Pak Abraham Ilyas, sanak dipalanta n.a.h
Kebetulan dikampung saya beberapa pelaku masih hidup, ingin mendapatkan buku PRRI di Ranah Bunda. Karena belum bisa didapatkan di toko buku, mereka pesan melalui saya. Kalau diperbolehkan, untuk edisi ke II PRRI di Ranah Bunda ini, saya pesan 20 (dua) puluh buku. Alangkah baiknya kalau bisa diterbitkan juga Buku perjuangan 1945 -1950 melawan Belanda di Sumbar atau Buku PDRI di ranah Bunda dengan isi dari konstributor. 1. Pada priode 1945-1950 itu kita mendengar adanya perang sengit antara tentara Indonesia dengan Belanda di Banda Buek - Padang Basi mungkin juga didaerah sekitar Padang lainnya. Orang kampung saya ada yang ikut dalam peperangan itu, tapi saya belum menemukan tulisan mengenai perang di Banda Buek – Padang Basi itu. Kalau ada sanak di Palanta yang ada buku mengenai pertempuran diatas, tolong dibagi informasinya. 2. Yang ramai diberitakan juga pertempuran-pertempuran sengit pada kelas ke II era 1948-1949 ada Perang Kamang, Situjuah, Lubuak Batu Gajah Muara Labuh. Mungkin ini juga belum pernah ada bukunya Karena tak ada bukunya, kadang kita berpikir bahwa perang kamang dsb itu hanya gossip saja untuk penyemangat kedaerah lain. Kita dilapau ini banyak yang berasal dari daerah-daerah pertempuran yang disebut diatas. Kalau bisa kita ingin konfirmasi dari sanak-sanak kita itu apakah peristiwa perang itu ada atau tidak. Penulisan/buku pertempuran-pertempuran sengit diatas perlu adanya dan bisa dimasukkan kemuatan lokal pelajaran sejarah SD/SLTP di Sumbar, sehingga anak-anak Sumbar mengenal juga perjuangan Heroik dari pendahulunya. Dengan demikian generasi Minang kedepan tidak terkesima hanya dengan suguhan sejarah 10 Nopember Surabaya, Palagan Ambarawa, Serangan Maret di Jogya dan Bandung Lautan Api. Mudah-mudahan buku-buku yang berisi perlawanan sengit dari pendahulunya melawan Belanda di Sumbar bisa terbit. Buku Kisah PRRI di Ranah Bunda, sudah terbit. Mudah-mudahan rasa minder generasi Minang yang selama ini dihadapkan kepada sejarah PRRI dengan cermin sebelah, kedepan bisa bangkit bahwa mereka orang minang cukup banyak pengorbanan dalam mempertahankan kemerdekaan Negara ini dan mempunyai kewajiban menjaganya dari bermacam-macam rongrongan. Wass, Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
