Sanak Andrinof n a h

Gak usahlah terlalu bangga dengan hasil audit yang anda lakukan bersama
pakar pakar anda itu, karena audit yang anda lakuan itu tidak memenuhi
syarat syarat yang standar dalam suatu pekerjaan audit.

Ada prinsip prinsip dalam audit yang menjadi standar dalam suatu pekerjaan
audit :

-Audit harus dilakukan oleh lembaga yang berbadan hukum dan mempunyai
keahlian dalam bidang audit

- Audit harus dilakukan oleh lembaga/badan atau pihak independen  yang
tidak terafiliasi dengan lembaga yang  diaudit (dalam hal ini lembaga
pelaksana
survey QC).

- Auditor punya keahlian dalam bidang audit , dilatih dan memahami sistem
dan prosedur dalam melakukan audit

Itu dari segi Lembaga yang melakukan audit atas Lembaga survey. Kenapa
harus lembaga yang independen dan kenapa harus berbadan hukum dan kenapa
harus dilakukan oleh orang terlatih dal;am melakukan audit ?

- Lembaga yang melakukan audit tidak boleh terafiliasi dengan lembaga yang
diperiksanya. Karena dia akan memberikan "opini" untuk publik  atas hasil
auditnya dan opini hanya diakui  jika Pemeriksa  (Lembaga Audit ) itu tidak
pihak terafiliasi dengan lembaga yang diperiksanya.  Kalau dia juga
terlibat sebagai , katakan menjadi partisan atau tim sukses, dia termasuk
pihak terafiliasi dan laporan oleh pihak terafiliasi tidak layak memberikan
opini kepada publik.

.Lembaga yang melakukan audit harus berbadab hukum , karena lembaga itu
harus dapat mempertanggung jawabkan hasil auditnya dan bisa  dikenakan
sanksi ( antara lain dicabut izinnya) bahkan bisa dituntut apabila laporan
auditnya  merugikan masyarakat karena azas yang menjadi basic dalam
melakukan audit tidak terpenuhi atau dilakukan tidak sesuai prosedur audit
yang standar,

Kenapa harus dilakukan oleh auditor terlatih ? Karena pekerjaan auditor itu
harus sesuai dengan sistem dan prosedur audit yang standar sesuai prinsip
prinsip dan prosedur audit yang berlaku  umum, baik dalam penyusunan audit
program , pengambilan sampel dalam pemeriksaan dan ada pengawasan
berjenjang dalam menilai mutu audit.

Dalam program audit harus jelas cakupan bidang yang diaudit.  Untuk suatu
lembaga survey, seharusnya audit itu mencakup pula  pemeriksaan atas
“Pekaksanaan
code of ethic dan code of condunct “ yang harus ditaati oleh suatu Lembaga
Survey. Salah satu diantaranya adalah "Lembaga survey harus independen".
Apakah Lembaga itu independen dalam melaksanakan pekerjaannya. Apakah
pemilik , manajemen serta petugas yang mengambil sampel independen dalam
kenyataan dan dalam sikap ?  Independensi itu dapat juga dinilai dari
sumber dananya. Harus  diperiksa  sumber dananya dan kontrak atau perjajian
antara lembaga survey dengan penyandang dana. Dari kontrak itu akan nampak,
apakah ada pesanan tertentu terhadap lembaga  survey itu. Harus diperiksa
juga apakah pihak penyandang dana dengan lembaga survey betul betul tidak
merupakan pihak terafiliasi ? Hal hal itu baru menyangkut Code of Ethics.

Dalam code of conduct Lembaga survey  harus diperiksa  prosedur pelaksanaan
pekerjaan survey itu. Untuk itu audit harus  sudah berdasarkan rencana
audit yang jelas. Siapa yang malakukan uji dan siapa supervisor audit yang
mengarahkan audit itu.  Antara lain pengambilan sampling dalam audit apakah
sudah memenuhi syarat sampling audit , sistem nya,  distribusinya dan
besarnya sampel dalam audit. sehingga dari sampling itu bisa diambil
kesimpulan bahwa pengambilan sampling oleh lembaga survey sudah benar.
Berdasarkan pengujian pengujian yang dilakukan  itu auditor menilai apakah
pelaksanaan di lapangan sudah sesuai dengan prosedur standar survey yang
baku. Hal hal diatas tidak akan bisa dilakukan auditnya dalam 2 hari
apalagi terhadap 7 lembaga survey. Lebih tidak mungkin lagi apabila audit
itu direncanakan selesai dalam 1 hari.sesuai rencana semula.

Melihat kenyataan bahwa audit dilakukan dalam 2 hari terhadap  7 lembaga survey
, dan diambil kesimpulan bahwa Lembaga Lembaga Survey itu

"Sudah melakukan survey dengan benar", semua orang yang pernah bekerja di
suatu Lembaga Audit akan langsung bisa menilai bahwa yang dilakukan  itu
bukan audit .

-Audit yang dilakukan itu tidak oleh Lembaga audit yang benar, tidak oleh
Lembaga Audit yang  terdaftar  karena itu tidak kredibel dalam meberikan
opini.   Hasil audit itu tidak lebih sebagai "Review" oleh pihak internal,
oleh pihak Dewan Etik (Persepi) ditambah 3 orang orang disebut pakar tapi
pakar itu tidak punya kompetensi di bidang audit. Beliau beliau itu tidak
pernah memperoleh pendidikan audit dan tidak punya kualifikasi sebagai
pakar dalam bidang audit. Audit atas pelaksanaan Survey oleh Dewan Etik
dari perhimpunan organsiasi  walaupun ditambah dengan “ pakar” , tidak bisa
disamakan dengan audit oleh pihak ketiga yang indepenen , karena “audit”
yang meraka  lakukan itu lebih sebagai “Review Internal” terhadap kerja
lembaga survey yang ada dibawahnya. Tegasnya “audit” yang dilakukan itu
karena bersifat internal hanya valid sebagai “ Laporanl Review Intenal”.
Apalagi kalau disampaikan opini kepada publik , bahwa “Lembaga Survey sudah
melakukan pekerjaannya dengan benar” sama sekali bukan kompetensinya dan
tidak sesuai dengan azas audit yang berlaku.  Audit seharusnya dilakukan
oleh pihak ke tiga (Lembaga audit) yang tidak terlibat atau tidak
terafiliasi dengan lembaga survey yang diaudit. Pada kenyatannya, pribadi
pribadi anggota Dewan Etik itu adalah pemilik dari Lembaga survey yang
diauditnya. Karena itu opini yang mereka keluarkan tidak teremasuk sebagai
opini yang layak dipercaya publik, karena pelaksanaan pemeriksaan
tidak   sesuai
kaidah yang umum berlaku dalam standar dan prosedur audit.

Wass

Dunil Zaid




2014-07-19 5:28 GMT+07:00 Zulidamel <[email protected]>:

> Iyo Pak Teddy
> Ambo sato manyalo karano maraso lucu sajo. Kalau soal bana atau indak yo
> ado bananyo nan dikecekan sanak Andrinof, Cuma baliau salah tagak.
> seharusnyo beliau di posisi back, nyo tagak posisi manyarang sahinggo
> permaian tampak kacau.
>
> Sabananyo Ota dilapau ko nan paralu kan pakai raso. ndak paralu bana pakai
> utak do, kan baitu pak teddy.
>
> Salam,
> Zulidamel JKT, 51
> Ma'af, karano wakatu ambo kabalakang dulu.
>
>
> Pada Sabtu, 19 Juli 2014 3:55:43 UTC+7, Sutan "thedie" menulis:
>>
>> Pak Zul,
>>
>> Kok soal manang kalah, itu indak masalah do pak. Baik Prabowo atau Jokowi
>> nan manang, itu adalah Presiden RI, bukan Presiden suatu kelompok kan pak?
>>
>> Pado dasarnyo apo nan dikecek an pak Andrinov mungkin bisa benar, tapi
>> itu kalau awak hanyo malihek dari sisi awak.
>> Cubo caliak lo kalau awak diposisi subalahnyo.
>> Cubo awak baliak posisinyo, pak Andrinov di posisi puskaptis, apakah pak
>> Andrinov akan berkata hal yg sama? Kalau iyo, berarti ambo nan salah.
>> Dan pak Andrinov jika kelihatan fair dan tdk berpihak dalam merespon
>> tanggapan pak Zaid, pak AA, dsbnya, tentu orang akan lebih respect dan
>> hormat, sehingga apa yg beliau sampaikan itu mudah bagi pihak/kubu lawan
>> ini utk menerima.
>> Iko bakecek an lo pak Zaid sepertinya tidak kenal dan tidak
>> paham.....(see email pak Andrinov).
>>
>> Ralat; kok soal ilmu nan bisa diaudit bukan pak Andrinov nan mangecek,
>> tapi kanda IJP nan mangecek an, mohon maaf utk iko.
>>
>> Salam,
>> Teddy - Pendukung Prabowo
>> Berusaha utk objektif malihek sebuah carito/permasalahan.
>> Kok masalah santiang, santiang lah pak Andrinov lai, awak ko cuma rakyat
>> badarai nan sato maota dilapau, umua baru saumua jaguang.
>>
>> Sent from my iPhone
>>
>> On 19 Jul 2014, at 01.54, Zulidamel <[email protected]> wrote:
>>
>> Baa bana santiangnyo sanak Andrinov alun talawan satiangnyo pak tedy, pak
>> zaid atau urang awak umumnyo. masih kalah ilimu. Jurus apo sajo nan ka
>> dikalukan dek Andrinov, pasti kalah.
>> Lawan pak Tedy ko adolah tan baro atau tan garejo, baru seimbang.
>> Kalau ambo agiah nilai argumen Sanak Andrinov 70 untuak pak Teddy 100.
>> Namun tampaknyo untuak Pilpres nan manang Jokowi aratinyo aka puskaptis jo
>> Jsi ndak sampai mangalahkan Jokowi.
>>
>>
>> Salam,
>> Zulidamel Jkt 51
>>
>> Pada Jumat, 18 Juli 2014 23:37:16 UTC+7, Sutan "thedie" menulis:
>>>
>>> Lamo2 mambaco soal capres dan hasil quick count ko lah mulai jenuh dan
>>> membosankan.
>>>
>>> Pak Andrinov ko, urang nan terkenal dan santiang.
>>> Tapi kok dibaco statement baliau ado nan kurang sasuai yo.
>>> 1. Bicara soal team audit persepi, nan dikatokan dari team independent,
>>> tapi ciek duo ado juo anggotanyo nan bapihak ka jkw, apokah itu fair. Kok
>>> independent, saluruhnyo harusnyo indak ado punyo kedekatan/pro dsb kpd ke 2
>>> capres, meskipun secara profesional mereka bisa mengesampingkan hal tsb,
>>> tapi sia nan tahu dan picayo. Logika nyo indak masuak.
>>> 2. Bicara soal Tuhan memberi akal dsb nya, dek punya aka itulah makonya
>>> puskaptis dan JSI indak namuah tibo, tandonyo mereka lai cadiak (pakai aka).
>>> 3. Bicara soal logika, logika dima lo urang kanamuah di audit, kok
>>> disitu team ...(baco point 1).
>>> 4. Bicara soal ilmu bisa di audit, ada anak murid punyo kedekatan jo
>>> guru atau dosen, tapi nilai ujian ditantukan oleh hasil ujian
>>> simurid/mhsiswa (seharusnyo), tapi pada kenyataannyo banyak juo indak taka
>>> itu, ambo dakek jo dosen, hasil ujian kacau, tapi dapek juo nilai A/B
>>> (indak semua dosen taka itu).
>>> Artinyo kalau ideal nyo tantu taka iti, tapi pada kenyataannyo belum
>>> tentu demikian.
>>>
>>> Kalau hati lah condong kasesuatu/seseorang, objektifas bisa tetap fokus,
>>> tapi bisa se barubah ka subjek. Dan iko manusiawi, tergantung pada
>>> manusianyo.
>>> Artinyo awak indak bisa sepele kan hal nan diluar dari nan seharusnya.
>>>
>>> Salam,
>>> Teddy
>>>
>>> Sent from my iPhone
>>>
>>> On 18 Jul 2014, at 22.50, Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote:
>>>
>>> Logika: kenapa Puskaptis bertahan menjadi anggota Persepi 5 tahun lebih?
>>> Bagaimana arti penandatangan Kode Etik dan Pakta Integritas anggota Persepi
>>> oleh Puskaptis tahun lalu?
>>> Dg logika, bacalah alasan Puskaptis itu sebagai cara berkelit dari Husin
>>> Yazid dan upaya mengaburkan pokok persoalan yakni, menjawab apa yg sedang
>>> dipertanyakan publik.
>>> Sekian.
>>> Terima ksh.
>>>
>>> Andrinof
>>>  On 18 Jul 2014 21:13, "Asmardi Arbi" <[email protected]> wrote:
>>>
>>>>
>>>> Sanak Andrinof, ini alasan dari PUSKAPTIS untuk tidak bersedia diaudit
>>>> oleh Lembaga PERSEPI, silahkan dilihat di Link berikut ini:
>>>> http://nasional.inilah.com/read/detail/2120239/ini-
>>>> alasan-puskaptis-tolak-hadiri-sidang-persepi#.U8dPfJSSyac
>>>>
>>>> Harap ditanggapi dengan akal/logika yang sejalan dengan ajaran agama.
>>>>
>>>> Salam,
>>>> AA
>>>>
>>>>
>>>> On 17/07/2014 08:00, Andrinof A Chaniago wrote:
>>>>
>>>>  Tuhan memberi anda akal dan menyuruh menggunakan akal itu untuk
>>>> menjadikan iman berguna. Gunakan akal itu untuk menguji kebenaran lewat
>>>> audit, klarifikasi, konfirmasi, pengecheckan dsb sehingga ada dasar untuk
>>>> mengatakan sesuatu itu benar atau salah. Mau hasil quick count atau hasil
>>>> KPU, harus ada dasar untuk mengatakan hasil itu benar atau salah.
>>>>  Jangan menjadi manusia paradoks, di satu sisi mengelu-elukan diri
>>>> sebagai orang penghasil industri otak dan kaum cendikiawan, tetapi di sisi
>>>> lain, anti pakai otak. Maaf.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> 2014-07-17 7:43 GMT+07:00 <[email protected]>:
>>>>
>>>>> Sudah Andrinof, engga usah bicara soal Survey segala macam, kenapa sih
>>>>> harus memaksakan pendapat kalian2 yg mengatakan bahwa hsl survey kalian
>>>>> menunjukkan bahwa kalian paling benar dan. Dimana kemenangan ada di pihak
>>>>> no.2, kita tunggu saja hasil perhitungan KPU, dan kalau kemudian hasilnya
>>>>> berbeda dgn hasil Survey kalian ya. Engga usah bilang dicurangin segala
>>>>> macam, ya Andrinof, jangan menghasut dan sekarang ini rakyat Indonesia
>>>>> engga butuh hasil perhitungan dari manapun sebelum tgl.22 Juli 2014, jadi
>>>>> semua pihak coba diam jangan ribut, ok Andronof
>>>>>
>>>>> Wass
>>>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>>>  ------------------------------
>>>>> *From: * Andrinof A Chaniago <[email protected]>
>>>>> *Sender: * [email protected]
>>>>>  *Date: *Thu, 17 Jul 2014 07:10:58 +0700
>>>>>  *To: *<[email protected]>
>>>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>>>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] LIPI: Soal Audit Lembaga Survei, Hamdi
>>>>> Muluk dan Andrinof Chaniago Miliki Kedekatan dengan tim Jokowi-JK | Koran
>>>>> Online Indonesia: Bersuara Dengan Hati
>>>>>
>>>>>   Bukti berpihak dan tidak berpihak apa? Dan, cara mengendalikan
>>>>> keperpihakan apa? (kalau tidak punya jawaban nanti saya kasih tahu).
>>>>>  Terima kasih.
>>>>>  Wass.,
>>>>>
>>>>>  Andrinof
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>  --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>>  --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke