Spyo jaan lanteh angan bana oknum guru tu dan nan lain2 nyo, kini akan
dituntut. Mudah2 an bisa jadi pelajaran bg nan ringan tangan jo ringan
kaki. Kito harapkan iko kasus yg satunya tertungkap, dan kasus nan
lainnyo jaan sampai terjadi lagi utk masa mendatang.
Wass. Muzirman
=============================

Guru SMKN 1 Resmi Diadukan
Sabtu, 22 Maret 2008
Buntut Kaki Siswa Patah
Padang, Padek--Orangtua Ferdian (18), siswa kelas II SMKN 1 Padang,
Zefni (48) melaporkan oknum guru "IS" (45) ke Mapoltabes Padang,
sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (20/3). Oknum guru "IS" ini diduga
telah menendang Ferdian sehingga mengakibatkan kaki kiri korban patah.
Laporan dengan No LP/557/K/III/2008-Tabes ini diterima petugas piket
untuk selanjutnya diserahkan ke pihak Reskrim Poltabes Padang. Dalam
laporan itu disebutkan kejadian ini berawal saat upacara sekolah,
ekitar pukul 08.15 WIB, Senin (4/2). Ferdian yang kala itu terlambat,
langsung masuk ke barisan. Menyaksikan kondisi ini, "IS" yang geram
langsung menendang kaki kiri Ferdian. Akibatnya siswa ini terjatuh dan
kaki kirinya patah. Hingga saat ini kepolisian masih melakukan
penyelidikan terhadap kasus ini. Karena tindakan yang dilakukan "IS"
tergolong tindakan penganiayaan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Padang
Syahbuddin BSW, usai mengunjungi kediaman Ferdian,  menyatakan kasus
penendangan siswa SMKN 1 sarat rekayasa. Rekayasa tersebut berdasar,
terdapat barang bukti berupa bekas sepatu "IS" di celana seragam
Ferdian. Kepala Sekolah SMK 1 Farida yang juga ikut kala itu
mengatakan belum mengambil tindakan tegas yang diberikan kepada
Ismansyah. Bentuk tanggung jawab sebatas mengantar jemput tukang urut
ke rumah Ferdian. "Ismansyah merupakan salah satu guru produktif,
apalagi dia pembina OSIS, sehingga kami hingga kini masih bekerja
seperti biasa. Namun ke depannya, kami menunggu sinyal pihak keluarga
Ferdian, untuk mengupayakan damai, 19 Maret," ujarnya. Sebagai
informasi, 19 Maret, mamak Ferdian yang merupakan salah satu jaksa
akan datang untuk menyelesaikan masalah ini.

Menyinggung posisi Ferdian sebagai siswa, Farida menegaskan akan
memberikan dispensasi kepada Ferdian dalam mengikuti pelajaran. "Jika
masa ujian tiba, kami akan mengantar soal ujian untuk diisi Ferdian.
Namun saat ini, kami segera memberikan modul ringkasan pelajaran
kepada Ferdian," urai Farida.

Tindakan Administrasi

Sementara itu, dalam pernyataan sikap LBH Padang yang diterima Padang
Ekspres, Direktur  Divisi Ham Alvon Kurnia Palma dan stafnya, Rony
Saputra meminta kepolisian melaksanakan tugas dan wewenangnya sesuai
UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia dan KUHAP.
Yakni, mengambil tindakan hukum dan melakukan penyelidikan atas
tindakan yang diduga dilakukan guru. Karena dugaan tindak pidana
diatas bukanlah merupakan delik aduan yang mensyaratkan korban atau
keluarganya memberikan laporan atau pengaduan terlebih dahulu. LBH
Padang mendesak Dinas Pendidikan Kota Padang mengambil tindakan
administrasi terhadap guru yang bersangkutan. Tak terkecuali pihak
SMKN I yang berusaha memutar balikan fakta dan menutup-nutupi kasus
ini. LBH juga meminta pihak sekolah dan pelaku untuk memberikan
perawatan medis yang layak kepada Ferdi. Dengan biaya ditanggung oleh
pihak sekolah. Kemudian pihak sekolah harus memberikan pendidikan
alternatif kepada Ferdi, berupa mendatangkan guru guna mengantisipasi
ketertinggalan pelajaran Ferdi. (ilham safutra)

  =========================================

2008/3/21 Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>:
> Alhamdulillah,
>
> Ateh usaho sanak Rahyussalim, Tasli Moeis, dan dr. Arina, alah tatolong jo
> dunsanak awak nan "kakinyo patah dek karano miskin" tu.
>
> Kini ko aspek medis nyo alah teratasi.
>
> Mudah2an "penyakit pakak" pak Guru (nan ndak sangajo mamatahkan kaki
> Ferdian); pak Wakil Kapalo Sakolah (nan sakola tinggi, tapi opini nyo
> mengacu ka dukun patah - kaki Ferdian patah karano miskin), maupun pihak
> petingi-petinggi (nan baru sibuk setelah Padang Ekspres dan Singgalang
> mamuek berita tu) bisa sembuh.
>
> Catatan ciek lai, agak mengecewakan jg, ba'a kok dulu lo Kompas tau
> dibandiangkan koran Sumbar. Tapi ambo salut jo Anggota DPRD dan Perwakilan
> Sekolah, khususnyo tentang kecintaannya kepada "produk dalam negeri".
> Buktinya, mereka langsung bergerak setelah ada berita di koran Sumbar
> tanggal 15, walaupun 3 hari sebelumnya koran Kompas sudah memuat berita
> itu).
>
> Riri
> L 46 ---
>
> "Rasyid, Taufiq (taufiqr)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> Assalamu'alaikum W.W.
>
> Kalau bisa tolong agiah no.rek jo no telp ibu Dotor ko. Insyaallah ambo
> akan sato sa kaki maringankan penderitaan keluarga iko. Kok ado rek bank
> Mandiri rancak bana.
>
> Karano ambo sadang dipabelok-an nan indak ado ATM nyo. Mungkin baru akan
> ditransfer awal April nanti.
>
> Wassalam
> TR-53
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of Tasril Moeis
> Sent: Friday, March 21, 2008 4:34 PM
> To: Arina Widya Murni; [email protected]
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Fw: Laporan Penggunaan Dana
>
> Assalamu'alikum Wr. Wb.
> Iko ambo forward kan laporan dr. Arina SpPd ( specialist penyakit dalam
> RS.
> M. Djamil) di Padang nan jo suami Dr. Eng. Rendy Thamrin alah datang
> lansuang mancaliak Ferdian korban patah tulang dek kanai sipak dek guru
> no.
> Raso no ibu dotor awak ko alah terdaftar di millist rantau ko.
> Samo2 awak tunggu perkembangan salanjuik no dari dr. Arina.
>
> Wassalam
> Tan Ameh
> ----- Original Message -----
> From: "Arina Widya Murni"
> To:
> Sent: Friday, March 21, 2008 12:36 AM
> Subject: Laporan Penggunaan Dana
>
>
> > Ass, wr. wb.
> >
> > Pak Tasril, bersama ini saya kirimkan laporan
> > penggunaan dana serta sedikit ulasan tentang situasi
> > terakhir kasus Ferdian.
> >
> > Wassalam,
> >
> > Arina W. M.
> >
> > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
>
> ==================================
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke