Aww. Ddn. IJP mantab. Urang Indonesia kan indak dapeik di loge baitu sajo doch. Ambo satuju masalah "öffice" nan dapeik manyinggung Pemerithan R.I. yang sah. Sementara finalisasi kemenangan dengan hasil KPU belum mempunyai arti apa2 dikala persidangan MK belum berlangsung. MK dapat saja memutuskan lain seperti masalah "perampokan" suara yang pada Pemilu2 yl sebenarnya juga terjadi dan hampir semua mantan KPU bicara, mungkin yang sudah dapat posisi atau bagian akan pura2 tidur. Satuju peringatan Ddn. IJP tsb. semoga berjalan lancar. Karena gugatan tidak pada penghitungan suara akan tetapi proses Pemilu dan hal2 lain yang ada indikasi pidana dlsbnya. Bagaimana posisi SBY yang mempunyai data bahwa kemenangan bukan pada kubu JKW tapi PRaja dengan perolehan terbalik dari hasil KPU. Naxh Pernyataan Praja tentang menggugat dstnya memang kalau dilihat sisi proses penghitungan dan Pilpres ada faktor "melecehkan"pengaduan2 yang terjadi yang sama sekali tidak diindahkan baik oleh Bawaslu apalagi KPU. Sangat disayangkan "bijaksana" belum ada nampak. Sekedar small comments saja. Wass. Haasma depok
Pada Kamis, 24 Juli 2014 15:05, 'Harman' via RantauNet <[email protected]> menulis: IJP : "Menurut saya American Minded. Bukan NKRI. Hati-hati," "Jangan gado-gado kayak revolusi mental itu. Bahaya," Ini kritikan dari internal jadi bisa lebih objective lah, ya, salah satu alasan saya tidak memilih pak Jokowi ya itu, termasuk kebohongan publik atas Revolusi Mental, mudah2-an tidak ada lagi berbohongan dari Pak Jokowi. wassalam, harman st.idris http://politik.rmol.co/read/2014/07/23/165234/Indra-J.-Piliang:-Jokowi-Harus-Hati-hati-Bicara-tentang-Kantor-Transisi- Indra J. Piliang: Jokowi Harus Hati-hati Bicara tentang Kantor Transisi Rabu, 23 Juli 2014 , 17:59:00 WIB Laporan: Aldi Gultom INDRA PILLIANG/NET RMOL. Langkah calon presiden terpilih, Joko Widodo, mendirikan "Kantor Transisi" untuk menyusun program dan kabinet pemerintahan 2014-2019 sebelum 20 Oktober mendapat kritik dari pendukungnya. Adalah Indra J. Pilliang, mantan Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar, yang mengkritik ide itu. Ia melontarkan kritik tajam kepada Jokowi lewat akun twitternya. "Indonesia tidak mengenal pemerintahan transisi. Jadi Pak Jokowi hati-hati bicara soal kantor transisi itu. Ini bukan Amerika Serikat," tegas Indra, yang mundur dari jabatan di Golkar pada Mei lalu demi mendukung Jokowi-JK. Dia juga mengkritik tim sukses Jokowi yang mengatakan bahwa Presiden SBY tidak bisa mengambil kebijakan-kebijakan penting lagi sampai pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden baru. Dia terangkan bahwa Indonesia mengenal fixed term, bukan pemerintahan transisi. "Itu 100 persen keliru. SBY tetap kepala negara dan kepala pemerintahan sampai 20 Oktober," tegas intelektual muda itu. "Jangan sampai Pak Jokowi tergelincir ngomong beginian. Kita bukan USA," tekannya. Pernyataan Jokowi soal "Kantor Transisi" atau penolakan tim suksesnya terhadap kebijakan-kebijakan penting dari Presiden SBY itu, menurut Indra Pilliang, pemikiran yang "American Minded". "Menurut saya American Minded. Bukan NKRI. Hati-hati," seru mantan Ketua Departemen Kajian dan Kebijakan DPP Partai Golkar itu. Menurut dia, bukan "kantor transisi" yang terpenting bagi Jokowi, tetapi "school of thought" yang dipakainya dalam mengemban amanah rakyat. "Jangan gado-gado kayak revolusi mental itu. Bahaya," tambah Indra. [ald] -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
