Pak Irwan Munir,
uraian Syekh Ali Jabir memang selalu menarik diikuti. Bahasa Indonesianya
fasih, dan selalu memberikan tips yang memudahkan.

Ihwal khatam kaji sebulan sekali itu sebenarnya berasal dari hadits ketika
Abdullah bin Amr bin Ash r.a. bertanya kepada Nabi, berapa lama sebaiknya
khatam Qur'an? Nabi menjawab sebulan. Lalu Abdullah bertanya lagi bagaimana
kalau bisa lebih cepat? Nabi menjawab 20 hari. Begitu terus dialog
berlanjut sehingga Nabi makin memperpendek periode menjadi 15 hari, 10 hari
dan 5 hari. Lalu ketika Abdullah menjawab dia masih bisa khatam lebih cepat
dari 5 hari, Nabi tidak memperbolehkan.

Jadi kalau disusun periode khatam Qur'an itu bagi mukallaf ternyata terdiri
dari lima tingkat:
(1) Sebulan.
(2) 20 hari.
(3) 15 hari.
(4) 10 hari.
(5)  5 hari.

Apa yang, barangkali, dianggap banyak kaum muslimin sekarang sudah "hebat",
yakni bisa khatam sebulan sekali, dari hadits itu sesungguhnya baru
merupakan "LEVEL 1", tahap paling dasar dari sunnah Nabi yang seharusnya
dilakukan setiap muslim. Jika dipadankan dengan sistem sekolah formal
sekarang, muslim yang sudah bisa khatam kaji sebulan sekali dengan
konsisten, ibaratnya baru lulus SD.  (Jika sudah terbiasa khatam kaji tiap
20 hari sekali, kira-kira sepadanlah dengan sudah lulus SMP, dst. Padahal
rata-rata pendidikan formal muslim sekarang minimal SMA-S1, bukan?)

Itu sebabnya mengapa jika kita melihat kebiasaan mengaji para ulama besar
seperti Buya Hamka, akan terlihat bahwa Buya biasa mengkhatamkan kaji 5-6
kali dalam sebulan (seperti pengakuan putra beliau Irfan Hamka dalam
bukunya *Ayah*).  Artinya, Buya Hamka dengan konsisten menerapkan target
tertinggi dalam khatam kaji seperti dalam hadits Nabi di atas.

Jika kita renungkan dengan kritis contoh yang ditunjukkan Buya Hamka,
kepada kita akan segera tersaji sebuah pertanyaan menggelitik:

1. Apakah karena beliau sudah seorang Buya (baca: punya ilmu tinggi)
sehingga bisa dengan mudah khatam kaji 5-6 kali sebulan? Dalam bahasa
sehari-hari: "Jelas saja mudah bagi beliau khatam berulang kali karena
beliau seorang Buya sih."

atau,

2. Justru karena beliau sudah memupuk kebiasaan khatam kaji berulangkali
dalam sebulan sejak muda, sehingga kebiasaan itu yang ikut membangun
reputasi dan karisma beliau sebagai seorang Buya?

Mana ayam, mana telur?

Selamat memasuki i'tikaf malam ke-27 Ramadhan,

ANB
46, Cibubur


Pada 23 Juli 2014 12.57, Munir, Irwan (irwanm) <[email protected]> menulis:

>  Mohon maaf, sato pulo saketek, …..
>
> Pado beberapa hari nan lalu kito di Duri (Masjid Agung Ushuluddin)
> mengundang Sheikh Ali, (nan pembimbing/pengasuh Hafiz Alquran di RCTI) dan
> sangat mengagumkan memang karena anak-anak yang umur 5 tahun pun sekarang
> sudah ada yang hafiz
>
> Asli beliau adolah orang Arab Medinah dan awalnya beliau diundang oleh
> pengurus Masjid Sunda Kelapa untuk Imam di bulan Ramadhan, namun setelah
> itu banyak tawaran kebeberapa masjid dan daerah, sehingga beliau jadi
> kerasan di Indonesia, dan atas rekomendasi pak SBY beliau mendapatkan
> kewarga negaraan Indonesia.
>
> Yang beliau sampaikan adolah antaro lain bagaimana trik membaca dan khatam
> qur’an sbb :
>
> 1.     Khatam qur’an 1 kali / bulan carono, …. Untuk Qur’an terbitan
> Madinah biasanya halamannya 600 halaman, maka kalau ini dibagi akan menjadi
>
> a.     20 halaman /hari, è 20 x 30 hari = 600, kemudian karano sehari ado
> 5 wakatu syolat mako 20/5 = 4 halaman perwaktu syolat, ….. barek juolai
> baco 2 halaman sabalum dan 2 halaman sasudah syolat. Akhirnyo bisa khatam
> satiok bulan.
>
> b.    Bisa khatam 2 kali per bulan, mako dikali 2 sajo rumus diateh.
>
> 2.     Menurut wejangan beliau (karano sudah hafiz) dan ditambah pulo itu
> sudah bahasa sehari-hari sahinggo pado satiok wakatu beliau baco qur’an
> (malahan diwaktu nunggu macetpun beliau senang karena bisa ngisi waktu
> untuk baco quran), dan menurut beliau (Sheikh Ali) beliau bisa baca 1
> juz/15 menit. Dan ibunya membaca Qur’an juga bisa khatam setiap hari.
>
>
>
> Sakitu dulu tips nan dapek diambo nan ambo lewakan pulo kadunsanak
> dipalanta mudah-mudahan bisa pulo tapicu (teoriko alah ambo cubo dan cukup
> effektif)
>
>
>
> Kemudian baa pulo caronyo supayo kito bisa tahu artinyo sacaro capek
> sahinggo dibacokan Qur’an dakek kito, bisa kito tahu artinyo.
>
> Mako juo dibuek target, dan untuk pemula bantuak kito-kito ko cukuik 1
> (satu) Juz sajo / bulan dengan mambaco nan basaratoan jo artinyo (alah ado
> dijua / dicetak kini arti kata perkata (seperti Miracle Qur’an, …. Maaf
> bukan promosi tapi ambo pernah mambali nan merk iko), mako sampai 5 (limo)
> juz sajolah kiro-kiro dek karano tabiaso mako kito juo bisa tahu arti dari
> Qur’an yang sadang dibaco dan kalau dimasuakkan dalam Syolat, mako batambah
> khsyuk syolat kito, …. Insya Allah, ….. Amiiiin
>
>
>
> IMRB 54
>
>
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke