www.rmol.co/read/2014/07/18/164547/Inilah-Surat-Terbuka-untuk-Luhut-Panjaitan

Jenderal (Purn) Luhut B Panjaitan, selaku Tokoh Batak

Awalnya berat bagi saya untuk menulis surat terbuka ini. Beragam respons
akan muncul tidak terkecuali bernada negatif, apalagi Bang Luhut, (saya
sapa Bang karena kebiasaan saya menyapa beliau) saat ini sedang begitu
fokus dalam mendukung Calon Presiden Joko Widodo.

Surat ini saya tulis berawal dari sebuah pertemuan tokoh-tokoh Batak,
(tempat pertemuan sangaja tidak saya sebut). Dalam pertemuan tersebut Bang
Luhut banyak menyampaikan mengenai konstelasi politik saat ini. Terutama
peran warga Kristen Batak dalam Pilpres.

Dengan bersemangatnya Bang Luhut menyampaikan kedekatannya dengan Joko
Widodo, bahkan kedekatan itu dimulai sejak Jokowi masih di Solo. Saking
dekatnya, Bang Luhut punya kerjasama bisnis dengan anak Jokowi.

"Saya dan Jokowi kawan lama, sejak dari Solo, kami berbisnis furniture,
bersama anaknya Rakabuming dengan perusahaan RAKABU," jelas Bang Luhut
dengan suara yang begitu lantang.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bang Luhut juga menyatakan bahwa
Jokowi adalah masa yang tepat bagi orang Kristen Batak untuk berkuasa
kembali.  "Jika Jokowi menang akan ada dua sampai tiga menteri orang
Kristen Batak,"kata Bang Luhut memberi garansi betapa pentingnya kemanangan
Jokowi di Pilpres ini.

Sejauh itu saya merasa masih biasa-biasa saja. Namun hal mengganjal pun
muncul saat Bang Luhut menyampaikan strategi pemenangan Jokowi, yakni
dengan menggerakan isu minoritas.

"Kita harus membangun ketakutan di kalangan etnis Tionghoa, menyebarkan
informasi jika Prabowo didukung oleh Islam garis keras, sehingga minoritas
bisa bersatu, Kristen Batak, di Jawa, di timur Indonesia, Tionghoa," jelas
Bang Luhut saat itu.

Bahkan Bang Luhut menegaskan rencana tersebut sudah mendapat persetujuan
dari Ephorus HKBP. "Semua pendeta-pendeta kita akan bergerak ke arah itu.
Aktivis Kristen di PDIP juga sudah kita gerakkan. Ada Maruar Sirait, Adian
Napitupulu dan Masinton Pasaribu," terang Bang Luhut.

Selain itu, Bang Luhut juga menyebut ada nama Sekjen PGI, Gomar,
tokoh-tokoh Batak seperti TB Silalahi, Ruhut Sitompol sudah bersepakat
untuk itu. Dan tak kala penting Bang Luhut, dari kalangan kharismatik sudah
ada James Riady dan dari tokoh Katolik ada mantan Direktur CSIS Harry Tjan
Silalahi.

Selain menyebut nama-nama tokoh di atas, Bang Luhut juga menyebut bahwa
Jokowi telah memanuhi janjinya saat Gubernur DKI, dimana terbukti
menempatkan banyak Kadis dari orang Batak di DKI.

"Hampir 10 Tahun kita tidak berkuasa, hanya dengan cara ini kita orang
Batak atau Batak bisa berkuasa kembali, menjadi Dirjen, Menteri dan
penguasa di BUMN. Bahkan jika Jokowi Presiden orang Batak yang akan menjadi
salah seorang juru bicara," kata Bang Luhut lagi.

Bahkan Bang Luhut saat itu menyayangkan sikap Sudi Silalahi yang hanya
mementingkan diri sendiri selama berkuasa bersama SBY. Sehingga tidak ada
lagi orang Batak yang berkuasa.

Bang Luhut yang saya Hormati

Abang ketika itu menyatakan bahwa kita harus menggerakkan semangat
minoritas, sentiment agama harus dinaikkan kepada orang Timur, orang
Kristen Tapanuli (Batak), orang Kristen Jawa dan Tionghoa. Sehingga
semuanya punya satu pilihan yakni Joko Widodo.

Omongan Abang tersebut mungkin bagi sebagian orang Batak sangat menarik.
Tapi bagi saya selaku orang Kristen Batak, sangatlah tidak pantas. Karena
Abang berupaya mendorong isu yang sesungguhnya belum tentu baik dengan
orang Kristen sendiri.

Abang meminta kami mengembangkan isu bahwa Prabowo akan memberlakukan
Syariat Islam jika terpilih sehingga memunculkan rasa takut pada minoritas.
Abang sendiri tentu tahu, bahwa Prabowo memiliki ibu, adik dan kakak yang
seorang Kristiani. Sementara Jokowi? Tentu sangat tidak mungkin Prabowo
melakukan hal seperti itu.

Saya sangat sedih Abang memanfaatkan isu agama seperti itu untuk
kepentingan politik. Abang mungkin lupa, bagaimana Abang menyingkirkan
Rektor Universitas Nomensen, Medan, Amudi Pasaribu yang alasannya hingga
sekarang tidak jelas selain rasa tidak suka Abang. Selain untuk kepentingan
diri Abang dan klien Abang.

Amudi Pasaribu kini menjadi korban ambisi pribadi Abang. Menjadi korban
kepentingan pribadi Abang di Universitas Nomensen.

Saya melihat Abang sangat keterlaluan memangfaatkan isu agama, sementara
Abang sendiri juga bertarung untuk diri Abang pribadi, untuk kepentingan
Abang yang Abang buat seolah-olah untuk kepentingan orang Kristen.

Bang Luhut yang saya Hormati

Isu minoritas yang Abang kemas dengan cara kurang tepat ini sangatlah tidak
pantas. Abang mengemas ini demi kepentingan kekuasaan semata. Agama Abang
jadikan dalil sebagai jalan untuk memecah belah dan menaikkan Jokowi
sebagai Presiden idaman Abang.

Sebagai seorang Batak Kristen, saya sungguh menyesalkan tindakan dan
pilihan Abang ini. Karena untuk Jokowi Abang membenarkan seluruh cara yang
sesungguhnya tidak pantas.

Semoga surat terbuka ini Abang baca. Dan orang-orang memahami seperti apa
kepentingan kekuasaan abang saat ini. [***]

Rosiana Borupaung
Penulis aktif di jejaring komunitas warga Kompasiana.

Wassalam dan terimakasih
dedi suryadi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke