@Sanak Andri Masri: www.sabasbun.com --> this webpage is not available.

@Dinda Ahmad Ridha: memang barcode menunjukkan negara di mana produsen
berkantor, bukan negara di mana produk itu dibuat dan dikemas. Tapi jika
kita mengacu pada penjelasan tentang Tesco (yang berkantor di Inggris, dan
karena itu memiliki barcode 500), padahal sebenarnya produk-produk Tesco
dibuat dan dikemas di Israel ("Tesco is a UK-based company so the barcode
is 500, even though the product inside is *manufactured* and *packaged* in
Israel"), bukankah ajakan boikot itu masih relevan? Bahkan boikot itu, jika
dilakukan secara masif dan ekstensif oleh konsumen muslim Tesco, bukan
tidak mungkin menjadi penekan bagi Tesco untuk memindahkan proses
manufaktur dan pengemasan ke negara lain di luar Israel.

Begitupun untuk contoh barcode 729 (perusahaan berbasis di Israel dengan
produk dibuat di negara ketiga seperti Taiwan). Jika boikot berjalan
efektif dari dunia muslim dan Taiwan terkena imbasnya, maka Taiwan akan
menjadi kelompok penekan (*pressure group*) tambahan terhadap Israel agar
mereka mengubah kebijakan terhadap Palestina/Gaza.

Jadi apakah (1) sebuah produk dibuat di Israel dan memiliki kantor pusat di
negara lain, atau (2) produk itu mempunyai kantor pusat di Israel dan
dibuat di negara lain, sepanjang boikot bisa dilakukan efektif terhadap
segala produk yang "berbau" Israel, maka dampaknya akan cukup signifikan.

Masalahnya berbalik kepada dunia Islam sendiri. Apakah (estimasi) 1,6
milyar muslim di seluruh dunia (23 % penduduk bumi) bisa konsisten
melakukan boikot seperti ini?

http://www.pewresearch.org/fact-tank/2013/06/07/worlds-muslim-population-more-widespread-than-you-might-think/

Wassalam,

ANB


2014-08-05 20:34 GMT+07:00 Ahmad Ridha <[email protected]>:

> Pak Akmal, ada artikel yang mengomentari keterangan perubahan kode
> tersebut di:
>
>
> http://www.ipsc.ie/press-releases/a-note-on-barcodes-israel-has-not-changed-its-barcode-to-defeat-bds
>
> Wassalaam,
> --
> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)
>
> ---
> A note on barcodes: Israel has not “changed it’s barcode to defeat BDS”
>
> Stories and images have been doing the rounds on social media sites
> claiming that Israel has changed it’s barcode from 729 to 871 (or other
> numbers like 500) in order to fool people looking out for the 729 barcode.
>
> This mistaken belief stems from a misunderstanding of how barcodes work. A
> barcode only tells you which country a company is from, not where the
> contents of the product originate.
>
> What appears to be happening is that 871 is the Dutch barcode (and 500 is
> the UK one) and Israeli products are being sold by Dutch and UK (and even
> Irish)-based companies. To take a concrete example, in the case of Tesco
> ‘meat free mince’, Tesco is a UK-based company so the barcode is 500, even
> though the product inside is manufactured and packaged in Israel. What is
> important for barcode purposes is where the company who sells the goods are
> registered, NOT where the contents of the goods are produced, manufactured
> or packaged.
>
> A country can’t simply change its barcode assignation because it feels
> like it, it doesn’t work like that and barcode assignation is a complicated
> and regulated international process.
>
> This is just another reason to always look for the country of origin of a
> product and not rely solely on barcodes. Similarly, some things that may be
> made in a third country are sold by Israeli-registered companies with the
> 729 barcode, even though they may say (eg) ‘Made in Taiwan’ on the
> packaging. These should be boycotted too.
>
> Posted August 4, 2014 in Boycott, Economic Boycott, Political Rights,
> Press releases.
> ---
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke