mengapa bisa >>>>> percaya? >>>>> Kejadian nabi Isa turun ke bumi itu masih lebih dekat dengan kehidupan >>>>> manusia, karena masih pada periode kehidupan bumi sekarang, sementara hari >>>>> kiamat dan hari kebangkitan kelak terjadi SETELAH Isa a.s. turun ke bumi. >>>>> Jadi kalau sanak Zul percaya hari kiamat dan hari kebangkitan akan >>>>> terjadi, seharusnya lebih percaya lagi bahwa Isa a.s. akan turun ke bumi >>>>> (dan BUKAN dalam bentuk fisik Mirza Ghulam Ahmad yang sekaligus membajak >>>>> gelar mulia *alaihissalam *yang BUKAN hak MGA). >>>>> >>>>> "Kok turunnyo di Damaskus?" tanya sanak Zul. >>>>> >>>>> Mohon maaf sanak Zul, ambo sudah menduga, bahwa selama ini hadits yang >>>>> dishahihkan Imam Muslim, Imam Thabrani (dishahihkan Syekh Albani) atau >>>>> penjelasan Ibnu Katsir tentang akan turunnya Isa a.s. di Damaskus memang >>>>> belum pernah didengar, atau dipelajari, sanak Zul (atau kaum Ahmadi). >>>>> Tetapi itulah gunanya hadits-hadits shahih sebagai nubuwat akhir zaman, >>>>> agar orang tak seenaknya mengaku-aku sebagai Imam Mahdi, apalagi sebagai >>>>> Nabi Isa a.s. >>>>> >>>>> Kini setelah hadits-hadits tentang akan turunnya Nabi Isa a.s. di >>>>> Damaskus itu SUDAH SAMPAI kepada sanak Zul, tentu sudah lepas kewajiban >>>>> ambo sebagai muslim untuk menyampaikan. >>>>> >>>>> Tinggal sanak Zul sendiri yang memutuskan apakah dengan dalil-dalil >>>>> seterang itu (bahwa Isa a.s. akan diturunkan Allah di Damaskus), sanak >>>>> akan >>>>> tetap beranggapan bahwa MGA adalah "Masih Mas'ud a.s." yang dijanjikan >>>>> atau >>>>> kembali pada pemahaman Islam yang disampaikan para ulama yang tsiqah >>>>> (terpercaya) yang bahkan beberapa di antara mereka belajar langsung dari >>>>> Nabi Saw seperti Abu Hurairah atau Ibnu Abbas *radhiyallahu anhuma*. >>>>> >>>>> Allahu a'lam. >>>>> >>>>> ANB >>>>> 46, Cibubur >>>>> >>>>> >>>>> >>>>> Pada 6 Juli 2014 11.54, zulheri rambo <[email protected]> menulis: >>>>> >>>>>> Aslm w w.. >>>>>> Kanda klu ayat quran dan matan hadis indak kasalah doh..tapi >>>>>> penafsiran dr kaduonyo bisa salah..karno diantara para ulama pun berbeda >>>>>> penafsiran...ado ulama nan menafsirkan nabi isa msh hiduik di langik dan >>>>>> katurun diakhir zaman...dan ado juo ulama menafsirkan isa alah wafat tp >>>>>> indak ditiang salib..penafsiran iko berkembang di universitas >>>>>> alkairo..kini >>>>>> ambo kamukakan pendapat ulama nan menafsirkan isa sdh wafat..surat >>>>>> alanbiya >>>>>> ayat 34 artinya kami tidak menjadikan seorang manusiapun sebelum engkau >>>>>> ya >>>>>> muhammad hidup kekal...hadis dlm kanzul umal jilid 4 hal 160 fatimah >>>>>> meriwayatkan hadis...artinyo sesungguhnya isa ibnu maryam umurnyo 120 >>>>>> thn...bahkan dlm sebuah riwayat nabi saw bersabda..umurku diperkirakan >>>>>> separo dr nabi nan sebelum sy..nah itu tapek sakali nabi umurnyo 63 thn.. >>>>>> dan ambo lah merenungi ayat2 yg berhubungan dg isa..salah satunyo..ya >>>>>> isa inni mutawaffika warofiuka ilayya...wafat dl baru diangkek..dan ambo >>>>>> pernah melihat tafsir diangkek tu dlm kurung derajatnyo..bukan fisiknyo >>>>>> Dan kanda cubo buktikan dalil quran dan hads ttng hidupnyo isa >>>>>> dilangik.. >>>>>> Ciek lei kan mengimani isa dulu nan turun kabumi indak ka mudah >>>>>> diimani...dr segi umur...bukti turunnyo...ndak kamungkin gai do urang >>>>>> indonesia bisa maliek isa turun dr langik...kok turunnyo di >>>>>> damaskus..ujuang2 nyo tetap ka manulak juo nntinyo >>>>>> Sabanonyo memahami nabi isa tu klu lah membaco karya beliau dg hati >>>>>> nan janiah..urang awam sekalipun paham.. >>>>>> >>>>> >>>>> >>> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
