Sanak Andiko serta sanak sapalanta RN n a h Ass ww Walaupun ada 7 nama urang awak di daftar 102 nama calon Mantari di Kabinet Jokowi , jaan talampau arok awak akan banyak Mantari urang awak di kabinet Jokowi ko. Mamiliah mantari tu ado kriterianyo. Manuruik ambo kriteria dalam memilih Menteri kira kira sbb : Menentukan siapa yang akan menjadi Menteri pada suatu kememnterian tidak terlepas dari kepentingan Partai Pemenang, dengan urutan 1. PDI. 2. Nasdem. 3 PKB. Partai lainnya seperti Hanura , Pkpi kemungkinan hanya kebagian kalau 3 partai pendukung sudah terpenuhi jatahnya, bahkan bisa tidak kebagian karena perjuangan mereka dalam memenangkan Jokowi sepertinya tidak signifikan. Siapa yang akan diangkat menjadi Menteri itu jelas kriterianya, pertama profesional, kalau terdapat profesional anggota partai, dari salah satu dari 3 partai pendukung diatas, maka posisi akan diberikan kepada anggota partai. Kalau terdapat nama nama profesional dan semuanya bukan orang partai, maka tentu yang dipilih adalah siapa yang lebih "berkeringat " dalam memenangkan Jokowi-Jk. Dan kalau ketiga tiganya tidak masuk dalam kriteria 'berkeringat' maka yang dipilih adalah yang beragama kristen. Karena partisipasi kaum kristen yang cukup besar dalam memenangkan Jokowi tentu perlu diberikan penghargaan pula. Kementerian 'BaSAH' akan dibagi diantara 3 partai tersebut, hitungan kasar kira kira PDI minimal 3 paling banyak 4 Kementrian, NASDEM serta PKB masing masing 2 Kementerian . Dengan demikian maka Kementeian ESDM dan Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Keuangan dan (+) Kementrian BUMN kira kira akan jatuh pada PDIP atau pribadi yang dekat dengan PDIP. Kementerrian Pendidikan , Kementerian Kehutanan , Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan akan menjadi jatah atau dibagi antara Nasdem dan PKB. Kementerian yang penting bagi pengelolaan negara seperti Hankam, Kejaksaan Agung, Dalam Negeri dan kementerian Luar Negeri akan jatuh pada orang orang atau pribadI yang dekat dengan Megawati. Ini menyangkut kelangsungan hidup NKRI, jadi harus dbawah 'kontrol' Ibu. Kementerian lain yang tidak terlalu basah akan diberikan kepada "profesional" yang berkeringat. Jadi slogan bahwa Pemerintahan Jokowi tidak bagi bagi kursi, itu berlaku hanya bagi Kementerian yang relatif masuk kriteria "bukan Kementrian Basah" . Sebenarnya semua Kementerian diluar yang basah itu tidak ada yang benar benar "kering" . Proyek bisa diciptakan dan setiap proyek ada anggarannya dan anggaran adalah sumber korupsi yang paling umum menjadi bancakan , terbukti di waktu lalu hampir di setiap Kementerian ada saja koruptor yang tertangkap. Kita harus maklum bahwa partai itu perlu dana agar partai bisa melaksanakan perannya dan sumbernya sebagaimana di waktu lalu adalah dari berbagai sumber baik halal maupun tidak. Berdasarkan kriteria tersebut diatas, tinggal di terapkan kriteria itu pada daftar 102 nama bakal Menteri pada Kabinet Jokowi itu. Jadi sudah bisa 'ditakok' sia nan ka manjadi Mantari dari 102 nama itu di Kabinet Jokowi mendatang. Wassalam. Dunil Zaid, 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt.
2014-07-25 9:34 GMT+07:00 Andiko <[email protected]>: > 7 Tokoh ‘Urang Awak’ Masuk Bursa Kabinet Jokowi-JK > dalam Aktual, Politik 24 Juli 201423:05 WIB 0 1,477 dikunjungi > > 7 Tokoh Urang Awak Masuk Bursa Kabinet Jokowi JK > > Link : > http://ranahberita.com/20420/7-tokoh-urang-awak-masuk-bursa-kabinet-jokowi-jk > > Jokowi bersama Jusuf Kalla (Foto: jkw4p.com) > RANAHBERITA- Setidaknya tujuh tokoh Minangkabau masuk bursa menteri yang > akan mengisi kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, bila pasangan presiden dan > wakil presiden terpilih yang ditetapkan KPU ini akhirnya menjadi Presiden > dan Wapres Republik Indonesia. > Tujuh ‘urang awak’ tersebut masuk di antara total 102 tokoh Indonesia yang > ditawarkan dalam Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) yang dimuat dalam > akun resmi Jokowi-JK di Facebook dengan nama Jokowi Center untuk dipilih > masyarakat. > Dalam akun itu disebutkan, pemilihan menteri memang hak prerogatif Presiden. > Namun bukan berarti rakyat tidak bisa berpartisipasi. Jokowi Center dan > Radio Jokowi memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama > calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat. > “Di dalam memilih daftar nama calon-calon menteri ini, kami melakukan > diskusi intensif dengan berbagai kalangan: aktivis, intelektual, wartawan > dan juga para politikus. Nama-nama ini kami hadirkan, dan Anda kami > persilakan untuk memilihnya sebagai bagian dari laku politik,” tulis akun > tersebut. > Ada 34 pos menteri yang masing-masing diisi oleh tiga tokoh yang ditawarkan. > Bila tak setuju dengan tiga nama, masyarakat bisa mengisi satu nama > alternatif lainnya. > Tujuh tokoh urang awak yang masuk bursa KAUR adalah Prof. Dr. Saldi Isra, > Prof. Dr. Fasli Jalal, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Jeffrie Geovanie, Drs. > Andrinof Achir Chaniago, MSi, Indra Jaya Piliang, SS, MSi dan Emirsyah > Satar. Mereka adalah tokoh yang lahir di Ranah Minang atau dikenal luas di > kampung halaman berkiprah sebagai tokoh ‘urang awak’. > Saldi Isra yang merupakan pakar dan guru besar hukum tata negara di > Universitas Andalas, Padang masuk bursa untuk mengisi Menteri Hukum dan HAM. > Fasli Jalal yang saat ini masih menjabat Kepala BKKBN dan sebelumnya sempat > menjadi Wakil Mendikbud masuk bursa untuk Menteri Kesehatan. > Azyumardi Azra yang merupakan guru besar UIN Syarif Hidayatullah dan mantan > rektor di kampus tersebut masuk bursa Menteri Agama. Jeffrie Geovanie yang > merupakan anggota DPD terpilih dari Sumbar dan mantan anggota DPR dari > Partai Golkar masuk bursa untuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. > Selanjutnya, Andrinof Chaniago, dosen FISIP Universitas Indonesia dan juga > Direktur Cirus Surveyors Group masuk bursa Menteri Pembangunan Daerah > Tertinggal. Di jabatan yang sama, juga masuk nama fungsionaris DPP Partai > Golkar Indra J Piliang. > Terakhir, di bursa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), masuk nama > Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. > Berikut 102 nama tokoh yang masuk bursa calon menteri dalam KAUR tersebut: > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
