Assalaamu'alaikum wr wb

Berikut sanggahannya :

http://www.pkspiyungan.org/2014/08/klarifikasi-fahri-hamzah-tentang.html?m=1

Wassalam
Ronald -42th/Depok


On Tuesday, 19 August 2014, Aprinal Saldi <[email protected]> wrote:
> Kalau pengakuan ini benar, pantas saja Fahri Hamzah begitu semangatnya
ingin membubarkan KPK.
>
>
http://news.detik.com/read/2014/08/18/192923/2665709/10/1/anak-buah-nazar-sebut-ada-duit-us--25-ribu-untuk-fahri-hamzah
>
> Senin, 18/08/2014 19:29 WIB
>
> Anak Buah Nazar Sebut Ada Duit US$ 25 Ribu untuk Fahri Hamzah
>
> Ferdinan - detikNews
> Jakarta - Satu lagi nama penerima duit Nazaruddin disebut di persidangan
Anas Urbaningrum. Kali ini nama Fahri Hamzah yang disebut mantan Wakil
Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis.
>
> Dalam persidangan, pengacara Anas, Handika Honggowongso, menanyakan
keterangan Yulianis saat diperiksa KPK mengenai inisial FAH dalam dokumen
Grup Permai. Tercatat dalam dokumen, duit diambil pada 13 Oktober.
>
> "Jadi penyidik menanya sama saya dalam dokumen itu ada nama FAH.
Kejadiannya waktu itu adalah saya dipanggil Pak Nazar ke lantai 7 di Tower
Permai di Mampang. Saya dipanggil sama Pak Nazar disuruh bawa uang US$ 25
ribu. Setelah sampai di atas itu ada Pak Fahri Hamzah. Dulu saya tidak tahu
dia itu siapa. Tapi setelah melihat di televisi saya tahu itu Pak Fahri
yang dari PKS," ujar Yulianis dalam sidang lanjutan Anas di Pengadilan
Tipikor Jakarta, Kuningan, Jaksel, Senin (18/8/2014).
>
> Saat itu Fahri sebut Yulianis tidak berbicara apa pun. "Saya memberi
amplop itu ke Pak Fahri itu tidak langsung ke tangan Pak Fahri tapi ke meja
di depan. Saya minta Pak Fahri tanda tangan dalam kas keluarnya. Terus Pak
Fahri cuma senyum aja. Katanya Pak Nazar, sudah sini saya yang tanda
tangan. Sama Pak Nazar itu ditanda tangan cuma dicoret-coret aja," sambung
Yulianis.
>
> Saat itu Yulianis bertanya ke Nazar, soal hubungan pengeluaran duit
dengan proyek yang digarap Grup Permai. "Saya tanya ke Pak Nazar itu untuk
proyek apa? Catet aja itu DP pembelian mobil. Tidak terkait dengan proyek,"
sebut Yulianis menceritakan perbincangannya dengan Nazar soal pengeluaran
duit.
>
> Yulianis saat persidangan sesi I, membeberkan adanya sejumlah pengeluaran
dari kas perusahaan. Duit disetor ke sejumlah kementerian termasuk DPR.
>
> Penjelasan ini bermula ketika Anas Urbaningrum menanyakan ada tidaknya
duit Grup Permai yang dikeluarkan ke dirinya pada periode 2010. Tapi
Yulianis yang mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran Grup Permai
menyebut tidak ada.
>
> "Tidak ada sih, Pak," jawab Yulianis.
>
> Setelah itu Anas meminta Yulianis mengecek catatan kas Grup Permai di
persidangan. Atas seizin majelis hakim, Yulianis menyebut sejumlah
pengeluaran.
>
> "Ada untuk tanggal 25 Mei untuk support Dephub Rp 2,8 miliar. Kalau kita
nyebutnya Pak Gambir, support untuk Gambir US$ 500 ribu. Ada support untuk
Kejati Meragawa Rp 200 juta," sebut Yulianis.
>
> Pada 9 Juni 2010, ada lagi pengeluaran untuk 'Gambir' sebesar US$ 500
ribu. "Gambir, maksudnya?" tanya hakim Haswandi.
>
> "Pak Gambir sebutan kita, tapi untuk Dephub," jawab Yulianis.
>
> Anas juga bertanya alasan pemakaian nama Gambir. "Kantornya di Gambir,"
kata Yulianis.
>
> Setelah itu berturut-turut disebutkan pengeluaran untuk Komisi III DPR
pada 29 Juni 2010 sebesar Rp 1,5 miliar. Kemudian Rp 100 juta untuk LSM
yang tidak disebutkan namanya. Duit Rp 4 miliar untuk Komisi X DPR. "Itu
Mba Angie dan Pak Wayan," lanjut Yulianis.
>
> Setelah itu ada untuk BPK Rp 100 juta, Kemenakertrans Rp 800 juta. "Ada
ke Pak Tamsil 11 Oktober US$ 50 ribu, US$ 50 ribu," sebut Yulianis.
>
> Ada juga untuk Depkes sebanyak US$ 100 ribu pada 11 Oktober. "Tanggal 14
Oktober itu untuk Mba Angie dan Wayan US$ 300 ribu dan US$ 200 ribu,"
sambung Yulianis.
>
> "Mba Angie tanggal 17 Oktober US$ 400 ribu," katanya menyebut pengeluaran
lain dari kas Grup Permai.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke