Jika anda mengoreksi kesalahan orang pintar, dia akan rela mengubah
pendapatnya, menghormati anda, dan semakin sering berkomunikasi dengan anda
setelah itu. Jika anda mengoreksi kesalahan orang bodoh, dia akan bertahan
mati-matian pada pendapatnya, membenci anda, dan setelah itu tak merasa
perlu terhubung dengan anda lewat cara apapun. Itu sebabnya Imam Syafi'i
ratusan tahun silam menyatakan dia bisa menang jika berdebat melawan 10
orang berilmu, tetapi memilih menyerah jika harus berhadapan dengan seorang
dungu yang keras kepala.

Dan itulah juga sebabnya mengapa orang pintar menjadi semakin pintar,
sementara orang bodoh terus melestarikan kepandiran yang meluberi otaknya.

Wassalam,

ANB

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke