dalam Budaya <http://ranahberita.com/kategori/ranah/budaya>, Ranah
<http://ranahberita.com/kategori/ranah> 8 Agustus 201412:46 WIB 0
<http://ranahberita.com/21679/ratik-tagak-ritual-agama-dari-nama-tuhan-hingga-pingsan#respond>
 141 dikunjungi
[image: Ratik Tagak, Ritual Agama dari Nama Tuhan Hingga Pingsan]

Foto: Arjuna

*RANAHBERITA-*Ratusan laki-laki, anak-anak hingga lanjut usia, bersama-sama
menunduk, lalu bangkit sembari berteriak, “Allahu, Allahu, Allahu…”. Lalu,
sebelum berakhir, tiba-tiba massa mengerumuni seorang pemuda yang tak
sadarkan diri, tapi di mulutnya masih berucap Allahu tanpa henti.

Begitulah tradisi ritual ‘Ratik Tagak’ di Nagari Pariangan, Tanah Datar
yang dilaksanakan di Pandam Pakuburan Jorong Sikaladi, Kamis (7/8/2014).
Pemuka masyarakat dan Lansia setempat berdiri di tempat yang lebih tinggi.
Seorang ustazd memandu dengan alat pengeras suara, lalu mereka mulai
menggerakkan badannya ke kiri, ke kanan dan merunduk sambil mengucapkan
kalimat Allahu.

Aksi itu diikuti oleh warga yang hadir, di tempat yang permukaannnya lebih
rendah dari kelompok pemuka masyarakat dan Lansia tadi. Peserta di bagian
bawah ini pada umumnya anak-anak dan pemuda. Dengan semangat mereka
bergandengan tangan dan menggenggam kedua telapak tanggannya. Kemudian
mereka rukuk, tegak, rukuk, begitu seterusnya sampai kelelahan. Gerakan
mereka itu seperti menyembah sesuatu dengan diiringi lafaz nama tuhan.

Sesekali berhenti, lalu dilanjutkan lagi, hingga kalimat suci yang disebut
telah sampai jumlahnya. Ketika berakhir itulah ada yang tak sadarkan diri.
Itu disebut ‘Malalu’.

Pemuda yang ‘Malalu’ tersebut rebah di tanah, tapi dia masih melakukan
gerakan seperti yang dilakukan saat berdiri. Bibirnya pucat pasi, di
tubuhnya keringat berkucuran. Untuk menyadarkannya, dibantu dengan mengipas
hingga dia kembali normal.

Ratik adalah amalan umat Islam di Ranah Minang dengan menyebut nama Allah
secara bersama. Disebut Ratik Tagak karena dilakukan sambil tagak (berdiri).

Menurut keterangan Wali Nagari Pariangan April Katik Saidi, tradisi ini
turun temurun. Bahkan, dia dan masyarakat setempat tidak tahu kapan mula
dari tradisi ini dimulai. Masyarakat setempat sudah menemukan dan menerima
tradisi itu dari orang-orang terdahulu.

Acara Ratik Tgak diikuti oleh semua masyarakat Pariangan. Mereka menyebut
kegiatan ini sebagai hari raya. Perayaan setelah puasa enam hari
pascalebaran Idul Fitri.

“Jadi masyarakat kita di sini ada puasa enam hari setelah idul fitri. Ratik
Tagak adalah hari raya untuk puasa enam tersebut,” kata April Katik Saidi
kepada ranahberita.com usai acara. April menyebut pelaksanaan agenda
tahunan tersebut, selalu di hari Kamis.

Dalam Ratik Tagak, menurut April, peserta menyebut kalimat-kalimat suci,
seperti Laillahaillallah dan Allahu. Jumlahnya masing-masing 33 kali
kemudian ditambah dengan doa dan kalimat suci lainnya.

Tidak sekedar berdoa dan Ratik Tagak, tradisi ini bertujuan untuk
mempererat hubungan silaturrahmi antar masyarakat. Usai ritual agama
dilakukan, masyarakat makan bersama di lokasi terbuka.

Makanan dibawa oleh kaum ibu dengan ‘tuduang saji’. April mengatakan, ada
sekitar 600 tuduang saji berisikan berbagai jenis makanan, mulai dari nasi
sampai bua-buahan.

Selain masyarakat yang ada di kampung halaman, ratik tagak juga diikuti
oleh perantau. Untuk memeriahkannya, di sepanjang jalan menuju lokasi
acara, dipasang marawa. Warga yang hadir terlihat berpakaian rapi, apalagi
‘bundo kanduang’. Mereka sengaja berdandan untuk datang ke lokasi, mulai
dari anak gadis sampai nenek-nenek. (Arjuna/Ed5)

Lihat di Sini Galeri Foto: Ritual Tradisi Ratik Tagak di Pandam Pakuburan
<http://ranahberita.com/21685/galeri-foto-ritual-tradisi-ratik-tagak-di-pandam-pakuburan/14>
http://ranahberita.com/21679/ratik-tagak-ritual-agama-dari-nama-tuhan-hingga-pingsan
-- 



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke